Return to Paradise

Return to Paradise

Download Indonesian Subtitle

Release info

Return to Paradise (1998) Blu-ray 23 97602 fps
A Commentary by Ketam Goreng
No resync!

Tags

bluray
Published on: 2026-01-12
Downloads: 23
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Mereka adalah dua sahabat terbaikku di seluruh dunia. Selama lima minggu.

Pertemuan kami benar-benar kebetulan.

Aku, seorang gelandangan dari Brooklyn yang menggunakan poin penerbangan palsu.

Tony Croft semacam "anak emas" dari Sekolah Arsitektur Harvard.

Kami bertemu Lewis McBride, pria pecinta lingkungan berambut panjang dari Greenpeace.

Rencananya adalah berpesta sampai uang kami habis di Malaysia.

Itu adalah surga rum, gadis-gadis, dan ganja bagus dan murah.

Whoo!

Whoo!

Diterjemahkan oleh: Ketam Goreng

Aku tidak mengerti sepatah kata pun yang kau katakan padaku.

Tapi ini adalah bagian yang paling tidak kusukai, bagian bicara-bicara ini.

- Kau tahu maksudku? - Mmm.

Kau tahu?

Selamat pagi, bro. Apa kabar?

Tidurnya nyenyak, wahai pemimpi kecil?

Kenapa kau lakukan itu?

Ini hari terakhirku, Lew. Bangunlah. Kita akan melakukan sesuatu.

- Mungkin ini tidak seharusnya jadi hari terakhirmu. - Mungkin saja.

Mungkin kau harus potong rambut.

- Wow! - Kau sudah bangun sepagi ini.

- Pesta macam apa ini? - Pestaku.

Pestamu?

Oh, ya. Itu insting agresifmu. Aku bisa mendengarnya.

- Dari mana kalian berasal? Amerika? - Bahasa Malaysia untuk, "apa kau punya uang?"

- Ya, kami dari Amerika. - Kalian senang di sini?

Uh, bisa saja lebih baik.

Dengar, aku punya sesuatu yang spesial untukmu.

- Ya? Apa? - Aku punya ramuan hewan spesial.

- Kau mau? - Ramuan hewan?

Afrodisiak nomor satu. Membuatmu keras seperti batu sepanjang malam. Mau?

Kedengarannya menyakitkan. Terima kasih. Tidak usah.

- Ya, aku ingin melihat ini. - Kau ingin melihatnya.

- Temanmu? Kau ingin melihatnya? - Tentu. Ya.

- Oke. Ikut aku. - Aku akan beri tahu tentang apa ini.

Ya. Baiklah, ini bagus. Semuanya bagus.

Lewis, ini tidak terlihat seperti apotek nomor satu bagiku.

Hei, yo! Kawan, yo!

- Kiriman spesial untukmu. - Oh, ini bagus.

Barang bagus. Asli. Bagus. Sangat bagus.

- Ini cula badak, kan? - Ah, pria pintar.

Cula badak bagus. Orang Amerika, Jepang menyukainya.

- Apa yang kau lakukan? Ayo. - Kau ambil ini. Dengar, dengar.

Wanita menyukainya. Membuatmu keras. Membuatmu keras. Bagus.

Bahkan jika ini manjur... dengarkan aku.

Jika ini manjur, padahal tidak, kau membunuh spesies yang terancam punah.

- Mereka tidak akan mengerti itu. - Yo, yo!

- Aku tahu kau mencoba mencari uang... - Sepuluh dolar! Sepuluh dolar!

Tidak perlu pakai kekerasan. Aku bicara padamu.

- Kau dengar! - Whoa, whoa, whoa!

Hei, bung! Sial!

Ada apa ini, bung?

Pergi dari sini.

- Persetan kau, keparat kecil! - Tenang. Tenang. Oke. Oke.

Yihoo!

Jangan gerakkan sepedanya. Kau harus menyeimbangkannya.

Ha-hah!

- Pelankan! - Bukit ini curam sekali.

Rem!

Kau tidak apa-apa, bung? Kau tidak apa-apa?

Kau oke?

Oh, ya Tuhan. Sialan, bro.

Terima kasih bantuannya, guys.

Kau mau mendorong itu balik ke Penang?

- Lepaskan sepedanya, kawan. - Aku tidak akan meninggalkannya.

Lewis, uang jaminan yang kita bayar untuk sepeda itu lima kali lipat harganya.

Kenapa kau mendorong sepeda sialan ini?

Aku tidak akan meninggalkannya. Ini adalah mata pencaharian dia.

- Kau sudah gila. - Mungkin kalau kalian membantuku.

- Kita akan sampai jauh lebih cepat. - Sini, biar aku yang dorong.

Biar aku dorong benda sialan ini. Sini.

Terima kasih.

- Kau tahu? - Oh!

Kerja bagus, Sheriff. Sungguh.

- Oh, itu bagus. - Ayo pulang. Ayo.

Sahabat selamanya, bung.

- Kalian harus memberiku alamat kalian. - Ya, beri aku alamatmu.

Kalau aku sudah punya, aku akan beri alamatku, di sana, di Borneo.

- Di mana? - Borneo.

Kau punya pacar di sana?

Tidak. Aku ikut proyek reintroduksi orangutan.

- Proyek apa? - Kelompok ini menyelamatkan orangutan

yang dijadikan hewan peliharaan, dan mengintegrasikan mereka kembali ke alam liar.

Aku akan pergi ke sana dan jadi sukarelawan.

Bro, jika kera butuh manusia untuk menyelamatkan mereka, habislah mereka.

Abaikan dia. Dia selalu menjelekkan orang.

- Tak apa. - Bagaimana denganmu, anak emas?

Kau pasti tidak sabar mendirikan semua benda yang kau sebut gedung di New York.

Pencakar langit. Tidak, bung, mereka akan terlihat indah. Menyentuh awan.

Kalian tidak menyadari betapa beruntungnya kalian saat ini, di sini.

Begitu berhasrat untuk melanjutkan hidup kalian yang penuh pesona

sampai kalian melewatkan apa yang terjadi sekarang.

Kau tahu maksudku?

Kita punya ganja yang nikmat, kan?

Kita punya kelapa berisi rum.

Kita punya cewek cantik dan ramah yang menyukai kita hanya karena kita orang Amerika dan tinggi.

- Beberapa dari kita. - Dan kau punya air yang hangat dan tenang ini.

Ini seperti bak mandi milik Tuhan sendiri, bung.

Hei, Lew, apa kau sungguh akan tinggal di sini dan mencoba menyelamatkan para gorila itu?

- Ya. - Itu keren, bung.

Itu sangat keren, Lew. Sangat keren.

Kau terdengar, uh, tertarik. Mau ikut aku?

Penerbangannya besok. Tiketnya tidak bisa diubah. Tidak ada pengembalian uang.

Pertimbangkanlah.

- Pagi. - Hei, selamat pagi, bung.

- Bagaimana perasaanmu? - Baik, baik.

Jadi? Apakah peradaban dengan segala ketidakpuasannya

atau uh... kau, aku, dan monyet-monyet itu?

Aku rasa aku tidak berbakat untuk hal seperti itu, Lew. Itu bagianmu, bung.

Sejujurnya... Aku tidak punya nyali seperti itu dalam diriku.

Well, kurasa kau salah menilai dirimu sendiri, tapi...

- Hajar mereka. - Ke mana kau akan pergi?

New York memanggilmu pulang. Martini, gadis-gadis cantik, Yankees.

Atau kau ingin tinggal di sini?

Jangan hirup semuanya dalam satu mangkuk.

Kau simpan ini. Aku punya milik Tony.

Aku tidak akan membawa Excedrin keluar dari negara ini.

- Kenapa kita beli ganja sebanyak ini? - Dengan harga semurah itu, kita harus membelinya.

Uh-oh.

Well, kurasa sampai di sini saja, bung. Ya?

- Sampai jumpa, sobat. Semoga beruntung. - Aku akan merindukan kalian.

Bohong. Kau akan temukan sepasang simpanse yang lebih cantik dari kami berdua.

Sialan kau.

Hati-hati.

- Sampai jumpa. - Baiklah.

Semoga perjalanannya aman.

DUA TAHUN KEMUDIAN

Ya, Gaby, dengar. Ya.

Oke. Kau tahu?

Tidak, aku hanya, kau tahu, aku tidak bisa bicara apa-apa sekarang.

Dengar uh... tidak, aku tidak tertarik mendiskusikan ini sekarang.

Ada dua orang di belakang mobilku. Aku sedang bekerja.

Gaby, mungkin setelah sif ini selesai, aku akan meneleponmu, kita makan sesuatu, oke?

Itu operator panggilanku. Aku sudahi.

Aku sudahi. Dah.

Ya, ini Four, dalam perjalanan.

Bisa jemput penumpang di Stanhope?

Wanita bernama Eastern, memintamu.

Eastern? Eastern, ya. Di mana tujuannya?

Dia tidak bilang.

Sial!

Aku minta maaf atas stop mendadaknya, bapak-ibu, tapi kuharap kalian memakai sabuk pengaman.

Oke. Kita sampai.

Ini. Bawa itu.

Senang melayani Anda seperti biasa, Tuan Homer.

- Ini Ravitch. - Hei, ini Sheriff.

Berapa nilai pengacara perceraian terkenal bagimu?

Dia tidak ada nilainya, kawan. Aku lajang.

Bagaimana jika dia sedang berselingkuh dan mabuk-mabukan dan istrinya tidak bersamanya?

- Itu lain cerita. - Ravitch, apa kau tidak bisa cari meja lain?

- Aku minta dua "bukit". - Kau kampang kikir.

- Ambil pulpen. - Maafkan aku.

Oke, berikan padaku.

Terima kasih.

Kita menuju ke tempat tertentu?

Bagaimana kalau kita berkeliling taman saja sebentar?

Baiklah. Berkeliling taman.

Aku belum pernah mengantarmu sebelumnya. Aku tidak pernah lupa wajah orang.

Apa kau keberatan jika aku merokok di mobil?

Ini satu-satunya tempat tersisa di kota ini yang membolehkanmu merokok. Silakan.

Jadi siapa yang merekomendasikanku, Nona Eastern?

- Panggil saja aku Beth. - Oke. Siapa yang merekomendasikanku, Beth?

- Lewis McBride. - Lew?

Apa dia bilang untuk mencari Sheriff tua saat kau sampai di kota?

- Bagaimana kau tahu di mana mencariku? - Lewis bilang kau tinggal di Brooklyn.

- Kemungkinan besar kau ada di buku telepon. - Yeah, huh?

Dan kemungkinan besar aku masih terjebak di Brooklyn, dan ternyata memang benar.

Jadi di mana Lew? Apa dia ada di kota ini?

Sheriff, hari saat kau dan Tony meninggalkan Penang,

seorang pria datang mencari sepeda yang kalian sewa.

Dia membawa polisi.

Hanya saja mereka tidak menemukan sepedanya, tapi mereka menemukan 104 gram ganja,

sebagian disembunyikan di pondok, sebagian di tempat sampah.

Astaga. Dan Lewis yang kena getahnya, huh?

Ya. Dia menghabiskan dua tahun terakhir di penjara.

Oh, ya Tuhan. Astaga.

Sungguh mimpi buruk itu, huh?

Apa dia masih di penjara sekarang?

- Selama delapan hari lagi, ya. - Kuharap aku tahu lebih awal.

Entah apakah aku bisa melakukan sesuatu tapi...

Setidaknya dia keluar dalam delapan hari lagi, kan?

Bukan itu perkaranya. Di Malaysia siapa pun yang ditemukan dengan lebih dari 100 gram ganja

dianggap sebagai pengedar.

Pengedar? Apa itu seperti, berjualan?

Sheriff, supaya Lewis tidak dianggap sebagai pengedar,

kau dan Tony harus terbang kembali ke Penang

dan menerima bagian tanggung jawab kalian.

Dan bagaimana dengan aku dan Tony? Apa yang terjadi pada kami?

Kesepakatannya adalah jika kalian berdua kembali, masing-masing kena tiga tahun,

dan jika hanya satu yang kembali, kena enam tahun.

Tunggu. Sebentar. Tiga tahun? Enam tahun?

Tolong selesaikan kalimat itu untukku.

Kau bicara soal tiga tahun di penjara. Enam tahun di penjara.

Biar aku perjelas ini padamu.

Di Malaysia, pengedar dihukum mati.

Astaga, hanya untuk sebalok ganja jelek itu?

- Jadi dalam delapan hari dari sekarang... - Lewis McBride akan digantung.

Siapa kau, pengacaranya?

Aku pengacaranya di Amerika, ya.

Jadi bagaimana kalau kita makan malam dan bicara lebih lanjut soal ini?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left