The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh: Ketam Goreng
D
DO
DON
DONA
DONAS
DONASI
DONASI P
DONASI PU
DONASI PUL
DONASI PULS
DONASI PULSA
0
08
083
0831
08315
083151
0831511
08315119
083151195
0831511954
08315119540
083151195401
083151195401 S
083151195401 SE
083151195401 SEI
083151195401 SEIK
083151195401 SEIKH
083151195401 SEIKHL
083151195401 SEIKHLA
083151195401 SEIKHLASNYA
Oh, Sayang.
Oke?
Aku tidak bisa...
Apa ini oke?
Identitasnya, Bapak-bapak.
Undangannya, Teman-teman, undangannya.
Undangan dan identitas, Teman-teman. Undangan dan identitas.
Identitasnya, Bapak-bapak.
Undangan dan identitas, Bapak-bapak.
Selamat datang di Yankees.
Baiklah, nikmati sarapan kalian. Silakan. Masuklah, anak muda.
Selamat datang di sarapan tahunan ketiga "Meet the Yankees".
Silakan duduk, Bapak-bapak.
Para pemain Yankees akan tiba beberapa menit lagi.
- Bagaimana kabar kalian? - Yo, Bro. Di mana orang-orang Yankees?
- Mereka akan datang. - Kau pemain Yankee?
- Kau tidak mengenaliku? - Shortstop?
- Dulu begitu. - Apa?
Tentu saja.
Holy cow!
- Sudah kuduga. - Kau si Scooter!
Yo, Efram, orang ini adalah Phil Rizzuto.
Lakukan lagi yang tadi.
Holy cow!
Kenapa kau menuangkan jus untuk kami?
Bagaimana kami ke pertandingan nanti? Aku tidak punya mobil.
- Kami sudah siapkan semuanya. - Mantap. Yankees sudah di sini?
- Ya. - Baiklah. Mulai sekarang.
Yo, Scooter.
Aku tidak apa-apa.
Silakan, ambil makanan untuk dirimu sendiri.
Aku punya kabar baik, dan aku punya kabar buruk.
Mana yang ingin didengar lebih dulu?
Kabar baik, kabar baik!
Persetan. Berikan kabar buruknya, culun.
Kabar buruk menang.
Yankees tidak bisa ke sini, Teman-teman.
Kalian juga tidak bisa pergi ke stadion.
Kami punya 45 surat perintah penangkapan aktif yang sedang memakan pancake di sini.
Atas nama New York Yankees...
dan Unit Investigasi Penjahat Kambuhan Kota New York...
kalian semua ditahan.
Maaf, Teman-teman. Kami menangkap kalian.
- Apa kabar baiknya? - Kabar baiknya sedang datang.
Permisi.
Aku ingin bersulang.
Tunggu dulu. Untuk Detektif Frank Keller...
di hari ini, ulang tahun ke-20 pengabdiannya.
Aku tidak percaya kau tidak pensiun.
Aku dapat 20 tahun dan panggilan bangun pagi, dan aku tinggal sejarah.
Ambil setengah gajiku...
Buka motel, bar, sekolah poligraf...
Aku akan berusia 46 tahun di sebuah gang...
menusukkan pensilku ke tengkorak mayat mencari peluru?
- Tidak ada yang salah dengan motel. - Aku akan mengunjungimu.
Aku akan memberimu banyak handuk.
Bagaimanapun, selamat.
Apakah aku terlambat?
- Punya undangan? - Ya.
- Siapa ini? - Ini putraku.
Ernest Lee, undangannya hanya untukmu saja.
Aku tidak mungkin menemui Dave Winfield tanpa membawa anakku.
- Kau punya identitas, Ernest? - Ya.
Pencurian besar kendaraan bermotor...
dua dakwaan.
Tempat kami sudah penuh, Ernest.
- Aku punya undangan. - Sudah kubilang tempat kami sudah penuh.
- Terima kasih, Man. - Kutangkap kau nanti.
Gruber.
Frank Keller.
Bagaimana kabarmu?
Apa aku membangunkanmu?
Bisakah aku bicara dengan istriku?
Ya, mantan istriku.
Denise. Bagaimana kabarmu?
Apa aku membangunkanmu?
Aku minta maaf. Dengar.
Aku harus bicara denganmu.
Aku rasa...
aku kena usus buntu.
Halo?
Tuan Mackey!
Tuan Mackey?
Terima kasih, chief.
- Di mana lokasinya? - 18-F.
- Ada yang bicara padamu? - Tidak ada yang penting.
Tidak ada yang penting? Kau pernah bertugas?
Aku?
Aku hanya petugas biasa. Tapi aku pernah di Korea.
Aku berani bersumpah kau pernah bertugas.
Dengar, aku akan turun. Kita bicara nanti, oke?
Aku orang penting.
"Kau pernah bertugas?"
Oh, sial.
Itu namanya membuat orang merasa dihargai...
supaya mereka mau bekerja sama denganmu.
Kau harus mencobanya kapan-kapan.
Aku minta maaf soal masalah telepon tadi malam.
Aku sedang mengalami krisis paruh baya.
Aku tidak ingin kau menelepon jam 3 pagi lagi.
Kalau kau ingin bicara dengan Denise, teleponlah di jam-jam yang wajar.
Jam yang wajar? Apa itu?
Jam 9 pagi sampai apa?
Waktu makan malam? Jam 8 malam?
Aku tidak percaya orang-orang itu.
Kau tidak pernah melihat Joe Louis.
Di kamar tidur.
Joe Louis? Di mana kau melihatnya?
Lama sebelum kau lahir, di Chicago.
Mereka menjulukinya The Brown Bomber.
Dia sangat hebat.
Kau mau membawa wanita itu keluar?
Di sini mulai agak penuh.
Dan sidik jarimu juga, chief.
Siapa nama orang ini?
James...
Mackey.
Mack the Knife.
Kau tahu...
saat dia masih menikah denganku...
aku merasa tidak akan pernah mati.
Kami bertengkar, kami berpisah...
dia pergi kepadamu.
Begitulah. Hidup itu selamanya, kan?
Peduli apa aku? Masa tugasku lewat 20 tahun kemarin.
Semua orang bilang pensiun...
jadi...
aku merasa seperti bisa mati tiba-tiba saja.
Kau tahu maksudku?
Menurutku orang ini sudah mati 48 jam.
Tidak.
Lihat lebam mayatnya.
Ini lebih seperti 36 jam.
Baunya seperti 48 jam.
Baunya seperti 36 jam.
Aku hanya mencoba mencari perhatian saja.
Kau tahu?
Aku minta maaf.
Hanya saja...
kita di skuad yang sama...
selama enam tahun.
Kita bahkan tidak pernah minum bir bersama.
Bagaimana bisa kau merebut istriku?
Aku tidak merebut siapa pun ke mana pun. Kau mengerti?
Kau tidak memperlakukannya dengan benar. Dia pergi.
Aku tidak memperlakukannya dengan benar?
Dia pergi!
Kalau kau ingin menghajar seseorang karena hal itu, hajar dirimu sendiri.
Muka jelek.
Aku akan memeriksa semua orang, tapi sejujurnya...
ini bermuara pada mencari wanita asing...
yang berhubungan dengannya.
Orang ini seorang penakluk wanita yang luar biasa.
Bisa jadi salah satu dari wanita ini merasa kesal...
karena, kau tahu, saat di ranjang...
dia mulai mengerang memanggil "Mary" bukannya "Gladys."
"Kemarahan wanita tidak ada bandingannya," dan semacamnya.
Bagaimana kau tahu wanitanya asing? Mungkin itu kekasih tetapnya.
Asing. Kau tahu bagaimana aku tahu?
Rekaman lagu, piringan hitam 45 rpm.
Tidak ada yang mengeluarkan piringan hitam lama mereka, kecuali pada kencan pertama atau kedua...
saat kau sedang melakukan aksi "betapa hebatnya aku".
Saling mengenal. Jadi apa yang kau lakukan?
Keluarkan rekaman lama, tunjukkan pada wanita itu bahwa kau menyimpannya selama bertahun-tahun...
artinya kau adalah orang yang luar biasa dan sentimental.
Siapa yang melakukan itu dengan seseorang yang sudah mereka kenal?
Begitu kau sudah mengenal mereka, siapa yang peduli?
Bagaimana kabarmu, chief?
No comments yet. Be the first to leave one.