The first 198 lines.
SATU TAHUN KEMUDIAN
Ini namanya senapan lantak.
Ini pistol, senjata.
- Pistol. - Pistol.
- Senjata. - Senjata.
- Senjata. Itu benar. Ya. - Senjata.
Bola. Gumpalan. Bubuk.
- Ya? - Ya.
- Mulut? - Mulut?
Ada jubah? Warna merah?
Mulut merah.
- Senjata. - Senjata bermulut merah. Itu benar.
Singa.
Laras. Bokong. Pemicu.
Kokang. Batu api.
Pelat logam.
Kau sudah mengerti.
Itu bagus.
KERAJAAN OʻAHU
Kukira sekarang kau sudah kembali ke Maui.
Aku tak mengira aku harus datang ke Oʻahu untuk menemuimu.
Oʻahu tidak runtuh semudah yang kita kira.
Dan kau tak datang ke Oʻahu.
Aku yang memanggilmu.
Kau penasihatku.
Para Kepala Suku Maui berhasrat untuk melakukan penaklukan lagi.
Mereka ingin mewujudkan Ramalan itu.
Semoga saja kita layak untuk itu.
Pangeranku.
Ayahmu menunggumu bersama rombongan perangnya.
Rombongan perang apa?
Kita tak bisa bertahan lebih lama lagi.
Hanya sedikit benteng yang tersisa.
Kahekili bertindak atas dasar penglihatan yang ditunjukkan dewanya.
Jika kita bunuh Kahekili,
penglihatan itu akan mati bersamanya.
Bagaimana caranya?
Mata-mata kita telah meracuni makanan di Istana Kerajaan.
Mereka akan segera kembali.
Keputusasaanmu telah menyebabkan ini,
Teman Lama.
Kau adalah keturunan Kākuhihewa yang agung.
Berlututlah di hadapan Raja yang Diramalkan
dan para Kepala Suku Oʻahu terakhir akan ikut tunduk.
Tunggu!
Kumohon. Jangan libatkan keluargaku.
Aku berjanji setia padamu,
Yang Mulia.
Setia?
Setia.
Kau hendak meracuniku.
Sekarang racuni salah satu dari mereka.
Apa?
Kumohon.
Jangan paksa aku melakukan ini.
Keturunanmu
tidak layak melayani Kerajaan Petir.
Bunuh mereka semua.
KERAJAAN HAWAIʻI DISTRIK KOHALA
Di mana dia?
Dia di pantai.
Itu Kamehameha!
Kau menghabiskan banyak waktu di sini.
Kau melewatkan pertemuan dewan lagi.
Tak begini caranya memimpin distrikmu.
Di sini, bersama para prajuritku, kami membuahkan hasil.
Di pertemuan, hanya banyak bicara.
Ada kabar dari Kaʻū.
Kesehatan pamanmu memburuk.
Waktunya sebagai raja semakin singkat.
Dia memanggilmu
dan sepupumu.
KERAJAAN HAWAIʻI DISTRIK KAʻŪ
Dia di sini, Ayah.
Beberapa orang mempertanyakan
kenapa aku menyimpan relik kaum Kulit Putih
di antara barang-barang rampasan dari Kepala Suku yang sudah ditaklukkan.
Kapten Cook adalah Kepala Suku yang hebat.
Dia navigator yang bodoh, dikelilingi orang-orang lemah.
Tak lebih dari itu.
Berdirilah Kamehameha.
Aku sedang dalam perjalanan menuju kematian.
Waktuku terlalu singkat untuk formalitas.
Raja Kahekili semakin kuat
dan akan datang ke pantai kita.
Aku takut para dewa akan mencegahku
untuk ikut dalam perang terbesar sepanjang sejarah kerajaan kita.
Saat aku mati,
bagaimana kau akan melindungi Hawaiʻi?
Kau memegang Dewa Perang yang agung.
Tak ada raja yang kalah saat...
Aku akan memanggil Kahekili ke tanah Kaʻū yang menghitam.
Di sini, bersama Dewa Perang yang agung,
kita akan menghancurkannya
dan membungkam petir yang dia sembah.
Bagaimana menurutmu, Kamehameha?
Jika tiba saatnya kau tak lagi bersama kami,
Keōua akan menjadi raja.
Aku akan mengikutinya ke mana pun dia pergi.
Sekarang Keōua belum menjadi raja.
Katakan pendapatmu.
Bagaimana kau akan melindungi kerajaan kita?
Aku akan menambah persediaan makanan kita.
Di pertempuran Kamokuhī,
pasukan Hawaiʻi menyerang pos di Lānaʻi.
Tanpa makanan,
para prajurit terpaksa memakan akar liar kūpala,
menyebabkan sakit diare massal.
Hawaiʻi kalah, bukan karena kekurangan prajurit atau tombak,
tetapi karena kekurangan makanan.
Bahkan jika kita mulai hari ini,
akan butuh waktu sembilan bulan untuk punya persediaan yang cukup.
Aku sudah memulainya.
Kami punya gubuk persediaan di dekat setiap tempat sakral di distrik Kohala.
Aku harus beristirahat.
"...Karena orang yang berjalan duluan merasa takut."
"Tentunya itu tempat berkumpul para pendosa."
Kau bilang kau akan menceritakan soal perjalananmu.
A... Ala... Alaska?
Ya, Alaska.
Alaska.
Apakah itu nyata?
Itu nyata.
Dataran dengan hamparan salju tak berujung.
Hujan beku.
Kaʻahumanu.
Tetap di sini, John.
Pelajaran hari ini belum selesai.
Sudah saatnya.
Aku meminta Ayah untuk berbahasa Inggris saat ada John Young.
Dia bukan prajurit
ataupun Kepala Suku
dan tak penting bagi Ayah.
Pergilah, John Young.
Imam Besar bilang malam ini kau akan menikah di bawah bulan Māhealani.
Jangan sekarang, kumohon.
Tak bisa menunggu lagi.
Tuang sebanyak-banyaknya, Tuan-Tuan.
Kalian berhak mendapatkannya.
Berikan untuk Kaʻiana juga.
Aku masih tak paham kenapa Kapten menariknya dari laut.
Orang-orang itu tak akan melakukan hal yang sama pada kita.
Dia menyelamatkan Kapten.
Mereka membunuh John di sana.
Harusnya kau lebih peduli soal itu daripada teman berkulit cokelatmu itu.
Jika terserah padaku, kita akan kembali dan rebut pulau itu untuk kita sendiri.
Karena itu kau tak diberi kewenangan, Marley.
Kau orang yang sangat bodoh.
Berlayar di perairan terbuka bersama-sama tak membuat kita setara.
Jangan lupakan itu.
Jatah makananmu.
Jika kau tak mau, jual saja atau tukarkan dengan salah satu dari mereka.
Mereka tak punya apa yang kuinginkan.
Kau lebih sering menghabiskan waktu dengan senapan daripada dengan para kru.
Aku bukan anggota kru.
Aku akan pulang setelah berdagang.
Mereka membutuhkanku di sana.
Ya.
Ramalanmu.
Sejauh yang kulihat, Kaʻiana, banyak orang rela melakukan apa pun
demi dewa dan ramalan yang mereka percaya.
Aku harus kembali.
Kurasa kau akan mendapatkan kesempatanmu.
Kapten bilang kita akan tiba di Zamboanga dalam beberapa hari.
Kau akan kembali ke rumah setelahnya.
Apa benar kau bisa mendapatkan apa pun di Zamboanga?
Dengan harga tertentu.
Ayah!
Kenapa memaksaku untuk menikah sekarang?
Raja Kalaniʻōpuʻu hampir mati.
Kamehameha akan segera dibebani lebih banyak tanggung jawab.
Ayah terus membahas soal politik,
tetapi belum memberi tahu alasan sebenarnya aku dibawa kemari.
Kamehameha membutuhkanmu.
Aku akan menjadi salah satu dari banyak istri yang akan datang.
Kenapa dia membutuhkanku?
Ayah yakin Kamehameha adalah Yang Diramalkan.
Bagaimana bisa?
Ayah adalah Kepala Suku dari ayah Kamehameha.
Ayah ada di malam dia dilahirkan.
Malam yang sama di mana bintang kenabian itu bersinar di langit.
Saat semua orang menunggu kebangkitan seorang raja,
Ayah melihat kelahiran seorang raja.
Tetapi dia ragu untuk menerima jati dirinya.
Tetapi kau
percaya pada dirimu.
Ayah butuh kau untuk menunjukkan padanya caranya melakukan hal yang sama.
Aku sudah dengar soal kemampuanmu sebagai prajurit.
Apa kabar?
Kudengar kau akan menikah.
Bagaimana kabarmu?
Dengarlah!
Bagi kalian yang akan pergi setelah kita berlabuh,
kudoakan yang terbaik dan terima kasih atas kerja keras kalian.
Bagi yang akan menetap untuk ekspedisi kembali ke Alaska,
jangan pergi terlalu jauh dan bersikaplah sebagaimana mestinya.
Jangan minum-minum secara berlebihan
atau bermain-main dengan wanita.
No comments yet. Be the first to leave one.