Near Death

Near Death

Download Indonesian Subtitle

Release info

Near Death 2025 WEBRip id
A Commentary by Kudalumping
01:34:47

Tags

webdl
manually_transcribed
Published on: 2026-01-29
Downloads: 27
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Julia, tolong.

Aku pacarmu.

Ayo kita bicara.

Aku berhak tahu perasaanmu.

Bukan malah mendiamkanku,

aku lebih suka kau bilang yang sebenarnya.

Tunggu aku sebentar. Ayo bicara.

Sialan! Julia!

Julia! Sial!

- Sial! Julia! - Apa yang terjadi?

- Julia! - Ada yang jatuh!

- Tolong dia! - Panggil ambulans!

Julia.

Julia, bagaimana kau bisa melakukan ini?

Semuanya aman?

Semuanya aman? Lakukan.

- Semuanya aman? - Aman.

Lakukan.

- Di sini dingin sekali. - Tolong aku.

Aku mau kembali.

Aku mau kembali.

Gelap sekali. Tolong selamatkan kami.

Aku tidak bisa menemukan jalan. Aku harus kembali.

- Kasihanilah kami. - Ampunilah dosa-dosa kami.

Aku tidak mau di sini. Aku mau hidup.

Kita di mana?

- Ini sangat menyakitkan! - Mohon ampunilah dosa-dosa kami!

- Ampunilah. Ampunilah. - Ampunilah.

MARKAS138 Kandang Para Juara

Kau jago bertahan hidup, lho!

Kurasa itu sebuah keajaiban.

Serius, tubuhmu mengalami jatuh yang cukup keras.

Dan operasi itu juga.

Aku tidak menyangka akan selamat.

Benarkah?

Jangan khawatir.

Yang terpenting kau pulih.

Istirahatlah sejenak dan ambil dari tempatmu.

Oh, terima kasih.

Ibu.

Julia semakin membaik.

Kami akan pulang hari ini.

Terima kasih, anakku.

Aku sangat menyayangi kalian.

Jangan lupakan itu.

Mia, seka air matamu.

Kau harus tetap kuat untuk Julia.

Ibu, kami membutuhkanmu.

Tolong, jangan seperti ini.

Aku juga menderita.

Apa yang terjadi pada kakakmu juga sangat memukulku.

Aku mengerti, Bu.

Seperti yang selalu kau bilang, 'kan?

Diaspora itu menyebalkan.

Aku harus pergi, oke?

Sampai jumpa.

Aku akan kembali, oke?

Memanggil Dr. Osbourne.

Silakan menuju ke ruang gawat darurat.

Kau milikku.

Kau tidak bisa melarikan diri dari sini.

Kami menginginkanmu.

Dia milikku. Tidak ada yang boleh menyentuhnya.

- Aku menginginkan tubuhmu. - Jiwamu terkutuk.

Kau tidak bisa lari, dasar jalang.

Berikan tubuhmu pada kami.

- Jiwamu akan menderita bersama kami. - Kau akan membusuk di sini.

Kau akan dihukum selamanya.

Berikan tubuhmu.

Kak, kau baik-baik saja?

Kau bermimpi?

Kau duluan saja. Aku akan ambil barang-barang dulu.

Berikan.

Dasar jalang.

Aku akan mengikutimu. Aku menginginkan tubuhmu.

Kau tidak bisa melarikan diri.

Kami menginginkanmu.

Aku mau hidup kembali dan bertobat karena sudah membunuh putriku.

Aku membutuhkan tubuhmu.

Kau akan dihukum selamanya.

Salve, ini kau. Maaf, kukira…

- Apa kabar? - Aku baik-baik saja.

Bagaimana denganmu?

Julia.

Ya?

Tolong jangan pernah melakukan itu lagi ya?

Kau sudah berdosa pada Tuhan.

Aku menyadari itu, Salve.

Kurasa saat kau mencapai titik terendah, kau kehilangan akal.

Berpegang teguhlah pada Tuhan. Bertahanlah, Julia.

Ada apa dengannya?

Infeksi bakteri.

Mereka bilang dia sudah mati.

Kenapa dengan lenganmu?

Aku tertular ruam Freddie.

Dia terlalu posesif.

Baiklah, aku di sini saja.

Aku dan si gatal ini akan tidur siang saja.

- Baik. - Terima kasih.

Terima kasih.

Ayo.

Berikan tubuhmu padaku.

Tubuhmu segar.

Aku mau agar aku bisa hidup kembali.

Aku mau balas dendam.

Mereka yang menyiksa dan memutilasiku harus menderita.

Berikan tubuhmu.

Mereka membiarkanku membusuk di penjara, tapi aku tak bersalah.

Aku mau kembali dan membuktikan, aku tak bersalah.

Apa kau mau pindah?

Tempat ini menyimpan terlalu banyak kenangan buruk.

Perubahan lingkungan adalah yang kau butuhkan sekarang.

Dan aku akan membantumu pindah.

Jangan khawatir. Aku akan memikirkannya.

Sementara itu, tetap di sini bersamaku, ya?

Bersamalah denganku.

Aku akan tetap bersamamu.

Oke.

Jangan tinggalkan aku.

Aku tak akan meninggalkanmu. Beristirahatlah sekarang.

Tetap di situ, oke?

Mia, apa kau mau bertanya kenapa aku melakukan ini?

Aku tidak punya kata-kata yang tepat untuk membantumu memahami.

Kurasa saat itu…

Aku mau mengakhiri penderitaanku.

Karena rasanya seperti jalan buntu.

Jalan buntu apa?

Lihatlah sekelilingmu.

Kau fotografer yang brilian.

Orang-orang mengagumi karyamu.

Kau punya bakat. Kau punya karunia itu.

Kau mewarisi bakat Ayah dalam mengambil foto yang bagus.

Aku iri padamu.

Jika kau belum menyadarinya,

Aku sama sekali tidak punya bakat seni.

Kau benar.

Aku menyadari apa yang kulakukan itu egois.

Aku berjanji tak akan mengulanginya lagi.

Kak.

Kalau kau tidak keberatan, apa yang terjadi antara kau dan Robee?

Apa kalian baik-baik saja? Apa dia penyebabnya?

Tidak, bukan.

Robee tidak ada hubungannya.

Kau tahu, Mia, Robee orang yang baik.

Dia harus pergi ke Australia. Dia harus meninggalkanku.

Akulah yang membuat kesalahan. Akulah yang kehilangan kendali.

Aku pecahan kaca yang tak bisa diperbaiki.

Robee mengetahuinya.

Aku Julia Santo Domingo.

Beberapa bulan terakhir ini berat.

Aku pernah berhadapan langsung dengan kematian.

Tapi aku kembali.

Apa itu keputusasaan?

Kekosongan?

Kesendirian?

Aku tahu aku menyerah pada hidupku.

Dan…

Sekarang aku tahu itu kesalahan besar.

Sekarang, kau sendirian. Kau akan jadi milikku.

Aku akan datang mencarimu.

Jangan ganggu dia. Pedofil bejat.

Jalang. Kau akan menderita di neraka.

Tolong aku.

Aku mau balas dendam. Aku mau balas dendam.

Julia.

- Salve. - Ada keributan apa ini?

Aku mendengar suara-suara dari lorong.

Maaf. Maaf. Apa aku mengganggumu?

Tempat ini terasa tidak nyaman, Julia.

Kenapa kau di sini?

Anjing menyebalkan.

Bagaimana kau bisa masuk ke sini?

Kau mau kencing lagi, ya?

Maafkan aku, Julia. Kami akan segera pergi.

- Ayo. - Terima kasih, Salve.

Ayo pulang. Ayo.

Mia,

sepertinya pikiranku sedang kacau.

Aku mendengar berbagai macam hal.

Itu normal, Kak.

Jangan terlalu stres memikirkan hal-hal sepele.

Aku bukan dokter, tapi menurutku itu normal.

Bisa jadi akibat trauma yang kau alami.

Maksudku,

sudah berapa lama?

Baru enam bulan berlalu.

Itu normal kok, Kak, oke?

Kuharap begitu.

Aku bingung.

Kuharap ini hanya masalah klinis.

Kuharap ini bukan sesuatu yang serius.

Itu akan berlalu, Kak. Jangan khawatir.

Ngomong-ngomong, bagaimana pameran fotomu?

Oh sial, tentu saja.

Tunggu, aku perlu memperbaikinya.

Bukankah sebentar lagi?

Jangan khawatir. Aku akan menyelesaikannya.

Kau tahu betapa pentingnya itu, 'kan?

Makanan Super Nissin

Kau mungkin membutuhkan model potret untuk pameran itu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left