Release info

애타는 로맨스ㅡMy Secret RomanceㅡE03ㅡgriztha08
A Commentary by griztha08
My Secret Romance Episode 3

Tags

other
Published on: 2017-04-24
Downloads: 54
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aish. Aku memang sangat mempesona.

Kau bukan wanita pertama yang menangisiku...

...tapi kau wanita pertama yang menangis karena aku bertanya bagaimana keadaanmu.

Dan kau juga wanita pertama yang menurutku sangat cantik...

...apabila sedang menangis.

Sudah larut, aku akan pergi.

Ya, aku tahu itu!

Cepatlah!

Baiklah!

Sadarlah, Lee Yoo Mi. Ini tidak benar.

Siapa itu?

Ahjussi! Ahjussi! Ahjussi!

[2017: Design Pakaian Dalam Fungsional dan Produksi OEM.]

Respon publik sangat bagus dibanding dengan edisi sebelumnya.

Tentu saja.

Seperti yang Anda lihat, merek pakaian dalam pria kami...

...sudah banyak dikenal orang.

Di Korea, penjualan kami meningkat hingga 19.2% tahun ini.

Barang kami juga sudah pernah tampil dalam peragaan busana di Paris,

dan dalam setiap detik, satu pasang barang kami laku terjual.

Sekian dari laporan hasil penjualan semester 1 tahun 2017 kami.

Wah! Siapa yang memberimu ide untuk menjadikan dirimu sebagai modelnya?

Augh, tubuhmu sangat atletis.

Sudah sepantasnya seorang pebisnis yang mengubah krisis menjadi sebuah kesempatan.

Kau buat Ayah bangga dengan semua yang telah kau kerjakan.

Ini menakjubkan.

Aku akan mengirimkan Ayah rencana bisnis internasional pada akhir minggu ini.

Tapi, kapan kau akan menikah?

Kami sudah selesai melalukan riset pasar, dan setelah kami mengubah strategi pemasaran...

Kapan kau punya anak?

Aku tidak berencana untuk punya anak. Banyak hal lain yang harus dilakukan.

Umurmu sudah 32 tahun. Kapan kau akan menikah dan memberikan Ayah seorang cucu?

Ayah menyuruhmu untuk bersungguh-sungguh dalam bisnis, bukan untuk membuatmu lajang seumur hidup.

Lalu, apa Ayah mau aku mendonasikan spermaku di sebuah tempat?

Dengan begitu Ayah bisa segera menimang cucu?

- Apa? - Kalau begitu...

Nikmatilah pagi Ayah. Aku harus menyelesaikan pertemuan kami.

Tunggu...

Tidak apa. Tidak perlu berdiri. Kenapa repot-repot?

Kita tidak perlu lama-lama disini.

Aku ada urusan penting.

Ayo pergi.

Ada apa dengan suasana disini? Apa kalian mengantuk?

Ini tempat biasa-biasa saja. Jadi, nikmatilah makanannya. Kalian sudah bekerja keras.

Namun, siapa yang mengusulkan strategi pemasaran musim ini?

Kami sudah mengeluarkan kekuatan kami, termasuk struktur dan design 3D...

Pertanyaanku adalah, bukankah itu tugasmu untuk menyiapkan...

...produk kita supaya diminati banyak orang?

Aku pasti akan mengerjakannya!

Maafkan aku. Teruskan makannya. Maafkan aku.

Omong-omong, tolong tinjau kembali strategi pemasaran internasionalnya lagi.

Siapa yang menyelamatkan Daebok dari krisis?

Aku, Cha Jin Wook!

Apa hanya aku saja yang bekerja disini?

Jangan pernah berpikir untuk digaji jika kalian bekerja selambat ini.

Buat kembali seluruh strategi pemasaran dan serahkan padaku besok!

Buat aku terkesan.

- Aish. - Apa-apaan?

Ada apa? Ada masalah?

- Tidak! - Tidak!

Silahkan makan. Ini bukan tempat yang formal, kok. Makanlah dengan tenang.

- Terima kasih. - Selamat menikmati!

Asik! Hotdog!

Aku akan membuatkanmu lebih banyak lagi jika aku tahu kau sangat menyukainya.

Tolong buatkan kami setiap hari!

Bagaimana, ya? Hari ini hari terakhirku. Ini kado terakhirku buatmu.

Bu guru bohong, 'kan?

Aku jujur, kok. Kita tidak akan berjumpa lagi mulai besok.

Walaupun aku tidak disini, habiskan semua makananmu, dan jangan pilih-pilih makanan, ya.

Makanlah apa saja, oke?

- Bu guru, jangan pergi. - Tolong jangan pergi.

- Jangan pergi. - Jangan pergi.

- Jangan pergi. - Jangan pergi.

Jangan pergi...

- Kerja bagus! - Kita sudah bekerja keras!

Kita akhirnya menjadi ahli gizi!

Dimana kalian semua bekerja?

Aku bekerja di universitas. Aku senang sekali tempatnya di Seoul dan bukan di kota kecil.

Aku di rumah sakit.

- Yoo Mi, bagaimana denganmu? - Aku di sebuah perusahaan.

- Perusahaan apa? - Grup Daebok.

- Daebak. - Tidak, bacanya, "Daebok."

Aku tahu perusahaan itu. Mereka terkenal karena produk pakaian dalamnya.

Wah, Lee Yoo Mi, kau benar-benar hebat!

Hei, perusahaan selalu yang terbaik!

Tidak ada anak-anak, atasannya selalu sama, namun yang terpenting...

Kau bisa merayu banyak pria disana!

Teman-teman, jangan ada yang pulang malam ini.

- Tos! - Tos!

Kkamsoona. Kkamsoona.

Kkamsoona, ada apa?

Tunggu, perutmu...

Hei, kau akan jadi Ibu!

Hei, mereka bilang kucing pendiam adalah kucing yang paling banyak diperhatikan.

Kunyuk ini.

Baunya...

...sudah hilang.

Ini birmu.

Permisi, Anda tidak boleh tidur disini.

Seleranya masih sama.

Permisi. Permisi. Anda tidak boleh...

Hei!

- Aish. - Jam berapa ini?

2 subuh.

Kenapa kau tidur disini padahal rumahmu ada diatas sana?

Kau juga mendengkur.

Aku ketiduran saat sedang membaca.

Hei, mimpi macam apa yang kau mimpikan setelah membaca buku ini?

Hei, aku bisa memimpikan apapun yang kumau.

Sepertinya usahamu sedang bagus. Kau masih punya pelanggan jam segini.

Aku lelah.

- Bukannya besok hari pertamamu? - Ya.

Berdirilah. Apa kau mau kubangunkan nanti?

Terima kasih.

Hei, pintunya!

Aigoo.

Daebok, ya?

Kurasa aku akan tahu apa aku ini benar-benar hebat atau tidak saat aku kesana besok.

Bagus.

Anda punya pertemuam dari jam 8:26 pagi sampai 8:52 pagi.

- Dari jam 9:03 pagi sampai... - Berhenti disana.

- Apa Anda tidak tidur lagi? - Apa lagi yang baru?

- Bagaimana dengan makanan? - Aku akan mengurusnya.

Tolong jaga diri Anda. Anda bisa pingsan kalau begini terus.

Sekretaris Jang, kau tidak mengenakan pakaian dalam yang serasi, 'kan?

Jika Anda penasaran...

Lantai satu.

Pintu akan tertutup.

Direktur Cha.

- Apa kau melihatnya? - Apa maksud Anda?

Perempuan yang mengenakan pakaian hitam. Yang barusan masuk ke lift.

Anda yakin baik-baik saja?

Anda tidak demam.

Seperti yang kuharapkan.

Wah, ini bagus.

Dimana kantor departemen gizi?

Kurasa ini kursiku.

Tidak apa. Aku sudah beruntung punya pekerjaan.

Kau sudah berhasil, Lee Yoo Mi. Aku bangga padamu.

Saya ahli gizi baru di Grup Daebok, Lee Yoo Mi. Senang bertemu dengan Anda.

Wah.

- Dimana kau bekerja sebelumnya? - Saya dulu bekerja di sekolah...

- Universitas? - Bukan. Sekolah dasar.

Anak-anak sangat menggemaskan.

Makan siang perusahaan sangat berbeda dengan makan siang di sekolah.

Ada perbedaan dari jumlah orang dan porsinya, dan itu tidaklah mudah.

- Ya, saya akan bekerja keras... - Tidak. Jangan bekerja keras.

- Maaf? - Ah, koki kami membenci itu.

Para pekerja baru selalu ingin bekerja keras tetapi malah membuat kacau saja.

Fokus pada tugasmu dan kami yang akan menangani sisanya.

Kalau begitu, apa yang harus saya lakukan?

Kentangnya sedikit terlambat. Kentangnya sedang dalam perjalanan.

Aku akan menunjukkan sekeliling padanya.

Biar aku yang lakukan.

- Mari pergi. - Ya, mari pergi.

Itu dia! Semangat, semuanya!

Namun dia harus mengupas bawang merah.

Wah, dia kabur lagi.

Anda harus membawa bahan makanan sendiri ke dapur.

Saya mengerti.

Tapi kelihatannya semua masakan disajikan dengan sangat baik.

- Saya yakin koki sedang melakukan pemanasan, 'kan? - Tidak, jangan harapkan dia melakukan itu.

Ahli gizi yang bekerja disini sebelum kau datang keluar karena dia.

- Benarkah? - Berapa usiamu?

28 tahun.

Kita seumuran.

Sial, dia seksi sekali.

Dia sangat pas dari atas hingga bawah.

- Tapi, siapa dia? - Dia sekretaris direktur.

Ah, dia punya style yang unik.

Kupikir semua sekretaris memakai pakaian dominan hitam.

Itu caranya menghilangkan stress.

Maaf?

Sifat Direktur sangat keras.

Kau tahu pengukur waktu yang biasa dipakai di dapur? Dia menggunakannya saat rapat.

Mereka menyebutnya bom waktu.

Apa Direktur makan di kafeteria?

Tidak, aku sudah bekerja selama setahun disini...

...dan aku belum pernah melihatnya makan di kafeteria.

Kudengar dia hanya makan roti atau mi instan karena dia tidak punya waktu untuk makan.

Augh, itu tidak sehat sama sekali.

Namun, otot dan badannya masih saja tetap fit.

Aku ingin sekali melihat tubuhnya.

Direktur Cha, sudah saatnya rapat.

Baik.

Eun Bi-ssi, aku butuh kartu akses.

- Pergilah ke Departemen Akuntan. - Terima kasih.

Menuju ke lantai 7.

Sial.

Augh, aku harus fokus agar tidak kehilangan pekerjaanku.

Ah tidak. Koinku.

Aku akan naik yang selanjutnya.

Sial.

Apa ini? Dimana uang koin 500 won milikku?

Silahkan duduk.

Itu hanya buang-buang waktu. Tolong duduklah.

Kudengar kalian menyebut ini dengan "Bom Waktu".

Aku ingin memberikan hadiah pada pemberi nama itu. Aku menyukai nama itu.

Mari kita selesaikan pertemuan ini sebelum waktunya habis.

Dengan fakta bahwa model untuk merek kita adalah pemiliknya sendiri...

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left