The first 200 lines.
Presented by. .: Writer Ayra :.
Aku bisa melihat masa depan.
Untuk pertama dan terakhir kali dalam hidupmu,
kau harus membunuh seseorang tidak berdosa hari ini.
Pria itu mengatakan padaku,
bahwa aku harus membuat keputusan sulit.
Dan aku sudah membuat keputusan.
Kenapa kau...
- ... membunuh Ji Soo? - Aku melakukannya...
...karena prinsip sebab-akibat.
Jika kau memutuskan...
...mengotori tanganmu dengan satu kematian itu,
kau akan menyelamatkan puluhan--
Bukan, kau akan menyelamatkan ratusan nyawa.
Oh, Oppa.
Di mana kau?
Maafkan aku.
Aku tahu aku bilang akan tetap di kantor, tapi aku melanggar janjiku.
Si Hyun, tunggu kami sampai di sana.
Kami akan segera menemuimu.
Kami barusan mendapatkan alamat dari Letnan Oh juga.
- Jika kami pergi sekarang-- - Paling tidak akan makan waktu dua jam.
Saat itu, situasinya mungkin sudah berakhir.
Nyawamu jadi taruhannya.
Bagiku, tidak ada yang lebih penting dibandingkan nyawamu.
Sketsanya tidak akan berubah.
Oppa, jika ini adalah takdirku,
aku seharusnya menerimanya.
- Si Hyun. - Sampai jumpa.
Dan, katakan pada Kapten,
bahwa aku berterima kasih atas segalanya selama ini.
Si Hyun! Si Hyun!
Kalian pasti senang bertemu satu sama lain.
Sapalah.
Baiklah. Sekarang, karena para aktornya sudah di sini,
kita harus memulainya.
Mantan sersan kelas satu...
...yang kehilangan istrinya yang tengah hamil.
Dan polisi yang tunangannya terbunuh olehnya.
Kedua musuh akhirnya saling bertemu seperti ini.
Kuduga, siapa pun juga dapat memprediksi hasil akhir pertemuan ini.
Pertarungan berdarah untuk pembalasan dendam.
Bang.
Kau ingin mematahkan ligamen seseorang?
Ini.
Pertarungan sengit di antara kedua pria...
...yang mencapai klimaks.
To be continued.
Haruskah kupotong lengannya? Begini?
Jangan membunuhku.
Kau takut?
Pada akhirnya, yang ditemukan di TKP adalah...
...Detektif Kang Dong Soo yang ditikam sampai tewas dan--
Bang.
Mantan sersan kelas satu,
Kim Do Jin, dengan peluru bersarang di kepalanya.
Lalu, mereka saling memaafkan dengan bergandengan tangan.
Bagaimana?
Bukankah itu alur yang bagus sekali?
Tapi,
kenapa kau kelihatan...
...sangat tenang, Sersan Kim?
Aku punya pistol tapi kau membuatku jengkel.
Aku berterima kasih.
Berterima kasih?
Untuk apa?
Ada orang-orang di dunia...
...yang lebih baik mati saja,
dan kau mengajarkan itu padaku.
Apakah ini lucu bagimu, Sersan Kim?
Baiklah.
Baiklah.
Mari lihat apakah kau bisa tertawa setelah...
...sebutir peluru menembus kepalamu.
- Tunggu. - Aigoo...
Sial, kau membuatku kaget.
Aku sangka bahwa kau...
...tidak takut mati sama sekali.
Kau membuatku berpikir begitu.
Jadi? Kau bilang, "tunggu". Apa lagi?
Kau hendak minta maaf?
Hendak memohon demi nyawamu?
Aigoo, ini menarik sekali.
Jam berapa sekarang?
Kau ingin meninggalkan wasiat?
Pukul 8.58 malam.
Di dalam kulkas di sana,
kau akan menemukan sebuah tas.
Di dalam tas itu, ada sesuatu yang akan mengejutkanmu.
Itu hadiahku untukmu.
Itu terlalu detail untuk sebuah kebohongan.
Kenapa tidak kau periksa sendiri?
Di sana.
Apa itu?
Siapa yang meletakkannya di sana?
Sudah kubilang.
Itu hadiahku untukmu.
Berhentilah melantur.
Aku baru memutuskan satu jam lalu untuk memindahkanmu kemari.
Bagaimana mungkin kau meletakkannya di sana lebih dulu?
Ada seseorang...
...yang sudah mengetahui ini akan terjadi.
Ambil ini.
Akan menjadi penting dalam misi ini.
Omong kosong apa itu?
Maksudmu adalah kau sudah tahu...
...bahwa kau akan disandera di sini?
Kau ingin aku memercayai kebohongan itu?
Menurutmu, apa yang kuletakkan dalam tas itu?
Jangan mendekat! Jangan mendekat!
Kenapa kau tidak mencoba mengalahkanku...
...dengan uang yang kau miliki?
Aku akan...
...membatalkan Cadinox.
Aku akan membatalkan perilisannya.
Aku...
...akan mundur dari posisi Presdir Sunwoo Medical.
Aku tidak akan membuat obat apa pun lagi.
Huh? Aku berjanji.
Jangan khawatir.
Kau tidak akan bisa membuat atau menjual obat apa pun...
...mulai hari ini.
Kematian orang-orang tertentu menguntungkan dunia...
...lebih dari saat mereka hidup?
Kau pikir dirimu itu dewa keadilan atau apa?
Maksudmu...
Kau membunuh Ji Soo...
...untuk melanjutkan permainan kepahlawanan idiot itu?
Aku yakin...
...aku akan membayar dosa-dosaku suatu hari nanti.
Aku sudah bersiap.
Hari itu...
...adalah hari ini.
Berhenti! Hentikan!
Detektif Kang! Aku tidak kemari untuk membantumu balas dendam.
Kalau kau bergerak, aku akan menembak.
Tembak saja kalau mau. Aku tidak akan berhenti.
Lepaskan!
Lepaskan!
Kim Do Jin!
Kau tidak akan ke mana-mana!
Dasar jalang bodoh!
Kau tahu siapa aku? Mati kau, jalang!
Si Hyun!
Bangunlah.
Detektif Kang Dong Soo!
Tunggu dulu.
Si Hyun.
Kopral Yoo.
Sketsaku salah.
Sketsaku salah.
Kim Do Jin...
Kenapa dia menyelamatkanmu?
Katakan padaku.
Pasti ada alasan Kim Do Jin menyelamatkanmu.
Aku tidak tahu.
Aku sungguh tidak tahu.
Si Hyun!
Kau baik-baik saja, Si Hyun?
Aku bersyukur....
...kau selamat,
tapi ini untuk pertama kalinya sketsamu...
...berakhir meleset.
Menurutmu, variabel apa yang mempengaruhi sketsamu?
Aku hanya bisa memikirkan...
...satu kemungkinan.
Berarti, di luar sana ada orang lain yang dapat melihat masa depan.
Terlebih, orang itu memiliki kekuatan lebih kuat dariku.
Bahkan meski seperti itu,
aku tidak mengerti bagaimana orang tersebut dapat mengubah sketsamu.
Maka itu...
Jika...
..orang itu memiliki kemampuan melihat...
...sketsa...
...yang kugambar,
maka orang itu mungkin juga dapat mengubah sketsaku.
Maksudmu...
...Kim Do Jin memiliki kemampuan semacam itu?
Aku baru satu jam lalu memutuskan memindahkanmu kemari.
Bagaimana mungkin kau meletakkannya di sana duluan?
Ada seseorang...
...yang sudah mengetahui ini akan terjadi.
Kim Do Jin...
...dibantu oleh seseorang.
Sekarang, kau bisa sepenuhnya memercayaiku?
Jung Il Soo dan Nam Sun Woo.
Anda benar atas semuanya.
Hal yang terpenting, kau telah jatuh dalam perangkap.
Kita harus mengubah rencana.
Aku ingin kau memindahkan Kim Do Jin ke Sungai Jinpyeong.
Pindahkan dia sekarang juga!
Aku baru satu jam lalu memutuskan memindahkan kau ke sini.
Bagaimana mungkin kau meletakkannya di sana duluan?
Namu, ada sesuatu...
...yang tidak kumengerti.
Polisi bernama Yoo Si Hyun itu...
Aku juga tahu dia polisi yang baik.
Dan dia juga terlihat seperti seseorang yang tulus.
Tapi...
...benar pula bahwa dia bisa menghalangi jalan kita.
No comments yet. Be the first to leave one.