The first 200 lines.
Kemaluan.
Kemaluan.
Payudara.
Payudara.
Kemaluan.
Kemaluan.
Sial.
Sial.
Sialan.
Sialan.
Bokong.
Bokong.
Keparat.
Keparat.
Muka bokong.
Muka bokong.
Sudah berapa jauh kita pergi?
50 mil.
Kurasa kita sudah hampir masuk hutan. Ayo.
Jangan sampai terkena karat.
Ayo!
Kukira itu sebuah panah.
Jalang.
Jalang.
Sial.
Sial.
Sialan.
Sialan.
Fuck.
Katakan. Fuck.
Itu sumpah serapah terburuk.
Sebenarnya, temanku, dia kelas delapan,
dia bilang itu hanya sebuah bahasa lain dari Rusia,
jadi tidak apa untuk menyebutnya.
Oh, lihat.
- Apa? - Lubang ular!
Akan kutinggalkan punyaku kalau-kalau mereka mencoba kabur.
Ide bagus.
Mau lihat trik sihir?
- Tidak mungkin! - Mau?
Ya.
- Kita harus menyimpannya, lagi pula. - Oke.
Dua sentimeter per-hari.
Tunggu, kenapa tidak kau simpan dalam kantongmu?
Banyak pencuri. Ada dompetku dalam sini, juga.
- Anak sungainya pasti sudah dekat... - Menunduk!
Apa?
Polisi.
Kita bahkan belum pergi begitu lama.
- Kau benar. - Apa mereka melihat kita?
Kurasa tidak.
Kita bisa alihkan perhatian mereka.
Lempar ini di sudut paling jauh agar membuat suara.
Oh, sial!
- Kau mengenainya! - Oh, sial!
- Sial! - Aku mengenai mobil polisi.
Ayo pergi!
Tunggu, tunggu, tunggu! Ada sidik jariku di benda itu.
- Punyaku, juga. - Oke. Pergi ambil.
Tidak mau.
Baiklah. Pengecut.
Tunggu.
Pergi lewat sana. Persembunyiannya lebih bagus.
- Tidak ada orang disana. - Mereka bisa saja sembunyi.
Ayahku bilang kadang polisi menyimpan mobil kosong dekat jalanan
agar orang tidak akan ngebut karena mengira itu mobil polisi sungguhan.
Tapi disini tidak ada jalanan.
Apa kau melihatnya?
Aku tidak tahu. Bisa saja yang mana pun. Ayo. Mari pergi saja.
Ku tantang kau untuk menyentuhnya.
Mobil polisi itu?
Tidak mau.
Jika aku melakukannya, kau juga ikut.
Oke.
- Siap? - Tetap waspada kalau-kalau mereka sembunyi.
Sekarang!
Oke.
Giliranmu.
Oh, sial, oh, sial, oh, sial!
Oh, sial, oh, sial, oh, sial!
Ayo, ayo, ayo!
Tidak mungkin!
Cepat, masuklah.
Masuk.
Nuh-uh.
- Kenapa? - Lihat.
Jadi?
Injak gas nya!
Banyak orang jahat di belakang kita!
Akan kutembak!
- Apa kau membunuh mereka? - Tidak, awas!
Kau membawa kita tepat ke arah jurang!
Tidak!
Mana sirenenya? Kita harus keluar dari sini!
Astaga!
Tidak mungkin.
Yang mana?
Yang besar?
Pas.
Apa kau tahu cara mengemudi?
Ya, aku tahu. di "Mario Kart."
Ya, aku juga.
- Aku duluan! - Tunggu!
Coba yang ini.
Keren!
Kenapa tidak mau jalan?
Ia bergerak. Ia bergerak!
Cepat, masuklah.
Kita akan dapat masalah!
Kita sudah kabur. Itu tidak penting.
Bagaimana jika ada orang lihat kita?
Beritahu mereka kita adalah polisi.
Ide bagus.
Ini adalah mobil polisi kita sekarang.
- Oh, sial, oh, sial, oh, sial! - Oh, sial, oh, sial!
Oh, sial!
Tidak mungkin!
Ini mobil polisi kita!
Ini mobil polisi kita!
Ini mobil polisi kita!
Ini mobil polisi kita!- Mobil polisi!
Oh, sial.
Halo. Hei, hei, hei.
Hei, Miranda. Halo, Miranda.
Hei, Miranda.
Hei. Halo.
- Sambungan. - Hei, Miranda. Mitch Kretzer.
Hei, Sheriff. Semua baik saja?
- Kurang baik, aku khawatir. - Oh, tidak. Ada masalah apa?
Yah, kelihatannya aku mendapat masalah dengan radioku. Tidak yakin apa itu.
Maksudmu yang di mobil patrolimu atau yang ada di trukmu?
Mobil patroli.
Aku mendapat semacam gangguan ganjil, mungkin saluran channel truk yang memotong
atau para bocah itu pergi ke timur dengan pesawat remot kontrol mereka. Siapa tahu?
- Ada yang ganjil kau dengar? - Tidak, tidak, tidak sejauh yang ku pikirkan.
Aku berusaha mengontak kalian para gadis. Kalian tidak mendengarnya?
Oh, tidak. Pasti tidak bisa tersambung.
Aku mengerti.
Kukira kalian semua baru saja mengabaikanku.
- Tidak akan, Sheriff. - Oke, yah...
Akan ku periksa jika alat penerimanya yang bermasalah,
dan untuk saat ini, jika kau perlu menghubungiku,
bagaimana kalau kau telpon saja langsung ke HP ku?
Apa kau yakin tidak mau aku mengirim Gary kesana untuk memeriksa?
Tidak. Tidak. Akan kucoba untuk menangani ini sendirian.
- Baiklah. - Terima kasih.
Semoga harimu indah.
Ada permainan?
Tidak.
Sekarang aku.
Mobil terakhir, ulangi.
- Apa yang harus kubilang? - Diamlah!
Mereka tidak bisa mendengar, kecuali aku menekan tombolnya.
Aku tahu.
Bilang polisi sedang... polisi sedang...
polisi sedang meminum milkshake diare.
Polisi sedang meminum milkshake diare dan kemudian buang air dobel.
- Bilang "sial." - Oke.
Ini sambungan. tolong ulangi.
Tunggu. Tapi mereka akan tahu kita bukan polisi.
Ya, kau benar. Mereka pasti mengenal semua suara polisi.
Boleh aku mengemudi?
Ia tetap jalan bahkan saat aku melepas kakiku dari pedal. Lihat.
- Kenapa ia melakukan itu? - Aku tidak tahu.
Aku tahu. Kau lompat keluar dan lari keliling,
dan aku akan akan pindah kursi dan bilang, "Cepat, naiklah!"
Oke. Satu, dua, tiga, ayo!
Tadi itu keren!
Ada banyak barang di belakang sini.
- Apa yang harus kulakukan? - Apa?
Lihat.
Itu sebuah jalanan sungguhan. Kita bisa berkendara lebih cepat di jalanan sungguhan.
Haruskah aku menerobos lewat gerbang?
Tidak.
Biar aku saja.
- Sial. - Apa itu merusaknya?
Pasti terbuat dari titanium.
- Bisakah kau buka gemboknya? - Tidak.
- Coba tabrak dengan mobil. - Oke.
Itu bekerja.
Sedikit lebih jauh.
Aku menekannya sekuat tenaga.
Itu bekerja! Injakkan kakimu dalam-dalam...
Astaga!
Oh, sial!
- Tadi itu keren! - Ya, itu sangat keren.
Mari lihat kita bisa seberapa cepat.
Ya, baiklah.
Oke, naikkan kecepatannya ke 100.
Berapa kecepatanku sekarang?
Biar kucoba.
Ia masih tidak mau berhenti.
Oh, aku tahu. Tarik tuas itu.
Oke, R berarti mundur dan P berarti berhenti.
Masuk akal.
Ini sangat keren!
Awas!
Ya!
Persetan kau, Marcie!
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.