The first 200 lines.
Yang Mulia, Heifan telah kembali.
Heifan berhasil cegat armada dagang Jinsui Cheng tujuan Langxin.
Jarahan kali ini sangat memuaskan.
Cukup untuk persenjatai satu pasukan penuh.
Bagus.
Siapa nama kapten Heifan itu?
Kapten Deleike, Yang Mulia.
Anugerahi dia gelar Kesatria.
Hadiahkan seluruh jarahan ini untuk armada Heifan.
Saya yakin Ksatria Deleike dan seluruh pasukannya
pasti bersyukur atas kedermawanan Anda. Yang Mulia.
Cuiniao juga mengirim balasan, katanya misinya gagal.
Pil itu sudah dicampur ke dalam anggur dan diminum.
Tapi Yang Mulia Roland hanya pingsan sebentar,
- dan... - Gagal tetaplah gagal.
Tak perlu banyak alasan.
Baik, Yang Mulia.
Beri dia kesempatan terakhir.
Kirim barang adiknya bersama surat itu.
Suruh dia bertindak sesuai situasi.
Pergilah.
Baik, Yang Mulia.
Satu hal lagi.
Pil itu buatan Master Alkimia Enbise, 'kan?
Ingat katanya waktu itu?
Larut dalam air, pasti mati jika tertelan.
Gantung dia.
Pembangunan tembok kota berjalan sangat lancar.
Tuan Fanbote menjamin bisa selesai tepat waktu.
Bagaimana dengan perdagangan?
Juga lancar.
Gandum yang dibeli dari Kota Liuye, sudah tiba di dermaga.
Ini rincian jumlahnya.
Lihatlah, Yang Mulia, cukup untuk melewati musim dingin ini.
Setelah potong biaya beli, kita masih memiliki surplus.
Yang Mulia, meski ada pemasukan dagang,
defisit anggaran kita masih sangat parah.
Saya rasa ini bukan solusi jangka panjang.
Saat ini pengeluaran utama kita,
semuanya dari kas pribadi Anda.
Dengan laju ini,
maksimal hanya bertahan sampai musim semi.
Tidak apa-apa.
Bisa bertahan sampai situ sudah bagus.
Lagipula, masih ada bisnis bijih.
Asal tembok kota selesai,
dan kita bisa berdiri di Bianchui, produksi bijih selanjutnya bisa terjamin.
Bukan itu yang saya khawatirkan.
Yang Mulia, pasokan bijih ke Benteng Changge sudah kita putus.
Duke Ryan pasti tidak akan tinggal diam.
Bagaimana jika...
Masuk.
Yang Mulia, utusan Benteng Changge tiba.
Baluofu,
kau bilang makanan dari Kota Liuye sudah sampai?
Benar, Yang Mulia.
Perintahkan dapur, gunakan bahan makanan itu,
siapkan hidangan termewah.
Bersihkan ruang pertemuan.
Aku ingin menjamu tamu.
Tuan He'ermeng, jangan sungkan. Silakan.
Terima kasih, Yang Mulia.
Yang Mulia,
benda yang Anda pegang itu...
Maksudmu ini?
Aku menyebutnya sumpit.
Rakyatku tak mampu membeli pisau dan garpu perak.
Tapi batang kayu ini murah dan higienis,
bahannya juga mudah didapat.
Aku berencana mempopulerkannya di Bianchui.
Tentu saja, Bianchui saat ini tidak punya makanan enak.
Maaf jika seadanya.
Tidak, tidak, Yang Mulia terlalu rendah hati.
Hidangan seperti ini, di Benteng pun jarang ada.
Ini demi menyambutmu.
Biasanya kami tak makan begini.
Semua bahan ini baru datang dari Kota Liuye.
Kota Liuye?
Benar.
Silakan, Tuan He'ermeng. Jangan sungkan.
Urusan lain, kita bicarakan setelah makan.
Terima kasih atas jamuannya, Yang Mulia.
Saya mewakili Benteng Changge, ingin sampaikan
tenggat bijih sudah lewat.
Benteng sudah siapkan makanan, untuk dikirim ke Bianchui seperti biasa.
Tapi...
kami belum menerima bijihnya.
Jadi begini.
Belakangan ini ada musibah.
Terjadi longsor di tambang utara.
Produksi jadi berhenti cukup lama.
Jatuh.
Intinya, target bijih takkan tercapai.
Hanya ada hasil produksi dua bulan.
Aku sudah dengar soal tambang itu. Kalau begitu,
serahkan saja jatah dua bulan itu.
Makanan hasil tukar bijih dua bulan, takkan cukup untuk rakyatku.
Dua tahun lalu,
Bianchui krisis pangan, banyak orang mati kelaparan.
Takkan kubiarkan itu terulang.
Sistem barter dengan Benteng ini,
harus dihentikan.
- Maksud Yang Mulia... - Jujur saja,
aku sudah menjual bijih itu ke Kota Liuye.
Dan sudah kubelikan stok pangan untuk musim dingin.
Mereka tidak hanya membeli bijih pakai Naga Emas,
tapi juga jual barang seharga pasar.
Asal dibeli dengan uang, mereka akan menjualnya.
Jadi,
berbisnis dengan Liuye lebih menguntungkan bagi Bianchui.
- Jatuh lagi. - Ini...
Jadi... Kapal Liuye di dermaga itu ternyata...
Yang Mulia, saya mengerti pemikiran Anda.
Tapi, ada beberapa hal yang kurang tepat.
Coba jelaskan.
Sepengetahuan saya,
Kota Liuye belum pernah berdagang bijih.
Meski mereka bayar tunai harganya tidak akan tinggi.
Menurut saya,
hanya 50 persen dari harga pasar.
Bagi Anda, ini merugikan.
Ini takkan bertahan lama.
Pasar yang menentukan.
Benteng Changge sudah beroperasi ratusan tahun.
Hanya tempat besar seperti Benteng, yang mampu mengonsumsi bijih sebanyak itu.
Soal prospek maupun skala pasar,
Benteng jauh ungguli Liuye.
Jadi dalam jangka panjang,
menjadikan Benteng mitra utama Bianchui,
lebih untung bagi kedua pihak.
Tiga puluh persen.
Jika Benteng bersedia beli bijih 30 persen di bawah harga pasar,
kita akan sama-sama untung.
Kudengar sejak lama,
Peiluo He'ermeng dari Keluarga Jinyinhua adalah pebisnis yang ulung.
Ternyata reputasi itu benar.
Terima kasih pujiannya, Yang Mulia.
Berdasarkan syarat tadi,
itu memang menguntungkan kedua pihak.
Tapi,
Bisakah kau jamin enam Keluarga Besar Benteng setuju?
Itu...
Saya tidak menjamin 100 persen.
Tapi sayalah pengelola dagang luar Benteng.
Saya akan berusaha yakinkan Duke dan enam Keluarga Besar,
untuk terima hasil yang menguntungkan ini.
Saya akan segera ke Benteng menyusun kontrak baru,
lalu kembali menghadap Yang Mulia.
Baik, kutunggu kabar baikmu, Tuan Duta Besar.
Yang Mulia, ada satu hal lagi.
Tersisa dua bulan sebelum musim dingin.
Jarak ke Liuye cukup jauh.
Sangat rawan terjadi bahaya di perjalanan.
Saran saya, coba posisikan diri Anda di sisi Duke Ryan,
dan pertimbangkan masalahnya baik-baik.
Tuan He'ermeng salah paham.
Aku tidak berniat kirim rakyatku ke Liuye untuk musim dingin.
Lalu... maksud Anda...
Kami juga tidak pergi ke Benteng Changge.
Kami tidak akan pergi. Musim dingin ini,
akan kubangun tembok kota, dan mempertahankan Bianchui.
Menjadikannya perbatasan baru Kerajaan Huibao.
Saya mengerti. Tapi Yang Mulia, ada satu hal lagi.
Keputusan Anda menyangkut nasib seluruh rakyan Bianchui.
Jika gagal, Anda punya jalan keluar,
sedangkan mereka tidak.
Terima kasih perhatiannya.
Aku sangat paham konsekuensinya.
Baiklah.
Semua syarat Anda sudah saya catat.
Baluofu.
Siapkan gandum sesuai rencana.
Baik, Yang Mulia.
Apa lagi yang dikatakan bocah itu?
Kata Yang Mulia Roland,
bijih sudah dijual tunai ke Liuye.
Dan juga...
sudah beli gandum dari Liuye untuk pangan kota musim dingin ini.
Lalu?
Lalu...
Yang Mulia Roland bilang, bulan iblis ini,
dia takkan mengungsi ke Benteng.
Rakyatnya juga tidak akan pergi.
Dia sedang membangun tembok kota di Bianchui.
Dia juga bilang...
Dia bilang apa lagi?
Dia akan pimpin rakyatnya
melawan hewan iblis, melindungi Bianchui,
dan menjadikan Bianchui
perbatasan baru Kerajaan Huibao.
Dia pikir ini tempat apa?
Huibao?
Yang Mulia Pangeran tidak berpikir bangun tembok itu kayak main rumah-rumahan, 'kan?
Menumpuk beberapa batu jelek, lalu menempelkan lumpur basah.
Paling baru ditumpuk lumayan tinggi, langsung roboh.
Tuanku Duke, Pangeran itu sedang menggertak kita.
Peiluo memang penakut, jadi dia tertipu.
- Kita tidak boleh tertipu. - Tapi ada bagusnya juga.
Jika dia gagal dan lari kembali ke Benteng Changge,
dia pasti tunduk pada kita.
No comments yet. Be the first to leave one.