Love is Blind

Love is Blind (Love Is Blind)

Download Indonesian Subtitle

Season 10

Release info

Love Is Blind S10E09 id
A Commentary by dappeloe
RAWR

Tags

webdl
Published on: 2026-02-19
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Secara fisik, entah apakah ada ketertarikan.

JESSICA, 38 TAHUN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM

Seks adalah hal penting.

Aku pikir aku bisa mengabaikan hal itu.

CHRIS, 33 TAHUN AGEN PENJUALAN PERANGKAT LUNAK

"Dia luar biasa. Aku peduli padanya."

Dan aku tahu perasaanmu padaku.

Dan aku berpikir, "Aku merasa

kita bisa mengabaikan bagian itu, mungkin entah bagaimana."

Dan sekarang, rasanya…

Aku tak ingin memalsukan.

Namun, makin sering kita lakukan itu, rasanya…

Aku tak bicara dengan orang ini.

Namun, dua hari ini, aku memikirkannya,

tentang bagaimana jadinya

jika aku bersama orang itu juga, hanya memikirkannya.

Orang apa?

Pilihan keduaku.

Aku hanya memikirkannya.

Aku hanya jujur soal pikiranku.

Kupikir, "Bagaimana jadinya?"

Entah, mungkin akan kacau.

Kau tahu?

Orang itu… Aku hanya menyatakan isi pikiranku.

Ya, semua ini benar-benar sulit didengarkan.

Baiklah, sudah aku duga.

Rasanya, dua hari ini, aku punya cukup waktu untuk memikirkan…

jangka panjang, lima, sepuluh, lima belas, dua puluh tahun.

Dan aku merasa itu sulit.

Namun, bukan berarti

perasaanku saat itu benar.

Semuanya… Perasaanku padamu sangat benar.

Aku tak ingin kau sedih karenanya.

- Aku tahu. - Aku ingin terus berusaha

mengatasi hal ini karena kita bersenang-senang bersama.

Ya, 'kan?

Entah bagaimana seharusnya aku "senang" sekarang.

Baiklah.

Aku merasa sangat bodoh.

Kenapa?

Kenapa?

Sejujurnya, fakta bahwa…

kalimat aku tak berolahraga setiap hari

muncul dalam percakapan ini membuatku kaget.

Astaga, bukan itu maksudku.

Itu yang kau katakan.

- Aku tak mencoba… - Aku hanya coba mengungkapkannya.

Orang yang kukencani dulu, itu yang mereka lakukan.

- Itu yang biasanya aku cari. - Aku bekerja di rumah sakit setiap hari.

- Maaf… - Aku mengerti.

Aku sangat terbuka tentang itu sejak awal.

Tidak ada ilusi bahwa aku akan latihan Pilates setiap hari.

Aku mengerti.

Itu juga membuatku merasa buruk.

Tidak cukup baik.

Dengan cara yang tak bisa aku kendalikan.

Aku merasa sangat kurang.

Tiga hari yang lalu, jika kau bilang aku akan mempertanyakan apakah…

Aku akan bilang, "Kau sinting."

"Pria ini memperlakukanku lebih baik daripada siapa pun."

"Dia bilang dia jatuh cinta padaku."

"Dia bilang dia menginginkan masa depan bersamaku."

Hari ini, pikiranku jadi kacau,

dari berpikir kau menganggapku yang terbaik di dunia,

menjadi seperti, "Mungkin tidak."

Jika tubuhku tak cukup bagus bagimu,

aku tak akan seperti, "Tolong tetap cintai aku."

Bukan itu tujuanku kemari.

Aku mau pulang.

Cinta memang buta bagiku.

Aku tergila-gila pada Chris.

Aku benar-benar percaya akan menjalani hidup bersamanya.

Dengan dia yang berubah 180 derajat, dan merasa dia orang yang berbeda,

aku tak bisa memandangnya dengan cara yang sama.

Aku sangat kecewa. Aku sangat terluka.

Namun, aku akan membaik.

Aku selalu baik. Aku akan menjaga diriku sendiri.

Kehidupanku indah.

Aku tak ingin bersama seseorang yang tidak membuatnya lebih baik.

Aku percaya cinta itu buta.

Aku jatuh cinta tanpa melihatnya

dan ingin menjalani hidupku dengannya.

Namun, saat dua orang ingin bersenggama atau berhubungan seks…

Bukan hal besar bagi banyak orang.

Orang bilang itu hanya bagian kecil dari sebuah hubungan.

Aku paham, saat berusia 90 tahun, semua orang tak akan tampil menawan.

Aku mengerti.

Namun, usiaku bukan 90 tahun.

Aku kecewa dengan hasilnya.

Dia bilang dia tak berolahraga. Aku mengerti. Tidak apa-apa.

Namun, Bri pilihan keduaku, dan rasanya…

Kau tahu…

Mungkin dia seseorang yang membuatku lebih tertarik.

Dan mungkin aku bisa katakan hal itu

tanpa merasa jadi orang jahat.

Ternyata aku salah.

Jika dia tak suka perasaanku, dan tak bisa bersamaku karena perasaanku…

begitulah adanya.

Kaus dan celanamu di atas tempat tidur.

Kulihat. Terima kasih.

Bagaimana rasanya saat semua cucian selesai?

Tak akan aku ucapkan,

tapi melakukan tugas ini untuk memastikannya tampak bagus…

CONNOR, 32 TAHUN MANAJER AKUN

Dia menghargai hal-hal yang lebih baik dalam hidup.

Seperti rumah yang bersih.

- Kau menghargaiku melakukannya. - Dan ini wangi! Aku tahu!

- Kubilang, "Penguatan positif." - Jangan defensif! Kubilang kau begitu.

- Kau jauh dariku seharian. - Benar.

Oh, tidak!

- Kau mau apa? - Dirimu.

Apa yang akan kau lakukan saat aku kembali besok?

Menangis.

Mungkin kau harus hasilkan banyak uang, dan aku bisa tetap di rumah.

Tetap di sini selamanya.

Kurasa aku tak perlu pergi ke kantor sebelum pesta pernikahan,

tapi mungkin setelahnya.

- Kadang, kau harus ke kantor? - Sebulan sekali.

Ada pertemuan sebulan sekali, dan hanya para petinggi.

Setelah kau memelukku…

Demi Tuhan. Kau manis sekali.

- Kuselesaikan hal yang perlu. - Baiklah.

Ini disebut "efisiensi".

- Dan "delegasi". - Benar.

Seperti aku akan mendelegasikan tugas kita di sini.

- Aku akui… - Kita mengurus rumah.

Kau sadar? Malam ini, kita membuat makan malam.

Makan malam pertama kita di apartemen ini.

Itu desisnya.

Ya, Sayang!

Tolong hati-hati.

Pasti.

- Baiklah. - Ayo pilih alat yang berbeda.

Ini menteganya? Ini sekeras batu.

- Apa perlu dihangatkan? - Mungkin perlu dihangatkan.

Connor.

Wadahnya plastik!

Selama 20 detik! Tak apa-apa!

Aku hanya akan menoleh. Akan kena kanker jika tinggal denganmu.

Astaga…

Mungkin terkadang aku bodoh.

Aku diam-diam berpikir kau kepala rumah fraternitas.

Aku bahkan tidak masuk fraternitas.

Seharusnya masuk.

Kenapa masuk saat kau bisa melakukannya di usia 30-an?

- Kau, seperti… - Blak-blakan?

- Ya. - Ya.

- Kadang sedikit kejam. - Baiklah.

- Aku butuh… - Sekarang aku menyebalkan.

Aku mencintaimu.

Kau luar biasa.

Lihat kau bisa apa.

Tempat yang bersih.

Lihat dia! Dia memasak!

Dia melakukannya!

Ayolah! Aku harus lebih baik. Kau benar. Tanggapannya bagus.

Namun, aku mungkin juga…

Aku baru dapat pesan dari Jess.

Aku dapat pesan dari Chris.

- Apa? - Entah.

Dia bilang apa? Dia akan pulang?

Tidak.

Biar aku pastikan.

Aku yakin saat Chris selesai, dia mungkin ingin mengobrol.

Kita teman baik bagi teman-teman kita.

14 HARI MENUJU PERNIKAHAN

- Kau mau buktikan? - Akan aku buktikan.

Akan kulihat.

Kau terlalu kuat.

Oh, tidak!

Tunggu, apa kita bertaruh?

Itu dia. Kau biarkan aku menang.

Aku pecundang payah.

Sempurna!

- Kau bersikap baik padaku? - Ya.

- Kuberi kau satu lubang. - Aku mau semua lubang.

- Aku sudah menebak itu. - Benar.

Pukulan bagus!

- Dia kembali. - Tak pernah pergi.

Lihat dirimu.

Pertengkaran pertama itu tidak mudah, tapi kami kembali seperti sediakala.

- Dapat! - Lihat dirimu. Mengesankan.

- Kau suka aku. - Memang.

- Dia menyukaiku. - Memang.

Kau cantik.

Berikan padaku.

Dengan frustrasi seksualku, setelah malam ini,

ada peluang besar kebutuhan itu akan terpenuhi.

Mungkin sudah terpenuhi.

- Harus kumasukkan ke lubang. - Itu dia.

Jangan beri tahu orang tuaku.

Kecepatan bagus. Mantap.

- Ini di mana, Sayang? - Itu gedung tempatku bekerja.

Aku boleh ke sini dan makan siang denganmu?

- Boleh. - Ya?

Duduk di sini.

Rasanya menyenangkan bisa melihat Vic dalam situasi kehidupan nyata ini.

CHRISTINE, 30 TAHUN PATOLOG WICARA

Doktor St. John.

Ini dikaitkan.

More Indonesian subtitles for Love is Blind

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left