The first 200 lines.
diterjemahkan oleh haveit dari subtitle milik bozxphd
Pelatih Royal, saya Casey Addison dari harian Daily Texan.
Halo. Hei, duduklah.
Terima kasih sudah menemui saya. Tentu. Tentu.
Pelatih, saya menulis cerita tentang pemain sepakbola* Texas legendaris, *(sepakbola dimaksud American football)
dan anda sendiri seorang legenda.
Dulu aku seorang pemain?
Kenapa. ya.
Anda dulu pesepakbola hebat tim Oklahoma Sooners
di akhir tahun 1940an.
Celaka.
Aku tau itu.
Tapi anda melatih Universitas Texas dan memenangi 3 kejuaraan nasional.
Ya.
Texas punya 30 pemain hebat saat anda melatih.
Siapa yang paling berpengaruh bagi anda dan program?
Freddie.
Freddie Steinmark.
Maaf pelatih,
tapi Freddie Steinmark bukan pemain hebat.
Tidak.
Tapi dia pemain terhebatku.
Dengar, kemampuan dan karakter pemain sudah terbentuk bertahun-tahun
sebelum aku bertemu mereka.
Aku memetik keuntungan dari semua pelatih sebelumnya
yang menanamkan semangat juang dan keberanian dalam hati pemain.
Keyakinan Rough Riders :
"aku akan bermain keras tapi bersih, dan aku tidak akan berhenti."
Yang terpenting adalah keberanian.
Bukan hal memalukan bila kalah.
Hal paling memalukan adalah berhenti
atau mundur.
Kalian paham? / Ya pak!
Ulangi lagi. / Ya pak!
Sekarang, ke sana dan berlatih dengan keras.
Steinmark, tetap di sini.
Kau bermain bagus saat pertandingan kemarin.
Kau mencetak banyak touchdown.
Tapi akan lebih baik lagi bila kau berlari lurus.
Kau menuju garis akhir lebih cepat.
Kau terlalu banyak meliuk-liuk.
Ayah mengajariku berlari seperti itu.
Saat kau bermain dalam tim ayahmu hari Selasa dan Jum'at,
kau boleh meliuk-liuk.
Hari Senin dan Sabtu, kau berlari lurus.
Kau paham? / Ya pak!
Ke sana.
Sprint bolak-balik! Ayo!
Oh lihat. Sammy mau kacang kapri. Ayo.
Kau mau kacang kapri? / Ayo Sammy.
Ibu mau kau menghabiskan semuanya. Oke?
Jika kau ingin jadi pemain hebat, kau harus banyak makan.
Bagaimana latihan hari ini sayangku?
Aku mencetak 5 touchdown.
6.
Pemain lain harus bekerja sedikit lebih keras di lapangan
karena dia pemain terkecil.
Bukan begitu? / Aku berusaha sekeras mungkin.
Apa yang membuat seseorang jadi pemenang adalah bahwa mereka selalu bisa berusaha lebih keras.
Parmesannya cukup? / Ya bu.
Mungkin sedikit lagi. Hah?
Kami akan membawamu ke Notre Dame.
Benar. Pendidikan dan sepakbolanya bagus.
Cium ibu. Hah? Ayo.
Itu baru anakku.
Saat aku mengambil pekerjaan ini,
mereka bilang kalian belum pernah menang kejuaraan daerah
selama 25 tahun.
Belum pernah mengalahkan Lakewood selama 15 tahun.
Fakta nyata dan gampangannya, kalian itu menyedihkan.
Tapi tidak akan lama. Kita akan mengalahkan Lakewood.
Kita akan memenangkan kejuaraan konferensi.
Dan kita tidak akan berhenti sampai situ.
Dan bila ada yang tidak setuju dengan rencanaku
kalian bisa pergi dari hadapanku sekarang dan selamanya!
Ada pertanyaan? Bagus!
Sekarang, kita kedatangan anak baru dari California.
Dan mungkin dialah yang disarankan dokter utuk tim ini.
Dia akan memikul beban berat untuk kita musim ini.
Ada pertanyaan?
Kurasa tidak.
Sekarang kita siap berperang.
Ke lapangan! Sekarang!
Sekarang! Sekarang! Jangan buang-buang waktu semenitpun.
Hei!
Ayo!
Cepat!
Ayo!
Freddie Steinmark.
Senang kau menjadi bagian dari tim.
Kau akan sangat membantu kami tahun ini.
Kuharap aku kembali ke California.
Di sini cukup indah di Colorado.
Ya, ya, tim ini tidak ada apa-apanya dibanding timku dulu di sana.
Nantinya.
Ya. Tentu nanti.
Sekarang dengan adanya kau di tim, aku katakan kita bisa menang kejuaraan wilayah.
Kalian belum pernah menang kejuaraan daerah selama 25 tahun.
Kau bilang kejuaraan wilayah?
Kau gila.
Uno, dos . 1, 2, tres, cuatro !
Mulai!
Kau sangat cepat untuk ukuran orang besar.
Kami bisa mengandalkanmu tahun ini.
Anggap saja kau pergi sekolah sepanjang hidupmu.
Seperti tempat lain, para atlit cheerleader menguasai sekolah.
Tapi kebanyakan atlit itu menyebalkan.
Kecuali satu.
Freddie Steinmark.
Dia manis. Dia pergi ke gereja tiap hari.
Dan dia sejauh ini, pemuda paling imut yang pernah akan kau lihat.
Dia memecahkan tiap rekor
baik di basket maupun sepakbola.
Aku tidak suka olahraga.
Kau tak harus suka olahraga untuk naksir Freddie.
Kau cuma butuh perasaan. / Hei, Freddie!
Kau ikut latihan malam ini? / Aku ikut. Sampai jumpa.
Baiklah...
Dia melihatmu.
Dia biasa saja.
Mulai.
Dia di sini tiap hari setelah latihan rutinnya.
Ayahnya melatih dia dengan keras.
5! / Mungkin dia bukan ayahnya.
Mungkin itu yang dia inginkan agar jadi lebih baik.
Yang kutau hanyalah dia itu sangat hebat.
Berhenti!
11,9! Hebat!
Hebat! Lakukan lagi!
Kau tau, dia melirikmu tiap hari tapi tak pernah berkata apa-apa.
Mungkin dia malu.
Anak terpopuler di sekolah malu? Aku ragu.
Ya, bagaimana menurutmu? Aku...
Mungkin ada hubungannya dengan kereligiusannya.
Tidak. Pemuda yang pergi ke gereja tiap pagi tidak bisa bicara pada gadis?
Entahlah.
Lebih cepat. Masih 5 kali lagi.
Sebentar.
Jangan... Kau harus menyalakan mobilnya. / Ah... ah...
Ini. / Tidak. Aku tidak bisa.
Aku tidak mau ini.
Debbie. Ini sangat memalukan.
Hai.
Hai. / Hai.
Kau tau, kami cuma... kami cuma mencari...
Piknik. / Tempat piknik untuk para gadis...
Pesta kejutan. / Pesta kejutan untuk para gadis.
Ya. / Kau ingin jalan kapan-kapan?
Apa? / Kau mau jalan?
Jalan denganku?
Ya.
Oke... Ya.
Ya, akan... akan menyenangkan tentunya.
Bagus. Kapan?
Oh, entahlah. Ah... / Bagaimana kalau malam ini?
Bila aku lari 20 kali lagi, aku mungkin bisa membawa mobil.
Malam ini.
Aku harus bilang dulu.
Baiklah. Lain kali.
Jangan, malam ini bisa, kan?
Ya?
Ya. / Bagus.
Dimana alamatmu?
Ah... / Alamatnya, ah, 2678 Pear Blossom.
Oh. Tempatnya bagus.
Terima kasih.
Bagaimana kalau jam 7?
Jam 7 sempurna.
Sempurna. / Bagus.
Terima kasih Debbie. / Ah-hah.
Oke, sampai jumpa nanti. / Oke.
Tolong nyalakan mobilnya.
Ini... Ini mobilmu?
Ah, bukan, bukan. Punya ayahku.
Aku harus mengembalikannya jam 8 malam.
Ayah harus berangkat kerja jam 9.
Apa pekerjaannya? / Dia polisi Denver.
Oh. / Setidaknya, itulah pekerjaan malamnya.
Saat siang, dia kerja jadi satpam.
Pekerja keras. / Sangat.
Ibuku juga. Dia juru tulis di RS.
Aku, ah... Aku akan membawamu ke tempat favoritku.
Oke.
Aku bisa melihat seluruh kehidupanku,
masa kini dan depan, dari sini.
Lihat. Itu lapangan Wheat Ridge High, dimana aku bermain.
Ya. / Itu Boulder,
Universitas Colorado, dimana mungkin nantinya aku bermain
jika Notre Dame tidak menawariku.
Dan ada juga Denver, Broncos.
Di sanalah, jika Chicago Bears tidak merekrutku.
Aku tidak tau begitu banyak tentang sepakbola.
Nanti kau akan tau.
Ayo, Farmers!
Kalian bisa melakukannya!
Ayo, Freddie!
15 kali berturut-turut kalian kalah dari tim ini.
gelombangnya akan berubah malam ini.
pertandingan ini.
Sekarang, kesana dan hajar mereka!
No comments yet. Be the first to leave one.