The Rage

The Rage (Бешенство)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Beshenstvo 2023 WEBRip x264 AAC YTS MX
A Commentary by subber.id

Tags

webdl
professional_translation
Published on: 2025-02-13
Downloads: 121
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

The Rage AKA Beshenstvo

Keluar.

Setelah kau menghajarku, seluruh tubuhku sakit.

- Mungkin ayah bisa gendong aku? - Tentu saja.

Oke, lepaskan aku.

Lepaskan aku! Aku bisa sendiri.

Lepas! Apa yang kau lakukan?

Ini kuburan teman ayah. Dima Nifontov.

Dia meninggal saat 27 tahun.

Ayah rindu dia?

Tunggu saja. Kau akan merasakannya. Tak perlu buru-buru.

Lepaskan! Bangsat!

Dimon dikubur di sini. Tereshonok.

Dia hanya bertahan hingga 26 tahun.

Dan ini kuburan sahabat ayah, Kostya Grishkov.

Rasakan betapa lembutnya tanah di sini.

Ini lembut. Kau mau dikubur di sini juga?

Kostya berbaring di sini tak berdaya.

Kau memang bodoh.

Ada 20 teman ayah yang dikubur di sini.

Tak satupun dari mereka yang bisa bertahan hingga 30 tahun.

Berarti kau harusnya bangga. Kau sudah 100 tahun.

Mereka tidak tahu apa yang akan mereka hadapi...

...saat mereka masukkan sampah itu ke nadinya.

Dan lihat bagaimana hasilnya.

Aku lebih suka mencari motivasi kebijaksanaan dari YouTube.

Kau juga mau mati dengan jarum suntik di nadimu?

Tidak. Aku mau jadi sepertimu.

Mati dengan tenang di ranjangku,

Dikelilingi anak dan cucu tercinta.

Percuma aku membawamu ke sini.

- Ayo. - Aku bisa pergi sendiri!

Yang kau hanya bisa adalah menyuntikkan jarum ke nadimu sendiri.

Akhirnya datang juga. Aku telepon berkali-kali.

Apa ponselmu mati?

Halo.

Kau membawa si bangsat?

- Silakan berkenalan dengan dia. - Baiklah.

Keluar, Yang Mulia.

Dia sangat kurus. Sama seperti anakku.

- Tas ini untukmu. - Oke.

Kuncinya ketinggalan. Sebentar.

Misha! Ambilkan aku kunci dari rak kedua!

- Cepatlah! Di sini dingin. - Biar aku ambil itu sendiri.

Tempat apa ini?

Ini tanah airmu.

Kita sebaiknya masukkan mobil ke garasi.

Aku akan lakukan itu sekarang. Mau aku bawakan sesuatu?

- Bawakan tasnya. - Oke. Baiklah.

Ayo.

Masuk.

Kau menghangatkannya seperti sauna.

Khusus untuk tamu terhormatku.

Hei, kau mau ke mana? Kami tak pakai alas kaki di sini.

Lepas sepatumu.

Kau pergilah ambil air.

Yura.

- Ini amunisinya. - Oke.

Wow, Igor, seperti biasa, terima kasih.

- Dengar, di sini hangat... - Pergilah siapkan meja.

Tapi itu sudah siap.

Ayo, buat dirimu nyaman dan bergabung denganku.

Ini ranjangmu. Kasur di sini lembut. Cobalah.

Apa yang harus lakukan untuk membuatmu membawaku kembali?

Ayah, apa yang kau lakukan?

Apa yang kau lakukan?

- Itu bagus. - Apa ini? Kau gila?

Apa aku anjing atau budakmu?

Mulai sekarang itu akan seperti ini.

Kita tidur, olahraga di pagi hari,

Berkemas, lalu pergi ke taiga.

Ada pondok berburu di sana.

Kau tidak akan diborgol di atas sana.

Tapi di sini, itu yang akan terjadi.

Kau gila. Kau yang harusnya diborgol!

Pergilah! Aku tak punya apa-apa lagi!

- Berbaring! - Jangan sentuh aku!

Lepas! Lepas! Aku sudah bilang!

Ada udara segar...

Hewan buruan, air tawar...

Kau pasti suka.

Berikan sepatuku! Kakiku kedinginan!

Pakai selimut.

Aku terakhir pakai narkoba kemari. Kau mengerti?

Ini akan jadi malam yang penuh sakau!

Kau pasti bisa bertahan.

Detoks paksaan.

Aneh. Kau memang aneh.

Kenapa kau tidak makan dagingnya?

Aku sebaiknya makan yang panas terlebih dulu.

Itu benar.

Dia selalu seperti ini setiap hari.

Dia menabung selama musim panas, dan aku juga untuk menambahkan.

Lalu dia beli konsol gim bekas di Internet.

Sekarang dia hanya sibuk bermain itu.

Larang dia.

Itu tak berguna.

Sesaat aku keluar dari rumah, dia akan kembali bermain.

Saat ibunya pulang bekerja, dia yang akan melarangnya.

Bagaimana dengan kondisi anakmu?

Aku bawa dia ke berbagai macam klinik.

Aku bahkan temui semua jenis tabib dan orang pintar.

Aku juga ke gereja untuk dia.

Menyalakan lilin. Tidak ada yang membantu.

Aku hanya melihat dia sekali, dua tahun lalu di pemakaman Julia.

- Apa saat itu dia mulai pakai narkoba? - Tidak, dia memulai jauh sebelum itu.

Tapi kepergian Julia yang membuat dia makin terpuruk.

Suatu malam,

Aku pulang ke rumah dan dia tak ada.

Dia tak menjawab teleponnya.

Tentu saja aku khawatir dan terjaga semalaman.

Lalu besok paginya,

Aku membuka pintu,

Dan melihat dia terbaring di keset tangga depan rumah.

Babak belur, kotor, seperti anjing kampung.

Kau tahu? Kau melakukan hal yang benar membawa dia ke sini.

Itu benar. Kau tahu, tanah ini memang bagus.

Di sini bisa memulihkan.

Ayo.

Dengar, Yura...

Polisi di kota menyulitkan aku.

- Sungguh? - Seperti apa situasi di sini?

Beberapa petugas cukai membuatmu membayar,

Dan yang lainnya langsung menangkapmu.

Begitulah sistem. Giliranku sudah tiba.

Itu bagus temanku peringatkan aku jika mereka datang.

Untuk menangkapku hari Senin.

- Tunggu. Ditangkap ke mana? - Ke penjara.

Aku akan sembunyi selama beberapa tahun. Istirahat.

Membaca buku. Memikirkan kehidupan.

Tidak, itu jelas mustahil.

Aku harus buat Vova berhenti terlebih dahulu.

Jadi hingga mereka temukan aku, aku akan di taiga bersama dia.

Kau bisa bantu kami?

Tentu saja. Aku tak akan biarkan kau pergi sendirian.

Kentangnya hampir siap.

Misha, matikan itu.

Bicaralah dengan Paman Igor. Setidaknya kau belajar beberapa hal.

Ayah, 15 menit lagi. Aku mohon.

Anakku dulu juga duduk di depan komputer semalaman.

Kemudian dia beralih ke heroin.

Misha, cepat matikan itu.

- Kenapa lama? - Macet.

- Ayo pergi melihat apa yang terjadi. - Tidak, terima kasih.

Aku tetap di sini di dekat mobil. Kau saja yang pergi.

Ikuti saja jejaknya. Kau takkan tersesat.

Mereka harusnya ada dua.

Mereka pergi untuk periksa stasiun saat pagi.

Kemudian malam harinya bos mereka beritahu aku...

...sama sekali tidak menerima kabar dari mereka.

Diamlah sebentar.

Jadi apa yang ada di sana?

Kau temukan keduanya?

Ya.

Itu jelas hewan liar. Menghabisi mereka dengan mudah.

Tapi hanya ada dua jejak serigala.

Apa mereka mengadakan pesta?

Serigala biasanya tidak menyerang siang hari.

Apa lagi keluarkan isi perutnya lalu meninggalkannya.

Kita sebaiknya meminta karantina.

Serius? Karantina? Apa ini Wuhan?

Serigala gila tidak berkelompok.

Jika kedua ini memang gila, berarti ada yang lainnya.

Hai.

- Menunggu ayah untuk bangun? - Tidak. Hanya duduk.

Ayah...

Aku sudah berpikir semalaman.

Aku mengerti jika kau benar.

Ini bagus kau membawaku ke sini.

Aku merasa ini hal yang tepat untuk dilakukan.

Ini seperti melihat ke cermin.

Apa yang kau lihat di sana?

Semuanya...

Begitu banyak kekacauan...

Ada pula kekejaman, kekejian, kebencian...

Aku takkan berbohong lagi, Ayah.

Aku memang ingin pakai narkoba, tapi sudah tidak mau lagi.

Jujur.

Kau bisa pegang perkataanku.

Bagus.

- Ayo pulang. - Tentu saja. Kita akan pulang.

Setelah semua itu keluar dari tubuhmu.

Agar kau bisa becermin dengan rasa gembira.

Dan tidak melihat kekacauan lagi.

Bagaimana jika itu tak bisa keluar?

Ayah akan paksa itu keluar.

Ayo, Misha, ayo. Lakukan.

Aku tidak bisa.

Kau pasti bisa, nak. Kau bisa.

Ayo. Angkat kapakmu dan potong.

- Aku tidak mau! - Bukankah sudah ayah peringatkan?

Lakukan. Cepat potong konsol itu!

- Tapi Ayah! - Kubilang potong itu sekarang juga!

Kenapa kau memaksa dia?

Jangan buat ayah ke sana dan memotong tanganmu.

Sekarang!

Lagi!

Lagi! Ayo!

Benar begitu! Kerja bagus!

Ayah bajingan! Bajingan!

The Rage subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Rage

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left