The Tenant (Le Locataire)

The Tenant (Le Locataire) (Le locataire)

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Tenant 1976 480p WEB-DL x264-mSD
The Tenant 1976 DVDRip
A Commentary by Irwan19

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
480p
480
Published on: 2016-04-05
Downloads: 74
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diam, Mirza. Mirza, diam.

Selamat siang, Madame.

- Ya, ada perlu apa? - Maaf mengganggu.

Aku diberi tahu tentang sebuah apartemen.

Ini benar tempatnya, 'kan?

Siapa yang bilang?

Seorang teman.

Uh, sebenarnya kerabat.

Pintunya.

Aku tahu itu apartemen kecil dengan dua ruangan.

Memangnya kerjaanku hanya itu saja?

Beberapa orang menganggap penjaga gedung hanyalah budak.

Aku tak beranggapan seperti itu, percayalah.

Apa sebaiknya aku kembali nanti saja?

Kau harus bicara dengan Monsieur Zy.

- Aku hanya bisa menunjukkan apartemennya. - Aku tak ingin mengganggu...

..tapi jika memungkinkan...

..dan jika aku boleh menawarkan...

..sedikit kompensasi karena telah merepotkanmu.

Anjing kecil yang manis.

Kau Mirza, 'kan?

Nama yang bagus, Mirza.

Maaf.

Penghuni sebelumnya melompat keluar dari jendela.

Kau masih bisa melihat tempat dia jatuh.

Lihat.

Dia harus memperbaikinya.

Wanita itu belum mati...

..meski lebih baik jika dia mati saja.

Dia dirawat di RS Bretonneau.

Bagaimana jika kondisinya membaik?

Jangan cemas. Kondisinya tak akan membaik.

Kau tahu, kau ini beruntung.

Wanita malang. Apa saja syaratnya? Kau tahu?

Ada biaya tambahan untuk air. Pipa ledengnya masih baru.

Dulu harus turun ke bawah untuk mengambil air.

- Dan toiletnya? - Di sebelah sana.

Kau tinggal mengelilingi koridor untuk sampai ke sana.

Itu pemandangan yang sedap dilihat.

Berapa premiumnya?

Sewanya 600 franc sebulan.

Uh, premiumnya, aku tak tahu.

Sepertinya 5.000 franc.

Lima ribu? Banyak sekali.

Itu bukan urusanku. Bicarakan hal itu dengan Monsieur Zy.

Dia tinggal di bawah.

Aku harus kembali kerja.

Baik, baik, kami belum tuli.

- Kami tak memberikan sumbangan. - Ini tentang apartemennya.

Apartemen apa?

Di lantai atas. Bisa bicara dengan Monsieur Zy?

Selamat siang.

Sudah lihat apartemennya?

Sudah. Itu sebabnya aku ingin membahas syarat-syaratnya denganmu.

Premiumnya 5.000, sewa sebulan 600.

Itu mahal sekali. Aku hanya mampu membayar 4.000.

Penjaga sudah mengatakan tentang airnya?

Ya, sudah.

Sekarang ini sulit menemukan apartemen.

Seorang mahasiswa di lantai enam...

..membayar setengah dari jumlah itu untuk apartemen satu kamar.

Jangan salah paham. Aku bukannya mencela apartemenmu...

..tapi toiletnya yang jadi masalah.

Bagaimana seandainya aku sakit, percayalah, itu jarang terjadi,..

..dan harus buang air di tengah malam.

Rasanya tak nyaman sekali, 'kan?

Di samping itu, aku bisa langsung membayar 4.000, secara tunai.

Ini bukan hanya masalah uang.

- Untuk lebih jelasnya, Monsieur... - Trelkovsky.

Trelkovsky.

Aku tak akan kelaparan tanpa uang 5.000 milikmu.

Aku menyewakan apartemennya karena sekarang kosong...

..dan karena apartemen itu tak tumbuh dari pohon.

Tentu, Monsieur Zy.

Itu sangat masuk akal. Aku mengerti maksudmu.

Rokok?

Kau ingin 5.000, baiklah.

Tapi jika dibayar dengan cek, kau harus melaporkannya.

Bukankah lebih baik jika mendapat 4.000 secara tunai?

Aku lebih memilih 5.000 tunai daripada 4.000 tunai.

Wajar sekali.

Meski begitu, penyewa terdahulu belum meninggal.

Jika dia kembali, jangankan 4.000, kau tak akan mendapat apa-apa.

Sudah menikah? Maaf atas pertanyaannya...

..tapi ini karena anak-anak.

Ini bangunan yang sangat tenang.

- Aku dan istriku sudah menua. - Jangan bilang begitu, Monsieur Zy.

Aku tahu yang kukatakan.

Aku dan istriku sudah menua. Kami tak suka kebisingan.

Tak perlu cemas, Monsieur Zy.

Aku orangnya sangat tenang, dan aku masih bujangan.

Bujangan juga bisa menjadi masalah.

Jika kau mencari tempat untuk menghibur kekasihmu...

..aku lebih memilih dibayar 2.000 dan menyewakannya pada yang membutuhkan.

Setuju, tapi aku bukan orang semacam itu.

Untuk sekarang ini, aku belum bisa memberi kepastian...

..karena Mademoiselle Choule masih hidup.

Tapi aku suka padamu.

Kau sepertinya pemuda yang serius.

Aku ingin menjenguk Mademoiselle Choule.

- Simone Choule? - Benar.

- Kau kerabatnya? - Aku temannya.

Ada yang bisa kubantu?

- Nyonya ini kepala perawat? - Ya.

Untung aku bertemu denganmu...

..karena aku disuruh menemuimu dulu.

- Tentang Mademoiselle Choule. - Ranjang 18.

- Boleh aku menjenguknya? - Dia tak boleh diganggu.

Dia dalam keadaan koma sampai kemarin.

Silakan, tapi jangan mengajaknya ngobrol.

Kau temannya?

Maaf.

Sulit dipercaya. Benar-benar sulit dipercaya.

Aku bersama dia semalam sebelumnya.

Bukan, dua malam sebelumnya.

Suasana hatinya sangat baik.

Kenapa dia melakukan hal semacam itu?

Sebenarnya, hubunganku tak sedekat itu...

Sebenarnya, aku tak mengenalnya sama sekali, tapi percayalah...

Aku benar-benar merasa sedih...

- Ya. - ..atas kejadian yang menimpanya.

Ini menyedihkan.

Simone? Simone.

Kau mengenali aku, 'kan? Ini aku, Stella.

Temanmu, Stella.

Kau tak mengenali aku?

Kalian harus pergi sekarang.

Tasmu.

Ada harapan untuk menyelamatkannya?

Apa maksudmu? Jika mampu, kami akan menyelamatkannya.

Hati-hati. Jangan bersedih terus.

Jika mau, kita bisa pergi minum.

Kurasa itu bisa membantu.

Itu ada...

Di sini.

Minum apa?

Entahlah.

Aku bir. Tidak, kopi saja.

Kopi. Dan Nona?

Aku tak mau kopi.

Pesan minuman beralkohol saja. Itu akan menambah semangatmu.

Aku pesan segelas kecil Beaujolais.

Segelas kecil Beaujolais dan...

- Martini. - Tidak kopi?

Tidak, tidak, Martini.

Aku benar-benar lupa! Aku harus menelepon.

Aku segera kembali.

- Pelayan! - Baik, sebentar.

Aku tak bisa memahami bunuh diri.

Aku tak menentangnya, tapi itu di luar pemahamanku.

Kau pernah membahasnya dengannya?

Tak pernah.

Sulit dipercaya.

Ini mengerikan.

Mengerikan.

Mungkin karena putus cinta?

- Semacam itu? - Dengan siapa?

Entahlah, seorang pria.

Kau tahu dia tak tertarik dengan laki-laki.

Oh, aku tahu, tapi...

Wanita sensitif seperti dia...

..cenderung memiliki...

..hubungan yang lebih rumit dibanding yang sewajarnya.

Mungkin dia akan meninggalkannya juga.

Aku meragukannya.

Kau memperhatikan bahwa dia bahkan tak mengenaliku?

Tragedi.

Punya uang untuk seniman ini?

Aku tak punya recehan.

Tak peduli. Tetap akan kuterima.

Lihat? Hanya ada uang lembaran.

Ayolah, jangan terlihat murahan di depan kekasihmu.

Tak mengucapkan terima kasih. Kau perhatikan itu?

Aku tak suka gelandangan.

Seharusnya kau tak memberinya.

Mau minum?

Tidak, terima kasih.

Baiklah.

- Kalau begitu, selamat tinggal. - Selamat tinggal.

Kuharap kita bertemu lagi.

- Apa ini? - Baru saja datang dari CNMA.

- Dikirim oleh Monsieur Lott? - Ya, Monsieur Lott.

Itu pasti Villa LeDuc.

Ya, benar.

Ya, ini Villa LeDuc. "Tak berbingkai, nomor 2601.

Buat salinan rinci dari puncak menara di sudut kiri bawah...

..di sebelah nomor registrasi."

Harus kau selesaikan Kamis depan.

Aku menelepon untuk menanyakan...

..kabar Mademoiselle Simone Choule.

- Dirawat di bagian mana? - Pembedahan.

- Choule? Dengan huruf C? - Benar.

- Simone Choule. - Kau kerabatnya?

Bukan, temannya.

Pasien sudah meninggal kemarin jam 4:20 sore.

Terima kasih.

Selamat tinggal.

- Selamat pagi, Monsieur. - Pagi.

Tinggal di seberang?

Ya. Aku baru pindah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left