I Declare War

I Declare War

Download Indonesian Subtitle

Release info

I Declare War All BluRip Limited IDfL
A Commentary by mbendholz
IDFL™ SubsCrew @idfl.me

Tags

other
Published on: 2013-11-01
Downloads: 29
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

IDFL™ SubsCrew

Source sub by Geckos

Tetap menunduk.

Kau lihat yang lainnya?

Jalan.

Tiarap, tiarap! Aku perlu granat!

Satu, dua...

- tiga... - Dimana kalian? Ayolah!

Empat...

Lima, enam,

tujuh...

Aku perlu granatnya!

Sembilan...

Sepuluh!

Tidak, giliranmu.

Mati kau.

Kenney, kau bunuh yang lainnya?

- Tidak. - Apa dari kita ada yang terbunuh?

Tidak. Aku hanya melihat Joker. Dia masih hidup.

- Bagaimana dengan mereka? - Kami tahu Scott sudah mati.

Yeah, siapa lagi?

Kalau begitu kita anggap mereka semua masih hidup.

Aku ingin tahu markas Quinn berada.

Kalian berdua, pergilah mengintai.

Periksa semua tempat yang pernah kita gunakan sebelumnya.

Persetan. Kita bisa ketahuan sekarang.

Ow! Hey!

- Dimana markasmu? - Persetan!

Kau tak bisa menginterogasi yang sudah mati!

Tinggalkan saja dia.

Apa?

Dia benar. Sekali kau mati, kau dipulangkan.

Kau tak bisa menginterogasi. Itu aturannya.

Persetan dengan aturannya. Terlalu panas untuk aturan itu.

Aku bukanlah penipu. Pulanglah, Scott.

Aku akan memenangkannya adil dan jujur.

Kau akan kalah, adil dan jujur.

Kawan, ini P.K. Dia tidak akan kehilangan.

Kehilangan apa? Keperjakaannya?

Kudengar keperjakaannya diambil ibumu.

Kau bilang apa, jelek?

Hentikan, sekarang!

Aku ingin taktik strategi asimilasi setengah jam lagi.

Sekarang, ayo!

Jadi, kau berada dimana saat aku meminta bantuan?

Kenney ada disana.

Kau tidak tahu dia berada disana.

- Tentu, aku tahu. - Oke, yeah, ...

...kau tetap mengirimkanku kesana agar kena tembak, bukan?

Untuk memancing Scott agar keluar?

Hanya karena aku mengetahu Kenney berada disana dan Scott akan dibunuh.

Jangan khawatir, Paul. Kita ini tim.

Apa yang kau lakukan setelah perang?

Kau boleh datang, dan kita makan pizaa sambil menonton film.

Film apa?

Patton?

- Lagi? - Ya.

Sekarang keluarlah sana agar aku bisa memenangkan perang ini.

Aturan dalam Perang

Aturan Pertama: Jenderal yang memilih tim dan markas Kau tidak boleh memindahkan markasmu.

Aturan Kedua: Saat kau tertembak kau lumpuh sehingga kau harus menghitung sampai sepuluh

Aturan Ketiga: Jika kau terkena granat, kau mati. Pulang sana!

Aturan Ke-empat: Kau menang jika jenderalmu merebut bendera tim lainnya

Begitulah aturan perangnya.

- P.K. itu sahabatmu, kan? - Yeah.

Dia sepertinya brengsek.

- Tidak, dia tidak begitu. - Dengan semua aturan bodohnya.

Oh, menurutmu itu kebetulan

kalau dia memenangkan tiap permainan perang tunggal yang pernah dia mainkan?

Ayolah, hanya mengikuti perintahmu.

Temukan markasnya, lalu kembali ke P.K.

Itu hal terbodoh yang pernah kudengar.

Jika kita temukan markasnya, bunuh saja semuanya dan rebut benderanya!

Diamlah! Kau kira Quinn tidak punya rencana?

Dia sudah merencanakan perang melawan P.K. ini selama ber bulan².

Kau akan mengacaukan semuanya.

- Kau seperti cewek sekarang. - Tidak, aku tidak begitu!

P.K. mu itu brengsek. Aku bukanlah orang brengsek.

Akan kutandai tepat di markas mereka,

menodongkan pistolku tepat di muka bodoh Quinn,

meledakkan kepalanya, menembak yang lainnya,

rebut benderanya...aah!

Skinner.

Jika itu bukan tentara kecil P.K.

dan sahabat sang jenderal...

akan kita putuskan.

Hey!

- Ambil pistolnya. - Apa?

Kau tak boleh melakukan itu.

Kenapa? Kau akan mengadu ke P.K.?

Tendang lagi dia, Sikorski.

Bawa dia.

Cewek.

- Kau cewek. - Maaf.

Lagipula, aku bisa membantu.

Tentu.

Kau bisa menjadi barang kerajinan seni skuadron.

Sejak kapan para cewek mulai menyukai perang?

Sebenarnya, ini perang pertamaku.

Astaga!

Entahlah. Kenapa aku bisa menyukai perang.

Strategi, taktik, hal² seperti itu.

Seperti catur.

Kau bermain catur?

Yeah, aku sering memainkan catur.

Yeah, aku juga.

Itu lucu.

Tapi jangan salah paham. Aku serius.

Aku akan membunuh orang. Aku punya teknik membunuh.

Seperti apa?

Hanya, kau tahu...

tekniknya saja.

Oke.

Kuperlihatkan sesuatu padamu.

Keren.

Lihatlah ini.

Oh, kau pasti bercanda.

Tidak.

- Kau yang merakit itu? - Yeah.

Maksudku, aku dapat ide dari Internet, tapi aku yang merakitnya.

Kau berhasil, kan? Untuk apa ini?

Bom.

Itu bom.

Yeah.

Sayangnya, beratnya hanya bisa membawa satu granat.

Bagaimana kalau kau pecahkan jumlah catnya menjadi dua balon?

- Atau lima? - Pernah kepikiran.

Akan tetapi balon²nya tidaklah cukup berat

untuk mematahkan ketika diinjak oleh orang lain.

Bagaimana kalau kau tidak mengikatnya berdekatan?

Yeah.

Dorong saja kaitnya melalu karet, kemudian saat memendek,

karet itu akan mendorong kaitnya dan terjatuh.

Cukup mengesankan.

Benar² bagus.

Maaf dengan hal² kerajinan seni sebelumnya.

Tidak apa². Maaf juga dengan hal² brengsek itu.

Kapan kau memanggilku brengsek?

Tidak pernah. Tapi pernah kepikiran.

Kita harus selalu siap untuk apapun.

Dia bisa melemahkan kita.

Apa maksudnya itu?

Menggali terowongan tepat dibawah posisi kita, kemudian...brakk!!

Sebuah tangan mencuat dari tanah dan melemparkan granat ke arahmu.

Kau bisa mati.

Ini orang pertama yang kuperjuangkan...

yang benar² mengerti barang ini.

Dia menggunakan taktik, strategi.

Bisa dibilang, ini adalah perang sungguhan pertama kali yang pernah kuperjuangkan.

Itulah sebabnya aku harus menang.

Tapi kau selalu menang.

Ini berbeda.

Inilah saatnya untuk kebenaran,

ujian sesungguhnya yang harus kulakukan.

Maksudmu, agar bisa mengetahui semua itu bodoh?

Tidak, dialah alat perang.

Hey! Kau ambil saja dulu,

kau jangan bicara kembali ke atasan.

Apa yang kau kenakan itu?

Ini selempang peluru. Untuk peluru² shotgun.

Untuk mainan senapan anginmu?

Sudahlah, Joker.

Dia pendeta kita.

- Pendeta kita? - Itu benar.

Setiap unit membutuhkan seorang pendeta.

Untuk menuliskan surat² ke rumah bagi para pria yang kedua lengannya patah.

Apa dia brengsek juga?

- Hey! - Kita harus tetap fokus.

Selain itu, hal ini melanggar aturan lagipula.

Aku tidak menggunakannya untuk menghubungi siapapun.

Kau boleh memilikinya kembali setelah perang.

Sedang apa kau?

Sullivan!

Kau tak boleh berada disini.

Ah, persetan dengan aturanmu, P.K.

Lihatlah yang mereka lakukan padaku.

Kau pikir mereka peduli dengan aturannya?

Aku kesini ingin berbicara dengan Joker.

Baiklah. Tapi hanya tentang pelanggaran aturan.

- Apa yang terjadi? - Skinner.

Dia mengambil Kwon sebagai tawanan,

dan kemudian si brengsek Sikorski menendangnya sepengetahuanku.

- Dia mengambil Kwon sebagai tawanan? - Yeah.

Aku ingin kau temukan mereka dan injak² mereka.

Yeah. Pasti.

- Skinner? - Ya.

Jangan sampai tahu dia membawanya sendiri.

Kau tidak tahu banyak hal² itu.

Uh... Kenney.

Terimakasih.

Kau akan mendapat sebutan khusus untuk ini.

Persetan.

Kita harus bergerak cepat.

Quinn takkan mengejar tawanannya.

Dia akan membunuh Kwon secepat Skinner membawa dia masuk.

Itulah sebabnya kita harus menemukannya sebelum Quinn melakukannya.

- Joker, bawa Caleb. - Caleb?

Dia bahkan tidak bisa membawa senjata.

Caleb itulah senjatanya.

Bawa Wesley.

More Indonesian subtitles for I Declare War

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left