The first 200 lines.
Pengakuan cinta pertamaku saat aku lima tahun.
Itu berhasil, tetapi lokasinya di makam.
Orangnya adalah sepupuku.
AKU MENYUKAIMU
Pengakuan kedua saat aku kelas tiga SD.
"Aku menyukaimu."
Di kertas itu tertulis, "Aku juga menyukaimu."
Dia menuliskan itu
dan pindah sekolah keesokan harinya.
Astaga! Jadi, untuk apa menerima pengakuanku?
Sejak itulah ...
Satu, dua, tiga!
...gen rambut keriting mulai muncul.
Satu, dua, tiga!
Berbeda dari kembaranku, Hye-ri,
rambutku mulai kusut.
Hidupku pun mulai kusut.
Di hari aku mau membuat pengakuan,
pria itu menggandeng gadis berambut lurus berkilau,
Hye-ri, dan pergi bersamanya.
Saat itu, aku sudah bertekad.
Aku tak akan membuat pengakuan lagi.
Tak akan.
Kubilang tak akan.
LOVE UNTANGLED
Oi! Aduh!
Hei, apa-apaan ini?
Ah!
Oi! Minggu ini giliranku memakainya, 'kan?
Aku perlu dengar "Good Morning Pops".
Ibu! Park Hye-ri baru saja menipuku!
Astaga, kenapa pagi-pagi sudah ribut?
Itu karena dia selalu seenaknya sendiri.
Dia memakainya untuk belajar,
sedangkan kau tiap hari hanya mendengarkan lagu pop.
Kalau begitu, belikan aku pemutar CD.
Ini. Jual ibumu untuk membelinya. Ini.
Ayah Hye-ri!
Kau menonton apa?
Makanlah.
Se-ri, coba lihat itu!
Tak ada yang tak bisa!
Wah!
Juara satu dunia!
Ada yang tak bisa.
Mana ada?
Aku menyuruhmu makan.
Kau Park Se-ri!
Ini.
Ini yang tak bisa.
Rambut keriting warisan Ayah ini tak akan pernah bisa lurus!
Astaga.
- Anggap saja hemat biaya pengeritingan. - Ayah!
Lebih mahal dari itu.
Biaya pelurusan itu sangat mahal!
Kau mau memberi uang?
Sudah cukup! Aku menyuruhmu makan!
Oke.
Oi, Se-ri!
Cepatlah keluar!
Kenapa kau tak segera keluar?
Ah, Park Hye-ri mengajak ribut pagi-pagi.
Benarkah?
Ah, apa?
Aku menang.
- Berikan padaku. - Ini.
Oi, kudengar Park Hye-ri juara satu di sekolahnya.
Yah, terserahlah.
- Apa ini? - Oi.
Berbeda sekali. Benar saudara kandung?
Oi, Jung Da-ul. Kau kelewat batas.
Benar. Selain itu,
Se-ri jauh lebih manis daripada Hye-ri.
- Ma Sol-ji. - Ya.
Kau bersalah pada Se-ri?
Se-ri, ayo bertukar teman sebangku sekali saja.
Apa? Baek Seong-rae lagi?
Dia oke, kecuali jadi teman sebangku. Kupingku bisa sakit.
Oi!
Se-ri dan Solbangul!
Hari ini cuaca cerah!
Baek Seong-rae.
Ayo cepat pergi.
Ini.
- Banyak sekali. - Cepat bawa.
Kenapa?
Kim Hyeon.
Itu Hyeon, 'kan?
Itu Kim Hyeon.
Kim Hyeon!
Eh?
Kim Hyeon.
Pria yang disukai separuh siswa di sekolah.
Dia menyapaku sekarang?
Ada apa?
Kenapa dia menyapamu?
Jadi, itu...
Kemarin di laut...
- Ada apa? - Ada apa?
Di laut, cuacanya bagus.
Aku berenang di sana...
KIM HYEON
Kenapa kau keluar dari sana?
Kita satu sekolah?
Kukira cuma aku yang tahu.
Aku juga mengira cuma aku yang mengetahuinya.
Oi, dia meletakkan pakaiannya tepat di sampingmu?
- Ya. - Oh!
Kenapa dia melakukannya?
Bukankah ada maksudnya?
Mencurigakan.
Teman-teman, minggir sedikit. Aku tak peduli.
Minggir sedikit. Minggirlah.
Minggirlah.
PERINGKAT UJIAN PERCOBAAN KE-2
Oi, kau lihat apa?
Kau tak ada urusan.
Kim Hyeon.
Oh, benar Kim Hyeon.
Park Se-ri.
Dia masuk ruang belajar.
Ruang belajar cuma bisa dimasuki siswa peringkat 100 teratas.
Katanya, jika membuat pengakuan di sana, dijamin pasti jadi pasangan.
Aku tak bisa berenang di laut
karena aku langsung lapar.
Langsung ke kedai, tak nyaman. Pulang dahulu, merepotkan.
Namun, aku ingin makan topoki.
Topoki di kedai lebih enak.
Se-ri. Kau pernah ke kedai Cheongsu?
Baek Seong-rae.
Sudah pernah?
Aku sudah paham kenapa dia bilang kupingnya bisa sakit.
Siapa bilang?
Ma Sol-ji?
Oi, Ma Sol-ji!
Pernah ke kedai Cheongsu?
Ah, kau berisik sekali. Tolong diamlah.
Kau tak ada kerjaan?
Tugas menulismu?
Oh, tugas menulisku
belum selesai.
Bersiap!
Beri hormat.
- Halo. - Halo.
Ada kabar menyedihkan
untuk kalian.
Widyawisata yang batal dilakukan tahun lalu karena topan
akan dilakukan tahun ini.
Berisik!
Biasanya siswa kelas tiga tak boleh pergi!
Ini karena ketua yayasan.
Jadi,
mulai hari ini, tugas menulis
menjadi dua buku per minggu.
- Ah, Pak! - Pak!
Sini!
Sini! Eh?
- Wah, bagus! - Bagus!
Astaga!
- Hei. - Apa?
Wah, sungguh...
Oi, Won-yeong!
- Oi. - Oi, oper.
Oper lagi.
- Bagus! - Oke!
Tidak bisa.
Oke.
Bu.
Beli satu Neverstop.
Berikan ini ke pria tinggi di lapangan basket...
Kim Hyeon?
Eh? Iya. Bagaimana kau tahu?
Hari ini,
banyak inisial "SR".
Su-rin, Seong-ryeon,
Se-ri.
Bisakah kalian menggoda pria dengan ini?
Dia akan kebelet setelah minum semua.
KIM HYEON
Aku minta satu.
Ah, panas.
Park Se-ri.
Ko In-dol.
Nama asli Ko In-dol adalah Ko In-jeong.
Kau menyisir rambut?
Julukan itu diberikan karena rambutnya mirip dolmen.
Ya. Aku berusaha tak menonjol.
Rasanya baru kemarin kami meluruskan rambut bersama.
NEVERSTOP
Kau suka Kim Hyeon?
PARK SE-RI
PARK SE-RI
Park Se-ri.
Nama yang cantik.
Cocok untukmu.
PARK SE-RI
Eh?
Eh?
Hei!
Hei!
No comments yet. Be the first to leave one.