The Players

The Players

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Players 2025 WEBRip x264 AAC YTS MX
A Commentary by subber.id

Tags

webdl
Published on: 2025-08-30
Downloads: 28
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Musim Panas 1994

Coba isolasikan pergelangan tanganmu.

Benar begitu.

Biarkan itu hidup di bahumu sedikit lebih lama.

Bagus.

Itu bagus.

Kau bisa terguling.

Embuskan napasmu ke dalamnya.

Sampai bertemu besok.

- Dah. - Sampai jumpa!

Sampai besok.

- Dah, terima kasih. - Dah, sama-sama.

- Hai. - Hai.

Aku hanya ingin bilang jika aku sangat menikmati lokakarya ini.

Terima kasih.

Aku tidak mengerti intinya,

Tapi menurutku itu sangat keren.

- Siapa namamu? - Emily.

Emily.

Oke, Emily, ini.

Kami dari Nessuno Theatre,

Dan yang kau lihat hari ini, itu yang kami lakukan saat latihan.

Wow, keren.

Sebenarnya, kami ada audisi minggu depan,

Dan kami butuh beberapa anak muda untuk produksi Hamlet kami.

- Kau tertarik? - Ya! Ya, tentu saja.

- Ya? Oke. - Ya.

- Ya. Oke. - Ya, informasinya disana.

Sampai jumpa.

Aku tidak menyetujui itu.

- Itu pornografi. Seni - Itu disebut seni, Bruce.

Ada ketelanjangan di selebarannya.

Seni. Hanya karena kau mencumbu guru puisimu,

Itu tidak menjadikan kau ahli seni.

Oke, dia dosenku,

- Dan kau tak perlu bersikap dungu. - Kau memang mencumbu dosen puisimu.

- "Dungu"? Itu bagus. - Dia akan melakukan audisi ini.

Aku ayahnya, dan aku melarang dia.

Menurut kesepakatan, kau tak punya suara.

- Apa yang kau bicarakan? - Saat aku mendapatkan hak asuh.

Dengan kunjungan.

Kunjungan bukan hak asuh.

Itu tidak penting! Kita orang tua dua, Fran!

Dia berhak melakukan ini jika dia menginginkannya.

Aku takkan biarkan dia menunggu hingga dia 40 tahun...

Dia masih 15 tahun!

Selamat siang. Kau siapa?

Dunia sudah menjadi lunak.

Teruskan.

Bagaimana bisa aku lupa hal seperti itu?

Maksudku, aku berubah, jadi aku bukan orang yang sama setiap harinya,

Tapi aku... Tunggu, aku jatuh.

Aku jatuh!

Tidak, aku akan menghantam dasar,

Menghantamnya dengan sangat keras,

Dan sekarang itu akan sakit!

Kerja bagus.

Kami tidak tertarik dengan akting.

Kami mencari penampil yang mau menggali dalam,

Dan temui dirinya sendiri.

Kita tidak geladi bersih, kita tidak latihan,

Kita kolaborasi.

Kita teriak, kita menjerit, kita menari!

Kalian siap untuk itu?

- Ya. - Ya.

Maaf, aku tidak mendengarnya.

Ya!

Terima kasih. Kami akan menghubungimu.

Hei!

Hei, kau tadi sangat bagus.

Bagaimana kau tahu?

Maksudku, disana sangat riuh.

Aku bisa tahu.

Semoga kita mendapatkannya.

Ya, aku juga.

Lima, enam, tujuh, delapan.

Satu, dua, tiga, empat,

Lima, enam, tujuh, delapan.

Satu, dua, tiga, dan empat,

Lima dan enam, tujuh dan delapan.

Dan satu, dua, tiga, empat,

Lima dan enam, tujuh, delapan.

Lima, empat, tiga, dua, satu.

- Ini, Ibu. - Terima kasih, sayang.

Aku masih belum mendengar kabar dari orang teater.

Aku rasa aku tidak dapat perannya.

Itu omong kosong.

Ayah bilang aku sebaiknya tidak persiapkan diriku untuk kecewa.

Hei, jangan dengarkan semua saran dari ayahmu.

Oke?

Hei, kau akan mendapatkan peran itu.

Aku tidak mendapatkannya.

Tidak dengan sikap itu.

Kau tahu?

Rasakan kekuatan batu ini, oke?

Sekarang, apa kau akan mendapatkan peran itu?

Aku tidak...

Tidak, tidak, singkirkan semua pikiran negatif,

Dan katakan itu.

Aku akan mendapatkan peran ini.

Tidak, dengan keyakinan. Ayo.

Aku akan mendapatkan peran ini.

Aku akan mendapatkan peran ini.

Aku akan mendapatkan peran ini.

Ya, ya, ya, bagus.

- Ayo. - Mencium itu?

- Oke. - Ayo.

Aku akan mendapatkan peran ini.

Aku akan mendapatkan peran ini!

- Tidak, aku merasa malu. - Ayo, berdiri.

- Oke! - Oke, ini dia!

Aku akan mendapatkan peran ini! Aku akan mendapatkan peran ini!

Aku akan mendapatkan peran ini! Aku akan mendapatkan peran ini!

Tidak! Tidak! Tidak!

Tidak! Tidak! Tidak!

Setiap kau berjalan di jalanan,

Kau adalah target serangan.

Setiap hari, di mana saja.

Jadi pertahanan pertamamu yaitu pemantauan,

Karena jika kau bisa melihat dia sebelum dia mencoba menarikmu,

Kau sudah lebih unggul.

Kau.

Coba tarik aku.

Tidak!

Tapi jika dia mencoba menarikmu dari belakang?

Mari coba itu

Aku melihat Nancy saat makan siang,

Dan dia seperti melakukan jalan membela diri.

Kapanpun, dimanapun. Kapanpun...

- Itu gila. - Tidak! Tidak! Tidak! Tidak!

Hei, ibuku bilang itu penting.

- Apa? - Kau tidak tahu "Bahaya Asing"?

Aku rasa aku tahu.

Hei, kau datang ke acara menginapku Sabtu nanti?

Ya, tentu saja.

Apa makan malamnya?

Piza?

- Ya? - Ya.

Oke, kau yang telepon, ibu yang mengambilnya.

Halo?

Ya.

Sungguh?

Oke, oke.

Oke, terima kasih.

Ya, dah.

Aku mendapatkan perannya!

- Kau mendapat perannya? - Ya!

Tentu saja kau mendapat perannya.

Tapi maksudku, aku mendengar cerita tentang dia.

Ya? Contohnya?

Jika dia membuat pertunjukan yang sangat eksperimental...

...dan sangat mutakhir, tapi dia juga sangat gila.

Dia pacarku.

Aku tidak tahu itu. Itu menakjubkan.

Dan tentu saja, itu sudah jelas,

Saat aku bilang "Gila," maksudku dalam artian bagus.

Maksudku, kau tahu, menginspirasi dan cemerlang.

Ini Emily.

- Hei. - Hai.

Dia orang termuda di perusahaan kita.

Ini Rose. Rose baru membelot dari Balet Nasional.

Wow!

Aku hanya di korps, tapi ya.

Aku sangat ingin memberitahumu, Reinhardt bersemangat...

...karena dia menemukanmu.

Kau memiliki keauntentikan didalam penampilanmu.

Itu hal yang sangat bagus.

Ya, landasan dari pekerjaan kita yaitu menyingkirkan penghadang...

...dan mempelajari perilaku,

Jadi pikirkan tentang seberapa jauh kau berada di depan.

Itu bagus. Aku segera kembali.

Di sini kita fokus pada akar pengalaman teatrikal.

Penampil menciptakan sebuah peristiwa dengan audiens.

Untuk melakukan ini, seorang penampil harus membuka dirinya sendiri,

Temukan diri dia yang terdalam.

Kita sebut ini "Totalitas Akting."

Dan itu adalah tindakan cinta sejati.

Bagaimana kita melakukan ini?

Kita mulai dengan meninggalkan semua penghambat kita.

Berdiri. Temukan ruang di sini,

Lemaskan tubuhmu, hangatkan suaramu.

Hangatkan tubuhmu.

Resapi kehidupan!

Jadi itu Hamlet, durasinya tujuh jam,

Dan sutradaranya memangkas setengah dialognya,

Jadi dia putuskan untuk menambah banyak pergerakan...

...dan jumlah tarian.

Hei.

Sutradaranya sangat dihormati.

Bagaimana kau tahu? Apa dia menghasilkan uang?

Aku tidak tahu.

Seorang seniman yang tak bisa hidup dari karyanya adalah penipu.

Dia menjadi mentor seseorang yang sangat penting.

Sungguh? Siapa?

Renowska...

Ritovski?

Ya. Ya, itu dia.

- Itu silsilah yang bagus. - Ya.

Jadi apa bagiannya?

Aku salah satu pemain.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left