Love is Blind

Love is Blind (Love Is Blind)

Download Indonesian Subtitle

Season 10

Release info

Love Is Blind S10E12 id
A Commentary by dappeloe
RAWR

Tags

webdl
Published on: 2026-03-05
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

O-H!

I-O!

- O-H! - I-O!

Selamat datang di Love is Blind!

Saat kupikirkan masa depan, ada kau di dalamnya.

Kau tercipta untukku.

Boleh kau katakan.

Kau membuatku tersenyum lebar.

- Kau merasakan geli-geli? - Aku merasakan geli-geli!

Kau akhirnya berkesempatan jatuh cinta

berdasarkan siapa dirimu sesungguhnya.

- Aku cinta kau. - Aku cinta kau.

Aku ingin tahu apakah kau mau menjadi istriku.

Aku mau.

Maukah kau menikah denganku?

Ya!

Kau akan bertunangan, dan akhirnya akan bertemu tunanganmu

untuk pertama kalinya.

Astaga.

Kau sangat tampan.

Kau menawan.

Dengan melihatmu, ini jadi seribu kali lebih baik.

Ini hanya pelengkapnya.

Sampai saat ini,

ketertarikan kalian hanya berlandaskan ikatan emosional.

Rasanya kita sudah lama saling kenal.

Aku akan terbiasa dengan ini, Amber.

Semoga kalian bisa mengubah ikatan emosional itu

menjadi ikatan fisik.

Aku merasa kau sedikit menjauh.

Terkadang aku merasa perlu berada di "kotak kosong"-ku.

Kita tidak intim, dan kau tahu sentuhan fisik sangat penting bagiku.

Kau tak tertarik padaku?

Akankah rupa, ras, gaya hidup,

atau rasa rendah diri memisahkan mereka di dunia nyata?

- Menurutmu hubungan fisik kita baik? - Ya.

Entah apakah ketertarikan itu ada.

Aku tak suka kau tak bilang aku cantik. Aku tak tahu apa kau tertarik padaku.

Kau memaksaku. Aku jadi tak merasa tulus jika mengatakan sesuatu.

- Kalian ingin punya anak, 'kan? - Aku di tengah-tengah.

Jika kita menikah, lalu punya anak,

dan kau benci itu, aku tak bisa hidup dengan itu.

Kau masih berhubungan dengan mantanmu?

Ya. Bertemu dia di Austin selama seminggu.

Bagaimana dinamika saat kau mengunjunginya?

Kami bercinta.

Kukira kau cari rumah di Austin.

- Aku cari rumah. - Kukira kau bilang pindah ke sana.

- Sebentar. - Kau tak bilang pernah tinggal di Austin.

- Kau sudah bertemu Emma? - Belum. Aku sedikit gugup.

Bagaimana jika dia tak suka aku? Itu menakutkan.

Apa aku siap berjalan ke altar? Tidak.

Tak pernah kurasakan ini di hidupku.

Aku mencintaimu, Sayang. Mendalam.

Aku sepenuhnya yakin kau pasangan yang tepat.

Menurutku kita di fase yang baik.

Aku mencintaimu.

Lalu kau akan berada di pernikahanmu.

Di sana, kau akan membuat keputusan terpenting di hidupmu.

Sekarang, saatnya memutuskan apakah cinta itu buta.

Aku tidak bisa membayangkan masa depan tanpamu.

Ya.

Jawabanku adalah "ya".

Mike, bersediakah kau menerima Emma sebagai istrimu yang sah?

Jika ya, katakan "Aku bersedia."

Mike, bersediakah kau menerima Emma sebagai istrimu yang sah?

MIKE, 29 TAHUN MANAJER PENJUALAN

IBU EMMA AYAH EMMA

Jika ya, katakan "Aku bersedia."

Emma...

Memang.

Aku memang mencintaimu.

Saat ini, aku tidak siap mengatakan "aku bersedia".

Aku mau punya anak.

Dan aku ingin tahu bahwa kau

sepenuhnya ingin berkeluarga denganku.

Aku tak mau bilang "ya" dan memulai sesuatu,

lalu berubah di kemudian hari.

Ini sulit karena aku...

Maafkan aku.

Aku mencintaimu.

Aku akan periksa keadaannya.

Aku tak siap... Kami tidak siap menikah.

Kami tak sepakat soal anak.

Dia 50-50. Aku mau orang yang mau berkeluarga.

Baiklah.

Aku tak bisa bilang, "Tidak."

Aku tetap... Aku mencintainya.

Aku akan kembali.

Kami sayang kau.

- Sayang kau. - Baik.

Emma.

Hei.

Astaga.

Jantungku berdebar kencang.

- Banyak emosi. - Ya.

Aku tahu putraku peduli pada putri kalian.

Mereka berada di...

- Benar? Dia bilang... - Ya.

Anak adalah masalah yang mereka coba selesaikan.

Namun, aku bilang, "Asal kau bahagia."

Itu lebih penting bagi Mike. Itu hal penting.

Aku paham. Dan aku ingin dia punya anak.

Aku tak yakin Emma siap. Mungkin dia akan siap.

- Baiklah. - Dia tidak menolak.

Namun, mereka masih harus selesaikan itu. Dan Emma tahu itu.

Aku ingin menikah denganmu. Ada banyak hal yang harus kita bahas.

- Ya. - Namun, aku...

Kulihat gambaran masa depan.

Kulihat gambaran sebuah keluarga.

Aku tahu kau akan jadi ayah yang luar biasa.

Aku tak akan ada di sini hari ini

jika aku tak melihat itu.

Tentu. Aku mengerti.

Ya.

Jika kita akan menikah, aku ingin kau tahu kau ingin berkeluarga denganku.

- Ya. - Dengan yakin.

Aku tak mau setengah-setengah. Tak mau 50-50. Tak mau 90-10.

- Apa pun itu, 99-1. - Ya.

Aku mau itu 100%.

Ya.

Aku ingin bersama orang yang 100% yakin.

- Ya. - Kau punya pendapat.

Kau punya alasan, dan kuhormati itu. Aku menghormatimu apa pun yang terjadi.

- Namun, aku tak bisa bilang "ya"... - Ya.

...tanpa mengetahui itu.

Jadi, maafkan aku.

Cinta itu pilihan. Kita memilih untuk bersama seseorang.

Kita memilih membuat keputusan itu bersama.

Dan bagiku, aku bisa bayangkan masa depan bersamanya, dan...

aku tahu bisa sampai ke titik itu.

Jadi, kupikir itu sudah cukup,

tapi itu tidak cukup baginya.

Dia memang bilang "ya".

Dia terbuka untuk kemungkinan punya anak. Kita tahu itu.

Namun, untuk aku mengatakan "ya", aku mau kepastian lebih darinya.

Astaga.

Ya.

Jelas, kami ingin biarkan perasaan kami yang memutuskan di altar.

Namun, aku tak bisa bilang "Aku bersedia" jika tahu dia tak yakin ingin punya anak.

Jika dia bilang dengan pasti,

"Aku akan punya anak denganmu," akankah jawabanmu berubah?

Ya, kurasa begitu.

HARI PERNIKAHAN

Ini hari pernikahanku.

Hari ini mulai terasa seperti dongeng.

Aku sempat kehilangan harapan untuk temukan orang seperti Jordan.

Hari ini harinya!

Ini gila.

Dengan adanya anak... Siapa yang mau masuk begitu saja?

Orang yang tepat.

Menemukan seseorang yang membuatmu jatuh cinta?

- Itu luar biasa. - Gila.

Apa Emma senang kemarin?

Itu sangat manis. Dia menunjukkan sulap ke Jordan.

TUNANGAN KAKAK AMBER

Kotak sulapnya.

- Itu menggemaskan. - Jordan senang.

Saat hidupmu berjalan baik, khususnya dalam hal yang kau lakukan,

menjalankan praktik dan memiliki anakmu,

kau tak punya kesempatan berkencan.

Aku biasanya bertemu pria di hari Sabtu dan tak mengenal mereka lebih jauh.

Aku tak punya waktu.

Itu sangat buruk untuk waktu lama.

Semua hubungan buruk yang pernah kau jalani.

- Aku mau menangis. Kau sudah sejauh ini. - Itu berat.

- Ya. - Itu berat.

- Aku sangat bangga padamu. - Terima kasih.

Aku tahu ini tidak mudah.

Memang tidak.

Kami bekerja keras untuk ke titik ini.

Dia harus bertemu ayahnya putriku. Dia harus bertemu putriku.

Ada banyak tekanan soal pekerjaan, bolak-balik Mount Vernon.

Ada saat-saat kami stres.

Namun, untuk lewati semuanya, ini perjalanan yang gila dan luar biasa.

Apa kau yakin dengan keputusan yang akan kau buat hari ini?

- Ya, tentu saja. - Ya?

Aku siap menikah dengan Jordan. Dia bagaikan sahabatku.

- Kau tahu kami sangat menyayangimu. - Aku tahu.

Apa pun yang terjadi, kami ada untukmu.

Kami menyayangimu.

- Makanya kalian ada. - Kami bangga.

Ketakutan terbesarku adalah perasaan Jordan.

Apakah dia merasa tertekan atau apa pun.

Aku tahu ini mengubah hidupnya.

Mungkin dia ingin lari jika itu keputusannya juga.

Jadi, itu terus terngiang di benakku.

Namun, aku sangat peduli padanya. Aku tak mau dia merasa begitu.

Aku ingin ini jadi hari baiknya juga.

Astaga.

JORDAN, 33 TAHUN AGEN PENJUALAN PERANGKAT LUNAK

Cintaku tak pernah sebesar ke Amber. Hari ini, kami menikah.

Aku tidak tidur nyenyak semalam.

Ada banyak emosi.

- Jordan! - Halo!

- Hai! Kau tampan sekali. - Terima kasih.

- Tempat ini bagus. - Kau menawan.

Terima kasih! Kalian juga!

Kau menakjubkan.

- Senang kalian datang. - Tak akan kami lewatkan.

More Indonesian subtitles for Love is Blind

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left