The first 200 lines.
Semua tokoh peran di film ini adalah fiksi dan rekaan.
Kemiripan dengan orang yang masih hidup atau meninggal hanya kebetulan dan tak disengaja.
Merokok dan mengonsumsi alkohol berbahaya bagi kesehatan.
Tak ada hewan yang disakiti selama pembuatan film ini.
Kau harus alami pergolakan batin untuk melahirkan seorang bintang penari. - Friedrich Nietzsche
Ibu, aku mendengar di luar desa ini, ada dunia yang indah.
Kota-kota besar, pasar raya dan rumah besar seperti yang terlihat di film-film.
Film Jorok.
Tak ada yang seperti itu, cepat turun!
Ibu, kau selalu merusak mimpiku.
Mimpi memang untuk dirusak. Ayo, turun!
Tidak, aku tak mau turun.
Kau tak mau turun?
Biar ibu jatuhkan? Kau mau?
Ibuku sendiri ingin membuatku jatuh?
Bila ibumu membuatmu jatuh, ia pun akan membantumu berdiri.
Bila kau jatuh di kota, tak ada yang mau membantumu berdiri.
Turunlah, sekarang!
Tidak, aku tidak mau.
Cepat turun!
Ibu..
Ibu!
Ketika hidup hanya diberikan sekali, mengapa berpikir dua kali?
Kita baru mulai pemanasan, wanita jalang sebelah sudah kepanasan!
Lupakan dia, Sayang.
Kenapa kau tak nikmati saja gairah di sini?
Lepaskan!
Menyingkir dariku!
Sekarang tidur! Kita jangan melakukannya lagi.
Dasar brengsek!
Mereka tak bisa apa-apa, tanpa bersuara!
Bermain gundu, kriket, itu bentuk lain pelecehan.
Ayahku bahkan memaksaku memakai baju lelaki.
Jika pun tahu caranya, ia mungkin memaksaku menggoda para gadis.
Ibumu tak pernah melarangnya?
Ibu melahirkan anak putri bukan putra, jadi ia bungkam seperti penonton.
Amma, coba katakan padaku.
Aku memiliki dambaan para lelaki. Jadi, siapa yang lebih baik?
Aku atau para lelaki?
Berhenti mengada-ada. Semuanya omong kosong!
Jangan sok malu, kau merasa juga, 'kan?
Aku bisa tahu lelaki pekerja di sini, yang masih terangsang.
Hentikan itu!
Apa?
Kemarin malam amat menyenangkan.
Malam ini bisa lebih baik lagi.
Istriku bekerja piket malam ini. Jadi bagaimana nanti malam?
Aku hanya merabamu dan itunya sudah bocor.
Penamu!
Kalau aku datang, apa yang terjadi denganmu?
Wanita jalang! Istriku benar tentang kau!
Dia juga benar tentang kau!
Kau suka wanita di atas, tapi tak bisa menahan beberapa detik.
Kau adalah milikku.
Kenapa harus bersembunyi darimu?
Kau boleh mengintip.
Jika kau sungguh jadi milikku, bolehlah melihat seluruh filmnya!
Kau boleh masuk.
Kau juga boleh masuk.
Kau keluar.
Kau boleh pulang.
Baik, kau boleh masuk.
Kau keluar.
Pak? - Hei, kau tak boleh masuk! Seleksi sudah selesai.
Aku ingin jadi pemain film, Pak!
Dan aku ingin jadi sutradara.
Pak, aku tak mau menari seperti gadis lain.
Aku ingin berakting, Pak.
Dan aku ingin membuat film ajaib.
Pak, aku mau berbuat apa saja untuk menjadi pemain film.
Dan aku tak bisa apa-apa untuk jadi sutradara.
Kau mau lihat apa yang tak ada dalam gambar ini?
Kau mau dengar cerita dari filmku?
Pak, kau malah tak mendengarkan aku.
Tinggalkan dulu filmmu, Pak.
Dan kau juga tinggalkan mimpimu.
Ada 25 orang sepertimu menunggu di luar. Dan besok bisa 50 lebih.
Kau tak ada apa-apanya.
Meski kau ada pesona menggoda kekasih atau istri sah orang.
Kau sangat membosankan.
Aku sudah berlaku manis 2 hari ini, Pak. Jadi, mana bisa aku bersikap pedas?
Tunggu.
Ambil ini!
Beli sesuatu buatmu makan.
Dan pikir lagi keinginanmu dalam hidup.
Tak semua orang bisa menjadi pemain film.
Mari kita ke tempat lain.
Kenapa?
Kita bebas menjadi diri sendiri di pertunjukan larut malam.
Pasti menyenangkan.
Aku akan membayarmu.
Berapa?
20 rupee.
Hanya 20 rupee buatku?
Ambillah.
Cabul brengsek!
Kau sudah bau tanah tapi mau menikmati segarnya orgasme?
Meski kau ada pesona menggoda kekasih atau istri sah orang.
Kau sangat membosankan.
Tak semua orang bisa menjadi pemain film.
Ada 25 orang sepertimu menunggu di luar. Dan besok bisa 50 lebih.
Tunggu sebentar.
Aku tidak membosankan.
Siapa kau? Mau apa?
Kau tak ingat?
Kau yang beri aku uang, sebelum menolakku.
Ini uangmu.
Jelas aku punya sesuatu yang lelaki mau membayar 20 rupee.
Sudhir!
Mana gadisnya? Bagaimana caraku merekam sesi lagu ini?
Di mana bisa kudapat, gadis yang mau kulitnya sendiri dikoyak?
Cambukmu menakuti para gadis..
Kau ingin aku melakukannya?
Kau sanggup menahan rasa sakit?
Aku sudah lama menahan sakit. Tentu tahan menghadapinya, Pak.
Geser arah kamera.
Ada yang bilang, gelas separuh terisi. Yang lain bilang, gelas separuh kosong.
Dan lainnya seperti Silk.
Mereka bilang minimal masih ada buat diminum. Nikmati saja.
Itu kebodohan. Tapi terkadang kebodohan dapat menyelesaikan sesuatu.
Pak?
Pak?
Kau mau rekam semua gambar gadis itu, 'kan?
Syuting apa itu?
Kau bedebah otak mesum, pikiran jorok!
Pak? - Diam!
Kau main suling di belakangku dan sekarang kau mau bernyanyi?
Serahkan rol filmnya!
Tolong duduklah, Pak!
Aku tinggalkan syuting selama sehari, lalu apa yang terjadi? Mana, hentikan itu!
Pak, kami akan memotong adegannya, tolong.
Jika kau tak memotong rolnya, akan kupotong dirimu di suatu tempat..
..sehingga kau bingung harus memakai celana atau rok!
Ada acara apa, Amma? Kau berdandan rapi.
Siapa pria malang itu?
Lihat koran ini, filmmu sudah ditayang hari ini.
Kita harus menontonnya di hari pertama, pertunjukan perdana, bukan? Lihatlah.
Amma.
Tunggu di sini, aku akan bersiap-siap.
Semua orang harus tahu bahwa setiap film hanya satu tokoh pahlawannya.
Sutradara!
Setiap film, satu tokoh pahlawan.
Siapa?
Sutradara!
Semua orang memandangmu.
Siapa itu? - Sutradara.
Oh! - Ayo!
Lepaskan kacamatamu.
Di mana kursi kita?
Amma, kita akan menonton film perdanaku dari dekat.
Maksudmu di kursi barisan pertama?
Ini dia.
Bukan, di situ.
Itu film Selva Ganesh. - Ya!
Film-filmnya menarik dan menghibur.
Lepaskan kacamatamu.
Amma. - Ya?
Dengarkan aku, mulai sekarang semua masalahku akan sirna.
Kata sutradara tarian, dia suka penampilanku.
Sungguh?
Satu lagi, Amma.
Hidupku berubah dari 'tak bereaksi' jadi 'beraksi'. Kini tak akan kubiarkan lewat begitu saja.
Ssst!
Berhenti bicara.
Apa maksudmu 'ssst'?
Dia tokoh utama wanitanya.
Dia, tokoh utama wanitanya?
Pemeran wanita?
Jika dia adalah pemeran wanitanya, uangku bisa dikembalikan?
Apa ini lagumu?
Bukan.
Yang ini?
Mungkin yang ini lagumu.
Bukan.
Yang mana itu?
Mana lagumu?
Si absen pemeran wanita!
Pemeran absen, setidaknya boleh kuminta tanda-tanganmu? Apa ulahnya?
Dia muncul di sepanjang film ini.
Reshma!
Nona, boleh aku minta tanda-tanganmu?
Orang di Hollywood mungkin heran, kenapa aku menyia-nyiakan bakat di India.
Yang kuharap, kau pergi ke Hollywood sebelum aku rugi. Aku pasti lebih baik.
Pak, kau belum rasakan kehormatan sejati.
Nayla menulis ulasan yang fantastis.
Coba lihat dahsyatnya yang tercetak di sini.
Kau sok pamer Inggris!
Aku lebih senang jika tiketnya minimal terjual.
Pak, kau tunggu dan lihat! Berkat film ini, kau akan mendapat trofi di tangan!
Dan mangkuk mengemis di tangan satunya.
Entah di mana dari film itu, alasan tokoh pahlawan menjadi hidup!
Bukan alasan tokoh pahlawan. Itu tentang kepahlawanan.
Jika tahu, kenapa kau tidak memerankan itu?
Pak, masalahnya, seorang pria yang menghajar habis selusin penjahat,..
..dan selusin gadis takluk di satu pria,..
..tak membuat penonton berdecak kagum.
Film yang sejati yakni yang memaksa penonton untuk berpikir.
Penonton mau merasakan sesuatu yang beda dan kau mau merasakan pikiran mereka?
Pak.
Tuan Abraham menghapus satu lagu.
No comments yet. Be the first to leave one.