The first 200 lines.
Pegawai Spirytus biasanya menangani pekerjaan menyiksa.
Tapi malam ini…
Terima kasih sudah memilihku.
Mereka berubah menjadi pangeran.
Hostes?
Ya.
Ada kelab hostes yang memberiku banyak informasi.
Tapi semua hostes di sana sakit.
Mereka ingin kita membantu mereka.
Kami tak punya pengalaman.
- Mereka akan mengajari kalian. - Hostes?
Kelabnya bernama NOX.
Itu kelab tempatku bekerja dahulu.
Itu membuat semuanya lebih mudah.
Sero, lama tidak bertemu!
Halo.
Aku tidak menduga kau bekerja di Spirytus sekarang.
Aku juga terkejut.
Aku tidak menduga NOX berhubungan dengan Spirytus.
Itu rahasia.
Kalau dipikir-pikir…
Kurasa sia-sia jika kalian hanya menjadi penyiksa.
Manajer, seka air liurmu.
Apa yang dilakukan hostes?
Mengobrol?
Basa-basi sudah cukup, bukan?
Kurasa aku tidak punya pilihan.
Sepertinya
aku harus menjadi mentor kalian.
Ser…
Sero?
Bukan.
Aku Serome.
Kau punya nama lain?
Setidaknya kalian harus tahu dasar-dasarnya saat menghadapi pelanggan.
Anggap saja aku wanita manis.
Berlatihlah denganku.
Wanita manis?
Aku tidak bisa melakukan ini.
Dilihat dari mana pun, itu Sero.
Aku manis, bukan?
Kau sungguh tidak tahu malu.
Ayo, cepatlah.
Baiklah.
Senang bertemu denganmu. Aku Mike.
Astaga, kau manis sekali.
Aku Hugh.
Astaga, kau manis sekali.
Tidak ada lagi yang ingin kau katakan?
Nona Serome,
alat penyiksaan apa yang kau suka?
Hei!
Apa pendapatmu tentang Pasal Enam, Ayat Tiga UU Penyiksaan?
Pilih topik yang lebih menarik!
Kurasa ini topik yang paling menarik.
Astaga, orang-orang bodoh ini hanya tahu soal penyiksaan!
Jangan bicarakan penyiksaan untuk saat ini.
Mari fokus berbincang saja.
Baiklah.
Benar juga. Tugas hostes adalah menyajikan minuman.
Kenapa kau menuangkan miras yang kuat?
Kukira kau akan lebih cepat mabuk seperti ini.
Apa gunanya membuat pelanggan mabuk?
Astaga!
Kalian semua gagal!
Akan kutunjukkan caranya.
Seharusnya kau melakukan itu sejak awal.
Kau manis sekali, Mike.
Kau mengatakan itu kepada semua orang.
Benar.
Tapi tahukah kau?
Kau yang paling manis.
Wah!
Hugh, kudengar kau mahasiswa.
Ya.
Aku suka penyiksaan, jadi, aku mempelajari hukum penyiksaan.
- Berdasarkan hukum saat ini… - Luar biasa.
Maaf karena membicarakan hal yang membosankan.
Tidak apa-apa.
Aku tidak tahu banyak tentang hal-hal sulit,
tapi aku senang bisa mempelajari
hal yang kau suka.
Wah!
Sero luar biasa.
Boleh minta apinya?
Tentu.
Hal buruk seperti ini
harus dilakukan dengan wanita cantik.
Kau membencinya!
Tak ada yang salah! Cuma agak norak.
Baiklah, saatnya kelab buka!
- Baik! - Baik!
Begitulah,
- para pangeran tersudut. - Omong-omong, bukankah itu luar biasa?
- Mengandalkan kecerdasan dan keunikannya. - Terima kasih.
- Entah bagaimana, mereka bisa berhasil. - Kau juga sudah bekerja dengan baik.
Kami menghasilkan cukup banyak uang hari ini.
Tidak mungkin.
Kenapa?
Terima kasih untuk hari ini! Kalian sangat membantu!
Berkat kalian,
bisnis kami lancar.
Kalian bisa menjadi hostes yang baik.
Lagi pula, keahlian kami adalah mendengarkan orang.
Jika mirip, bukankah lebih baik jika kalian bekerja sebagai hostes?
Silakan bergabung dengan kami kapan saja.
Kurasa penyiksaan lebih baik.
Begitulah.
Itu malam yang seperti mimpi bagi para pangeran.
Hera?
Tapi sayang sekali mengakhirinya seperti ini.
Hostes Spirytus terdengar seperti ide bagus.
Tidak.
Aku haus.
Apa ini? Aku belum pernah melihat ini.
Entahlah. Ini ada di sana.
Apa ini hadiah?
Aku juga mau.
Rasanya pahit dan manis. Minuman apa ini?
Apa? Kertas ini…
(IZYA: AKU MEMBUAT OBAT BARU MENARIK, GUNAKAN HATI-HATI)
Ini obat buatan Iz.
Obat aneh apa lagi kali ini?
Hei.
Semuanya jadi mengecil!
Manis sekali!
Aku belum berubah sama sekali!
- Manis sekali! - Tenanglah.
Kau manis sekali!
Diam. Hentikan.
- Aslinya aku masih orang dewasa. - Menggemaskan sekali!
Kenapa hanya Sero yang belum berubah?
Mungkin karena aku pernah mencoba prototipe ini.
- Jadi, aku kebal. - Iz!
Begitu rupanya.
Jadi, begitu.
Kalian juga?
Omong-omong, aku membeli pakaian anak-anak.
Pakai apa pun yang kalian suka.
Manis sekali!
Ada apa dengan pria ini?
Sero suka makhluk kecil dan manis, bukan?
Kau juga menjadi lebih manis!
Hentikan.
Bagaimana kita akan bekerja sekarang?
Kau benar.
- Pasti terlihat aneh, jadi, tidak usah. - Lepaskan aku! Hentikan!
- Kau benar. - Hei!
Kalau begitu, mari bekerja seperti biasa.
Mejanya lebih tinggi sekarang.
Ini gawat.
Kau bersikap seolah ini tidak masalah.
Lagi pula, kita tidak bisa bekerja. Haruskah kita pulang?
Kalau begitu, bagaimana jika kita merapikan dokumen?
Kalian hebat.
Lagi pula,
jika keadaan tiba-tiba kembali normal dalam perjalanan pulang,
kita akan mendapat masalah.
Kau benar.
Setelah fokus bekerja, aku menjadi haus.
Kau mau minum apa, Mike?
Aku juga lapar.
Aku akan membeli sesuatu.
Aku juga ingin makan sesuatu.
Baiklah.
Katakan kalian mau makan apa.
Aku akan belikan semuanya.
Kau membuatku takut.
Tapi anak-anak manis saat mereka bahagia.
Kau baik-baik saja?
Astaga.
Ini yang aku suka lakukan.
Nakal.
Aku sangat marah.
Kepalan tangan anak-anak sama sekali tidak sakit.
Akan kubalas kau.
Kita kembali normal!
Syukurlah.
Aku sudah muak dengan eksperimennya.
Kau bilang begitu, tapi tetap akan meminumnya, bukan?
Apa?
Semuanya membesar.
Kau yang mengecil.
Kenapa hanya aku yang punya jeda waktu?
Kau kebal, jadi, mungkin butuh waktu sampai obatnya bekerja.
Aku tidak mau ini berhasil!
Kau bahkan lebih manis kali ini.
Gawat! Aku tertangkap!
Kerja bagus.
Ini hanya penampilanmu,
tapi berbahaya membiarkan seorang anak pulang sendirian.
Ayah baik sekali!
Sero?
Apa kau Sero?
Luar biasa!
Cepat makan.
Baiklah.
Kurasa cukup menyenangkan menjadi anakmu.
Bolehkah aku menetap di sini?
Cepat pulang sana.
No comments yet. Be the first to leave one.