The first 118 lines.
Siapa lo?
Aku baru bangun barusan.
Siapa kamu?
Kenapa kamu langsung menyerangku?
Apa aturan main kali ini?
Jawab.
Aku baru saja bangun,
jadi belum tahu apa-apa soal permainan ini.
Jelaskan hal yang kamu tahu, dong.
Lo benaran baru bangun?
Lo bukan grup pintu depan?
Sudah dibilang, apa maksudnya pintu depan?
Beri tahu aku.
Sori.
Nanti gue jelasin.
Kalau di sini, bakal ketahuan mereka.
Mau ikut gue?
Siapa itu?
Cuma warga biasa.
Berasal dari mana?
Pedagang kecil yang numpang...
Azuma! Syukurlah kamu hidup!
- Woi, jangan asal buka! - Apa kamu terluka?
Azuma!
Syukurlah!
Maaf, deh, aku cuma kembali untuk memanggil kawan-kawan lain.
Aku, sih, karena takut.
Dasar lo pada.
Selamat datang kembali.
Omong-omong, siapa orang itu?
O-Oh, namanya Yuki.
Iya, kan?
Dia pemain jago yang kayak hantu.
Gue pernah dengar rumornya.
Orang sehebat itu mau jadi rekan kita?
Mumpung semuanya kumpul,
tolong perkenalin diri lo.
Namaku Yuki.
Salam kenal.
Aturannya melarikan diri.
Kemungkinan, kalau pakai itu buat kabur, permainan selesai.
Tapi, jumlah kartunya terbatas?
Iya.
Yuki, apa yang bakal lo lakuin
kalau bangun duluan tanpa kartu?
Pertama, pasti cari pintu keluar.
Waktu sampai pintu depan, ternyata perlu kartu,
lo bakal balik lagi?
Tidak.
Akan kurebut kartu pemain lain di pintu keluar.
Bertarung sendiri kurang efisien, bergrup akan lebih baik.
Itu alasannya grup pintu depan berkomplot.
Mereka pantang pulang selama kartunya kurang.
Jadi, pemain maupun kartu numpuk di sana.
Tapi...
Kurang lebih, batasnya 30 orang, kan?
Kok tahu?
Dilihat dari ruang shower-nya, total pemain 50 orang.
Menghitung rasio keselamatan permainan dan kartu yang sudah terpakai,
yang bisa kabur sisa 30 orang.
Itu batas maksimal untuk bergrup, kan?
Hebat, kan?
- Benar. - Grup yang di sini,
orang-orang ketinggalan, kan?
Sori.
Berapa kartu yang kita punya?
Eng, kayaknya sembilan.
Banyak juga, grup pintu depan tidak datang untuk merebutnya?
Sejauh ini, belum.
Kalau di sini, gue rasa mereka pun susah masuk.
Maksudmu?
Jalan keluar masuknya cuma pintu barusan.
Dan berkat tembok di sana,
enggak perlu takut disergap dari belakang.
Tempat ini lumayan oke buat berlindung.
Anu.
Ayolah.
Itu...
Sugiyama bendahara kita.
Boleh kasih punya lo?
Oh.
Silakan.
Mishiro, oh, Mishiro.
Mishiro akan memujiku.
Mishiro!
Aku berhasil!
Dapat tiga orang!
Mereka mendadak minta bergabung.
Jadi kuhajar semua.
Kerja bagus, Riko.
Kalau begitu, minta jatah tiga orang.
Lagi?
Iya!
Aku suka sekali tangan kananmu yang dingin.
Waktunya habis.
Eh? Padahal jatah tiga orang.
Selanjutnya aku harus apa?
Menyerbu markas musuh?
Kita lihat dulu situasinya.
Mishiro...
Taktik kita, tarik ulur.
Aku dan Azuma ujung tombaknya.
Kalian bantu dari belakang.
Musuh kita sekitar 30 orang.
Tapi, kalau setengahnya dikalahkan, masalah tuntas.
Kalau semua pemain yang tersisa bisa memakai kartunya,
damai adalah pilihan terbaik.
Mereka pun pasti tahu itu.
Mari bersiap sebaik mungkin,
agar kita semua selamat.
Pisaunya cuma sebegini?
Iya.
Ada cermin di dekat sini?
Paling, di area menuju pemandian besar.
Ah, tapi bahaya kalau kita tersesat.
Amon, waktunya kerja.
Belok kiri.
Menyeberangi ini.
No comments yet. Be the first to leave one.