Release info

푸른 바다의 전설 The Legend of the Blue Sea E05 161130 540p-NEXT
A Commentary by iamklopers
IDFL.me | klopers.blogspot.com

Tags

other
Published on: 2016-12-01
Downloads: 45
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew

- Disana? - Kami sudah cari.

Kau tidak terluka?

Aku merindukanmu.

Bunga-bunga di dunia ini memiliki arti tersendiri.

Kau tahu arti bunga ini?

Apa artinya?

Sesuatu yang kau miliki tapi tidak kumiliki.

Itu "kenangan".

Lalu, mereka berdua pergi ke rumahnya bersama?

Ya, Tuanku.

Baiklah. Kembali bekerja.

Keadaan membaik.

Sekarang, semua pertanda sudah merambah ke desa, tinggal tunggu bencana itu terjadi.

Benar.

Lalu... apa yang harus kumulai dulu?

Lepas!

Brengsek!

Beraninya kau menghalanginya. Persilahkan masuk.

Selarut ini, ada apa gerangan tamu ini...

datang kemari? Apa kau kurang nyaman berada di penginapan?

Dengar, pemilik penginapan! Betapapun kupikirkan, itu sudah kelewatan.

Kenyataan kau memiliki surat izinnya, kau menahan kapal dagang kami di pelabuhan.

Dan menggiring penumpang kami untuk tinggal di penginapan, itu aku bisa terima. Tapi, itu kelewatan.

Kami juga perlu hidup!

Aigoo, tamuku, kau sudah berjanji kalau...

kau akan memberikan kami hak khusus untuk kargonya.

Karena itu hari-hari terasa lama berlalu.

Sial! Perampok macam apa kau!

Caramu seakan-akan menyudutkan orang lain, untuk merampok mereka.

Menurutmu kami bepergian 1000 li (~400 km), tidak, 10,000 li (~4000 km), untuk memenuhi keserakahanmu?!

Aku akan tunjukkan kekejianmu pada dunia!

Hati-hati.

Huh! Bukankah itu orang?!

Tunggu.

Ada orang mati!

Beritahu petugas!

Ada orang mati!

-= Episode 5 =- Oh, tidak, apa yang terjadi?

Tingginya sekitar 7 chuck 9 chon (~170 cm), dan panjang rambutnya 2 chuck 5 chon (~61 cm).

Tak ada bekas luka atau cekikan.

Bagaimana dengan racun?

Kami menaruh jepit rambut perak, tapi warnanya tidak berubah.

Kata orang mereka tak pernah melihat dia sakit.

Melihat kematiannya tanpa jejak, ada rumor kalau itu kutukan duyung.

Dan menimbulkan kesialan, dan orang tersebut diselimuti ketakutan.

Segera selidiki selagi tubuhnya masih utuh dan hangat.

Kurasa ini akibat kepanikan karena rumor itu.

Ini disebabkan oleh kutukan putri duyung,

atau ini rencana kotor yang dibuat seseorang memanfaatkan ketakutan orang, yang tak tahu apa-apa.

Aku akan mencari kebenaran dari kematian ini lewat penyelidikan. Sampai itu, kita takkan gelar pemakamannya.

Aku tugaskan kalian, petugas pengadilan, dokter, dan petugas pemakaman, berusaha yang terbaik dalam penyelidikan.

Siapa kau?!

Hong Nang! Ada apa anda kemari?

Tetua, wanita ini adalah dukun dari Gng. Geuman.

Menurutnya, duyung iblis itu bersembunyi di gedung ini.

- Aish! Astaga?! - Omong kosong macam apa itu?

Kau tak percaya?

Kalau begitu, bolehkah kami mencari di tempat ini?

Anda gila? Tuanku, pimpinan kota, bahkan tidak di tempat. Tidak boleh.

Haruskah kami menyingkirkan pimpinan kota atau tetua kita?

Tuanku! Tuanku!

Sekarang, orang - orang berkumpul di pemerintahan mencari putri duyung.

Mereka mencari ke semua tempat dan membuat keributan...

Dia tak tahu cara berterima kasih saat aku memberitahunya! Kita pergi bersama!

Aku bermimpi.

Di dalam mimpi itu, aku hidup di dunia yang aneh.

Dan juga, kau ada disana.

Aku melukismu dan aku dari yang kulihat dalam mimpiku.

Itu cuma mimpi atau halusinasi.

Atau yang kulihat adalah masa depan dari dunia lain.

Aku tak bisa tahu.

Satu hal yang pasti.

Oh, tidak, jangan.

kalau ada yang terjadi sekarang...

juga akan terjadi di masa itu.

begitu saja... dengan anehnya.

Kenyataannya takdir ini akan terulang kembali.

Legend of the Blue Sea

Aku kemari mau bertanya soal kasus pembunuhan di rumah #22-4.

Boleh aku masuk sebentar?

Siapa kau?

Apa ini cara melakukan penyelidikan? Biasanya ada 2 orang.

Boleh kulihat Kartu Identitasmu.

Kau bahkan tak punya walkie-talkie.

Kau. Kau sungguh polisi?

Mau kemana kau? Lepas topimu. Kurasa orang itu bukan polisi, dia mencurigakan. Cepat kejar dia.

Pak, kau tidak dalam posisi untuk melaporkan orang lain.

Kau tidak menaati tanda polisi tadi dan menerobos dengan mobilmu.

Kenapa kau lakukan itu?

Oh, itu...

Kudengar ada kasus pembunuhan di area ini, jadi aku mengkhawatirkan pacarku yang sendirian di rumah.

Pacarku gampang takut.

Aku tidak gampang takut.

Ya, dia memang begitu.

Aku?

- Ya, gampang. - Gampang?

Bilang iya.

Permisi, kami akan periksa Kartu Identitasmu sebentar. Bisa kau tunjukkan.

Ah, ya.

Aku meminta pemeriksaan.

Nama : Kim Hyun Sung, Nomor ID: 870521

Apa itu? Dia orang yang menerobos tadi, kan?

Kurasa itu bukan dia.

Aku sepertinya pernah melihat punggungnya.

Sunbae! Kami dapat laporan kalau seseorang melihat Ma Dae Young di dekat Oksoo-dong.

- Oksoo-dong dimana? - Kita pergi sekarang.

Minta bantuan dari unit patrol Oksoo-dong.

Saat aku 9 tahun, aku pernah kabur dengan menelepon...

ke polisi dan pemadam kebakaran.

Tap karena Heo Joon Jae, aku melakukan tindak illegal ini lagi. Aish, Heo Joon Jae!

Ya, dia tak memiliki catatan kriminal dan alamatnya sudah dipastikan. Tak ada yang salah.

Namun, karena kau melanggar aturan,

kau harus membayar denda berdasarkan Hukum Lalu Lintas pasal 5.

Tentu saja, aku akan bayar. Ya.

Saat kau dapat pemberitahuan, kau harus bayar selang 60 hari.

Ya. Kau sungguh bekerja keras di cuaca dingin begini.

Kalau begitu, kami masuk dulu.

Masuklah. Kau terkejut, kan?

Tidak, aku tidak terkejut...

Tidak, kau sungguh terkejut. Ayo, masuk.

Dimana aku melihat pria itu?

Kau kenal orang itu?

Tidak, bukan begitu, tapi anehnya aku tidak menyukainya.

Kau tahu saat melihat seseorang pertama kali, tapi karena beberapa alasan kau tidak menyukainya.

Aku anehnya tidak menyukainya.

Apa yang terjadi?

Apa sakit?

Hei, kau. Kenapa kau buka pintu ke seseorang seperti itu?

Aku membukanya karena seseorang datang...

Karena itu bukan hiu, tapi manusia.

Kenapa hiu datang kemari?

Dan manusia lebih berbahaya, daripada hiu.

Manusia lebih berbahaya? Kenapa?

Dalam setahun, hanya ada dibawah 5 hiu yang membunuh manusia,

tapi jumlah manusia yang membunuh hiu puluhan ribu. Siapa lebih berbahaya?

Manusia?

Benar. Makanya manusia lebih berbahaya.

Jadi, saat seseorang yang tak kau kenal datang, kau jangan pernah buka pintu...

Tapi Heo Joon Jae, tanganmu sakit?

Bukankah sudah kubilang, kalau melindungi orang lain...

harus setelah kau melindungi dirimu sendiri.

Memang perlu dikhawatirkan. Tapi, sebelum kau khawatirkan orang lain, khawatirkan dirimu sendiri.

Kau urus tubuhmu sendiri dulu.

Sungguh, lagi apa aku...

Ah, aku sungguh aneh belakangan ini.

Heo Joon Jae, aku penasaran akan sesuatu.

Apa lagi?

Kemana orang kecil yang ada di dalam sana pergi?

Apa?

Apa mereka di dalam? Tak bisakah kau suruh mereka keluar?

- Keluar? Dari sana? - Ya.

Tadi, "Ayah kandungmu..."

Sudah habis begitu, dan lalu berkata, "sampai ketemu di lain waktu"

Aku penasaran siapa ayah kandungnya.

- Kau penasaran? - Ya.

Haruskah kutanyakan?

Oh, sungguh? Kau mengenal mereka?

Tentu saja aku kenal, mereka membayar sewa untuk tinggal di rumahku. Mereka di dalam sana, kan?

Sungguh?

Aku akan hubungi mereka dan menanyakannya.

Halo?

Yah, kau tidak apa?

Oh yah, ini aku, aku pemilik rumah.

Pemilik rumah apa?

Bagaimana kau bisa masuk ke dalam begitu?

Ke dalam dimana?

Tidak, bukahkah harusnya kau menyelesaikan perkataanmu sebelum pergi?

Menyelesaikan apa?

Kenapa kau menghentikan perkataanmu, itu memalukan.

Memalukan apa? Kau gila?

Katakanlah.

Siapa ayah kandungmu?

Ayah? Kau lagi mengejekku. Aku anak yatim, ingat?

Yah, aku mengerti. Ya.

Wow!

Apa katanya?

Kau katakan dulu.

Mengatakan apa?

Bagaimana kita bertemu di Spanyol, dan apa yang kita lakukan,

dan kenapa aku tak bisa mengingat semuanya.

Beritahu aku semuanya.

Tak bisakah hanya kau yang mengatakannya?

Tentu saja tidak bisa. Kenapa? Dunia ini "Memberi" dan "Menerima".

"Memberi" dan "Menerima".

Bagaimana bisa "Menerima" saat tak ada "Memberi".

Jika tak ada Memberi, tak bisakah cuma Menerima.

Tidak. Dunia tidak seperti itu.

Kalau begitu, aku akan tunggu "lain waktu" itu saja.

Aku sudah terbiasa menunggu.

Hei!

Kau sudah terbiasa menunggu, tapi aku tidak.

Aku tak bisa menunggu. Dengar.

Buatmu. "Lain waktu" itu besok.

Jika kau tidak memberitahuku apapun sampai besok, kau harus pergi.

Besok?

Apa yang terjadi?

Kejadian Hwewon-dong. Itu perbuatanmu, kan?

Tak masalah jika kau percaya padaku atau tidak, tapi itu bukan aku.

Jangan membuat semuanya makin rumit, dan lakukan saja yang kusuruh.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left