The first 200 lines.
AS MEMANGGIL PARA SUKARELAWAN
Bagaimana kau mendapatkannya begitu cepat?
Satu tim medis mendengar shell datang.
Sepertinya, dia juga mendengarnya.
Dada dan perut praktis tanpa luka.
Aneh bagaimana mereka selalu melipat tubuh dalam posisi janin.
Apa yang aneh tentang itu?
Mereka mencoba melindungi alat kelamin mereka.
Well, pemuda ini sayangnya berhasil melakukannya.
Ada identitas?
Tidak ada, Pak.
Maka kita akan anggap dia adalah milik kita.
Aku harus menangani langsung kasus ini
secara pribadi sampai perbaikan selesai.
Itu bisa memakan waktu yang cukup lama,
Kolonel Tillery.
Tidakkah menurutmu, Kapten,
bahwa ini sepadan dengan satu tahun dari kehidupan dokter mana pun
untuk mengamati kasus seperti ini?
Kau tidak akan pernah tahu apa yang telah terjadi padanya.
Satu bagian otaknya yang selamat dari kerusakan
adalah medulla oblongata.
Hanya karena inilah
jantung, pembuluh darah, motorik,
dan pusat pernapasannya masih berfungsi.
Singkatnya, bahwa dia hidup.
Diterjemahkan oleh: Ketam Goreng
Korban tak dikenal nomor 4-7.
Perintah pasca-operasi,
Kolonel M.F. Tillery,
Korps Medis Angkatan Darat AS.
Meskipun otak kecil masih memungkinkan
gerakan fisik yang terbatas,
gerakan tersebut tidak berarti apa-apa.
Tindakan tubuh telah menjadi kasar,
dan terus-menerus berulang
dan harus diperlakukan sebagai kejang otot refleks—
yang artinya, dengan obat penenang.
Otak besar telah menderita kerusakan besar dan tidak dapat diperbaiki.
Jika aku tidak yakin akan hal ini,
aku tidak akan membiarkannya hidup.
Tidak ada pembenaran bagi keberadaannya yang terus berlanjut
kecuali kita belajar darinya bagaimana membantu orang lain.
Rawatlah dia selembut
seolah-olah dia tahu apa yang kau lakukan
dan akan merasakan sakit jika kau melakukannya dengan buruk.
Personel yang bertugas akan ingat bahwa
perawatan medis yang baik melarang
keterlibatan emosional dengan pasien.
Hindari keterlibatan tersebut dengan mengingat
bahwa mustahil bagi individu yang kehilangan fungsi otak besar
untuk merasakan sakit, kesenangan, ingatan,
mimpi, atau pemikiran jenis apa pun.
Oleh karena itu, pemuda ini
akan menjadi tidak berperasaan, tidak berpikir seperti orang mati
sampai hari dia bergabung dengan mereka.
Kareen?
Kareen?
Apa yang terjadi?
Di mana aku?
Gelap di sini.
Seharusnya tidak mematikan lampu.
Ayahmu akan marah.
Oh, Mike tidak akan peduli. Dia menyayangiku.
Bolehkah aku menanyakan satu hal padamu?
Kenapa kau harus menjadi sukarelawan?
Lagipula hanya tinggal enam bulan lagi dari wajib militer.
Pinkie dan Larry sudah pergi.
Kau bisa saja dikecualikan karena para saudarimu.
Ibuku sudah punya pekerjaan.
Selain itu, ketika negara membutuhkanmu, kau harus pergi.
Kau harus pergi.
Aku pikir tidak ada yang harus pergi.
Mereka akan membunuhmu.
Oh, aku juga bisa terbunuh di toko roti,
atau saat menyeberang jalan.
Aku bisa menjaga diriku sendiri. Jangan khawatir.
Banyak orang terbunuh yang tidak mengira mereka akan terbunuh.
Banyak orang kembali juga. Sebagian besar dari mereka.
Sebagian besar dari mereka, Joe, mereka tidak pernah kembali.
Oh, jika terjadi sesuatu padamu,
aku akan mati saja.
Ah, kau hanya mengatakan itu.
Aku mencintaimu.
Aku benar-benar mencintaimu.
Hentikan.
Aku tidak mau ada hal seperti ini di rumahku.
Kalian pikir sedang duduk di kursi belakang mobil tua?
Sekarang berdiri. Kalian berdua, berdirilah seperti orang yang sopan.
Ayo, berdiri.
Tapi dia akan pergi besok pagi.
Aku tahu, aku tahu. Masuk ke kamar tidur.
Kalian berdua.
Aku bukan apa-apa.
25 tahun di tambang batu bara,
membawa kartu IWW.
Sekarang, aku jadi apa?
Polisi kereta api sialan, itulah aku.
Oh, sudahlah.
Masuklah ke sana bersamanya. Dia takut.
Masuklah.
- Ya, Pak. - Peluklah dia.
- Kau tahu cara memperlakukannya, bukan? - Ya, Pak.
Uh--
Dia bukan pelacur. Kau tahu itu, kan?
Ya, Pak.
Eh, pergilah tidur, nak.
Ya, Pak.
Nak.
Aku melihatmu.
Kamar yang bagus.
Mike merapikannya untuk kelulusanku.
Tapi lukisannya miring.
Itu milik ibuku.
Kenapa kau tidak melepas sepatumu?
Okay.
Joe.
Yeah?
Bisakah kau membelakangiku?
Kenapa?
Aku harus turun dari tempat tidur.
Tidak. Aku ingin melihatmu.
Aku tidak akan membiarkanmu melihatku.
Maukah kau mengambilkan jubahku?
Tentu.
Ada di pintu lemari. Warnanya merah.
Okay.
Kenapa kau melakukan itu?
Malam yang panas.
Ini dia.
- Bawa lebih dekat, bodoh. - Uh-uh. Raih sendiri.
Baiklah, ini. Aku akan membantumu.
Oops.
Mari kita masukkan lewat sini.
Nah. Begitulah.
Ku perbaiki.
Sini, biar kuperlihatkan.
Nah selesai. Begitu.
- Huh? - Tidak.
- Kita seharusnya punya bunga. - Hm? Tentu.
Jika kau benar-benar ingin melihatku—
Oh, jika kau tidak mau aku melihat,
aku juga tidak mau.
D
DO
DON
DONA
DONAS
DONASI
DONASI P
DONASI PU
DONASI PUL
DONASI PULS
DONASI PULSA
0
08
083
0831
08315
083151
0831511
08315119
083151195
0831511954
08315119540
083151195401
083151195401 S
083151195401 SE
083151195401 SEI
083151195401 SEIK
083151195401 SEIKH
083151195401 SEIKHL
083151195401 SEIKHLA
083151195401 SEIKHLASNYA
Well, adil ya adil.
Okay.
Rasanya menyenangkan seperti ini, bukan?
Mm-hmm.
Pernahkah kau seperti ini dengan orang lain?
Tidak dengan orang yang aku cintai.
Aku senang.
Kalau kau sendiri?
Kau tidak seharusnya menanyakan itu.
Kenapa tidak?
Karena aku seorang wanita terhormat.
Kau itu keturunan Irlandia.
Tidak, aku belum pernah seperti ini dengan orang lain sebelumnya.
- Aku tahu. - Tapi kau tidak mungkin tahu. Tidak benar-benar tahu.
Joe, aku tidak ingin kau pergi.
Aku ingin kau melarikan diri.
Kau hanya tidak ingin aku melihat Paris, Prancis,
itu saja.
Jangan pergi, Joe. Tolong jangan pergi.
Melarikan diri.
Ke mana? Galangan kapal?
Ke mana saja.
Aku akan menyembunyikanmu, jujur aku akan melakukannya.
Kau ingin aku menjadi pengecut, huh?
Ya.
Oh, mereka akan membunuhmu, Joe. Aku tahu mereka akan melakukannya.
No comments yet. Be the first to leave one.