The first 200 lines.
Cunning Single Lady
Episode 1
Go Dong Sun
Ae Ra, seorang wanita punya dua kesempatan.
Pertama, kesuksesan diri sendiri.
Kedua, kesempatan bertemu pria yang kaya
Jangan mencari orang sembarangan
Tempat ini penuh dengan orang yang siap-siap untuk ujian dan semuanya akan tahu jika terjadi sesuatu
Aku tahu
Bertingkah seperti kau selebriti di kota ini
Jangan bertingkah sebelum kau berpikir, juga!
Kubilang aku mengerti
Karena kau mengatakannya meskipun aku mengerti, aku jadi kesal
Hei! Lihat sebelah sana
Namanya Cha Jung Woo. Dia mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan komputer
Tapi bagaimanapun, orang bilang dia belajar hal yang terbaik
Aku disini!
Sungguh aku tinggal di dunia yang kacau
Satu soju disini, Ahjumma!
Aku tidak peduli. Bawa keluar atau terserah yang kau inginkan!
Seorang pria kesepian...
...membakar jiwa
....bukanlah apa-apa.
Jika aku mengecil, aku menjadi kuat, dan jika....
Oh, Tuhanku. Dia pasti sudah gila!
Aigoo, kenapa kau melakukan ini?
Di mana kau minum sebanyak ini?
Apa dia sudah gila?
Hei!
Hei!
Apa yang kau lakukan? Kenapa kau melakukan ini?
Situasi apa ini?
Oppa
Ambil ini
Oh
Aku harus membawanya
Oh, ada retak di memory card-nya
Bagian ini juga bengkok
Kalau begini, hard drive-nya pasti tidak berguna
Kurasa ini sudah selesai semua
Terima kasih, Oppa. Ini 10 kupon toko kami
Tidak perlu
Ambillah
Ini bukan apa-apa
Ambil saja!
Cha Jeong Woo
Cha Jeong Woo!
Kau berhasil
Lihat kesini, katakan kimchi
1, 2, 3..
Cha Jung Woo, selamat!
Tada!
Aku ingin tinggal di rumah seperti ini suatu hari nanti denganmu.
Pertama-tama, aku mau jendela yang besar
Jendela
Kalau begitu tagihan pemanas akan besar sekali
Aku akan menemboknya
Okay.
Dan di semua sudut ruang keluarga, aku ingin ada tanamannya
Tanaman?
Ya
Aku akan memeriksa seberapa besar kebahagiaanku tumbuh sementara aku menumbuhkan tanamannya
Yang satu ini adalah anak kita. Aku akan membantu juga.
Tapi sayang...
Yeah, sayang?
Sekarang kita akan saling memanggil apa?
Cintaku, kasihku, yeobo (sayang)?
Uh...
Yeo..bo? (sayang)
Ya, suamiku
Sayang, aku pergi!
Sayang, coba ini!
Aku terlambat
Sayang, aku akan menelponmu nanti
Baiklah. Aku akan bertemu beberapa teman hari ini, jadi aku akan kesana sebentar
Okay.
Satu lagi!
Aku pergi sekarang.
Sikat gigimu di kantor!
Pergilah
Pergilah!
Hei! Kau pasti beruntung. Mertuamu membelikanmu apartemen seluas 60 meter persegi
Dasar kau ini. Karena ini masalah rumah tangga, mereka memberimu banyak hal
Aku kesal karena aku membayar banyak pajak
Mereka bilang akan memberiku gedung di Sacho-dong, tapi aku masih memikirkannya
Maafkan aku!
Hei! Ini mahal sekali!
Ah, benar-benar
Hei, Oh Bang Soon, jangan berlebihan.
Min Yong pasti dalam posisi yang canggung. Kalaupun mahal, memangnya seberapa mahal?
Kau tidak bisa membeli ini dengan gaji sebulan suamimu
Aku tahu kualitasnya berbeda
Darimana ini?
Bagus sekali
Oh, sayang!
Sudah selesai, kan?
Baiklah kalau begitu
Aku akan kesana!
Jung Woo?
Ya, malam ini kali merayakan 100 hari pernikahan
Aw kalian pasti saling mencintai sekarang ini
Jika kau lihat siapa yang menikahi pria baik, Ae Ra juga bukan biasa-biasa saja
Tampan, latar belakang bagus, pintar, PNS tingkat 7
Kau, hentikan
Bang Soon akan marah
Suami Bang Soon gagal ujian tujuh kali
Tapi aku merasa tidak enak, karena Jung Woo langsung lulus
Oh, dan tadi kau bilang rumahmu masih sewa?
Itu...kenapa?
Itu karena aku khawatir. Tidak mudah bagi orang kelas rendah untuk mendapat pekerjaan
Kudengar mereka harus menabung sampai 12 tahun tanpa membelanjakan gaji
Oh, ya Tuhan, kau.
Kenapa kau mengkhawatirkan hal begitu? Ini akan berhasil suatu hari nanti
Kecuali kalau negara bangkrut, gaji akan dibayarkan secara rutin
Aku lebih mengkhawatirkanmu
Ayahku banyak gagal dalam berbisnis,...
...jadi menurutmu sulit untuk hidup dengan berhutang?
Kau tidak tahu kapan kau bangkrut
Makanya gunakan baik-baik saat kau memilikinya
Apa?
Kalau begitu, aku pergi dulu. Sampai ketemu lain kali
Seharusnya aku menjahit mulutnya, kan?
1, 2, 3.
Sayang, selamat atas perayaan 100 hari pernikahan kita
Bersulang!
Selamat!
Kelihatannya enak. Kita makan?
Ah, tunggu!
Selesai. Kau boleh makan sekarang.
Tidakkah kau menyesal menikah denganku?
Kenapa aku menyesal? Aku memenuhi impianku
Impian?
Tadinya impianku adalah menjadi ibu rumah tangga
Tapi kau bilang begini
"Kalau kau tidak ingin bekerja, lupakan saja segalanya dan menikahlah"
Sejak aku melupakan segalanya dan menikah dan menjadi ibu rumah tangga, aku memenuhi impianku
Begitukah?
Tapi kau tidaklah rugi.
Aku cantik, aku jago masak dan aku imut
Tidak banyak wanita sepertiku
Ada banyak pria yang mengejarku
Kenapa aku tidak tahu itu?
Kubilang kau tidak akan pernah menyesali pilihanmu, saat aku melamarmu
Aku pasti akan menepati janji itu
Jadi,..
Aku...
...membuat keputusan penting soal masa depan kita
Keputusan? Keputusan apa?
Kau akan...
- ....mengikuti dan percaya padaku apapun yang terjadi, kan? - Tentu saja.
Kita adalah pasangan yang akan bersama-sama selamanya
Tapi, sayang, kenapa tiba-tiba kau menanyakan itu?
Sebenarnya, aku....
Hari ini....
...aku mengundurkan diri.
Sayang, apa yang kau katakan?
Aku akan membangun usaha
Ada sebuah item yang kupikirkan sejak dulu, dan aku punya keyakinan
Aku akan berhasil dan membuatmu bahagia
Sayang....!
Kau percaya padaku, kan?
Sayang!
Ini silahkan.
Saya akan mengganti pemanggangnya
Oh, apa kau sudah mendengar berita?
- Oh, halo... - Permisi
Oh, sayang. Maaf, aku membangunkanmu, kan?
- Pintunya tidak mau terbuka... - Tentu saja tidak mau terbuka
Aku mengubah passwordnya Kau melakukannya?
Kecuali kau mendapatkan dana dan membayar hutang-hutang, jangan berpikir kau bisa masuk ke rumah
Sayang, aku tidak punya tempat untuk tidur
Tidur di kantor atau terserahlah!
Sayang!
Sayang!
Ah, kenapa tidak menjawab telponnya?
Hari ini hari membayar sewa
Permisi
Kau punya ukuran besar?
Ukuran besar? Tunggu sebentar
Ini tidak seberapa
Tidak perlu
Kudengar gas bahkan sudah diputus
=== Tiga tahun setelah perceraian === Aku benar-benar tidak ingin pergi
Hei!
Kita terlambat. Cepat kesini
Imutnya!
Bibi
Oh, apa bagus?
Dilihat dari wajahnya, dia akan membuat banyak gadis menangis
Dia perempuan
Ngomong-ngomong, kudengar bisnis suamimu berjalan lancar
Kudengar dia memulai bisnis kopi
Kau dengar?
Aku tidak peduli dengan beritamu setelah bercerai
Dia tinggal di rumahku dengan baik. Biasa-biasa saja
Aku mengerti
Tidak ada pria yang kau temui juga?
Tentu saja tidak! Aku tidak punya waktu.
Oh Tuhanku
Itu bagus. Dari partner bisnis suamiku, aku mengenal seorang pria yang baik
No comments yet. Be the first to leave one.