The first 200 lines.
ATLANTA, GEORGIA 2001
Ya ampun.
Aku tak tahu hal ini.
Salah semua. Sialan.
Tidak.
Teddy! Makan malam, sayang.
Ayahmu sudah menunggu.
BUKU PANDUAN UJIAN PRESTATIF
Apa maksudmu memprotes ujian akhir?
Sepertinya ada yang belum siap.
- Aku sudah siap. - Hmm.
Untuk melawan.
Pak, ujian baku itu rancu secara budaya.
Aku disuruh menghitung jumlah rata-rata ikan duyung,
yang ada di Florida.
Apa hubungannya dengan kehidupan orang kulit hitam Amerika?
Kau dengar itu, Gladys?
Omongannya seperti Menteri Louis Farrakhan.
Kau tahu, Teddy?
Saudara kembar kamu, Dennis ini, orang kulit hitam,
dan dia dapat nilai 1500 saat latihan ujian.
- Sebenarnya 1540, Ayah. - Ah!
Hebat. Itu baru anak Ayah.
Itu keahlianku. Yaitu lebih pintar daripada Teddy.
Ada masalah apa sebenarnya, Teddy Bear?
Hmm?
Kau butuh bantuan?
Apa itu masalahnya?
Aku tak tahu, Bu. Sepertinya...
mungkin aku memang butuh bantuan.
Minta bantuan saja pada buku pelajaranmu!
Kau mengisi nama saja itu nilainya sudah 400.
Kau tahu cara mengeja namamu, kan?
T-H-E... Apa?
Kau salah.
Tak ada hutuf "H" di namaku.
Dia mengeja nama aslimu.
"Theodore."
Hilang sudah nilai 400.
Dia naksir anak Cina di sekolah.
Tutup mulutmu!
Semuanya duduk.
T-H-E...
Jangan lihat dia. Stewart itu brengsek.
Semuanya, tutup buku kalian dan kerjakan soalnya.
Selesai.
Kau sudah kerjakan semua soalnya?
Bukan. Aku sudah muak dengan semua ini.
Aku muak.
Kau pikir aku domba, Marv?
Tidak.
Kalian jadi domba saja seterusnya.
- Aku tak mau jadi domba lagi. - Tn. Walker.
Aku tak bisa menirukan suara domba tapi kalian tahu maksudku.
Terserah kalian kalau mau percaya omongan orang,
yang pada akhirnya membuat kalian untuk berhutang.
Muka kalian sudah seperti kredit macet.
Dan kalian semua akan terlilit hutang sampai bangkrut.
Aku akan jadi pemenang. Sukses di kehidupan nyata.
Kerja dengan layak. Bisa beli mobil mewah,
Dan punya pacar cantik.
Kalian semua tak akan bisa.
- Ted, keluar kau! - Denise toket'nya berbulu.
- Rahasia terbongkar. - Keluar kau! Bikin malu saja.
Kalian semua itu domba. Kalian semua domba!
Persetan kalian!
- Dasar bodoh. - Aku akan jadi orang kaya.
Ngomong-ngomong, aku rasa toket'nya Denise luar biasa.
Marv, diam kau!
7 Tahun Kemudian
Proyek ini menyita waktuku.
- Ayo. - Ya ampun, aku capek sekali.
Kesini.
- Terima kasih, sayang. - Tak masalah.
Aku sangat gugup tentang malam ini.
Sukurlah kau datang.
Kenapa kamu gugup?
Lis, kerjamu bagus. Kau pasti bisa.
Kau akan jadi pusat perhatian kota Atlanta.
Baiklah.
Apakah Maya yang cantik akan datang juga nanti malam?
Aku tak suka dia.
Koki Clemont mengundang seluruh tim'ku makan malam.
- Jadi yang sopan, ya? - Ya.
- Pujilah dia sekali waktu. - Baiklah.
Aku sayang kamu.
Sayang kamu juga. Dah.
Hei, Maya!
- Hei, Teddy. - Kamu cantik sekali hari ini.
Terima kasih.
Bukan berarti aku menyukaimu seperti aku menyukai pacarku,
karena aku tak akan berani.
Abaikan saja. Ayo pergi.
- Aku suka rambut palsumu. - Teddy!
Atau wig. Terserah lah.
Ini rambut asliku.
Kau cantik sekali.
Aku akan diam.
- Kau tahu maksudku, kan? - Dia iri karena kecantikanmu.
Aku salah ngomong.
Kacau sekali.
Lihat, Teddy sudah datang.
- Teddy! - Yo, Teddy!
Namaku Teddy dan aku disini untuk barbekyu'mu luar biasa.
Esther, badanmu termasuk kecil tapi aku yakin hatimu besar.
Itulah sebabnya aku sarankan Big Steel padamu.
Tak semua wanita bisa memakai baja sebesar ini.
- Tapi aku tahu kau bisa. - Mmm!
Pitbull, ya?
Como te llamas? Me llamo Pitbull.
Dale!
Kau bukan orang Spanyol, ya?
Aku bisa lihat dari matamu, Morris.
Tapi aku juga tahu sepertinya istrimu tidak setuju.
Tapi bukan dia yang mengatur keuanganku.
Nikmatilah!
Kau tak pernah mengecewakanku.
Jangen berlebihan begitu, bung. Jangan mulai lagi.
Kau lihai sekali.
Aku tak pernah bisa membujuk si brengsek itu untuk membelinya.
Saat aku lihat dompet orang itu, aku yakin bisa bujuk dia. Dan itu benar.
Teddy, kau itu seperti anak laki-laki yang tak pernah aku miliki.
Tapi kau punya anak laki-laki, si Joe Junior.
Ya, dia memang anakku cuma aku tak begitu bangga padanya.
Lihat saja dia.
Maksudku adalah, beberapa tahun lalu
aku berani memberi kesempatan seorang bocah berjerawat,
Si Gary Coleman kecil,
Si bocah culun.
Dan hasilnya luar biasa untuk bisnis kita.
Jadi aku putuskan saat pensiun nanti,
aku akan wariskan Barbecue City...
...kepadamu.
Bisa kau ulang lagi?
Apa? Jangan bercanda.
Aku serius.
Ya Tuhan, Joe.
Badanku merinding.
- Ya! - Badanku merinding semua.
Aku tak tahu harus bilang apa, bung. Terima kasih.
Aku yang terima kasih...
...anakku.
Apa maksudmu, Joe?
Peluk aku, Tn. Drummond.
Peluk aku.
Semua ini milikmu, Teddy.
- Apa pendapatmu? - Oh...
- Bagus sekali. - Benarkah?
Ya.
Tapi sebagai penasehat keuangan tidak resmi,
aku wajib bilang kalau cincin ini terlalu mahal untukmu.
Santai saja.
Lisa orangnya baik sekali. Dia tahu siapa kamu.
Lisa tidak tahu siapa aku.
Lisa kenal aku sebagai sales barbekyu yang sukses.
Marvin kenal aku sebagai anak SMU putus sekolah yang hidupnya pas-pasan.
karena aku pacaran dengan wanita yang lebih kaya dari aku.
Hidupmu penuh dengan tagihan hutang.
- Hentikan itu. - Mobil Porsche, apartemen mewah.
Apa yang mau kau buktikan?
Padahal tiap kali kita nongkrong, dia yang selalu ingin traktir.
Saat aku membiarkan dia mentraktir kita, saat itulah aku akan kehilangan dia.
- Dan kau tahu itu. - Aku tak tahu kenapa begtu gugup.
Hai.
- Hai. - Lisa.
- Hai! - Bienvenue.
Lisa itu hal terbaik dalam hidupku.
Aku tak mau kehilangan dia, bung.
- Aku bilang ke mereka. - Benar.
Dia yang bilang.
- Ooh. - Lihat itu.
- Makan penutup - Wow. Terima kasih.
Koki Clemont juga bilang semua ini gratis.
Dia yang traktir.
- Wow. - Aku tahu dia akan begitu.
Tolong bilang aku hargai itu tapi aku tetap akan bayar.
- Baiklah. - Oke, tunggu dulu.
Tunggu sebentar, sayang.
Nanti dia tersinggung. Kau adalah tamunya, kan?
Jangan mau ditraktir oleh klien agar kau tidak merasa berhutang padanya.
- Benar itu. - Terima kasih, Lisa. Aku hargai itu.
- Silakan bayar kapan saja. - Terima kasih.
Kalau itu maumu, sayang. Aku saja yang bayar...
Jangan.
Sayang, ini urusanku. Ada 8 orang disini. Aku bisa bayar.
- Pasti ada diskon juga, kan? - Ya.
Ini bukan soal itu. Ini urusan pengeluaran bisnis.
- Baiklah. - Ayolah.
Tunggu sebentar Lisa.
Lis, ini memang urusan bisnis,
tapi jelas Teddy yang ingin bayar.
Kita sedang merayakan keberhasilanmu. Jadi biarkan saja.
Ya kan,Teddy?
Ya.
Wow.
Ya.
Kenapa kita kurang akrab, ya? Padahal kau begitu mengenalku.
Aku yang bayar.
- Aku cinta kamu. - Aku juga cinta kamu.
- Cinta orang kulit hitam. - Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.