Suspicious Partner

Suspicious Partner (수상한 파트너)

Download Indonesian Subtitle

Release info

ㅡㅡㅡ 수상한 파트너 Suspicious Partner E01 & E02 SBS ㅡㅡㅡ
A Commentary by oohthifa94
Jangan lupa rate! Sorry for typo(s), enjoy! ***Ralat: Bukan surat lamaran, tapi autobiografi.

Tags

other
Published on: 2017-05-11
Downloads: 61
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku hanya perlu menulisnya seperti surat lamaran, kan?

Aku sering membacanya, tapi ini pertama kalinya aku menulis.

Saat aku masih kecil, aku...

Astaga, maaf.

- Kemari. - Astaga, maaf.

- Permisi. - Maaf.

Cepat.

Maaf.

Itu kau, bukan?

Maaf?

Jika aku naik kereta bawah tanah 10 kali, aku bertemu orang sepertimu setidaknya sekali.

Senang bertemu denganmu.

Kau bicara denganku? Apa kau kenal aku?

Ya, sangat kenal. Aku punya trauma karena orang mesum sepertimu.

Um, kau tidak memanggilku orang mesum, kan? Hey.

- Memang benar. - Kau anggap aku apa?

- Orang mesum yang mabuk. - Kenapa?

Kau baru menyentuh pantatku dengan sangat menjijikkan.

Kenapa juga aku menyentuh pantatmu?

Itu pertanyaanku. Kenapa kau menyentuh pantat orang lain?

Aku tidak menyentuhnya!

Aku tidak menyentuhnya, sumpah.

Maksudku, kenapa kau pikir aku melakukan itu--

Kau pikir ini pertama kalinya aku melihat orang mesum dengan jas?

Siapa yang kau coba bohongi? Mataku tajam untuk hal seperti ini.

Wow, kau menghayal. Hey--

Ini adalah tindakan kekerasan seksual di bawah pasal 13 untuk pelecehan publik.

Dan kau bisa dapat hukuman setahun atau denda 3 juta won.

Bukan pasal 13, pasal 11. Mari kita luruskan masalah ini.

Lihat, lihat. Kau ketahuan. Kau sering melakukannya, kan?

Maaf, tadinya aku tak akan memberitahumu siapa aku--

Kenapa kau melakukan ini?

Apa itu menyenangkan menyentuh pantat orang?

- Kapan aku menyentuh-- - Apa menyenangkan telanjang di depan umum?

- Pakai celana dalammu. - Aku tidak melepasnya!

Kenapa kau pergi ke hotel dengan gadis lain ketika kau punya pacar?

- Hotel apanya? - Kenapa kau lakukan ini?

Kenapa kau melakukan ini padaku?

Maaf, bisa kau laporkan dia ke petugas keamanan?

Iya.

- Kau bajingan kotor. - Aku tidak kotor.

- Hey, kenapa kau menyentak? - Minggir! Aku harus turun.

- Jangan laporkan aku. - Jangan main-main denganku!

Itu bukan aku. Bukan aku!

Astaga.

Huh? Aku harus turun di sini.

Pintu akan menutup. Dimohon menjauh dari pintu.

Karena orang mesum di kereta bawah tanah, aku lupa kenapa aku datang ke sini.

Aku menerima pesan dari anonim 1 jam sebelumnya.

Apa ini?

Aku yakin, cuma lelucon.

Tapi karena aku sudah tahu itu, tak ada salahnya masuk ke dalam.

Bong Hee.

Aku terlambat.

Ada banyak kemacetan, ya?

Di jam ini, jangan mengambil line 6 di kereta bawah tanah.

- Kau mungkin bertemu wanita gila. - Wanita gila?

Dia benar-benar gila. Aku dibuat jadi pemabuk berkat dia.

- Pemabuk? Siapa? - Aku.

Aku tidak tahu kau begitu.

Aku merasa bersalah karena wanita itu.

Bagaimana itu terjadi?

Aku tidak tahu. Dia bilang punya mata yang tajam untuk pemabuk.

- Dia? - Kenapa dia begitu padaku?

Entahlah. Ini, minumlah.

Jelaskan padaku, apa yang terjadi.

- Tidak ada yang perlu dijelaskan. - Aku lihat kau di sini bersama wanita lain.

Tapi tak ada yang perlu kau jelaskan?

- Itu tak seperti yang kau kira. - Lalu apa itu?

Yang penting adalah, aku masih sangat mencintaimu.

Aku mungkin membuat kesalahan, tapi perasaanku padamu tidak berubah.

- Itulah yang penting. - Berapa kali?

Sudah berapa kali kau begini sebelumnya?

Kau takkan percaya bahwa ini yang pertama kalinya,

tapi kau akan terluka jika aku bilang aku sudah melakukannya sebelumnya.

Jadi kenapa kau bertanya begitu?

Sebenarnya, aku sudah tahu ada sesuatu yang aneh.

[Belum dibaca - Kau dimana? Apa kau sibuk?]

Balasan darinya jadi lebih dan lebih lama.

- Apa ada orang lain yang naik mobilmu? - Apa?

Oh ya? Aku tidak begitu ingat.

Tiba-tiba aku mulai merasakan sesuatu yang berbeda dari mobilmu./i>

- Ya? - Kau menelepon?

Dan tanggapanmu jadi lebih telat dan telat.

Aku tahu kau sudah berubah, kau memiliki wanita lain,

dan kau itu si brengsek yang suka selingkuh.

Tapi aku pura-pura tidak tahu.

Aku secara sukarela ditipu.

Intinya, aku salah. Aku akui itu. Aku takkan melakukannya lagi.

- Aku bersumpah. - Apa ini lelucon bagimu?

- Lalu aku harus bagaimana? - Cobalah untuk serius dan jujur, brengsek.

- Aku masih muda, Bong Hee. - Terus?

Ada beberapa pria yang akan menolak wanita baik-baik yang suka pada mereka.

Begitulah yang terjadi.

Itu cuma kencan satu malam.

Jadi kau bilang, karena kau masih muda, kau tak bisa menahannya.

- Aku takkan melakukannya lagi. - Kau berusaha agar tidak ketahuan lagi.

Kau bilang akan lebih hati-hati saat kau selingkuh di lain waktu.

Aku salah, aku sudah bilang.

Kalau kau minta maaf, apa itu berarti tidak ada yang terjadi?

- Lalu haruskah kita putus? - Tidak, tunggu.

- Apa? - Aku akan putuskan, kapan kita putus.

Jadi sebaiknya kau menunggu.

- Hey, Eun Bong Hee. - Ah.

Kita buat adil saja. Aku juga masih muda.

Ayo kita putus setelah aku kencan satu malam, sama seperti kau.

- Hey, kau wanita. Bagaimana-- - Kenapa aku tidak bisa?

- Aku cuma bilang-- - Hey.

Aku akan tidur dengan pria pertama yang aku temui.

- Eun Bong Hee. - Tunggu dan lihat, aku melakukannya atau tidak.

Menyerahlah, Eun Bong Hee.

Kau mau tidur denganku?

Tentu, ayo tidur bersama.

Syukurlah. Kau muda dan tampan.

Benarkah?

Kapan aku menyentuh pantatmu? Aku tidak melepasnya. Hotel apa?

Orang mesum di kereta bawah tanah?

Kau sedang apa? Ayo pergi.

Hey, tunggu...

Hey, berhenti! Berhenti! Hey, berhenti!

Eun Bong Hee, berhenti di sana!

Kalau kau pergi seperti ini, kita benar-benar berakhir.

Ayo pergi.

Tunggu.

Dasar!

Aku tak ingin kau berpikir bahwa aku serius.

Aku tingkat 4 di Tae Kwon Do--

- Biarkan aku beri peringatan serius. - Apa?

Aku bukan pemabuk.

- Kau bukan? - Bukan!

- Apa kau menarikku untuk mengatakan itu? - Kau pikir aku sungguh ingin melakukannya?

- Kau tidak? - Kita takkan mendapatkan kamar.

Kau tidak berpikir?

Kupikir kau agak kasar. Aku mampu berpikir.

Kupikir kau lebih buruk. Kau buat orang tak bersalah jadi orang mesum yang mabuk.

Aku tak pernah merasa begitu salah atau sangat dipermalukan sepanjang hidupku!

Aku sangat percaya pada mata untuk mata, dan gigi untuk gigi.

Tapi wow, kau beruntung. Aku seorang pria sejati.

- Itu bukan kau? - Aku sudah bilang berkali-kali.

Pokoknya, jangan menuduh orang tak bersalah atas kejahatan mulai sekarang.

Ada apa denganmu, Eun Bong Hee?

Dan ada satu hal lagi yang perlu kukatakan.

Jangan sembarangan bertemu pria di jalanan.

Ada banyak bajingan gila yang mau tidur denganmu.

Ah, mungkin aku terlalu keren saat bilang itu tadi.

Eun Bong Hee!

Hey, apa yang kau lakukan?

- Kenapa lagi ini? - Apa maksudmu?

- Kenapa kau-- - Bisa kau bantu aku sekali saja?

Ayo jalan, Pak.

Untuk banyak alasan, Aku minta maaf, dan berterimakasih.

Tidak perlu. Aku tidak akan menerima maaf atau apresiasimu.

Aku mengerti.

Soal yang tadi...

Aku biasanya tidak memegang orang asing dan meminta mereka untuk tidur denganku.

- Tapi karena harga diri-- - Kau tidak perlu menjelaskan.

Kau mau minum denganku?

Aku tidak bermaksud begitu. Kupikir kau tampak bisa dipercaya.

Jadi aku ingin berbagi minuman sebagai tanda apresiasiku.

- Tidak perlu. - Iya.

Pak, bisa tolong turunkan aku di tikungan?

Jangan duduk.

Aku sudah duduk.

Pergilah.

Aku mau bergabung denganmu karena kau tampak menyedihkan. Kenapa tidak?

Aku tak pernah memberi izin untuk mengasihaniku.

Jika itu kesempatan lain, aku akan mengasihanimu sebagai gantinya.

Wanita ini!

- Kenapa kau tidak pergi? - Kau ingin aku pergi?

Ini.

Kupikir kau sengaja meninggalkannya.

Apa ini?

Aku senang melihat wajah yang tak asing.

Aku tidak dapat telepon atau pesan dari siapapun.

Aku merasa seperti penyendiri.

Tapi kenapa aku sangat senang? Melihat wajah yang tak asing?

Kurasa kau benar-benar sengaja meninggalkannya.

Mungkin iya.

Aku hanya datang untuk mengembalikan ini...

Hey, tunggu...

Bersulang.

Astaga.

Kau mau tidur denganku?

Tentu, ayo tidur bersama.

Hey, tunggu. Kau bilang 1 botol itu batasmu.

- Ini botol ketiga. - Ini 1 botol.

Untuk minuman keras.

Ya ampun, apa sih ini?

Aku di mana?

Rumahmu di sini?

Tidak mungkin, aku hanya istirahat.

Jadi, rumahmu di mana?

Aku tidak punya rumah. Rumah di Seoul terlalu mahal.

Aku akan beli ketika aku dapat lebih banyak uang.

Tunggu.

Hey.

Apa aku melemparkan diriku padanya?

Aku harus bagaimana? Apa yang harus kulakukan dalam situasi ini?

Haruskah aku menyapanya? Minta maaf? Terima kasih

Wow.

More Indonesian subtitles for Suspicious Partner

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left