The first 200 lines.
Halo?
Kau sudah sampai di mana?
Sudah dekat, lima menit lagi.
Sudah bergadang dua malam. Kau pasti lelah sekali, ya?
Di profesi kami ini, mana ada yang tidak bergadang?
Aku sudah terbiasa.
Setelah proposal disetujui, aku akan tidur untuk memulihkan diri.
Jangan terlalu membebani dirimu sendiri. Tampillah seperti biasa saja.
Dengan kemampuanmu, pasti bisa.
Oh, ya. Aku sudah mengirimkan data Tongchen kepadamu.
Coba kau lihat.
Halo?
Bisakah kau mendengarku? Halo?
=Bidikan Kupu-Kupu=
=Episode 1=
Selamat pagi, Kak Jin!
Pagi.
Kak.
Tim Tongchen sudah sampai. Bu Shen sudah masuk.
Baik.
Selamat pagi, Kak Jin!
Pagi.
Kak. Kopi.
Sudah sampai? Cepat! Ayo, kuperkenalkan kepada kalian.
Yang ini, adalah mitra teknologi dari Teknologi Tongchen, Pak Li.
Dia pebisnis baru di bidang teknologi yang baru pulang dari luar negeri.
Sedangkan ini adalah direktur kreatifku,
dan juga mitra bisnisku. Bu Cen, Nona Cen.
Halo, namaku Cen Jin.
Li Wu.
"Wu" yang berarti kabut.
Ayo kita langsung mulai.
Baik.
Aku akan jelaskan dulu secara singkat.
Pada Pameran Seni Lingkungan
Titik Kritis Bumi kali ini,
kami ingin memulai dari tema "ikatan".
Membahas ikatan antara bumi dan manusia,
serta ikatan antara manusia dan semua makhluk.
Manusia, alam dan semua makhluk tidaklah terisolasi atau terpisah.
Manusia, gunung, sungai, danau, laut, tumbuhan, pepohonan dan hutan,
sama seperti semua hewan
yang pada dasarnya merupakan bagian dari alam.
Semua makhluk saling terikat, saling bergantung dan hidup bersama.
Hanya saja, sering kali, kita melupakan hubungan ini.
Aku pergi ke mal terdekat dan membelikanmu jam tangan elektronik.
Itulah inti dari kampanye kami kali ini.
Seiring berjalannya rencana, kami akan terus melengkapi
dan menyempurnakan detailnya. Terima kasih semuanya.
Maaf.
Namun, menurutku ini sangat cocok untuknya.
Aku ingin bertanya tentang ikatan antara manusia
dan semua makhluk yang Bu Cen sebutkan tadi.
Apakah itu bisa dijelaskan dengan jelas
di lokasi pameran kami hanya dengan beberapa gambar?
Kita tentu tidak bisa hanya mengandalkan
beberapa gambar untuk menyampaikan secara lengkap
makna mendalam dari ikatan.
Di lokasi pameran,
kami akan mengandalkan multi media untuk menunjukkan pameran,
pengalaman interaktif, dan juga pajangan benda nyata,
serta berbagai cara
untuk bersama-sama membangun makna yang kaya dari tema "ikatan"
sehingga dapat memahami lebih dalam arti di balik kata "ikatan" ini.
Lalu, bagaimana pendapat Bu Cen tentang arti dari kata "ikatan" ini?
Bagiku, ikatan adalah hubungan dan interaksi antar-kehidupan.
Tanggung jawab dan hubungan yang sulit dilepaskan.
Seperti layang-layang yang ditarik benangnya,
meski tertiup angin jauh,
tidak perlu khawatir ia akan kehilangan arah atau terjatuh.
Selama benang di tangan tidak putus, ikatan akan tetap ada.
Tentu, ikatan tidak hanya terbatas pada ikatan emosional antar manusia.
Jadi...
Jadi, bagi Bu Cen,
bila benang ini terputus karena hujan badai atau ulah manusia,
semua keterkaitan di dalamnya akan lenyap, apakah benar?
Jadi, kalau hal tidak berwujud seperti perasaan,
bagaimana cara menentukannya?
Tidak apa-apa, aku hanya menanyakan pertanyaan kecil dariku sendiri.
Bu Cen tidak perlu buru-buru memberiku jawaban.
Selanjutnya Tongchen dan Shengcan masih akan
bekerja sama untuk waktu yang lama.
Semoga melalui usaha kita,
kita bisa menjelaskan kata "ikatan" dengan lebih baik dan mendalam.
Terima kasih, Pak Li.
Li. Li?
Apakah tidak ada?
Li, di mana cucumu?
Li!
Baik, terima kasih.
Aku tidak haus.
Yan.
Baik.
Namamu Li Wu, ya?
Kami datang untuk membantumu.
Silakan duduk. Duduklah.
Li Wu, ini Tuan Wu. Ini adalah Nona Cen.
Nona Cen ini adalah putri Pak Cen.
Mereka berdua sengaja datang dari Kota Yi ke sini.
Halo.
Dia cukup sopan.
Nilainya juga bagus. Juara pertama setiap tahun.
Tunjukkan pada mereka.
Tidak perlu.
Tempat ini sungguh panas, ya. Meski udaranya segar.
Halo?
Kau di mana?
Aku di kamar mandi.
Bagaimana dengan orang Tongchen?
Aku baru mengantar mereka pergi.
Kurasa mereka cukup puas dengan proposalnya.
Kau ada acara malam ini?
Jika tidak ada acara, aku ingin mentraktir mereka makan malam.
Berjuang agar kontrak cepat disepakati.
Baik.
Apakah kau benar-benar paham arti ikatan?
Cinta adalah ikatan,
begitu pula benci.
Namun, acuh tak acuh bukanlah ikatan.
Bertahun-tahun ini, kau tidak pernah menghubungiku sekali pun.
Maaf.
Aku tidak sempat datang tepat waktu pada rapat sore tadi.
Aku bersulang untuk semuanya dulu.
Terima kasih, Pak Cheng.
Semuanya pasti sudah lapar, 'kan? Cepat makan.
Baik.
Ikan kuning dengan kue beras ini adalah masakan andalan di sini.
Jika tidak dipesan dulu, biasanya tidak akan kebagian.
Cepat kalian cicipi.
Baik.
Akar teratai isi hati angsa ini juga sangat terkenal.
Benar. Ini juga enak.
Bu Shen.
Untuk proyek kita selanjutnya,
apakah Anda juga yang bertanggung jawab berkoordinasi dengan kami?
Untuk proyek sebesar Tongchen ini,
seluruh staf perusahaan kami pasti akan terlibat.
Namun,
penanggung jawab utamanya adalah Bu Cen. yang memegang kendali penuh
dan mengawasi segala aspek.
Jangan lihat Bu Cen masih sangat muda, tetapi dia sangat kompeten.
Kampanye pemasaran Teknologi Bingdian sebelumnya,
apakan kalian pernah memperhatikannya?
Itu sepenuhnya ditangani oleh Bu Cen.
Kalau begitu, bagus sekali. Kami ucapkan terima kasih sebelumnya.
Sudah seharusnya.
Kalau begitu, haruskah kita...
Kami akan mencurahkan seluruh upaya untuk mencapai hasil terbaik.
Mari kita bersulang untuk kedua direktur.
Ayo, terima kasih, Pak Li. Terima kasih, Pak Cheng.
Semoga kerja samanya lancar.
Sepanjang malam ini, kau terus murung. Kau kenapa?
Tidak apa-apa.
Bu Shen, Kak,
temanku datang menjemputku. Aku duluan, ya.
Oke.
Sampai jumpa.
Hati-hati di jalan.
Aku juga sudah memanggil sopir pengganti. Bagaimana kau pulang?
Aku juga sudah memanggil taksi.
Kenapa tidak minta Dokter Lu-mu untuk datang menjemputmu?
Sudah larut.
Takut apa kalau larut?
Kau tidak tahu betapa sukanya dia dengan kesempatan begini.
Sopir penggantiku sudah tiba. Aku pergi dulu, ya.
Baik.
Sampai jumpa lain kali, ya.
Sampai jumpa lagi.
Aku pergi dulu.
Kak Cen Jin, kami duluan, ya. Sampai ketemu lagi.
Sampai jumpa.
Dari tadi pura-pura tidak kenal. Kau membuatku jadi canggung.
Tidak.
Masih tidak? Wajahmu kaku sekali.
Benar-benar tidak.
Benar-benar tidak.
Sudahlah. Jangan membohongiku.
Hari ini kau sendiri yang bersikeras datang.
Kau sudah datang, santai saja.
Kita masih harus kerja sama ke depannya.
Du,
berhenti di persimpangan depan.
Baik.
Sudahlah, aku tidak bicara lagi.
Bu Shen membuat grup kerja. Kau juga balaslah.
(Terima kasih atas kepercayaannya. Semoga kerja samanya lancar!)
Pinjam ponselmu sebentar.
Habis pakai langsung kukembalikan.
(Pengalaman baru, hari ini, mari menjadi pemanah ulung)
(Pengalaman baru, hari ini, mari menjadi pemanah ulung)
Siapa pria ini?
Pacar Kak Cen Jin?
(Kenapa tidak minta Dokter Lu-mu untuk datang menjemputmu?)
(Kau tidak tahu betapa sukanya dia dengan kesempatan begini.)
Tidak pakai lagi?
(Dia sangat tidak memiliki hati nurani. Sungguh tidak tahu balas budi.)
Halo.
Halo.
Apakah ini Bu Cen Jin?
Bisa tahu kau siapa?
No comments yet. Be the first to leave one.