Kolektor

Kolektor

Download Indonesian Subtitle

Release info

Kolektor 2025 WEBRip WEB-DL
A Commentary by subber.id

Tags

webdl
Published on: 2025-03-10
Downloads: 181
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tolong, Tuhan...

Semoga saja dia.

Aku tidak menyangka kalau

ini pekerjaan pertamaku.

Bahkan...

Bahkan keluargaku pun kaget saat tahu kalau...

Ini pekerjaanku di sini.

Ya, kau lulus sebagai lulusan terbaik di kelasmu.

Dan dengan gelar sarjana.

Ya, itu...

Ini sangat sulit bagiku.

Tidak punya uang, lulusan berusia 27 tahun di...

...Universitas yang tidak dikenal di Provinsi Quezon.

Jadi sangat sulit menemukan pekerjaan yang layak di Manila.

Kau tahu persaingannya.

Hei, bahasa Tagalog saja, jika kau lebih nyaman.

Aku paham.

Ayah tiriku orang Filipina, jadi...

Syukurlah.

Aku hampir mimisan.

Itu lucu.

Kau tahu... / Apa?

Saat kau cari celana dalam boxer di mall tempatku...

Tempatmu bekerja?

Ya.

Tempatku...

Aku tidak menyangka kau akan mengajakku kencan.

Kenapa tidak?

Karena...

Karena kau pramuniaga?

Itu cuma pekerjaan.

Itu cuma pekerjaan.

Di samping itu...

...kau pramuniaga tercantik yang pernah kutemui.

Untung kau tidak melihat rekan kerjaku, Petra.

Dia cantik?

Tidak. Dia mirip kuda.

Kau jahat.

Aku gadis baik-baik.

Sungguh?

Mungkin sedikit.

Aku suka senyummu.

Sungguh? Lihat senyummu.

Kenapa? Ada sesuatu di gigiku?

Tidak. Senyummu indah sekali.

Dan bibir yang enak dicium.

Enak dicium?

Kau mirip aktris.

Beberapa rekan kerjaku bilang aku mirip Nanette.

Nanette?

Nanette Inventor.

Aku bercanda. Nanette Medved, sang aktris.

Dia membintangi banyak film.

Medved. Aku tidak mengenalnya.

Tapi pasti dia cantik.

Itu benar.

Saudara... / Ya?

Bisa pesan gelatin hitam?

Ya, Pak. Berapa?

Satu saja. Mau?

Apa?

Gelatin hitam.

Itu favoritku.

Berapa harga segelas?

39 peso, Bu.

Mahal.

Di luar cuma 5 peso per gelas.

Pesan dua.

Kurangi gula. Sesuai seleraku.

Ya, Pak.

Permisi. / Terima kasih.

Kau tidak punya pacar?

Pernah.

Orang Filipina? / Ya. / Kenapa kalian putus?

Dia bilang aku tak seru.

Hei...

Menurutku itu pertanda.

Pertanda?

Dia sangat rewel. Sangat sulit dipuaskan.

Kapan kalian berdua putus?

Jessie. / Itu sekitar setahun lalu, Dawn.

Aku sangat benci namaku. Dawn... / Kenapa? Dawn nama yang indah.

Aku tidak mirip Dawn.

Aku mengerti.

Kupikir itu...

...sangat Filipina.

Ibuku orang Filipina.

Tunggu. Biar kujelaskan.

Ibuku penari Filipina.

Dia bertemu ayahku di Subic.

Dia mendudukkan ibuku. Lalu mereka pergi keluar.

Dan setelah malam itu, dia tidak pernah melihatnya lagi.

Maaf.

Ibunya membesarkanku.

Namanya Esther.

Dia guru bahasa Inggris.

Dia terdengar lebih seperti orang asing daripada aku.

Di mana dia sekarang?

Dia meninggal saat usiaku 10 tahun.

Aku turut berduka cita, Jessie.

Permisi, Tuan, Nyonya.

Ya.

Terima kasih, saudara.

Dia hebat.

Bagus untuknya. / Lanjut. Cukup tentangku.

Aku ingin tahu lebih tentangmu.

Kau masih tinggal bersama orang tuamu?

Aku cuma mengunjungi mereka.

Aku tinggal bersama sepupuku.

Itu pasti menyenangkan.

Ya.

Mereka lebih seperti saudara kandungku ketimbang sepupu.

Aku benci kedua saudaraku.

Mereka brengsek.

Brengsek. / Aku tinggal dengan sepupu sejak kuliah.

Kami bertiga tidak terpisahkan.

Permisi.

Gelatin hijau.

Ya. / Kataku hitam. Ini tak apa.

Ini? / Ya.

Kau memesan kue?

Itu dari koki. Gratis.

Bos, kami tidak memesan kue.

Dari koki. Gratis (di rumah).

Di rumah?

Artinya, gratis.

Gratis.

Tuan, bisa berterima kasih kepada koki dari kami?

Pasti, Bu.

Terima kasih, saudara.

Aku tidak menyangka kita akan diberi kue gratis.

Kue apa ini?

Keju blueberry.

Kau suka?

Aku tak pernah makan kue keju blueberry.

Kelihatannya lezat.

Kau harus mencobanya.

Bangsat. Enak sekali.

Mau?

Tidak usah.

Aku penderita diabetes.

Sial. Kau sudah sempurna. Kau menderita, "diabetes"?

Diabetes. / Kau "diabetes". / Tak apa. Aku bisa atasi.

Jangan khawatir. Aku akan mengurusmu.

Apa?

Kencan ini...

Kencan terbaik yang pernah ada.

Aku tidak ingin hari ini berakhir.

Maaf...

Aku masih perawan.

Kau pandai berciuman.

Boleh aku memanggilmu, "Sayang"?

Ya.

Air liurmu manis sekali.

Mungkin karena gelatin hitam.

Gelatin hijau.

Setubuhi aku yang nikmat, Jessie.

Astaga! Kau nikmat sekali, Sayang.

Lepaskan celana dalamku.

Aku saja. / Baik.

Mau menciumnya?

Tak usah.

Aku ingin melihat benda asingmu.

Apaku?

Karena kau bukan orang Jerman.

Aku mengerti.

Sial. Astaga!

Seberapa panjang ini?

Aku cuma melihat begini di VCD.

Kau suka?

Ya, Jessie.

Ya, hunjamkan.

Astaga!

Sial, punyamu sempit.

Ujungnya menyentuh paru-paruku. / Ya!

Ya, sayang, setubuhi aku.

Kendimu epik sekali.

Lihatlah payudaramu.

Sial! Aku akan melakukannya sampai fajar menyingsing.

Ya, tolong, Dawn (fajar).

Apa?

Jessie...

Akhirnya, kaulah orangnya.

Hei, kenapa wajahmu?

Ayah tiriku memukulku.

Bajingan itu.

Dia akan mendapatkan yang pantas diterimanya.

Maaf.

Bercanda...

Maaf, apa katamu?

Ya.

Aku ingin menyelesaikan sekolah keperawatan, tapi...

Aku merasa perawatan akan jadi hal penting di luar negeri.

Aku yakin itu.

Kau sendiri? Apa jurusanmu?

Aku...

Aku ingin menjadi arsitek.

Sungguh? Kau punya auranya.

Sungguh? / Jadi kau arsitek?

Aku putus kuliah semester ketiga, selama tahun pertamaku.

More Indonesian subtitles for Kolektor

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left