The first 200 lines.
Dulu,
alam multiverse ini tercipta
dari dunia-dunia yang mengalami evolusinya masing-masing
kini kehilangan keseimbangannya.
Wahai Dewa! Wahai Dewa! Kami bersyukur pada-Mu!
Kami adalah kaum terpilih!
Kami bahagia! Kami bahagia!
Kami persembahkan segalanya untuk-Mu!
Kami persembahkan segalanya!
Kami persembahkan segalanya!
Kami persembahkan segalanya!
Kami persembahkan segalanya!
Mene, tekel, ufarsin.
Apa-apaan?
Akulah yang memberi semua kebahagiaan ini!
Kau Dewi Pemusnah!
Ampuni saya, wahai Dewi Pemusnah!
A-Ampuni saya! Ampuni saya!
Saya mohon! Saya mohon!
Oleh sang Dewi Pemusnah,
dia yang telah tersesat...
dihapus dari takhta kedewaannya.
Jiwa sang dewa yang membuat evolusi kian menyimpang
dikirim ke Quasar penyegel.
Itu...
adalah peristiwa yang terjadi di masa sangat lampau.
Reinkarnasi dan reinkarnasi
Kuberjuang keras 'tuk jadi sang legenda
Mulai dari jadi sampingan, ya, inginnya
Tahunya malah terjungkal
Reinkarnasimu ke Dunia Lain Ingin Jadi Apa?
Reinkarnasiku... Ingin Jadi Tulang Rusuk Pahlawan
Reinkarnasiku... Ingin Jadi Tulang Rusuk Pahlawan
Reinkarnasiku... Ingin Jadi Tulang Rusuk Pahlawan
Padahal lagi perankan tokoh utama
Siklus hidup bergulir dalam sengketa
Awas jangan lengah
Sebab itulah
Kalau cuma diam tanpa bikin onar
ujung-ujungnya tamat
Enggak nyata itu memang sulit, ya
Kalau jadi pahlawan, gimana?
Terus kalau jadi Dewa, bakal apa?
Niatan reinkarnasi ribuan kali
terlahir kembali
Bahkan hari biasa ini pun,
apa jadinya kalau melegenda?
Meski jauh dari kata Happy End
Kalau semua terwujud, mau gimana?
Gimana caraku bertemu kamu?
Niatan reinkarnasi ribuan kali
terlahir kembali
Bahkan hari biasa pun,
apa jadinya kalau melegenda?
Meski tak kebayang bisa Happy End
Lihat, langitnya cerah!
Baru reinkarnasi, reinkarnasi lagi
Oke, sekian bubar dulu
Selamat pagi!
Nona Dewi...!
Kok kamu ngelamun aja?
Aku sedang tidak melamun.
Eh, eh!
Obor yang Terpasang di Dinding Dungeon
Obor yang terpasang di dinding dungeon!
Silakan lompat ke dalam api.
Kayak masuk Festival Iblis, ya.
Aduduh! Aduduh! Ah! Ah!
Ah, obor!
Masuk... ke dunia game?!
Nah, sip.
Memang begitu, ya.
Ayang, aku balik, nih!
Selamat datang.
Bergabung
Bergabung
Bergabung
Aku jadi satu-satunya obor yang kepasang
di dinding menara dungeon yang tingkat kesulitannya tinggi,
tempat Pedang Pahlawan disegel.
Terus?
Omong-omong, ini Pedang Pahlawannya.
Ini senjata terkuat,
ditambah juga ini barang hebat yang bisa mengabulkan permintaan.
Mewah juga kemampuannya.
Eh? Di sini juga ada obor.
Katanya kamu satu-satunya obor, kan?
Aku sudah siapin opsi bergerak bebas asal aku masih nempel dinding.
Kenapa kamu tidak paham kalau benda bergerak sendiri begini jatuhnya horor...
Karena ini,
aku bisa petain tiap sudut dungeon itu!
Ada, ya, petualang yang tidak bisa tenang kalau belum periksa tiap sudutnya.
Lalu, Tuan Pedang berkata!
Dari tadi kamu sebut dia Tuan Pedang Pahlawan seperti dia hidup saja.
Ah, Tuan Pedang itu...
adalah mantan Bang Jarum Jam...
m 0 0 l 33.33 0 33.33 33.33 0 33.33
Bang Jarum Jam
Yamada-san
Yamada-san
Yamada-san
Saya Yamada.
Bereinkarnasi jadi benda mati itu sedang tren, ya?
Akhirnya, hari Regu Pahlawan menantang pun tiba!
Omong-omong, regunya empat orang:
ada Pahlawan, Prajurit, Ahli Bela Diri, dan Kesatria.
Kitalah... yang terkuat!
Isinya berotot semua, ya.
Saya ingin Regu Pahlawan segera mendapatkan saya.
Saya Yamada.
Bisa kamu pandu mereka sampai ke sini?
Boleh!
Karena kamu sudah mapping, ya.
Sekalian. Karena pahlawannya belum berpengalaman, bisa kamu melatihnya juga?
Setop.
Dia minta tolong ke obor?
Sambil memetakan dungeon, aku basmi monster-monster di sana.
Kalau monsternya tidak ada, mereka tidak ada ujiannya, dong?
Setelah beberapa saat, monsternya akan lahir kembali.
Baguslah. Omong-omong, levelmu berapa?
Mentok di level 99!
Sudah kuduga, sih.
Men-men-tok-tok, 99!
Di bawah bimbinganku, mereka menaklukkan dungeon dengan lancar!
Hebat juga, kata-kata obor mereka dengar.
Hidup dan mati, kita selalu bersama!
Ya!
Mereka berempat bikin sumpek.
Katanya teman dari kecil!
Setting harem, ya? Boleh juga. Lanjutkan.
Kayaknya ada tombol di diri mereka.
Lanjut. Selang beberapa bulan,
para pahlawan sampai dengan selamat ke lantai terakhir.
Wah! Akhirnya para pahlawan...
I-Ini pahlawannya...?
Dari wajahnya kelihatan beda orang.
Habis kulatih!
Akhirnya, aku jadi pahlawan sejati!
Tunggu!
Beraninya kalian menjadikanku umpan!
Kalian... takkan kumaafkan!
Pantas aku merasa kurang satu orang.
Apalagi, tingginya empat meter, kan.
Dia ditinggal sebagai umpan bos lantai 37, yaitu Golem...
Teman-teman! Ini beda dari rencana!
Ahli Bela Diri yang dikuasai dendam menyatu dengan Golem
dan berhasil mencapai titik ini sendirian.
Sialan!
Jurus Rahasia Pemungkas: Gabung dan Serap!
Kalian semua...
takkan kumaafkan!
Bahaya!
Apa maksudnya ini?
Ada pesan darurat dari Sifu Salmon Merah!
SALMON MERAH
Apa pesan yang sangat darurat itu?
Pokoknya, lanjutannya nanti kulaporkan, ya!
Para pahlawan tidak bisa berbuat apa-apa melihat Ahli Bela Diri seperti itu.
Kalian semua...
akan kubunuh!
Yamada-san
Beraninya...
Yamada-san
Yamada-san
Berani, ya...!
Lah! Bagus kan kalau kita ketemu lagi!
Berisik!
- Maaf! - Sakit!
Saya Yamada.
Hentikan jagalmu!
Hah?!
Kamu itu siapa?
Obor yang kebetulan lewat!
Tuan Pedang Pahlawan dan aku menang!
Hebat! Mari kita sama-sama kalahkan Raja Iblis!
Jangan aneh-aneh.
Mana ada obor ikut bertarung.
Omongan dari tadi malah dibantah.
Waktu itu, aku tiba-tiba...
Tanganku tumbuh. Aku bergerak.
Karena kamu bertarung sambil pegang pedang, kan.
Obor yang Terpasang di Dinding Dungeon
Produksi Video Reinkarnasi: Tichila Junklin, Higaki Kenichi
Hah! Aku enggak nempel di dinding!
Waktu aku kepikiran,
aku jadi hancur sendiri.
Akhirnya kamu sadar.
TANAKA-SAN
Ah! Sekarang dari Tanaka-san!
Jadi, sebenarnya ini kenapa?
Sepertinya Sifu Salmon Merah mau adakan pesta minum di dunia dungeon tadi.
Ada Tanaka-san juga.
Happy Hour
Sampai 17:00
Gratis 1 Gelas!!
Kalau aku enggak cepat kembali, promo Lemon Sour-nya bakal...
Sarung Bantal di Penginapan Tokoh Utama Isekai Bertema Dungeon Menginap
Sarung bantal di penginapan tokoh utama isekai bertema dungeon menginap.
Hoki dapat undian yang tidak bisa lepas dari tuduhan oportunis.
Berangkat, ya!
No comments yet. Be the first to leave one.