The first 200 lines.
Tak disangka, sebentar lagi kita pulang.
Aku ingin pulang.
Aku ingin cepat-cepat pulang!
- Ya, ke Snowfield! - Ya, ke Snowfield!
Ini...
Jelas-jelas ini sudah di luar batas sihir biasa, ya
(Kau tak tahu? Dinding penghalangnya kuat, kavaleri itu tak bisa masuk).
Kavaleri... Sang pengendara?
.
Musik yang membangkitkan semangat!
Sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa.
Baiklah!
Pertama-tama, aku harus membentuk aliansi dengan seseorang!
Anda tidak bisa pergi langsung ke sana?
Berdasarkan Perang Cawan Suci di masa lalu,
keputusan Menara Jam adalah tidak mengizinkan seorang Lord
untuk turun langsung ke lapangan.
Apakah ada informasi baru?
Ya.
Saya rasa harus menyampaikan padamu terlebih dahulu.
Beilman!
Be-beberapa jam yang lalu,
ada video yang diunggah oleh sebuah band indie...
Setelah berita, sekarang ada aliran video, ya?
Nah, di sini!
Sajou?
Ada apa Ayaka?
Bukan apa-apa.
Wajahmu kelihatan cemas, ya.
Kalau ada yang yang membuatmu cemas, katakan saja padaku.
Kubilang, aku baik-baik saja.
Mungkinkah kau kecapekan?
Karena kau tidak bisa tidur di klub musik langsung...
Iya! Aku benar-benar cemas!
Bukankah ada Master lain yang bersembunyi di sini?
Ya! Energi Sihir yang menyelimuti seluruh hutan ini...
Benar-benar seperti sebuah Penghalang Sihir!
Mungkinkah mereka akan menyerang kita?
Kalau memang berniat begitu, mereka pasti sudah melakukannya sejak tadi.
Kenapa kau bisa begitu yakin?
Lho?
Saber tiba-tiba menghilang.
Kenapa bukan Alto,
malah Saber aneh itu yang datang?
Katalis apa yang kau gunakan?
Karena katanya, sarung pedang legendarisnya sudah hilang.
Jadi, aku pakai kotak tempat pedang itu dulu disegel.
Aku yakin sekali bisa memanggil Alto.
Astaga, hutan ini benar-benar merepotkan!
Halo!
Ada perlu apa denganku?
Aku tidak tahu kau Roh Pahlawan seperti apa,
tapi aku berniat untuk meminta bantuan pada
Roh Pahlawan yang pertama kali kutemui.
Roh Pahlawan?
Apa kau berniat untuk membentuk aliansi dengan kami?
Aku tidak keberatan,
tapi apa untungnya bagi Masterku?
Aku ingin berbicara dengan Mastermu.
Apakah dia tidak ada di sini?
Master yang luar biasa.
Bukan berarti dia menyukai manusia.
Mastermu sepertinya spesial.
Mungkin karena dia tidak terlihat seperti seorang Master.
Yah, kenyataannya dia memang bukan Master.
Mari kita kembali ke topik utama.
Semalam, aku melihat sesosok monster.
Perang Cawan Suci ini,
entah memang sudah terjebak dalam masalah besar,
atau malah sengaja sedang dimanfaatkan seseorang.
Apa pun itu, bukankah lebih baik
kita singkirkan gangguan seperti itu dulu, lalu mulai lagi dari awal?
Bahkan jika aku kalah,
dan Ayaka mengungsi ke gereja pun, keselamatannya belum tentu terjamin.
Kau sangat menyayangi Mastermu, ya.
Gara-gara aku, dia terlibat dengan semua ini.
Mengabaikan tanggung jawab itu
sama saja dengan mencoreng nama baik negeri-negeri
yang mewarisi silsilah keluargaku,
serta menodai keagungan nama raja leluhurku.
Menarik sekali.
Kau juga seorang raja, ya?
Tapi, kau tipe yang berbeda dari raja-raja yang kukenal.
Terutama karena kau tampaknya
punya lebih banyak teman daripada orang lain.
Benarkah?
Padahal menurutku, kaulah yang sepertinya punya lebih banyak teman.
Aku menganggap semua makhluk yang hidup di dunia ini sebagai teman.
Walaupun sering kali perasaan itu hanya bertepuk sebelah tangan.
Namun, untuk sahabat sejati tempatku membuka diri sepenuhnya...
Telah kuputuskan, bahwa hanya ada satu orang saja.
Oi, oi, apa artinya negosiasi ini gagal?
Atau ada maksud lain?
Sahabatku itu orangnya cukup sulit dihadapi.
Kalau kau lemah, kau akan langsung dihabisi olehnya.
Karena itu, aku ingin menguji
apakah kau sanggup bertarung melawannya atau tidak.
Aku suka sesuatu yang jelas seperti ini.
Intinya, aku hanya perlu menunjukkan kemampuan bertarungku, 'kan?
Tu-tunggu,
apa yang kalian lakukan?
Tenang saja Ayaka.
Ini adalah sebuah ujian kekuatan untuk menjalin aliansi.
Nah,
mari kita mulai pertempuran ini!
Halo saudaraku!
Pedang Saber yang waktu itu sudah sampai.
Tapi, benda ini bukan Noble Phantasm.
Cuma pedang hiasan biasa!
Tapi, pria itu...
seharusnya dia sudah menghancurkan gedung opera
hanya dengan satu tebasan dari pedang tersebut.
Ksatria dengan rambut pirang kemerahan...
Kemungkinan 90% dia adalah si Lionheart, sang Raja Hati Singa.
Jadi, kau juga menyimpulkannya begitu, ya.
Ya, kalau bicara soal Lionheart,
dia itu penggila berat raja Arthur.
Sampai-sampai ada teori yang bilang
kalau dia pura-pura hidup foya-foya
hanya demi mencari peninggalan Raja Arthur.
Tapi,
bukankah dia termasuk pahlawan
dari era saat nilai-nilai misteri sudah mulai memudar?
Begini Saudaraku,
di zamanku, si Lionheart itu
dijuluki sebagai 'Sang Raja yang Berkelana', lho.
Memang benar,
katanya, dari sepuluh tahun masa pemerintahannya,
bahkan tak sampai setahun ia bertahan di negerinya sendiri.
Bukan itu maksudnya.
Maksudku, dia itu
'berdiri di perbatasan antara mitos dan sejarah'.
Dia adalah raja terakhir
yang masih menginjakkan kakinya di era saat hal-hal mistis
seperti roh halus dan Sihir Rune masih diakui keberadaannya.
Loxley!
Gerakanmu sangat cepat, ya.
Apa kau menggunakan sihit memperkuat fisikmu?
Itu bukan berasal dariku.
Kau belajar tinju juga, ya.
Ini kombinasi antara teknik yang baru kulihat di film tadi,
dengan gaya bertarungku sendiri!
Rasakan ini!
Gerakanmu jadi sehebat itu karena bermodalkan hal itu?
Luar biasa.
Sebagai seorang Lancer,
aku akan mulai sedikit lebih serius sekarang
Aku Saber.
Salam kenal, ya!
Yah, kurasa teknik instan memang tidak akan mempan.
Kalau begitu, mulai sekarang aku akan
bertarung sebagai kelas Saber!
Lagipula, aku sudah lama ingin mencoba ini.
Meniru sang Ksatria Danau yang berkata,
'Seorang ksatria takkan mati meski dengan tangan kosong',
lalu, kalahkan musuh hanya dengan sebatang ranting yang dipungutnya.
Saudaraku, biar kuberi tahu satu cerita menarik.
Kalau kau tanya seberapa gila dia pada Raja Arthur...
Dia itu sudah di tahap 'akut'.
"Saking akutnya obsesi itu, katanya dia sampai menamai benda apa pun
yang dipegangnya dengan nama Pedang Suci yang legendaris itu.
Bukan cuma pedang,
tapi pisau, perkamen,
bahkan ranting kayu yang jatuh pun diberi nama yang sama!
Bahkan pedang ini pun!
Adalah kristalisasi dari kesetiaan,
yang mendongak pada tekad
demi meraih satu garis kemuliaan
dalam pencarian akan mukjizat!
Inilah impian luhur yang dibalut kesedihan!
Akan melesat menuju ujung yang takkan terhalang oleh apa pun!
Sekali lagi, akan kuukir di sini!
Inilah dia, pedang...
Excalibur!
Oi, oi!
Sepertinya itu berguna juga untuk memecah kacang kenari.
Siapa sangka, sebatang ranting pohon bisa punya daya hancur sehebat ini.
Jadi, apa aku lulus ujiannya?
Meski kelihatannya kau sendiri belum mengeluarkan
bahkan setengah dari kekuatan aslimu.
Kau sangat kuat, ya.
Entah apa yang akan dikatakan temanku nanti.
Ayaka! Kita berhasil menjalin aliansi dengan sukses!
Sukses?
Bukannya tadi kalian saling membunuh?
Yah, di dunia ini, 'kan ada yang namanya
adu nyali dengan mempertaruhkan nyawa!
Jangan konyol!
Jangan memarahinya.
Dia bertindak senekat itu demi melindungimu
Apa pernah ada yang bilang bahwa kau tidak bisa baca situasi?
Dewa-dewa sering bilang begitu padaku.
Terutama saat aku menghabisi Banteng itu...
Menghabisi banteng?
Bisa ceritakan lebih detail soal itu?
Banteng seperti apa?
Banteng seperti apa dan bagaimana...
Aduh, sakit. Lepaskan, Ayaka!
Sakit, tahu. Aku minta maaf.
Kenapa kau melakukan itu?
No comments yet. Be the first to leave one.