The first 200 lines.
Subtitle oleh madeinheaven6666 Letterboxd: madeinheaven6666
Produksi Film Workshop
Versi Restorasi 40 Tahun 2024
SHANGHAI BLUES
Dibintangi Sylvia Chang, Kenny Bee dan Sally Yeh
Disutradarai oleh Tsui Hark
Untuk mengenang yang tercinta, James Wong
- Berhenti! - Mobil Prancis.
Kau bercanda?
Tentara Jepang sudah mendarat di Hongkou.
Mereka bisa tiba kapan saja. Sebentar lagi jam malam diberlakukan.
Belajar bahasa Prancis dulu baru bicara padaku!
Ini Wilayah Konsesi Prancis!
Aku mau ke klub malam. Minggir!
Wilayah Konsesi Prancis...
Masukkan saja ke pantatmu.
KLUB SLEEPLESS CITY
Tak ada tempat seindah di sini
Termasyhur, megah dan memikat
Kau dan aku, siang dan malam
Mengukir kejayaan abadi
Tuan To menaikkan harga beras.
Sebentar lagi kita makan roti!
Anggur Barat, cerutu dan penjahit Tiongkok
Melebur dalam satu kancah
Muka babi.
Kau comprador Konsesi.
Perutmu kenyang roti.
Beras malah bikin kau sakit.
Kawan-kawan Konsesi Prancis.
Di sini tak ada yang berharga.
Beras atau roti
siapa peduli?
Sampanye Prancis yang terbaik.
- Nikmati! - Salut!
Tunggu dulu, kawan-kawan!
Janggut Runcing.
Kalau kalian pergi sekarang
apa yang harus kukatakan pada pamanku?
Bahasa Shanghaimu payah.
Klub sebelah bayar dua kali lipat.
- Jadi pergi atau tidak? - Pergi!
Tahan, tahan, tahan.
Dengan semangat membara di hati
kita jadikan tempat ini surga
Pesta penuh sukacita
Berpesta bagai di kahyangan
Di mana hidungku berada...
Hidungku, kau di mana?
Paman... Ini hidungmu.
Ini punya Si Janggut Runcing. Mereka ke mana?
Ke klub sebelah.
Mereka ditawari bayaran dua kali lipat.
- Tinggal kita berdua... - Paman...
Aku juga mau berhenti.
Kau juga membelakangiku?
Tidak...
Aku tak mau jadi badut lagi.
Kau orang Kanton, bahasa Shanghaimu payah.
Jadi badut itu paling cocok untukmu.
Paman...
Aku ingin jadi tentara.
Tentara?
Petualangan demi kekayaan
Negeri impian para penjudi
Surga bagi para jelita
Paman... Paman juga sebaiknya berhenti.
Orang Jepang akan masuk.
Paman dan Bibi harus bersiap.
- Mereka benar-benar datang? - Ya!
Duo pelawak, kalian tampil berikutnya!
Kami berhenti.
Sudah tak lucu lagi.
Orang Jepang sudah sampai!
Bilang pada bos
keluarganya saja yang jadi badut sekarang.
Pergi sana.
Lepaskan semua ini!
Ambil ini.
Masih bagus bunyinya.
Kenapa? Aku mau perang,
tak perlu musik.
Maksudku, jual saja ini...
untuk beli makanan.
Tentara yang kelaparan
takkan bisa bertarung dengan baik.
Lihat dirimu.
Tunjukkan semangatmu.
Jangan murung, Nak.
Nah, begitu... Itu lebih baik!
Dengan semangat membara di hatimu
Jadikan tempat ini surga
Pesta penuh sukacita
Berpesta bagai di kahyangan
- Serangan udara! - Cari perlindungan, cepat!
Lampu padam!
Listrik mati. Sembunyi!
- Maaf! - Kau mendorongku!
Gelap sekali, tak kelihatan.
Kau tak apa-apa?
Aku tak apa.
Tiaraaaap!
Berenang menyeberang ke Konsesi!
Kota terbakar.
Api besar berkobar.
Di mana itu?
Kota Utara dan Hongkou!
Kota Utara?
Aku tinggal di sana! Aku harus kembali!
Tak bisa! Mereka mengebom!
Aku harus pulang!
Terlalu berbahaya!
Dengar aku! Kembalilah!
Tunggu sampai reda dulu!
Sunyi sekali...
Akan terbakar sampai tak tersisa.
- Mau ke mana? - Aku mendaftar jadi tentara!
Jangan menangis. Tak ada gunanya.
Berikan tanganmu.
- Apa ini? - Ini...
uang hasilku jadi badut.
- Kenapa kau berikan padaku? - Ambil saja.
Simpan untuk berjaga-jaga.
Bisa saja aku tak kembali dari perang.
Uang tak berarti bagiku.
Tunggu!
Ingat...
Kita pasti menang!
Benar. Kita akan menang.
Pasti kita menang.
- Percayalah. - Kau harus kembali.
Berjanjilah...
Kita bertemu di sini lagi.
Bertemu di bawah jembatan.
Tapi...
Aku tak bisa melihat wajahmu.
Siapa namamu?
Namaku...
Serangan udaranya sudah selesai.
- Aku harus pulang. - Paman!
Kau di mana?
Di bawah jembatan setelah kita menang!
Di bawah jembatan!
OBRAL PINDAHAN
STASIUN UTARA SHANGHAI
Paman, kenapa terburu-buru sekali? Aku baru tiba.
Band butuh pemain tuba.
Itu kau!
Aku tak bisa main tuba.
Bunyikan saja asal ada suara!
Biar kucoba.
Dirigen!
Ikut aku!
Kau terlambat!
Keponakanku.
Halo... Maaf, tak sengaja.
Keponakanmu ceroboh sekali.
- Maaf... - Keretanya datang.
Ikuti aku.
Hei, ceroboh, hati-hati!
- Maaf... - Itu keretanya... Cepat!
Tolong bantu aku!
Tarik dia naik!
Kau terluka?
Maafkan aku...
Cukup sudah. Balik badan.
Kereta datang, bersiap!
Siap-siap!
Mana keretanya?
Di seberang!
Datangnya dari arah sana!
Kenapa di seberang?
Mana kutahu.
Sudahlah. Ikuti aku!
Jangan melamun! Bersiap kerja!
Selamat datang, selamat datang, selamat datang...
Musik! Siap!
Tuba?
Tuba! Di sini!
Tuba, kembali!
Tisu toilet, 2.000 Yuan...
Tisu toilet, 2.000 Yuan...
Tisu toilet...
Apa?
2.000 Yuan.
Kemarin masih 500.
- Besok jadi 3.000. - Sudahlah.
Kalau begitu pakai tangan saja.
Dolar AS?
Apa-apaan...
Jangan percaya uang lagi!
TOILET WANITA
Sayang, cepatlah.
Berikan padaku!
Dolar.
Terima kasih.
Bakpau satu 1.500.
Lebih murah dari tisu toilet.
Nona, 1.500 untuk dua bakpau.
- Dua bakpau. - Baik!
No comments yet. Be the first to leave one.