The first 200 lines.
ALBERT ARARAT PUTRA MAHKOTA - PANGERAN KEDUA
GUNTUR
EPISODE 10 PANGERAN GUNTUR DAN PANGERAN ARIF
KAISAR PAMAN INDRA
KAISAR PANGERAN PERTAMA - GILBERT ADIK - GRIME PAMAN (PANGERAN GUNTUR) - INDRA PANGERAN KEDUA DAN PUTRA MAHKOTA - ALBERT PANGERAN KETIGA - KYLO PANGERAN KEEMPAT - HENRY
F+F, CAHAYA: F+C F
Kanda...
Tidak.
Dalam penggeledahan kediaman Gilbert, ditemukan dokumen berisi rencana
pembunuhan Yang Mulia dari kamar tersembunyi di rubanahnya.
Begitu rupanya. Muncul bukti tak terbantahkan.
Dasar binatang yang lebih hina dari anjing.
Lalu, bagaimana hukumannya?
Karena ini tindakan makar berupa pembunuhan berencana,
maka menurut hukum kekaisaran, pilihan hukumannya hanya tebas badan.
Begitu.
Namun, dalam kasus ini, bisa dianggap percobaan.
Bagaimana kalau percobaan?
Hukuman tebas tak dapat dihindari.
Namun, hukumannya dapat diturunkan satu tingkat, serta ditunda.
Dalam hal itu, pelaksanaannya sesuai keinginan Yang Mulia.
Kenapa berbuat serumit itu?
Tebas ya tebas.
Kalau ujungnya tetap hukuman mati, kapan pun pelaksanaannya sama saja.
Tidak. Noah memang hebat.
"Hukum dan kemanusiaan." Kau mempertimbangkan dua sisi.
Kau hebat bisa berpikir sejauh itu.
Gilbert juga putra Yang Mulia.
Ada kemungkinan hukuman tak dapat dijatuhkan karena kasih sayang.
Maka kuusulkan gagasan yang bisa mengubah hal itu jadi hukuman seumur hidup.
Anda tak perlu ragu.
Orang macam dia yang berusaha meracuni Yang Mulia, harus segera dihukum mati.
Albert.
Pelaksanaannya kuserahkan padamu. Pergilah.
Sesuai titah!
Mendambakan takhta yang mustahil diraih,
sungguh menyedihkan.
Noah.
Kau hebat bisa mengatakannya.
Di tengah situasi ini, kau hebat bisa mempertimbangkan hal itu.
Hanya dengan pertimbangan itu, perasaanku bisa sedikit lega.
Menurut pemikiranku, wilayah Gilbert yang sudah disita,
hendak kuberikan padamu apa adanya.
Tidak bisa.
Apa?
Kasus kali ini bermula dari laporan rahasia saya.
Kalau saya mendapat wilayah sebagai imbalan,
pangeran lain bisa menginginkan hal serupa,
lalu saling melaporkan dan menjegal satu sama lain.
Jangan terburu-buru.
Aku bilang, "menurut pemikiranku."
Ah.
Persaingan satu sama lain boleh saja,
tapi saling menjegal tak dapat kutoleransi.
Maka, dalam kasus ini, hadiah tidak kuberikan.
Saya memahaminya.
Sebagai gantinya, aku akan melakukan hal sepantasnya.
Sebentar lagi kau akan memasuki wilayah kekuasaanmu.
Sudah saatnya kau memiliki istri.
Ya.
Bagi keluarga kekaisaran, pernikahan di usia 12 tahun tidaklah dini.
Lalu, terkait pernikahan pertama pangeran.
Istri utamanya itu 100% merupakan siasat politik.
Jadi harus seorang wanita yang garis keturunannya setara.
Karenanya, pihak yang menjalani pernikahan itu nyaris tak punya hak bersuara.
Namun, terkadang terjadi "pertemuan yang ditakdirkan".
Bagaimana dengan cucu pamanku yang merupakan Pangeran Guntur?
Pangeran Guntur...
Seingatku beliau sudah lama mundur dan menjauh dari politik.
Menurut ramalan, anak yang cerdas akan lahir dari kalian berdua.
Meski peluangnya hanya sekitar 1%,
katanya ada kemungkinan bakatnya melampauimu.
Dapat menyambut pasangan yang begitu unggul,
merupakan kebahagiaan tiada tara.
Hm.
Kalau begitu, perjodohan dengan gadis itu akan kuatur.
Sesuai titah.
Yah, Tuan Noah memang hebat.
Jangankan tahu siapa gadis itu, namanya saja tidak ditanyakan.
Begitulah hakikat anggota kekaisaran, khususnya pangeran.
Meski begitu, seorang pria umumnya
akan tertarik dengan wanita yang akan jadi istrinya.
Di usianya, dia mampu menahan rasa penasaran itu.
Dia memang luar biasa.
"Pilihlah penerus melalui cucu."
"Cucu berkualitas menjamin kemakmuran sampai tiga generasi."
Itu memang usul yang bagus.
Sejatinya bagaimana? Terkait potensi cucu yang bisa melampauiku.
Untuk saat ini, peluang tersebut tergantung pada Tuan Noah.
Andai kecakapan Tuan Noah juga tersampaikan pada anaknya...
Begitu, ya.
Tiada pilihan selain berharap.
Break off chaos
BEREINKARNASI MENJADI BANGSAWAN
~DENGAN KEKUATAN TIADA TANDING SEJAK TERLAHIR~
Break off chaos
Orang-orang adalah harta Teman pun adanya
Permata bersinar di belakangku Setetes air di tengah kekacauan
Demi kehormatan Kumelaju ke tingkat baru
Dengan imaji dan naluri Kuterkam batas level itu
Semua di depan mataku kan tunduk
Nilai dari namaku bagi rakyat tak bersalah Adalah tolok ukur yang tak tergoyahkan
Itulah sumber kebenaran Yang kehormatan pun pontang-panting
Lalui kemelut
Kuakan tegakkan keadilan
Di tengah ketakutan merajalela
Bebaskan tiap insan dari rasa takut
Kuakan selamatkan dunia
Menelusuri memori Gunakan apa yang kupunya
Membangun tempat untuk semua
Kutakkan gagal
Masa depan sulit 'tuk ditebak
Kulakukan apa yang kubisa
Jika hanya yakin dan menunggu
Tiada yang mulai
Aku kan meraihnya!
chaos chaos
Break off chaos
Saya sudah membulatkan tekad!
Atas dosa mengkhianati Tuan Gilbert, saya tidak akan membantah!
Mohon kiranya diakhiri...
Jangan asal menyimpulkan. Siapa yang bilang begitu?
Na-Namun...
Manusia adalah harta. Takkan kubunuh tanpa alasan.
Sejak awal, menurut hukum kekaisaran, pelapor tindakan makar tak dihukum.
Eh?
Ada beberapa alasan aku memanggilmu.
Pertama-tama, Gilbert dijatuhi hukuman mati.
Maka, kekuatan faksinya pun runtuh.
Jadi, kau tak perlu lagi ganti nama dan pergi dari ibu kota.
Ba-Baik.
Lalu, bagi pelapor kasus makar, akan diberi hadiah 1.000 riin.
Kali ini, dengan uangku sendiri, kutambahkan satu digit nol di belakangnya.
Hah? Me-Mengapa sampai sebesar itu?
Karena kau penyelamat nyawa Ayahandaku.
Aku bisa saja mengembalikanmu ke Kementerian Rumah Tangga sebagai abdiku,
tapi katakanlah kemauanmu.
Hebat.
Andalah tuan saya selamanya.
Ke mana pun Anda menuju, saya akan mengikuti Anda!
Begitu, ya.
Zoey. Sudah dengar, kan?
Ya.
Ibumu tak lagi dalam bahaya.
Sampaikan padanya agar dia bertenang.
Tuan... sampai memikirkan ibu saya juga...
Terima kasih banyak!
Ya.
Ini negeri para pejuang.
- Di sinilah ibu kotanya. - Tuan.
Namun, selama ini,
- saya belum saksikan yang seperti perang. - Sepertinya di sana ada hal menarik.
Nah, apakah ada yang mau jadi penantang?
Syaratnya hanya bertarung dan menang melawanku.
Biaya pendaftarannya tiga riin!
Kalau menang, dapat apa?
Dapat diriku.
Mau jadi istri, selir, atau pelayan, kuturuti semua perintahmu.
Wah!
Kalau budak ilegal, menurut hukum kekaisaran, yang dilarang itu
menjual orang lain.
Menjual diri sendiri memang bukan pelanggaran.
Aku cukup mengalahkanmu, kan?
Ya.
Tapi satu lawan satu.
Sejak awal, aku berniat begitu.
Kalau tidak, aku tak bisa memonopolimu saat menang.
Tiga riin.
Kau belum bayar biaya pendaftaran, kan?
Idih! Malu-maluin!
Muncul tanpa bayar, terus langsung kalah?
Sialan!
Nah, siapa penantang berikutnya?
- Oke, aku mau! - Aku selanjutnya.
Aku setelah dia!
Hebat, sekarang sudah orang ke-15!
Nah, berikutnya?
Kau coba ikut saja.
Mana bisa.
Aku akan melawanmu.
Biaya pendaftarannya?
Enggak perlu.
Karena aku yang akan menang!
A-Apa yang terjadi?
Dia menang dengan mudah.
Dengan begini, kau milikku.
Tunggu.
Jelas-jelas itu melanggar peraturan.
Hah? Apa maksudmu, Bocah?
Jangan cari-cari kesalahan!
Itu pasti obat pelumpuh atau sejenisnya.
Kalau kau menyuruh rekanmu, berarti dua lawan satu.
Kau bicara apa? Mana buktinya?
Dia, ya?
Aku tak mengenalnya!
Jangan bohong, Chad! Dia Rob, anak buahmu.
Kemarin dia juga minum-minum di kedaiku.
Lepaskan gadis itu! Pengecut!
Dasar bocah tengik! Seenaknya ikut campur!
Lihatlah penampilannya.
No comments yet. Be the first to leave one.