Love Is Blind: Poland

Love Is Blind: Poland (Love is Blind: Polska)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Love Is Blind Poland S01E07 id
A Commentary by dappeloe

Tags

webdl
Published on: 2026-05-14
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kita tak bisa mengandalkan pria.

Semuanya sangat sulit, apartemen ini, renovasi ini.

Itu sebabnya aku mau lebih dihargai. Entahlah.

Tadinya aku yakin akan ada pernikahan.

Sekarang aku tak tahu.

- Kurasa kau tak akan memaafkanku. - Aku masih ingat pengkhianatan itu.

Aku mau, misalnya, pergi makan es krim tanpa dengar lagi soal aku selingkuh.

- Aku tak bilang begitu. - Tidak?

Itu masih sulit. Aku sedang melawan diriku sendiri.

Aku juga mulai begitu.

Perbuatanku mungkin sangat buruk, tapi jarak di antara kita terlalu jauh.

Kau tak merasa kita sudah tak sejalan lagi?

Apa yang kau harapkan? Kau mau aku tak membahasnya?

Karena aku merasa seperti musuhmu, kurasa seharusnya tak seperti itu.

Kurasa semua tak lagi berjalan semestinya. Mungkin kini saatnya mengakhirinya.

Aku minta berberi kesempatan, tapi tak kudapatkan, jadi…

Aku hanya bersikap jujur kepadamu.

Katakan saja, "Malika, aku mau putus."

Malika…

Katakan saja.

Ayo kita akhiri ini.

Dia murni, tanpa cela, dan aku seorang pezina.

Aku tadinya sangat yakin.

Ternyata hanya aku yang yakin.

Aku merasa akulah korban dalam situasi ini, karena…

dia berselingkuh.

Aku merasa dia mempermalukanku waktu itu, nanti, dan bahkan sekarang.

Aku membuka diri,

aku memercayainya, lalu aku patah hati lagi.

Jadi, kurasa aku tak akan pernah memercayai siapa pun lagi.

Itu saja.

POLAND

WARSAWA

Julia!

Selamat ulang tahun…

Astaga!

Ini.

Aku tak… menyangka ini.

Kamil.

Ini. Untukmu.

Aku tak tahu harus bilang apa!

Jangan bilang apa-apa.

Selamat ulang tahun.

Sesuatu yang bisa kau nikmati juga, 'kan?

Serius?

Indah sekali!

Duduklah. Akan kubuatkan omelet.

Ayo telepon Ibu. Mungkin dia akan menjawab.

Halo? Bu?

- Ya? - Lihat.

Lihat bunga indah yang kudapat ini.

Ibu pakai kacamata dulu.

Lihat bunga peoni yang indah ini. Cantik, 'kan?

Cantik sekali.

Kuperlihatkan aku memegangnya.

Kau lebih cantik.

Itu baru satu…

Akan kuperlihatkan yang lain.

- Ya? - Aku bisa memperlihatkannya. Lihat.

Lihat?

Itu hadiah untukmu atau untuknya?

Untuk kami!

Baiklah.

Aku dapat kue stroberi dan omelet untuk sarapan. Ini Kamil.

Kau membuat kue itu sendiri, 'kan?

- Apa? - Kau membuat kue itu sendiri?

Aku membawanya sendiri.

Aku mengerti.

Selamat ulang tahun, Sayang. Semoga sehat, bahagia. Jangan menyerah…

Kau yang terbaik.

- Ibu sayang kau. - Aku juga sangat sayang Ibu.

- Sampai jumpa lagi. - Sampai jumpa.

Sungguh hari yang indah.

Ini.

Jangan! Freddie!

Maaf! Jangan lakukan itu.

Kemarilah.

Fred!

Kemarilah.

Jangan begitu.

Kemarilah. Fred!

Hari ini kami mempertemukan anjing kami. Lihat saja nanti,

apakah akan ada ciuman hidung.

Hai.

- Selamat pagi, Tuan-Tuan. - Astaga.

Pelan-pelan. Biarkan dia mendekatinya.

- Freddie! - Freddie…

Tenang. Duduk.

Duduk. Jangan bergerak.

Diam.

Tidak.

Lola akan ketakutan.

Hentikan.

- Diam. - Astaga.

Kuharap Damian akan bisa menjinakkan Freddie.

Dia sangat berenergi.

Ini ujian bagi Damian karena anjing kami harus saling menyukai.

Ini bukan "yang akan terjadi, terjadilah." Mereka harus saling menyukai.

Bagus sekali.

- Hampir sempurna. - Pintar.

Jangan lakukan itu.

Lola.

- Santai. - Jangan lakukan itu.

Kau nakal.

- Jangan katakan itu kepadanya. - Yah…

Dia tak bersalah.

Aku merasa aku lebih tegas.

Dari yang kulihat, Damian membiarkan mereka lebih bebas.

Jadi, ada sedikit ketidakpastian di sini, apa Damian adalah kandidat yang baik

untuk menjadi ayah anak-anakku nanti.

Kupikir…

Saat kita tinggal bersama… Jika ada ruang…

- Untuk kita sendiri? - Ya.

- Bagiku, ini… - Sama.

Sama. Sungguh.

- Keluarga ini tak… standar… - Keluarga ini akan gila.

- Tentu, bisa kubayangkan. - Astaga, ditambah anak-anak.

- Ya. - Tapi aku bahagia.

- Ini akan jadi petualangan menarik. - Aku ingin kekacauan itu.

Filip akan terbang untuk pertama kalinya.

Aku agak takut dengan perpisahan ini. Bentuk fisik bukan yang terpenting.

Aku terus memperbaikinya, hanya untuk mengisi kekosongan.

Tak ada seorang pun yang menunggu di rumah.

Hei!

- Hai. - Apa kabarmu?

Aku memotret untukmu, tak membelikanmu apa pun di sini,

Waktunya tak cukup untuk pergi ke pusat kota Tokyo.

Kau bersamaku sepanjang waktu.

- Aku memang romantis, ya? - Ya.

Nasib kita diramal.

Katanya segalanya dalam pernikahan akan lancar.

Astaga…

Apa kabarmu?

Rasanya aneh sekali ada di apartemen ini tanpamu, tapi aku bertahan.

Aku akan kembali. Sayangnya, itu butuh waktu 14,5 jam, jadi…

Tak bisa lebih jauh lagi.

Kau akan dapat ciuman pertama pukul 08.00.

Baiklah, Sayang.

Sampai besok. Cium jauh. Semoga penerbanganmu menyenangkan.

- Cium jauh. Dah. - Dah!

Aku ingin suamiku berada di rumah.

Apa aku ingin tetap bersama? Seratus persen.

Namun, perpisahan ini menunjukkan kepadaku seperti apa hidup di luar eksperimen.

Aku tak tahu seberapa baik aku bisa mengatasinya.

Sepertinya aku sudah menuang minuman. Kemarin atau hari ini?

Di mana talenannya?

Belum selesai. Atau sudah?

Aku menyalakannya setelah bangun tidur.

Sepertinya papannya tak bersih?

Kau sudah menyalakannya?

Sudah dimasukkan, beres. Aku tak menekan tombolnya.

Kau tahu, hal semacam ini mungkin bagian dari ADHD.

Aku perlu memeriksa fungsi hati dan kadar feritinku.

Orang dengan ADHD kadar feritinnya lebih rendah.

Baiklah.

- Jangan makan garam pada pagi hari, 'kan? - Ya.

- Aku tak makan garam, kau tahu. - Sekarang aku tahu.

Tapi ini mengerikan.

Kau menambahkan terlalu banyak garam.

- Mau bilang sesuatu? - Garam tak sehat.

- Kau mau pagimu berantakan? - Jacek!

Garam tak sehat kalau banyak. Tapi garam itu inti dari rasa.

Aku satu kata, kau sepuluh.

Aku banyak bicara, terimalah.

- Baiklah, benarkah? - Ya.

Ini berkas yang dikirim psikolog kemarin.

"Aktivitas mental yang berlebihan, pergantian topik yang cepat.

Kemampuan hiperfokus, fokus intensif pada topik yang diminati.

Kesulitan bekerja dalam tim dengan aturan atau hierarki tak jelas."

Astaga.

"Kelelahan sosial, kelelahan setelah kontak antar pribadi yang positif.

Sulit mengatur emosi, umum terjadi pada ADHD.

Butuh rutinitas dan yang bisa diramalkan, kurangnya identitas kelompok."

Aku belum membacakan yang terakhir.

Aku hanya mau bilang tanaman pertama kita… mint,

akan masuk tempat sampah, seperti…

Jela tidak benar-benar bertanya kepadaku.

Aku ingin merasa dia penasaran denganku.

Aku ingin tahu persis apa yang kudapatkan.

Aku ingin orang lain tahu apa yang mereka dapatkan

dan bilang, "Aku menerimamu apa adanya."

Komunikasi. Aku ingin kami saling mengenal.

Nanti aku akan mengajarimu.

GURU, NEUROLOGOPEDIS

Perbedaan terbesar antara aku dan Jacek adalah…

Jacek banyak bicara, dan terkadang itu membuatku lelah.

Banyak sekali aliran kata di sini…

dan tertutup di sini.

Aku merindukan momen tenang saat kami bisa berbaring bersama dan berpelukan.

Bagaimana dengan warna ini?

Ini cocok dengan…

mata merah.

Freddie, serang dia.

Sudah. Cukup, hentikan!

Baiklah. Aku akan menata rambutku dulu.

Hari ini kami akan pergi ke pesta dan bertemu dengan peserta lainnya

dan beberapa orang dari pod.

Sayang, kau mau berciuman dengan siapa hari ini?

Menurutmu aku akan berciuman dengan siapa?

Jangan lepas dari sisiku, Sayang.

More Indonesian subtitles for Love Is Blind: Poland

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left