Natural Born Lovers

Natural Born Lovers (天生愛情狂)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Natural Born Lovers 2012 BluRay [GUN HS]-ID
A Commentary by cortex
Enjoy

Tags

BluRay
Published on: 2013-02-03
Downloads: 26
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

GUN

Halo? Ada orang di dalam?/ Jawablah jika ada orang.

Jika tak ada orang, memang siapa yang jawab?

Ada orang di dalam?

Kenapa pakai bahasa Jepang?

Tak ada yang mau jawab jika pakai bahasa Kanton.

Mungkin dijawab jika pakai bahasa Jepang.

Bagaimana kalau dibentak?

Bagaimana, nih? Pengantinnya hilang!

Itu gawat! Kita takkan bisa makan udang, ya?

Makan, makan... Akan kuberitahu apa makanannya!

Teruslah mencari!/ Ayo, cepat!

Halo?/ Kau di mana? Sedang apa?

Dalam toilet, pipis dan sendiri.

Aku ingin nonton film./ Sekarang?

Kenapa? Sedang sibuk?/ Aku sedang ada rapat.

Setengah jam lagi. Kutunggu di luar bioskop Newmont

Itu saja. Da-dah.

Er...

Halo?

Bos! Kami tak menemukanmu. Di mana kau?

Aku... di sini sinyalnya buruk.

Nanti kuhubungi jika sinyalnya sudah bagus. Dah.

"Setahun sebelumnya"

Hei Nenek, di mana toilet?

Kau buta, Nak?

Sekilas saja bisa ditebak, usiaku tak lebih dari 25 tahun.

Apalagi tampangku yang secantik Angelina Jolie.

Tubuh selangsing Jessica Alba, dan sepintar Sharon Stone.

Kenapa Sharon Stone?/ Bercanda.

Apa maksudmu?/ Sudahlah!

Kau mirip.../ Mirip apa?

Sakit?/ Ya!

Sakit?/ Ya!

Cubit aku! Cubit aku!

Sakit?/ Aduh!

Sakit?/ Sakit sekali!

Tepat!/ Kau idolaku!

Idola apa? Kau salah orang./ Tak mungkin.

Jangan kira aku tak mengenal kau yang sudah dewasa.

Aku sudah lama mendambakan saat seperti ini.

Ini, tolong pegangi tasku.

Kau lihat anak ini? Kau si kecil Tayler!

Jangan kira aku tak mengenal kau yang sudah dewasa.

Tampang serupa. Tak bisa disangkal lagi!

Nenek, kau aneh sekali, ke mana-mana membawa majalah gosip lama

Idolaku, jangan kira aku bodoh. Kupinjam ini dari para penggemarmu.

Agar aku bisa membawanya ke toilet.

Lalu bernostalgia sambil buang air besar./ Penggemarku?

Hari ini ada pertemuan Perkumpulan Penggemar si Kecil Tayler Sedunia.

Kami berkumpul sekali sebulan untuk menonton film-filmmu.

Masih ada yang menonton film itu?

Salah satu kisahnya saat kucingmu menderita gagal ginjal...

...dan kau donorkan ginjalmu untuk menyelamatkannya.

Bagaimana bisa ginjal manusia didonorkan untuk kucing?

Itulah penyebab kematianmu! Sungguh menyedihkan!

Nona-nona, lihat siapa di sini! Idola kita!

Sisakan untukku!

Fai, aku mencintaimu!/ Apa-apaan sih...

Aku mencintaimu. Jangan tinggalkan aku. Aku mencintaimu.

Tidakkah kau mengerti?/ Lepaskan aku./ Aku mencintaimu!

Jangan tinggalkan aku!/ Lepaskan aku, oke?

Biarkan aku pergi./ Kumohon padamu.

Jika ini karena gadis itu.../ Kenapa jadi buram?

Aku cinta kau, Fai!

Menyingkir kau, Pelacur! Kau merusak rambutku!

"Begitulah awal pertemuan mereka"

"Tiga bulan kemudian"

Hei! Dik! Lewat sini.

Jika adikmu bertanya, katakan kita pergi memancing semalam.

Aku jadi alibi lagi?

Kita teman sekelas di SD, kau mau celakakan aku?

Ia bisa membunuhku jika sampai tahu.

Aku sudah diam-diam.

Tolong atur, ya? Aku pergi.

Bro!

Jika ada masalah, ceritakan saja. Udara dingin di sini.

Jika adikmu bertanya kemana aku dan kau pergi...

...katakan kita bermain Mahjong semalaman.

Tapi aku tak bisa memainkannya.

Sebenarnya, tadi malam adalah ulang tahun ibu pacarku.

Kami makan malam di Shenzhen... pesta daging.

Kenapa selalu aku yang kaulibatkan?

Bro!

Kita pernah teman sekelas di SMU.

Jangan biarkan aku dibakar tanpa berbuat apapun.

Nih, merokoklah.

Serius. Kau tahu betapa gilanya dia.

Jika tahu soal ini, ia bisa membunuhku, lalu pergi dan bunuh diri.

Janji, sekali ini saja.

Hei... Bro...

Tak perlu basa-basi. Kau ingin aku katakan apa?

Bro, kau pastilah penggemar sejati "Bohonglah padaku."

Tolong katakan padanya, tadi malam kita begadang.

Siapa yang meninggal?/ Anjing pacarku.

Semalam aku harus di ranjangnya untuk memberi hiburan.

Bukankah begadang semalaman sedikit rancu?

Ada alasan yang lebih bagus?/ Tak ada waktu.

Dengar, kita pernah jadi teman sekelas di kampus.

Jangan katakan kau tak mau menolongku.

Kau tahu betapa sadisnya dia. Jika ia sampai tahu...

...ia akan membunuhku dulu, lalu kau, lalu dirinya sendiri.

Aku merinding membayangkannya.

Kuanggap kau bersedia. Aku terus jalan.

Memancing, mahjong, ke rumah duka...

Kau kalah, Untung, kau harus minum!

Hai! Hei!

Hei, Adik Angkat!

Hei, Adik!/ Kau telat.

Kalian tepat waktu sekali, ya. Sudah pesan makanan?

Tentu belum! Kami menunggumu! Ayo, minum dulu!/ Nanti saja.

Ato kita pesan dulu./ Jangan repot-repot. Biar dia saja.

Hei, Bro! Tadi malam asyik, kan?/ Kemarin orang ini di sini...

Hei, aku tahu kau di mana!/ Bagaimana kau tahu?

Muridmu memberitahuku, tadi malam kau membuat kue...

...dan kau tidak makan malam sama sekali.

Kau sialan! Katamu kau pergi memancing dengan adikku.

Aku... Bro! Aku memang pergi memancing dengannya.

Ayo, kau saja yang jelaskan./ Begini ceritanya.

Kemarin ia meneleponku saat aku membuat kue.

Katanya ia di Dermaga Kowloon, dan ada banyak ikan di sana.

Kau tahu aku menyukainya.

Jadi, aku setuju ke sana untuk menangkap ikan.

Kuhentikan kerjaanku, lalu naik taksi untuk bergabung dengannya.

Lalu mana ikannya? Aku tak lihat kau bawa ikan ke rumah.

Ia cuma pura-pura. Ini tak ada hubungannya dengan ikan.

Karena kau sering memaki...

...maka kami bebaskan ikan-ikan itu agar tak kena Karma.

Dia juga membantu!

Brengsek! Katamu kalian bermain mahjong semalaman?

Mereka pergi memancing!

Tidak, Sayang, sebenarnya tidak main mahjong semalaman.

Hei, Bro! Sial Kau! Ceritamu jadi berbelit-belit!

Sebaiknya kau luruskan ceritanya!

Sebenarnya, begini ceritanya:

Saat kami sedang duduk memancing...

Dia menelepon dan ingin bermain mahjong...

Karena kami juga ingin main dan beristirahat, kami suruh ia membawa...

...kartu mahjong ke dermaga dan bermain 4 ronde.

Itu tempat keberuntungan! Aku menang terus-menerus.

Murni, Tiga Naga Agung, Empat Berkat Agung...

Mereka mengira aku adalah Dewa Mahjong.

Kau hebat, Ya? Lalu siapa yang kalah?

Si Wong tua dari toko di jalan itu!

Wong? Katamu Wong itu meninggal dan kau harus begadang?

Bagaimana bisa ia kalah?

Bro, tolong kau coba jawab salah sangka ini.

Aku lagi?/ Lakukan saja sebisamu.

Cerita pada akhirnya begini:

Saat kami bertiga main mahjong di dermaga...

...kami putuskan mengajak Wong ikut main.

Tapi saat kami menghubunginya, ternyata ia sudah meninggal.

Karena ia begadang...

...maka kami putuskan membawa mahjong ke rumah duka.

Kalian main mahjong di tempat orang berduka?

Tak ada taruhan uang, dan di sana AC-nya bagus.

Yang terpenting, tak ada keluhan jika hanya main beberapa ronde.

Sekarang sudah jelas keberadaan kami semalam.

Kita harus pesan makanan terbaik, oke?/ Tunggu!

Apa lagi?

Bukan semua yang di sini./ Siapa lagi yang terlewatkan?

Ibu menemukan gadis dari Kanada...

...dan membawanya kemari untuk dipertemukan denganmu./ Apa?

Sial! Kenapa ia belum juga datang?

Permisi, ini keluarga Cheung?

Kau Ching, ya?/ Benar. Ny. Cheung menyuruhku kemari.

Duduklah, Ching, kami sudah menunggumu.

Jadi, Ching, kau ke Hong Kong untuk kerja atau liburan?

Sebenarnya aku pramugari, terbang ke mana-mana.

Saat kembali ke Canada, Ny. Cheung terus memintaku...

...berkunjung dan ikut makan malam bersama kalian.

Tenang saja, kami tiga saudari yang ramah.

Kalian kakak-adik?

Cewek bule itu hasil adopsi, jadi ia tak secantik kami.

Banyak juga orang yang sekacau itu.

Senang berjumpa denganmu! Gadis cantik!

Kau pramugari, ya?

Aku di bagian keamanan, jadi kita seragam

Ini sudah ditakdirkan./ Bodoh!

Ini kencan buta adikmu, bukan kau!

Jika kau tak duduk sekarang juga, kupotong urat nadiku, kau bajingan!

Hei, Adik! Cari tahu ia mau makan apa!

Pakai mangkuk tak apa?

Keluarga kami suka minum teh dengan cara ini.

Bukankah kelihatan lebih baik dengan mangkuk?

Kau sudah capek? Mau nonton film?

Jika kau tak mau, tak perlu memaksa diri.

Apa? Kenapa memaksa diri? Terlihat begitu?

Aku memang ingin mengajakmu nonton film.

Dan sebenarnya... kita tak perlu pura-pura lagi.

Apa maksudmu?/ Kaukira aku tak tahu?

Kita di sini malam ini karena desakan ibu kita.

Tapi kuharap kau tak keberatan jika aku terus terang.

Apa?/ Kau bukan cangkir teh-ku

Tak apa, karena kau bukan tipeku juga.

Maka itu bagus!

Kenapa?/ Aku sudah punya pacar.

Punya pacar tapi tetap kencan buta? Itu 'kan curang.

Cuma bercanda.

Biar kuperkenalkan, ini pacarku, Taro.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left