Love is Blind

Love is Blind (Love Is Blind)

Download Indonesian Subtitle

Season 10

Release info

Love Is Blind S10E05 id
A Commentary by dappeloe
RAWR

Tags

webdl
Published on: 2026-02-19
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

KEVAN, 31 TAHUN MAKELAR PROPERTI

RUANGAN WANITA

- Aku sayang kau. - Aku juga sayang.

TYLER, 32 TAHUN DIREKTUR DESAIN

Aku ingin seseorang mencintaiku seperti aku belajar mencintai diriku.

Dia pergi.

Aku akan pulang.

Dia bukan suamiku, tapi hanya seseorang dalam perjalanan ini.

Aku membuka pintu, dan tak ada siapa pun.

Dia pergi.

Dia sudah pergi. Dia tidak ada di sana.

Aku turut prihatin.

Terima kasih. Ini…

Aku turut prihatin.

Tidak apa-apa.

Aku sayang kau.

Ini benar-benar gila.

Ini tidak penting.

Dasar perempuan.

Kenapa dia begitu?

Dari akhir percakapan kami kemarin, aku tidak…

- Kau tak kaget? - Aku tak menyalahkannya.

Aku siap berkomitmen pada Brittany seumur hidupku.

Aku cinta dia apa adanya, prinsipnya, kepercayaannya.

Keyakinannya, kesetiaannya, energinya.

Jiwanya indah. Itu yang membuatku tertarik.

Aku seperti melayang.

Aku akan menjadi Ny. Devonta Lee Anderson.

BRITTANY, 32 TAHUN PERAWAT

Aku jatuh cinta.

Ada alasan aku membeli gaun pengantin.

Aku akan jadi istri.

Aku bertunangan dengan Brittany Elena Wicker.

Aku merasa luar biasa.

Kami bicara tentang datang ke reuni dengan membawa bayi.

Jadi, lihat saja bagaimana nanti.

Kami tidak tahu apa-apa bagaimana rupa satu sama lain.

Aku tidak bocorkan fakta bahwa aku orang Hispanik.

Aku menyembunyikan soal Latinanya

karena yang menarik dari semua ini

adalah rupa sama sekali tak terkait.

Aku ingin Devonta tahu aku cantik dari dalam

dan dia jatuh cinta dengan pribadiku.

Jadi, kenapa aku gugup?

Aku tidak perlu takut.

Namun, tetap takut.

- Halo. - Lihat dirimu.

Penantiannya.

Senang akhirnya bisa bertemu kau.

Senang bisa bertemu kau.

Aku tak mau membuatmu menunggu lebih lama.

Jadi, Brittany, aku akan berlutut,

dan bertanya apakah kau mau menikah denganku.

Ya, aku mau.

Baiklah. Astaga, aku gemetar.

Ini cantik.

Sama sepertimu.

Astaga.

Pria yang kubayangkan mungkin sedikit lebih tinggi.

Dia lebih pendek dari yang kukira.

Aku mulai berkeringat saat mendekat, dan sekarang aku gugup.

Ya, kau sangat berkeringat.

Dia pasti sangat lengket.

Tak kubayangkan wajahmu berbintik-bintik. Itu kejutan.

Dia jelas bukan seseorang yang biasanya aku pilih.

Di luar, seperti di bar.

Dia bukan orang yang akan membuatku berpikir, "Dia orangnya."

Namun,

aku tidak peduli.

Kita semua akan gemuk suatu hari nanti.

- Astaga. - Jenggotmu merah.

- Ya. Dari ibuku. - Dan ada abu-abu?

- Ada. - Lihat dirimu.

Dia tetap tampan.

Sangat tampan.

Aku tak bisa bayangkan warna matamu.

- Hijau, biru, apa saja. - Biru kehijauan.

Mata Devonta indah.

Kuharap mata anak-anak kita mirip kau.

Itu mata yang akan menghamiliku.

Kau bisa bayangkan aku?

- Kau kira kulit putih? - Aku tak tahu.

Aku jatuh cinta pada Brittany, dan kebetulan dia wanita kulit berwarna.

DEVONTA, 31 TAHUN MANAJER PENJUALAN

Aku tak pernah mengencani yang begitu,

apalagi melamar, bertunangan.

Itu sesuatu yang sedikit mengejutkanku,

tapi aku jatuh cinta pada Brittany karena hatinya.

Kurasa kita tak akan pernah bertemu dengan cara lain.

Ya, benar sekali.

Aku sangat pendiam.

Saat bergaul, aku hanya duduk di meja bersama teman-temanku.

- Itu aku. Ya. - Ya.

Aku hanya tinggal di rumah.

Aku pergi bekerja, ke pusat kebugaran, ke gereja.

- Itu tidak salah. - "Bagaimana kau mau bisa temukan pria?"

- Kubilang, "Entahlah." - Ya, benar.

Aku tak sabar kau bertemu keluargaku.

- Aku tak sabar. - Mereka akan menyukaimu.

- Kau pikir begitu? - Aku pikir begitu.

- Apa mereka sama konyolnya denganmu? - Lebih.

- Bibirmu melengkapi bibirku. - Ini saling melengkapi.

- Masih berpikir suaraku khas kutu buku? - Ya, masih.

Suaramu juga.

Kau yakin bisa tahan?

- Akan kutahan sepanjang hidupku. - Astaga. Aku sangat bahagia.

Aku tahu, aku juga.

Bertemu tunanganku untuk kali pertama, rasanya seperti mimpi.

- Kita akan menikah. - Ya, benar.

- Dan punya bayi. - Benar!

Bayi sedang dalam perjalanan.

Aku akan mengantarmu, Cantik.

Satu lagi sebelum pergi.

Aku akan berjalan mundur agar bisa terus melihatmu.

- Baiklah! - Pastikan aku tak jatuh.

Katakan jika aku keluar jalur.

Kau boleh berbalik.

Baik. Kita akan bertemu lagi.

- Aku cinta kau. - Aku cinta kau.

Astaga.

Cincin di jariku.

Gila.

Jangan bercanda.

Apanya yang bercanda?

- Bunga mawar dan cupcake ini. - Ya.

Astaga. Ini indah.

Aku menunggu seharian untuk bicara denganmu,

dan aku sangat gugup di sana.

Mendengar suaramu membuatnya jauh lebih baik.

Aku menulis sesuatu.

- Aku akan membaca ini. - Ya, bacalah.

"Untuk Michael Christian Gibney, kupikir aku tahu apa yang aku…"

"Kupikir aku…" Astaga.

"Kupikir aku tahu apa yang kucari saat memulai perjalanan ini."

"Aku butuh pria kuat dan percaya diri yang membuatku tertawa,

merasa aman dan stabil, serta yakin pada dirinya sendiri."

"Yang aku tidak tahu adalah aku akan temukan yang lebih."

"Perjalanan ini gila, emosional, mengubah hidup, dan bergolak."

"Namun, satu konsistensi yang kutemukan adalah dirimu."

"Konsistensi tawamu,

caraku tahu hari kita akan selalu menyenangkan,

caramu terus menguatkanku."

"Aku tak pernah harus memaksa, memohon, atau mengubah diriku,

dan kuceritakan kau banyak hal, dan semuanya terasa sangat alami."

"Aku kesal memikirkan tak menyadarinya lebih awal,

tapi ini terjadi begitu lambat, lalu sekaligus."

"Meskipun itu membuatku takut, aku tahu itu keputusan yang tepat."

"Kau buat jantungku berdebar."

"Tak pernah kurasakan,

tapi aku merasa seimbang dan tenang saat bersamamu."

"Aku memilihmu,

dan aku jatuh cinta padamu."

Itu indah. Terima kasih.

Aku jadi sedikit emosional.

Sebelumnya, aku tak bisa seemosional ini.

Dengan latar belakang aku dibesarkan, dan kasih sayang yang keras,

aku tidak pernah seterbuka ini dengan orang lain.

Berbicara denganmu, aku merasa aman, merasa terlindungi.

Aku tidak merasa dihakimi.

Aku merasa kau benar-benar mendengarkanku

dan memberitahuku, "Aku mau pria itu."

- Ya. - Hanya itu yang kuinginkan.

Rasanya luar biasa.

Jadi…

Ya, Tuhan.

Pelan-pelan saja.

Ya, Tuhan. Baiklah.

Emma Lee Lou Betsinger,

maukah kau menikah denganku?

Ya.

- Bagus. - Sejuta kali, ya.

- Bagus. - Bagus! Astaga!

Aku benar-benar senang.

Aku juga.

Aku tak sabar.

Sampai jumpa.

Astaga!

- Bunga mawarnya! - Bunga mawarnya!

Ini gila!

RUANGAN PRIA

Kubilang pada Tyler, aku hendak memilihnya.

- Ya. - Namun, tentu…

Aku juga punya perasaan yang sama pada Keya.

Ya.

Dan itu berganti-gantian dengan Tyler.

Aku kacau karena dia lakukan itu.

Dia yang rugi. Kau pria yang baik.

Itu kasar dan menyakitkan.

Menurutku kau membuang sial.

Menurutku kau tidak bersalah, dan jangan lihat dari sudut pandang itu.

- Kau lakukan hal yang seharusnya. - Kau cinta dua wanita.

Ya.

Kau sungguh begitu.

Merupakan keputusan besar untuk memilih

dengan siapa kita mau menjalani hidup.

Aku berakhir dalam situasi

ada dua wanita yang kubayangkan untuk masa depan,

dan aku tertekan untuk membuat keputusan.

Kukatakan pada Tyler, "Aku memilihmu."

Dan dia tetap pergi setelah aku mengatakan itu

More Indonesian subtitles for Love is Blind

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left