Season 1

Release info

The Warrior Princess And The Barbaric King S01E10 CR WEB-DL Bahasa Indonesia ID
[Crunchyroll] Hime Kishi wa Barbaroi no Yome - 10
A Commentary by Abu3safeer
💢||🅲🆁🆄🅽🅲🅷🆈🆁🅾🅻🅻💢

Tags

webdl
anime
Published on: 2026-06-11
Downloads: 46
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 146 lines.

Kita ketahuan musuh yang merepotkan!

Naga yang nyemburin api di sini cuma mereka!

Keturunan penguasa Pegunungan Tambang Besi.

Naga murni, naga api!

Glennairi!

Naga murni? Selevel Morisberi?

Benar. Tapi!

Berbeda dari waktu Morisberi,

dia tidak terluka dan kita tidak banyak kesatria!

Kalau dilabrak kita berdua mungkin selamat,

tapi Cersei dan Malcius mati.

Mati!

Ada cara melawannya?

Misalnya tiruan naga ini bisa menyemburkan api.

Yang ini hanya tiruan naga! Roh dari Kerindungan akan langit!

Hanya bisa terbang.

Mau tidak mau kita harus turun lawan dia, ya!

Mustahil hanya kita berdua!

Apalagi kamu tidak memakai helm! Kabur pilihan terbaik kita!

Seharusnya naga api tidak peduli dengan "naga palsu" ini, kenapa bisa?

Apa itu!

Meriam antinaga Kaum Penambang!

Tapi, enggak mempan, lo!

Tetap cukup untuk pengalihan! Kita turun!

- Aduh! - Hampir mati!

Aku hampir mati!

Tuan Deru Guntur baik-baik saja?

Terima kasih bantuannya!

Tapi, dia lawan kita!

Kita kalah angin! Lebih baik kita mundur!

Siap! Tinggalkan meriamnya, semua! Lalu, cepat mundur!

Mundur ke terowongan empat!

Nona semua juga kemari!

Tapi!

Jangan lihat!

Lihatlah puncak ilmu kimia kaum kami!

Cepat lari!

Iya!

Sera! Tahan napasmu! Tiarap!

Kita... berhasil lolos?

Sepertinya berhasil.

Kamu ada luka, Sera?

Berkatmu aku selamat.

Justru kamu gimana? Itu baik-baik saja?

Cuma kebakar sedikit, enggak masalah.

Putri Serafina!

Kalian berdua selamat?

Iya, syukurlah kalian juga selamat.

Aduh, aku kaget, lo, pas pengawas yang nyambut buru-buru lapor.

Terima kasih. Tanpa bantuan kalian mungkin akan timbul korban.

Harusnya dia jarang muncul?

Iya, harusnya cuma wilayah kawah.

Enggak biasanya bisa muncul sampai bawah lereng.

Yah, kita mana bisa nebak isi kepala naga.

Yang penting kita rayakan dulu karena berhasil selamat!

Benar juga.

Nah, kita sampai!

Jadi ini...

desa Dwarf!

Selamat datang di desa Kaum Penambang!

Tungku Bawah Tanah!

Kaki gunung bisa dilubangi serapi ini.

Aku enggak bisa bayangin teknologi sama kerja kerasnya.

Senengnya kalau dipuji setulus itu.

Karena penelitian dan menggali lubang memang kebanggaan kami.

Begitu, ya. Memang khas Dwarf.

Maaf telat berkenalan. Aku Serafina de Lavillant.

Granat kilatmu tadi sangat hebat.

Jangan ngomong seformal itu!

Badanku malah jadi merinding, tahu! Ngomong santai aja.

Ya.

Namaku Kimaki. Salam kenal.

Ya, salam kenal Tuan Kimaki.

Tuan juga enggak perlu.

Ya, baiklah.

Oke! Mumpung udah saling kenal, hari ini biar aku yang mandu tamunya!

Curang, ah, Kimaki.

Enak banget, ih.

Siapa cepat dia dapat.

- Aduh! - Kamu buta arah, 'kan?

Padahal udah kenalan begini,

tapi kaum mereka susah dibedain, ya.

Panas sekali, ya. Belum lagi...

Terus, bau khas apa ini?

Ini mau belerang.

Belerang?

Bahan baku mesiu kalau enggak salah. Pernah baca di buku panduan militer.

SEBENARNYA BAU HIDRIGEN SULFIDA BELERANG TIDAK BERBAU

Semuanya, di sini.

Kalau ngomongin sungai air panas, ya, di sinilah tempatnya!

Air panasnya beneran ngalir!

Pemandangan ini enggak nyata banget!

Kalian baru pertama kali ke pemandian air panas?

Aku udah pernah dengar, sih.

Yah, sekarang airnya emang lagi mendidih,

nanti didinginin di sana sampai pas.

Sera, nanti kita ketemu lagi.

Oh! Jelas terpisah, ya.

Apa, nih? Maunya bareng sama Tuan Veor?

Aku enggak bilang begitu!

Ini budaya Kaum Penambang!

Anehnya, ruang ganti sama pintu masuk cowok-cewek dipisah.

Justru buatku, desamu yang enggak dipisah yang aneh.

Silakan.

Karena buat Dwarf kali, ya? Langit-langitnya pendek.

Semuanya dari logam, ya.

Kayu yang panjangnya cukup buat bahan bangunan tuh barang langka. Repot bawa.

Makannya, batu sama logam bisa kami pakai banyak.

Yah, jadilah bangunan kayak begini, deh.

Karakter daerah, ya.

Nona Sera. Aku bantu lepasin zirahnya.

Aku juga bantu!

Ya, tolong, ya.

Pemandian air panas, ya.

Penasaran pemandian alami begini gimana rasanya.

Budaya pisah cowok-cewek tadi ke mana!

Apalagi terang-terangan begini!

Begini, walau kamu masih kecil, ngintipin orang ganti baju, tuh...

Oh! Tunggu sebentar!

Kayaknya suaraku jadi teredam gara-gara perlengkapan ini!

Sekarang udah jelas, 'kan?

Lo! Masih belum percaya?

Kalau ini gimana!

Kamu gadis!

"Gadis" apaan, tahun ini aku udah lima puluh lima tahu, lo?

Lima puluh lima? Lebih tua?

Kalau di umuran manusia, aku sekitar dua puluh tahun.

Dulu juga ada orang barat yang kaget gara-gara mukaku kayak anak keci.

Anggapan semuanya brewokan itu cuma prasangka doang!

Padahal harusnya itu unsur cerita kuno yang turun-temurun, sih.

Kayaknya soal jenggot tuh awalnya dari salah lihat kain wajah ini.

Baik cowok atau cewek wajib pakai masker antiracun dan debu soalnya.

Cerita rakyat emang gitu, ya.

Suasana kayak begini udah lama enggak kerasa, ya.

Kamu udah tahu, tapi diam aja, ya!

Jadi inget pas kamu baru sampai ke tempat Tuan Veor.

Tapi kenapa kamu melototin Nona Serafina ganti baju kayak gitu?

Aku liat yang itu, lo.

Zirahku?

Nona Sera...

Begini, buat ganti jamuan dari kami,

aku mau bongkar zirah Barat itu sampai ke setiap sudutnya terus ngerawat.

Kalau dirawat, justru harusnya aku yang bayar...

Enggak perlu!

Soalnya... Soalnya...

Ngeliat barang seseksi itu terus enggak disentuh-sentuh malah dosa besar!

More Indonesian subtitles for The Warrior Princess and the Barbaric King

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left