The first 181 lines.
Hei, aku bawakan baju tidur.
Tunggu, aku sedang telanjang!
Tenanglah, Tuan Putri.
Aku tidak bisa melihat apa pun karena uap.
Sebaiknya kau jujur saja.
Aku bohong.
Apa-apaan kau?!
Dua tahun ini,
banyak yang sudah terjadi, ya, Sylvie.
Ya, aku bahkan sudah lebih tinggi darimu.
Benar juga.
Sana, kau mandi juga.
Ya.
Kau menghilang cukup lama tadi... Apa yang kau lakukan?
Aku meminta bantuan Paman Vincent untuk beberapa hal.
Supaya kau bisa masuk Akademi Xyrus,
aku juga minta bantuan soal biaya akademik.
Sungguh? Apa kata Paman?
Tentu saja...
Eh? Jangan berhenti di bagian penting!
Menurutmu, apa aku bisa belajar banyak hal kalau masuk akademi?
#10 SANG RAJA, BERNEGOSIASI.
Akademi Xyrus terkenal sebagai sekolah terbaik nomor satu, bukan?
Meski begitu, secara teknik,
kemampuan kita berdua lebih baik daripada anak kelas satu.
Pasti banyak anak dari keluarga ternama.
Membayangkan saja,
aku bisa mengendalikan kekuatanku lebih baik lewat bertukar saran dengan mereka,
membuat jantungku berdebar.
Bagiku, mendalami sihir es dan petir adalah hal yang paling menarik.
Aku belum bisa menggunakan sihir petir dengan baik karena butuh banyak Mana.
Untuk mengendalikan sihir es,
bahkan dengan bantuan Tekad Beast pun masih sulit.
Hei.
Apa kau sudah memikirkan apa yang harus kita lakukan dengan Lucas?
Meski kita bisa balas dendam padanya,
kita belum sanggup menahan balasan dari keluarganya.
Untuk sekarang, kita harus mengumpulkan kekuatan.
Aku terkejut kau bisa menahan diri terhadap si berengsek itu.
Begitulah.
Tapi yang lebih mengejutkan, kau malah membuat tembok dari bantal.
Sudah jelas, 'kan? Aneh kalau dua lelaki tidur di satu ranjang.
Eh?
Atau kau lebih suka kalau aku perempuan?
Berisik, bodoh!
Menurutmu, apa aku bisa punya pacar di akademi?
Kau ini kelihatan serius,
tapi ternyata memikirkan hal yang sama seperti anak biasa, ya.
Kau juga penasaran, 'kan?
Tenang saja.
Kau pasti bertemu gadis berkacamata berambut hitam.
Lalu kalian menikah dengan bahagia
dan punya bayi berkacamata berambut hitam yang lucu.
Tidak ada bayi yang lahir sudah berkacamata.
Kau pasti dapat pacar dengan mudah,
dengan wajah pangeran yang menyebalkan itu.
Apa kau sedikit cemburu?
Kau pikir cuma sedikit?
Tenanglah, si Kacamata.
Aku tidak tertarik punya pacar sekarang.
Ayo tidur.
Ya, selamat tidur.
Ah, syukurlah.
Kau sudah bangun?
Selamat pagi.
Kau bilang ingin berbicara dengan seorang penemu, 'kan?
Karena itu, tadi pagi aku coba menghubungi kenalanku.
Eh? Sungguh?
Namanya Gideon.
Kau ingat misi menangkap Mana Beast air, 'kan?
Ah...
Sebenarnya, dialah yang membutuhkannya.
Dia peneliti terkenal di Kerajaan Sapin, penemu andal,
sekaligus seorang insinyur.
Hm.
Apa ada sesuatu yang ingin kau minta dibuatkan Gideon?
Ya, begitulah.
Hadiah ulang tahun untuk Eleanor.
Arthur, di situ kau rupanya.
Kau bersama Vincent, ya.
Eh?
Kau terlihat santai. Apa tidak apa-apa?
Bukankah kau ada janji bertemu seseorang pagi ini?
Ah, benar juga.
Aku pergi dulu!
Hati-hati, nanti kau jatuh, Pak.
Omong-omong soal Ayah, apa latihannya berjalan lancar?
Hah!
Ayahmu sudah resmi memasuki tahap oranye.
Itu mengingatkanku pada sesuatu.
Entah kenapa,
setelah menyerap Mana dari Beast Core ini, Mana-nya sama sekali tidak runtuh.
Kalau begitu, aku akan keluar setelah bersiap-siap.
Ada yang aneh.
Kenapa tidak runtuh?
Di dalam Core ini ada Tekad Beast?
Alasan kenapa ini bisa diperoleh...
apa karena Mana Beast sendiri yang menyerahkan kehendaknya,
atau hanya terjadi saat manusia mengambilnya dari Beast Core?
Apa yang akan terjadi jika aku menyatukan dua Beast?
Lebih tepatnya, apakah itu mungkin?
Hanya ada satu cara untuk memastikannya.
Andai aku sedikit lebih terlambat,
tekad naga milikku
sudah akan menghancurkan Tekad Elder Wood.
Kenapa Ayah tidak bisa menyerap Tekad Beast?
Elemen Beast dan elemen yang dipakai oleh si penyihir harus saling cocok.
Jangan pernah melupakan hal ini.
Ah, benar juga.
Aku tahu orang yang cocok untuk menerima ini.
Apa dia baik-baik saja?
Selamat pagi, Kak.
Mama bilang sarapan sudah siap.
Aku mau cincin dimensi yang keren itu.
Karena hari ini ada pengumuman penting,
Mama menyuruh cepat bangun dan bersiap.
Eh? Pengumuman penting?
Kakak lupa, ya?
Bangsawan dari tiga kerajaan... Sapin, Elenoir, dan Darv
akan menyampaikan pernyataan penting.
Itu akan disiarkan di alun-alun kota.
Oh, begitu, ya?
Hei, Kakakku tersayang.
Eleanor,
kau sudah terlalu besar
untuk bermanja-manja seperti itu.
Cepat bersiap dan turun, ya.
Aku dan Mama akan pergi duluan bersama Bibi Tabitha.
Sisi kasarnya itu mirip siapa, ya?
Aku tahu jawabannya.
Aku masih lapar.
Sudah kuduga.
Soalnya Sylvie mencuri banyak makanan dari piringmu.
Benar sekali.
Kalau begitu, saat kau bertemu si peneliti,
aku akan melihat-lihat toko di sekitar sana.
Kau mau belanja? Memangnya punya uang?
Tidak sepertimu, aku menabung hasil jarahan dari dungeon.
Syukurlah kalau begitu.
Sylvie, temani Elijah belanja, ya.
Soalnya bahaya kalau Gideon sampai penasaran dengannya.
Apa ini tempatnya?
Ya.
Tuan Gideon sedang tidak ada di tempat saat ini.
Tuan Vincent.
Lama tidak bertemu, Hymes.
Silakan masuk.
Lewat sini.
Tuan.
Hymes,
sudah kubilang jangan biarkan siapa pun masuk!
Apa? Ternyata kau. Datang untuk mengganggu lagi?
Aku sudah menghubungimu lebih dulu, 'kan?
Akhir-akhir ini, aku muak bertemu orang.
Dalam setahun ini saja,
sudah 10 sampai 20 utusan keluarga kerajaan yang datang.
Mereka memaksaku mencari cara
agar bisa berlayar mengarungi lautan dalam waktu lama.
Cara agar bisa berlayar mengarungi lautan dalam waktu lama?
Untuk apa?
Bukan urusanmu.
Tunggu, siapa bocah itu?
Senang bisa bertemu dengan Anda, Pak Gideon.
Saya sudah banyak mendengar hal hebat dari Paman Vincent.
Nama saya Arthur Leywin, putra dari Reynolds.
Kau sudah tahu, aku tidak menerima murid atau pelajar, 'kan, Vincent?
Kenapa kau membawanya ke sini?
Sebenarnya aku juga ingin tahu alasannya.
Hah?
Sebenarnya saya datang untuk melihat penemuan menarik milik Anda.
Tapi tadi Anda bilang
butuh cara agar bisa berlayar mengarungi lautan dalam waktu lama, 'kan?
Ah, aku akan memakai itu.
Mungkin akan lebih mudah
kalau aku tunjukkan daripada menjelaskannya.
Aku tidak peduli apa yang kau gambar dan dengan warna apa,
tapi masalah yang sedang kuhadapi sekarang
bukan hal yang bisa diselesaikan seorang bocah... apa?!
Dari mana kau dapat ini?
Apa mungkin... mungkinkah?
Alih-alih ditenagai Mana, ini ditenagai oleh material eksternal.
No comments yet. Be the first to leave one.