The first 160 lines.
Dia adalah predator puncak di Kutub Utara.
Kini, beruang kutub berada di bawah kepungan.
Ancaman, musuh mematikan,
lebih kuat dari yang pernah ia hadapi.
Sebuah tantangan yang melampaui apa pun yang ada di Kutub Utara.
Setelah jutaan tahun menguasai kutub es,
apakah beruang kutub sudah menemukan lawan?
Es Kutub Utara menjaga sebuah rahasia.
Meski tampak suram dan tandus, Kutub Utara menyimpan kehidupan.
Hanya perlu melihat sedikit lebih dalam.
Untuk bertahan setahun,
beruang kutub perlu makan 40 ekor anjing laut.
Tinggal satu lagi yang dibutuhkan.
Musim semi hampir berakhir.
Jika tak menangkap yang satu ini, dia mungkin takkan bertahan hidup.
Itu mungkin lonceng kematiannya.
Dia tak bisa berburu anjing laut tanpa es.
Kini es mulai menghilang.
Di akhir Juni.
Beberapa generasi yang lalu,
beruang kutub masih punya waktu satu bulan lagi
sebelum ia kehabisan waktu untuk memenuhi kuota anjing laut.
Tapi tahun ini, dunianya menyusut lebih awal.
Dia tak punya pilihan.
Dia harus memasuki dunia baru
Sebuah bahaya.
Beruang kutub ini berusia tiga tahun.
Masih remaja untuk ukuran beruang kutub.
Kini, apapun caranya, dia harus berada di pantai.
Hampir 500 kilometer yang melelahkan jauhnya.
Sebelumnya, untuk melakukan ini, ia dipandu induknya.
Kini dia sendiri
Dan itu akan jadi musim panas terpanjang yang paling kejam.
Dia salah satu dari 2.000 beruang yang tinggal di Teluk Hudson Kanada.
Setiap tahun, saat es mencair, sebagian mengarah ke selatan.
Pertama ke pulau-pulau di sepanjang jalurnya,
kemudian ke daratan.
Beruang kutub dan komunitasnya hidup jauh ke selatan
dibanding beruang kutub lainnya di bumi.
Selama beberapa generasi, mereka satu-satunya kelompok
yang terpaksa bertahan tanpa es di sepanjang musim panas.
Jika dunia terus memanas, mereka takkan sendiri.
Beruang kutub di seluruh dunia pun bisa tersingkirkan,
dan menghadapi perjuangan hidup-atau-mati yang sama.
Di sepanjang Teluk Hudson,
mamalia laut mencari rumah untuk musim panas.
Singa laut, sumber lemak yang menggoda.
Beruang kutub bisa mengendusnya dari jarak hampir satu kilometer.
Ini mungkin satu-satunya peluang baginya
untuk menangkap anjing laut sebelum es mencair.
Hidung singa laut juga tajam.
Kesiagaan para induk ditingkatkan.
Beruang kutub termasuk makhluk yang mahir di dalam air.
Satu ton gading dan kesulitan.
Ini pertemuan luar biasa.
Sebuah adegan yang jarang terlihat.
Sendirian untuk pertama kalinya adalah hal menakutkan.
Satu dari lima beruang muda mati.
Agar si anak bertahan hidup,
pelajaran dari induk telah membuat mereka bertahan seumur hidup.
Anak jantan dan betina,
tak punya banyak lemak untuk energi dan isolasi.
Mereka tetap dekat dengan induk, meniru setiap gerakannya.
Selama dua tahun pertama, mereka sepenuhnya bergantung pada induk.
Mereka masih menyusui.
Si induk harus makan, atau anak-anaknya takkan bertahan.
Dataran sunyi ini hanya persinggahan.
Meski aromanya
kini selamanya tertanam dalam ingatan anak-anaknya.
Itulah yang membuat beruang kutub ini tetap pergi sekarang.
Ingatan membawanya dia ke pulau-pulau yang sama.
Aromanya tercium olehnya? Murre paruh-tebal.
Terpisahnya langit dan laut membuat mereka tak terjangkau.
Kali ini dalam setahun, plankton mekar menarik ikan haring dan udang,
Pesta bagi burung murre.
Beruang itu pun mengendus makanan.
Tapi jaraknya 200 meter darinya.
Ini tantangan tak masuk akal bagi beruang dewasa untuk mengejarnya.
Serahkan saja pada remaja yang putus asa.
Murre memilih tebing untuk koloni agar predator tak bisa mendekati.
Tepian yang cukup berharga.
Tak ada yang menduga beruang kutub mendaki tebing.
Perilaku ini sebelumnya tak pernah tertangkap kamera.
Pertanyaannya, dari risiko dan keberhasilannya, apakah itu layak?
Bukan untuk satu anak burung.
Tulang dan bulunya cuma bumbu untuk rasa lapar.
Beruang kutuh butuh lemak.
Satu-satu harapannya masih sejauh 250 kilometer.
Dia harus sampai ke daratan.
Tak ada tanda keberadaan darat untuk membimbingnya.
Hebatnya, dia bisa terarah. Pada siang hari, menuju matahari.
Pada malam hari, bintang-bintang adalah kompasnya.
Dia mungkin menggunakannya untuk melacak jalurnya ke depan.
Malam demi malam, beruang kutub tak tidur atau makan.
Setelah 10 hari,
darat.
Tapi beruang kutub terlahir untuk bertahan di atas es, bukan darat.
Bagi beruang kutub ini, bertahan hidup mungkin masih panjang.
Beruang kutub sebenarnya berevolusi dari beruang darat, seperti grizzly.
Kini dia terpaksa kembali ke akarnya, dan beradaptasi.
Dia tak dilengkapi untuk berburu mangsa asing ini.
Hewan bumi, bukan es.
Dan dia tak dirancang untuk suhu panas.
Panasnya 28 derajat Celcius.
Penderitaan.
Setidaknya ada serangga untuk dimakan.
Tak ada cara untuk bisa nyaman.
Jantan lain yang lebih tua sudah di sini cukup lama untuk tahu caranya.
Membasahi diri.
Beruang harus tarik pelajaran.
Itulah alasan ia mendatanginya. Beruang kutub adalah siswa bersemangat.
Pelajaran hidup yang ia butuhkan kini adalah cara agar tak kelaparan.
Bahkan, memungut makanan ringan di tanah adalah kesalahan.
Veteran tahu bahwa makan akan merubah keadaan dirinya.
Untuk memperlambat metabolisme si jantan tua puasa selama musim panas.
Ini keadaan seperti-zombie yang disebut "hibernasi-berjalan."
Dia akan hidup dari cadangan lemaknya
dan menghabiskan jam-jam bangunnya dengan setengah-terjaga.
Tapi beruang kutub bisa abaikan itu.
Dia terlalu muda untuk membuat perubahan metabolik.
Dia bisa bertahan sepanjang musim panas sebelum kelaparan.
Masalahnya, musim panas berlangsung lebih lama.
Betina ini sudah di ambang kematian.
Dia tak makan cukup anjing laut sebelum es pecah.
Minum adalah tanda putus asa.
Jika dia sehat, dia akan terhidrasi akibat metabolisme lemaknya sendiri.
Tapi dia tak memiliki lemak.
Ini nasib buruk.
Datang sejauh ini hanya untuk menderita di tempat yang jauh dari pantai.
Tak semua beruang Teluk Hudson menaruh kepercayaan pada darat.
Ini bulan Agustus, beruang tersesat masih terapung-apung.
Dia punya strategi untuk tetap di sini di sepanjang musim.
Dia belajar berburu selama perjalanan
dan mengincar seekor singa laut.
Di dalam air, beruang tersesat bukan tandingan bagi singa laut.
Tapi akhirnya, kawanan perlu istirahat.
Kesempatan sempurna untuk penyergapan.
Mereka sudah keluar selama pesta empat hari, mencari makanan kerang.
Kini mereka kelelahan.
Satu tangkapan, maka beruang tersesat ini
akan memiliki cukup untuk bertahan selama berhari-hari.
Tubuh anak singa laut adalah sepertiga lemak.
Tapi semua anak dikelilingi singa laut dewasa.
Hewan besar, berbahaya.
Selagi mereka gelisah, penjagaan diperketat.
Tak ada hal di mana singa laut menggaruk sendirian.
Kawanan ini mengusap bersama, menggaruk bersama.
Akhirnya.
Kebanyakan beruang tak mau ambil resiko itu.
Beruang tersesat yang lapar ini tak berpikir dua kali.
Beruang tersesat mendekati arah angin untuk menghindari deteksi.
Naluri induk untuk menjaga anak adalah dorongan yang kuat.
Hanya ada satu yang bisa lebih kuat.
Rasa lapar.
Beruang tersesat akan mengikuti kawanan sepanjang musim panas,
mengambil anak singa laut dengan mudah.
Ia tak perlu repot-repot bermigrasi ke darat tahun ini.
Beberapa pengelana tak begitu beruntung.
Di sini, jauh dari habitat beruang, kematian adalah kenyataan hidup.
Dia mungkin mati karena cedera.
No comments yet. Be the first to leave one.