The first 165 lines.
Operasi dibatalkan, mundur sekarang!
Aku ulangi!
Operasi dibatalkan, mundur sekarang!
Tidak mungkin!
John!
Operasi dibatalkan, mundur sekarang!
Operasi dibatalkan, mundur sekarang!
Mundur sekarang juga!
Semuanya, mundur...
Hei, pembunuh penuh petaka!
Tak kusangka, melawan manusia saja
aku harus mengerahkan kekuatan sejauh ini.
Kau masih sudi memanggilku manusia?
Bahkan setelah aku berubah menjadi sosok yang seperti itu.
Wujud fisik hanyalah hal sepele.
Aku bahkan tidak tahu namamu,
tapi aku berjanji akan mengukir pertarungan kita saat ini
di dalam hatiku.
Maafkan aku, Master.
Akan kuhapus sosok Kerudung Merah yang terpatri di dalam dirimu itu.
Ikutlah dalam Perang Cawan Suci, Ayaka Sajou.
Itu pun jika kau tidak ingin habis dilahap
oleh 'Si Kerudung Merah'.
Saber...
Mari kita sembunyi. Situasinya bahaya.
Tidak.
Selama aku adalah Master dari Sang Raja Pahlawan,
aku memiliki kewajiban untuk terus setia di belakangnya.
Rasanya aku tidak punya cukup modal untuk bisa mencapaimu.
Namun...
Kalau soal adu cepat, aku yang menang.
Excalibur! (Pedang Kemenangan yang Abadi dan Jauh)
Kau terlalu naif!
Excalibur!
Kurang ajar!
Excalibur!
Ex...
... calibur!
Keparat kau!
Ex...
... calibur!
Nona, bagaimana dengan kondisi tubuhmu?
Apa?
Omong-omong, aku agak sedikit lemas.
Sedikit lemas?
Nona,
siapakah kau?
Kamar tempat Kuruoka Tsubaki berada
kalau dilihat dari sini, ada di ujung kanan lantai paling atas.
Terima kasih.
Sisanya biar aku yang urus.
Tidak, tunggu.
Aku juga akan ikut.
Keputusan yang bagus, bocah.
Kalau saja tadi
kau sampai tega meninggalkan gadis secantik dia sendiri,
aku sudah akan mencungkil jantungmu sampai hancur,
melumatnya, lalu mencampurnya
dengan pasir untuk kusebar di tempat makan babi.
Tapi, kau baru saja mengambil keputusan yang paling buruk.
Manusia kerdil sepertimu
bermimpi ingin berjalan berdampingan dengan kekasihku tercinta?
Hal itu tidak akan pernah aku maafkan!
Berselubunglah dalam bilah hitam!
Zabaniya!
Jester Karture.
Tinggal berapa banyak 'peluru' yang tersisa di dalam dirimu?
Bagaimana caramu mengetahui informasi tentangku?
Kau tidak apa, Jack?
Master...
Jadi, kau memindahkan Roh Pahlawan yang sudah sekarat itu?
sepertinya hanya kau satu-satunya orang bodoh di sini
yang mau menyiakan Mantera Perintah untuk hal seperti itu.
Kalau bisa mengalahkannya,
Jac...
apa fondasi jiwa milik Berserker akan kembali seperti semula?
Kau bisa memanggilku Jack.
Kau sudah melihatnya, bukan?
Iya,
fondasi jiwanya sudah menyatu sepenuhnya.
Seperti sedang meleleh
dan bercampur di dalam sesuatu yang menyerupai lumpur.
Sepertinya meskipun kita mengalahkannya...
Kekuatanku tidak akan bisa kembali.
Kecuali jika aku sepenuhnya lenyap,
dan dipanggil kembali dari Singgasana para Pahlawan.
Tapi, Jack yang itu, berbeda dengan yang sekarang, 'kan?
Tunggu!
Hentikan.
Siapa kau?
Astaga.
Intinya, jangan paksa seorang penulis melakukan kerja fisik.
Namaku Dumas.
Alexandre Dumas.
Belum pernah dengar, ya?
Apa? Kenapa seorang Roh Pahlawan membongkar nama aslinya begitu saja?
Du-Dumas yang mana?
Jenderal bawahan Napoleon?
Ataukah penulis The Three Musketeers?
Atau penulis The Lady of the Camellias?
Yang kedua.
Kau tahu banyak juga, ya.
Tentu saja aku tahu!
Aku sudah menonton film, anime,
bahkan pertunjukan boneka The Three Musketeers!
Aku sangat menghargainya.
Tapi, aku masih sedikit sulit menebak kepribadianmu, bocah.
Saat sedang asyik menanggapi ceritaku,
kau malah diam-diam memasang formula sihir di bayanganku,
itu benar-benar gaya seorang Magus.
Tapi, meskipun formulanya sudah siap,
kau malah asyik berbicara tentang The Three Musketeers...
Itu sama sekali tidak seperti seorang Magus.
Apa?
Habisnya, kalau kau ternyata musuh,
aku pikir itu akan berbahaya, makanya aku siapkan saja.
Tapi, kalau kau bukan musuh, dan aku malah mengaktifkan sihir,
itu cuma buang-buang energi sihir,
lagi pula aku jadi tidak enak padamu, 'kan?
Bocah, kau ini...
Memang tidak terlihat seperti seorang Magus.
Tapi, demi mencapai tujuanmu,
apa kau punya nyali untuk melemparkan
nyawamu sendiri ke dalam kuali panas?
Aku tidak akan menyebutnya sebagai keberanian yang konyol.
Itu, 'kan...?
Kau masih bisa bergerak?
Sungguh konyol.
Apa?
Dasar Magus sialan.
Jadi, kau akhirnya keluar juga dari lubang persembunyianmu?
Mulai Intervensi (Playball).
Master!
Aku serahkan keputusannya padanya, mau melakukannya atau tidak.
Jack the Ripper.
Konsep 'bisa menjadi siapa saja' adalah bagian yang terbaik.
Dengan mencampurkan keberadaanmu dengan bocah ini,
aku bisa memperkuat kemampuannya untuk sementara.
Tapi,
aku tidak bisa membayangkan efek samping apa
yang akan terjadi pada seorang Master
yang jiwanya 'direbus' bersama seorang pembunuh berantai.
Cuma itu saja?
Wahai para Musketeer,
tantanglah kincir angin itu! Musketeers' Masquerade!
Apa?
Penyusupan dimulai (Game Select).
Melalui kekuatan Noble Phantasm yang kau curi dari Jack,
aku menyuntikkan formula sihir
yang akan mengacaukan aliran energi sihirmu.
Itu mustahil dilakukan...
Kalau tidak mendekat sampai jarak sedekat ini, memang tak akan bisa.
Sekalipun kau berubah wujud menjadi Mastermu
dan merapal sihir, tak ada yang berubah.
Lalu, kenapa Mastermu itu nekat menantang bahaya
dan berdiri langsung di medan tempur ini?
Karena ada hal yang tak bisa kumiliki.
Masternya Archer,
kau sudah menghabiskan semua Mantera Perintahmu, 'kan?
Kalau saja masih ada satu Mantera Perintah yang tersisa,
kurasa aku pasti sudah terhempas oleh tekanan kontrak kalian.
Jadi, kau memiliki 'mata' yang bisa melihat sejauh itu.
Tapi, ini belum berakhir!
Kalau begini terus...
Karena sang aktor sudah menunjukkan keberaniannya,
No comments yet. Be the first to leave one.