The first 200 lines.
Dipersembahkan Oleh: NHX SUBS
Diterjemahkan Oleh: Reaperworldx
~~~ Duri, 20 Mei 2017 ~~~ ~~ Riau ~~
Selamat Menonton!
Seiring berakhirnya kekuasaan Inggris di India,...
...pembuat peta berkebangsaan Inggris sibuk memetakan peta India.
Aku telah memetakan semua desa di peta ini.
Hanya satu ini yang belum.
Tuan, aku dengar...
...di sana juga terdapat sanatorium terbesar di negara ini.
Tuan tidak takut?
Aku yakin mereka semua dikurung.
Mereka tak mungkin menyambut kita di jalanan.
Apa yang terjadi?
Tuan!
Hei! Apa yang terjadi? - Mereka kabur.
Mereka kabur dari rumah sakit jiwa.
Siapa yang kabur?
Kau pikir siapa yang kabur dari rumah sakit jiwa? Kuda?
Orang gila kabur dari sana
Mereka mengambil alih desa.
Mereka mengamuk. - Selamatkan dirimu.
Dengar.. Tuan, bagaimana sekarang?
Kita harus masuk.
Hanya desa ini yang belum dipetakan.
Aku harus mengirimkan laporan ini besok bagaimanapun caranya.
Tuan, ini hanya desa kecil.
Siapa yang akan tahu jika desa ini tidak dipetakan?
- Tapi,... - Jika kita masuk ke desa ini...
Putar balik mobilnya.
'Karena itulah desa kecil itu
menghilang selamanya dari peta India.'
"Joker"
"Joker"
Hei, tunggu.
Tunggu.
Apa yang terjadi?
Ada sinyal aneh lagi.
Entah apa aku salah meyakini.
...bahwa ada kehidupan di luar planet ini.
Atau aku tidak mampu membuat mesin...
...yang bisa berkomunikasi dengan mereka.
Jangan putus asa, Agastya
Kau sedang membuat mesin pertama di dunia...
...yang bisa berkomunikasi dengan makhluk asing.
Itu tugas yang sulit dan membutuhkan waktu.
- Bersabarlah. - Diva, aku bisa bersabar.
Tapi para pendana proyekku menginginkan hasilnya.
Aku memberi mereka perkiraan waktu...
...bahwa dalam dua tahun aku akan menunjukkan hasilnya.
Kau tahu, hari ini, waktu dua tahun itu habis
Aku ada pertemuan dengan mereka besok
Lalu apa yang akan kau katakan?
Aku butuh waktu lagi.
Kami di Space Labs..
...telah mendukung visimu hingga saat ini...
...dengan uang yang sangat banyak dan dukungan teknik.
Aku sangat berterima kasih kepada kalian atas itu.
Dia mengucapkan terima kasih...
...dengan membuat radio sejuta dolar yang tidak berfungsi.
Maaf.
Radio itu penerima transmisi tercanggih di planet ini.
Jika kau pikir mengontak makhluk asing semudah itu,...
...kenapa tidak kau mencobanya dengan ponsel ini?
Jangan bicara kepadaku seperti itu.
Agastya, walau aku sangat percaya kepadamu,...
...rasa percayaku hanya sejauh itu.
Sekarang jika kau tidak bisa menghasilkan sesuatu,...
...maka Space Labs terpaksa mencari orang layak lainnya..
...untuk mengambil alih proyek ini.
Seperti yang kita ketahui, orang itu adalah aku.
Aku telah lama menanti..
..kesempatan ini, Hadirin sekalian..
...dan aku ingin berterima kasih kepadamu, Pak,...
...karena akhirnya menyadari siapa orang yang harus kau percaya.
Jangan terburu-buru, Simon.
Agastya. Kami akan memberimu satu bulan lagi.
- Apa? Satu bulan? - Terima kasih kembali.
Satu bulan.
Jika kami tidak menerima hasil pada saat itu,...
...kami akan menghentikan proyekmu.
Dari mana kau? Aku berusaha meneleponmu sejak tadi pagi.
Aku mematikan ponselku.
Tolong jangan bertanya apa-apa.
Aku hanya punya kabar buruk.
Aku juga punya kabar buruk untukmu, Agastya.
Ada telepon untukmu.
Dari India
Orang yang menelepon bilang dia adalah saudaramu.
Ayahmu sakit parah.
Dia sedang sekarat.
Dia ingin bertemu denganmu.
Aku harus ke India.
- Kita harus ke India. - Kita?
Ya, kita.
Kita akan berangkat malam ini.
Aku sudah memesan tiketnya.
Jangan ikut. Kau akan...
Aku tidak meminta
Aku bilang aku akan ikut denganmu.
Kita telah hidup bersama selama empat tahun.
Kau tidak pernah memberitahuku...
...bahwa kau punya ayah dan saudara di India.
Kau selalu bilang kau anak yatim piatu.
Maafkan aku.
Kenapa kau tak memberitahuku, Agastya?
Kenapa kau tidak memberitahuku tentang keluargamu?
Kau akan ikut, 'kan?
Kau akan melihatnya sendiri nanti.
Agastya. Apa nama desamu?
'Paglapur'.
'Paglapur?'.
Nama yang aneh.
Itu baru permulaan.
Seberapa jauh lagi ke Paglapur?
Kereta ini tidak akan membawa kita ke Paglapur.
Kereta ini akan membawa kita ke Ratnapur.
Kita harus naik bus dari sana.
- Ini. - Dua tiket, Paglapur.
Dua tiket ke Palanpur.
Paglapur.
- Apa? - Paglapur.
Palanpur. Dua tiket ke Palanpur.
Ya, tapi dia bersikeras pergi ke Paglapur.
Tapi kita akan ke Paglapur. - Bus ini tidak akan membawa kita ke Paglapur.
Kita akan turun di Palanpur, lalu naik bajaj.
Katakan ke mana tujuanmu?
'Paglapur'
Aku akan membayarmu lebih.
Bawa kami ke sana.
Aku bisa menerbangkanmu ke Afganistan.
Tapi jangan ke desa mengerikan itu.
Aku mohon
- Tuhan, tolonglah aku. - Kau seperti ketakutan...
...seolah-olah penduduk desa akan menyerangmu dengan kapak.
Oh, Tuhan!
Lari! Banyak orang gila di desa ini!
Berhenti! Mau ke mana kau?
Ke mana saja selain Paglapur. Lari.
- Sundi! - Dari mana dia datang?
Babban!
Babban, hati-hati.
Babban!
Apa kau terluka?
Sattu, kami sudah terbiasa.
Pasti cerita yang sama saat memotong dahan.
Tidak bernasib baik.
Kemarilah.
Diva. Ini Babban.
Saudaraku. Babban, ini Diva.
- Temanku. - Hai.
- Dia berbicara dengan siapa? - Mereka.
Dahannya patah lagi! Aku sangat sial!
Jangan cemas. Kau masih harus melihat seisi desa.
Jadi, Anak-anak.
Yang paling pintar di antara kalian..
..akan menjadi wizurai negara ini.
- Menjadi apa? - Wizurai.
Ya. Astaga!
Jerman!
Hitler.
Sembunyi. Pergi.
Larilah, sembunyi! Mereka datang setiap hari.
Sudah pergi.
- Masih ada rambut. - Apa?
Diselamatkan oleh rambut.
Pak, kenapa Jerman menyerang kita setiap hari di waktu ini?
Nak, tidak ada yang tahu...
...kapan Perang Dunia Kedua akan berakhir.
Aku tak tahu.
Apa kau belajar di sekolah ini dan menjadi ilmuwan?
Ya, sampai kelas tiga.
Sattu. Kau datang dan pergi.
Kau kembali.
Aku kembali, Guru.
Aku dalam perjalanan menemui ayahku.
Kepala desa tidak sehat.
Dia sakit parah.
Dia tak akan hidup lama.
- Katakan lebih keras. - Terpujilah Dewi.
- Tidak, sebutkan tabelmu. - Dua dikali satu sama dengan dua.
- Dua dikali dua sama dengan empat. - Bagus.
Agastya, apa itu?
Dua dikali empat sama dengan delapan...
Minggir. Itu rumah Raja.
Dia pasti sangat senang melihat Sattu.
Yang Mulia, Sattu telah kembali.
Raja segala raja, paling berani dan suka bertualang,...
...Rajaji tiba.
Apa?
Kakeknya ditempatkan di rumah sakit jiwa di sini.
Pasti dia pernah menjadi raja.
Dia masih menganggap dirinya raja.
Salam, Rajaji.
Sattu, harapan terakhir kekaisaranku.
Kau telah kembali, Nak.
Dia temanku.
- Dia temanku. - Teman.
Ini, peganglah dunia. Hati-hati.
Aku hendak menemui ayahku dan aku pikir aku harus singgah.
No comments yet. Be the first to leave one.