The first 200 lines.
PENAFIAN
TAYANGAN BERIKUT MENGANDUNG GAMBARAN BUNUH DIRI DAN PELECEHAN ANAK
PEMIRSA DIHARAP BIJAK
REVENANT
KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
ADEGAN MELIBATKAN AKTOR CILIK DIREKAM DALAM SITUASI AMAN
Siapa kau?
Sedang apa di depan rumah kami?
Maaf, Bu.
Kalian orang tua Hyunwoo?
Kau datang untuk menemuinya?
Kau tak tahu dia sudah meninggal?
Kau harus pergi!
- Kita sudah selesai bicara. - Tapi...
Jika tidak, kami akan menelepon polisi.
Apa yang kau lakukan? Ayo masuk.
Ada apa?
- Cermin. - Apa?
Kau punya cermin?
- Apa maksudmu? - Di mana aku bisa menemukan cermin?
Ada satu di bawah sana.
Dengarkan dan pelajari nama mereka, serta alasan mereka masih di sini.
Kenapa dia meninggal?
- Apa? - Kenapa Hyunwoo meninggal?
Apa kalian membunuhnya?
Tidak.
Kami tak bersalah.
Kami bahkan tidak memukulnya. Orang lain yang melakukannya.
Astaga, dingin sekali.
Astaga, kenapa si bodoh itu terus mengikuti kita?
Mungkin kita dianggap teman karena kita pernah menyelamatkannya dari perisak.
Kuharap dia berhenti mengikuti kita.
Orang-orang mulai berpikir kita merisaknya
karena dia terus mengikuti kita.
Tolong aku.
Hei, abaikan saja dia.
- Apa itu? - Akhirnya aku dapat juga.
Bukankah itu yang baru?
Kau dapat dari mana?
Biar kucoba.
Kau mencuri ini dari si tua itu?
Tidak.
Hei.
Ada apa dengannya?
Hei, apa yang kau lakukan?
Pergilah ke rumahku.
Beri tahu aku...
apa yang terjadi kepada keluargaku...
setelah aku mati.
Bicara apa dia?
- Hei! - Hei!
Hei!
- Hei. - Apa yang terjadi?
Itu Hyunwoo!
Dia bunuh diri?
Ya, sudah kubilang.
Tapi aku terus ditelepon olehnya.
Aku merekam rumahmu karena takut.
Kukira itu rumahnya.
Itu saja?
Sebenarnya...
Kenapa kau mencari informasi tentang Jung Hyunwoo?
Apa dia punya saudara?
Tidak, dia anak tunggal.
- Kau yakin? - Kalau tak percaya, cari tahu sendiri .
Aku sudah memeriksa kartu penduduk
dan kartu keluarganya.
- Kenapa kau bertanya? - Bukan apa-apa. Nanti kutelepon lagi.
Halo?
Dahulu, anak yang sudah mati itu sering membicarakan adiknya.
Katanya dia mengasihani adiknya.
Anak-anak itu yang bilang.
Baik, nanti kutelepon lagi.
Itu bohong.
Aku bahkan menanyai teman-teman di sekolah lamanya.
Dia tidak pernah punya adik.
Kurasa dia hanya tidak waras.
Sebaiknya kau pulang.
Ada apa?
Hei! Kau mau ke mana?
Sial!
Kau baik-baik saja?
Tunggulah.
Aku akan membantumu.
Halo, Pak.
Ingat anak yang baru-baru ini tersandung dan jatuh hingga tewas?
- Ada apa dengannya? - Seseorang yang parkir di dekat sini
menemukan hal aneh di kamera dasbor dan melaporkannya.
Gang itu tempat kita menemukan jasadnya.
Benar.
Tapi...
Kapan dia mengambil ponselnya Hyunwoo?
Sudah periksa semua nomor yang dia hubungi?
Aku menemukan seorang anak.
Tapi dia tersandung dan terjatuh
saat melarikan diri.
Kabarnya akan tersebar
di lingkungan ini juga.
Kita bahkan tak mendaftarkan kelahirannya.
Biar kubantu.
Kita bisa membunuhnya agar tidak ada yang tahu.
Itu kesepakatan kita.
Bagaimana dengan pria itu?
Apa yang kau lakukan?
Hei! Apa yang kau lakukan di sana?
Sial!
Jangan lakukan itu!
Biar kubantu.
Ayo keluar.
Hyunwoo menyuruhku membantumu.
Kau mengenal Hyunwoo, 'kan?
Hyunwoo.
Beraninya kau melaporkannya.
Beraninya kau!
Hyunwoo menyuruhku membantumu.
Bagaimana jika kita keluar?
Ayo keluar.
Kau bisa keluar?
Hati-hati.
Bagus.
Kau pintar!
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan? Keluarlah!
Naiklah. Kau pasti bisa.
Kau hampir sampai.
Siapa kau sebenarnya?
- Anda mau apa? - Lepaskan aku!
Hentikan!
- Lepaskan aku! - Jangan lakukan ini!
Kau baik-baik saja?
Kau masih melihatnya? Titik merah itu.
- Kau menemukan mereka? - Ya.
Aku Gil Sunghyun, siswa kelas delapan SMP Boksun.
Bagaimana kau menemukan mereka?
Aku mengikuti wanita itu.
Seorang gadis dikurung di rubanah mereka.
Orang tua kita sudah tidur, jadi, kau bisa makan perlahan.
Aku memikirkan nama untukmu.
Bagaimana kalau "Hyunji"?
Jung Hyunji.
Makanlah perlahan, Hyunji.
Yang ini namanya laut.
Cantik, bukan?
Mari kita kunjungi laut bersama.
Aku berjanji akan membawamu ke sana.
Aku tidak melihatnya lagi. Dia menghilang.
Sekarang semuanya sudah berakhir?
Tidak untukmu.
Roh jahat itu masih merasukimu.
Tidak.
Hantu itu tidak ada.
Manusia lebih menakutkan daripada hantu.
Hyunwoo dan Jinwook tewas karena orang-orang jahat
seperti mereka.
Bukan karena hantu.
KLINIK NEUROPSIKIATRI
INVENTARIS DEPRESI BECK
Nona Gu Sanyeong.
Tolong serahkan jika sudah selesai.
Tunggu sebentar.
Tingkat stresmu sangat tinggi.
Kau juga kurang tidur.
Kemungkinan besar kau berhalusinasi atau mendengar sesuatu.
Ibuku sudah lama menderita gangguan kecemasan.
Mungkinkah itu memengaruhiku?
Jika anggota keluarga dekat memiliki kondisi medis yang sudah lama,
itu bisa menjadi salah satu faktor penyebab stresmu.
Tapi aspek keturunannya belum terbukti secara ilmiah.
Aku akan meresepkan obat untukmu.
Mari lihat kondisimu membaik atau tidak.
Kau percaya hantu, Dokter?
Maksudku...
Apa menurutmu hantu itu ada?
Kau bisa saja berhalusinasi dalam kondisimu yang rentan,
tapi mereka tidak nyata.
Hantu itu tidak ada.
Rumah itu lebih buruk daripada rumah berhantu.
Bagaimana bisa mereka melakukan hal mengerikan seperti itu?
Aku sungguh ingin pindah.
Aku mengasihani anak-anak itu,
tapi kurasa...
aku tidak bisa tinggal di sana lagi.
Orang yang tinggal di apartemen itu pasti juga punya masalah.
Tapi aku lebih memilih...
menderita di sana.
Setidaknya aku akan menderita, tapi tetap bahagia.
Kau ingin aku mendoakan jiwanya?
Ya, tolong.
JUNG HYUNWOO
Kenapa kau minum alkohol setiap hari?
Tapi aku mengerti.
Kau butuh sesuatu untuk membantumu melaluinya.
Kau memberi tahu orang tentang hal-hal yang kau lihat, tapi malah dianggap gila.
Akhirnya kau menemukan roh jahat yang kau cari,
tapi bahkan tidak bisa menangkapnya.
Tentang pria itu, Profesor Gu Gangmo.
Menurutmu kenapa dia melakukannya?
Dia menulis surat untukmu, orang asing, dan memintamu melindungi putrinya.
Padahal dia tidak pernah menemuimu saat kau memintanya.
Selain itu, dia tahu roh jahat akan menempel pada putrinya.
No comments yet. Be the first to leave one.