The first 200 lines.
Siapa yang mau kue-Stan?
Ini seperti panekuk,
tapi mungkin ada sedikit rambutku di dalamnya.
Sekip.
Ini dia!
Ah!
Oh, sudah datang! Sudah datang! Sudah datang! Sudah datang!
Aku sudah menunggu sepanjang pagi
dan akhirnya sampai juga!
Harian Gravity Falls Gossiper menerima artikelku
tentang tips mode musim panas untuk tupai.
Fotoku akan ada di koran!
Lihat nih!
"Pacifica Northwest menyatakan kerah V adalah tren musim ini."
Apa yang kulihat ini?
Apa???
Sepertinya ada orang yang menyogok supaya bisa masuk halaman depan.
Apa legal bagi seorang anak memakai riasan sebanyak itu?
Ih. Pacifica.
Dia selalu merusak segalanya.
Aw, cerialah Mabel.
Maksudku, tidak ada lagi yang baca koran zaman sekarang.
Kawan-kawan!
Musim kerah V sudah tiba!
Siapa yang mau membantuku jadi yang terdepan dalam tren mode?
Aku membawanya satu langkah lebih maju
dengan kerah W!
Harus. Ikuti. Koran.
Aku butuh sesuatu untuk mengalihkan pikiranku dari ini.
Mencari pengalihan
dari hidupmu yang mengerikan?
Wah, tentu saja!
Kemenangan. Kehormatan.
Takdir. Daging Domba.
Kata-kata yang terdengar kuno ini hidup dan nyata
di Diskon Kerajaan Putt Hutt Gravity Falls!
Tidak tersedia daging domba di kedai camilan.
Hei, Mabel kau suka golf mini!
Dia sudah jago main itu sejak kita masih kecil.
Bagaimana, Mabel?
Kita mengalami beberapa hari yang bikin stres.
Bagaimana kalau kita istirahat sebentar, hah?
Apa mengalahkan kami semua di golf mini bisa menghiburmu?
Mungkin sedikit.
Ayo, Mabel! Kemenangan!
Kehormatan!
Takdir!
Daging Domba!
Kemenangan! Kehormatan! Takdir! Daging Domba!
Kemenangan! Kehormatan! Takdir! Daging Domba!
Dan si babi bisa menjaga rumah.
Oh!
Golf Mini. Olahraga para juara mini.
Rumputnya palsu tapi kesenangannya asli.
Ada sesuatu di sini untuk semua orang.
Hei, kau, berhenti!
Kembali ke sini!
Hei, itu gestur tangan yang tidak senonoh!
Fokus, fokus, dan...
Jangan khawatir, kawan kau masih
"luar biasa!"
Aku terima saja pujiannya.
Goyangkan pinggul, dan...
Lho... Kok aku bisa di sini?
Ya!
Astaga naga!
Seseorang di keluarga kita ternyata punya bakat.
Paman Stan, Paman belum lihat semuanya!
Teman-teman, ini luar biasa.
Kalau Mabel dapat hole-in-one di sini,
dia akan mengalahkan skor tertingginya sendiri!
Kau pasti bisa, Mabel.
Anggap saja bolanya adalah wajah Pacifica.
Yah, sial!
Jangan khawatir, Nak. Benda ini acak.
Ya, selain Segitiga Bermuda,
cara kerja golf mini adalah misteri terbesar di dunia.
Sejauh yang aku tahu,
kau masih lebih baik dari siapa pun di Gravity...
Oh, coba lihat itu?
Aku tidak tahu hari ini adalah hari "gelandangan main golf gratis".
Pacifica!
Wah, ternyata keluarga Pines.
Gendut, tua, payah, behel.
Soos, salah tidak kalau aku menonjok anak kecil?
Biar aku yang urus.
Hei, Pacifica,
bagaimana kabar soal keluargamu-yang-penipu itu,
lancar-lancar saja?
Lancar banget, sebenarnya.
Itulah enaknya punya uang.
Masalah jadi hilang.
Yah, uang tak bisa membelikanmu keahlian.
Kau baru saja masuk ke permainan sang juara golf mini.
Sergei!
Ini Sergei, pelatihku.
Olimpiade pernah mengadakan golf mini sekali.
Aku dapat emas!
Jadi kalau kalian tidak keberatan
minggir dari jalan para profesional...
Nikmati posisi kedua. Beri dia tepuk tangan, hadirin!
Oh, ya?
Kalau begitu, aku menantangmu tanding ulang,
dasar kau...
stereotipe cewek pirang manja norak satu dimensi berjalan!
Oke, ayo kita lakukan.
Pengumuman! Pengumuman!
Tetot! Tetot! Aw!
Hentikan segera!
Taman sekarang ditutup karena cuaca.
Raja Golf Mini telah bersabda.
Oh, Rajanya jatuh!
Ini belum berakhir. Kau. Aku. Tengah malam.
Kita lihat siapa yang terbaik.
Aku akan ada di sini.
Aku akan ada di sini.
Peh, peh! Ada rambut di mulutku. Peh!
Waktunya mencoret golf mini dari daftar bakatku.
Aw, jangan menyerah Mabel.
Ya, kalau kau mengalahkannya di sini,
dia takkan pernah bisa mengejekmu lagi.
Bayangkan saja.
Bagian untuk baju nenek-nenek jelek
ada di sebelah sana.
Oh, ya?
Nah, bagian untuk orang-orang
yang kalah main golf ada di sebelah sana!
Kami datang secepat mungkin.
Kami dengar ada gadis kecil yang Kena ejek parah!
Oh!
Tamatlah riwayatku!
Tos dulu!
Yey!
Kalian benar, teman-teman.
Aku cuma perlu latihan sedikit lagi sebelum tengah malam.
Pergi ke lapangan golf setelah gelap, katamu?
Entahlah. Kita harus membobol masuk dan...
Bercanda kok! Ayo kita bobol!
Oh, dan hei Mabel!
Habisi dia, Nak.
Sialan! Sial-sial-sialan!
Aku tidak mengerti!
Ada apa sih dengan lubang ini?
Kau dengar itu?
Apa? Ada apa?
Ambil tongkatmu.
Aman? Aman?
Baiklah kalau begitu.
Hai! Halo! Aku Franz. Dan selamat datang di rumah kami.
Apa-apaan ini?
Ya.
Apa kalian manusia mungil? Atau manusia-mini yang besar?
Bukan keduanya. Kami adalah lilli-putt-tian!
Lilli-putt...
Namanya lebih masuk akal kalau ditulis daripada diucapkan.
Dan kami mengendalikan bola-bola! Lihatlah!
Wow!
Itu luar biasa!
Dan rumitnya tidak perlu banget.
Ah, bisa saja.
Itu hanyalah hasrat seumur hidup kami!
Apa kau mau kami menjelaskannya lewat lagu?
Enggak usah, kami mengerti.
Jadi apa yang kalian para raksasa lakukan di sini?
Kami agak terpaksa harus main turnamen golf ini
melawan rivalku, Pacifica.
Oh, rival. Rival, rival.
Oh, kami tahu segalanya soal rival.
Sumbat mulutmu itu, dasar pencinta kincir angin!
Para pesolek rendahan ini payah sekali
dalam mengendalikan bola!
Kami adalah penguasa bola, kata saya!
Tutup mulut kalian, bajak laut tukang pamer!
Semua orang tahu lubang Menara Eiffel
adalah yang terbaik!
Tahan komentarmu, dasar orang Prancis bermulut kotor!
Tak ada kendali yang lebih baik
daripada para ksatria dari...
Istana sosis.
Siapa yang menulis ini?
Kita akan tentukan lubang mana yang terbaik!
Serang!
Serbu!
Oh, aku gemetaran ketakutan nih.
Bersiaplah untuk mati!
Hidup raja mini!
Matilah, kau sampah jahat!
Aw!
Yarr!
Orang-orang ini rusuh sekali.
Teman-teman, tenanglah.
Pertengkaran kalian secara tak sengaja terlihat menggemaskan.
Kami memang menggemaskan, wahai raksasa, tapi kisah kami, tidak begitu.
Setiap lubang di taman ini berpikir bahwa merekalah yang paling unggul.
Mulai dari koboi di timur
hingga penambang kotor di selatan.
Andai saja ada cara untuk memutuskan pihak mana yang terbaik
mungkin dengan penghargaan atau, semacam piala.
Entahlah.
Tapi, Franz, lihat!
No comments yet. Be the first to leave one.