The first 200 lines.
L i v e r B i r d s
Hei, kau baik saja?
Ya.
Kau butuh bantuan?
Tidak.
Annie, sedang apa kau?
Aku baik saja, Ayah.
Ada masalah apa?
Apa yang terjadi?
Annie?
Ayah.
Hei.
Aku menyayangi Ayah.
Aku tahu.
Aku ingin beritahu Ayah dan Ibu betapa aku menyayangi kalian.
Ayah, maaf terkadang aku merepotkan Ayah.
Entah kenapa kulakukan itu.
Ketahuilah aku menyayangi Ayah, oke?
Aku sungguh menyayangi kalian.
Hei, Jay.
Hei, ada apa?
Tak ada. Sudah berapa lama kau disini?
Aku mau nonton film. Nontonlah kalau kau suka.
Sebenarnya, aku ada kencan malam ini.
Pria itu?
Aku menyukainya.
Aku juga.
Aku melihat kalian.
Kau sedang membaca apa?
"The Idiot"
Apa bukunya bagus?
Aku belum tahu.
Ini tentang Paul.
Hei, Jay.
Hei, Paul.
Hentikan.
Hei, aku sudah tahu.
Apanya?
Sudah keluar.
Kau pernah main permainan "Bertukar Tempat"?
Tidak. Permainan apa itu?
Permainan dengan melihat orang disekelilingmu.
Aku dan adikku sering bermain ini kalau bosan.
Sekarang kau bosan?
Tidak, yang benar saja.
Biar aku bicara dulu.
Oke, bagaimana cara memainkannya?
Kau mulai dengan melihat kerumunan.
Dengan santai pilih orang di sekelilingmu.
Oke.
Tanpa memberitahuku.
Pilih orang yang ingin bertukar tempat denganmu.
Bisa siapa saja, tapi ada alasannya.
Oke. Sudah kupilih.
Sekarang, aku punya 2 tebakan untuk menjawabnya.
Siapa yang kau pilih dan alasan kau bertukar tempat dengan mereka.
Oke, semoga beruntung.
Pria itu.
Bukan.
Okelah, siapa yang kau pilih?
Dia.
Si Ayah?
Bukan. Putranya.
Keren menjadi sepertinya. Hidupmu serasa bebas.
Kau tahu?
Ayolah.
Bukan berarti kau sudah tua. Kau masih 21 tahun.
Aku tahu, tapi...
Lihat betapa bahagianya bocah itu.
Plus, di usia itu kau bisa ke WC kapanpun kau mau.
Sangat bebas.
Ya.
Sekarang bajunya jadi kotor.
Ya, benar sekali. Kau pasti sudah dimarahi.
Oke, giliranku.
Oke.
Oke, sudah kupilih.
Bagaimana dengan gadis berbaju kuning itu?
Dimana?
Disana.
Aku tak melihatnya.
Disana.
Apa kau menggodaku?
Maafkan aku, aku hanya... Aku tidak...
Bisa kita pergi?
Maafkan aku, aku harus pergi.
Jika kau uh...
Bisa kita kembali ke mobil?
Apa disana ada seseorang yang membuatmu ingin pergi?
Seperti mantan pacar atau apalah?
Katamu kau lihat seorang gadis berbaju kuning.
Seseorang yang kau kenal?
Tidak, aku hanya merasa pusing. Kurasa lebih baik diluar.
Terima kasih sudah jalan-jalan denganku.
Ibu tahu kau merokok.
Ya, tapi dia bisa menangis jika melihatmu merokok.
Atau dia bisa mencuri rokokmu.
Kabarmu sendiri bagaimana?
Baik.
Jujur saja.
Entahlah. Dia bertingkah aneh tadi malam.
Kenapa?
Dia bilang dia merasa tak sehat, tapi...
...ada hal lain dipikirannya.
Apa kau sudah...
Tidak.
Tidak.
Aku tahu dia mau, tapi...
Entahlah. Dia tampak berbeda tadi malam.
Apa kau menciumnya?
Seperti soda ceri, pisang nikotin.
Itu rasa favoritku.
Aku suka sekali.
Ayo kembali ke mobil.
Ini lucu.
Dulu aku sering memimpikan berkencan jika umurku sudah cukup tua.
Berkendara dengan teman-teman di mobil mereka.
Aku membayangkan diriku.
Berpegangan tangan dengan pria tampan.
Mendengar radio.
Mengemudi di jalan yang mulus.
Menuju ke utara mungkin.
Dan pepohonan mulai berubah warna.
Tak pernah ada tujuan sebenarnya.
Kurasa itulah kebebasan.
Tak pernah tua, kemanapun kita pergi.
Jay.
Kau sudah sadar?
Maarkan aku.
Apa yang kau perbuat?
Aku takkan menyakitimu.
Jangan khawatir.
Kau takkan percaya padaku.
Tapi kau harus mendengar ucapanku.
Oke?
Makhluk ini.
Dia akan mengikutimu.
Seseorang telah memberikannya padaku.
Dan kupindahkan padamu.
Saat di mobil tadi.
Dia bisa mirip seperti orang yang kau kenal.
Atau bisa juga orang asing di kerumunan.
Apapun asal bisa mendekatimu.
Dia bisa seperti siapapun.
Tapi hanya ada satu.
Tolong.
Tolong!
Dan kadang...
Kadang kupikir dia seperti...
...orang yang kau cintai. Yang ingin menyakitimu.
Aku melihatnya.
Aku melihatnya.
Siapa dia?
Kau singkirkan dia, oke?
Tidurlah dengan seseorang sesegera mungkin.
Pindahkan ke orang lain.
Jika dia membunuhmu, dia akan mengincarku.
Kau paham?
Apa maumu?
Jay, kulakukan ini untuk membantumu.
Asal tahu saja, ini sungguhan.
Tolong!
Tolong aku.
Jangan pergi ke tempat yang cuma punya 1 pintu keluar.
Dia lambat. Tapi tidak bodoh.
Boleh kucicipi?
Ya.
Dengarkan ini.
"Kurasa jika seseorang dihadapkan oleh kehancuran yang tak terelakkan...
"...jika rumah jatuh dari atasmu, misalnya."
"Pasti ada yang merasa sangat ingin duduk di atasnya."
"Menutup mata seeorang dan menunggu..."
"...apa yang terjadi."
Itulah alasannya kita minum di teras.
Apa Ibumu sudah tidur?
Hampir pasti.
Dia bangun jam 5:15.
Itu akan membunuhku.
Begitulah.
Dimana Jay?
Sedang berkencan.
Giliranmu.
Siapa dia?
Orang baru.
Tentu saja.
Kakakmu cantik, itu menjengkelkan.
Memang menjengkelkan.
Oh iya, dia baik.
Apa semua baik saja?
Jangan sampai dia menyentuhmu.
Jay!
Apa yang terjadi?
Aku tak tahu.
Mereka mengganggu sekali.
Apa sudah direncanakan?
Ya.
Dan kau tak pernah melihat wanita itu sebelumnya?
Tidak.
Oke.
Kau pernah ke rumahnya?
No comments yet. Be the first to leave one.