The first 200 lines.
Kudengar orang-orang di Dataran Tengah sangat khusus soal penamaan anak-anak mereka.
Apa arti karaktermu, "yin"?
Negara Yin. / Negara Yin.
Pendiri dinasti...
... berasal dari Negara Yin.
Sebelah timur dari Negara Pusat dan selatan dari Negara Liang.
Itu tempat asal naga (simbol kaisar) muncul,
jadi...
... itu sebabnya aku dipanggil "Chengyin."
Aku tidak bermimpi, aku tidak bermimpi.
Kau sudah bangun?
Li Chengyin, kau sudah bangun. Li Chengyin, kau sudah bangun.
Kau sudah bangun. Kau sudah bangun.
Cepat panggil Tabib Istana. Shi'en, cepat panggil Tabib Istana!
Apa yang terjadi, Putri Mahkota? / Putri Mahkota?
Putra Mahkota bangun!
Putra Mahkota! Yang mulia!
Yang mulia! / Tidak apa-apa.
Jangan menangis.
Putri mahkota, jangan menangis.
Jangan menangis,
semuanya baik-baik saja sekarang.
Yang Mulia, kau sudah bangun?
Yang mulia.
Sese.
Kenapa kau datang ke sini?
Putri Mahkota yang membiarkanku datang.
Dia ingin aku tinggal dan berada di sisimu.
Aku baik-baik saja sekarang.
Yang Mulia Kaisar telah tiba!
Kalian semua pergilah.
Baik.
Ayah.
Bagaimana kondisimu?
Aku jauh lebih baik sekarang.
Ah Du sudah mengidentifikasi siapa yang mencoba membunuhmu.
Dia kepala pelayan Permaisuri, Rongshuang.
Maksudmu apa?
Ayah pasti ingat liontin giok ini, kan?
Ini peninggalan ibu kandungku untukku.
Awalnya, liontin giok ini hanya ada setengah.
Ketika aku pergi ke Negara Xi, Bibi Mingyuan memberiku setengah lainnya.
Di ranjang kematiannya, Bibi Mingyuan memberitahuku bahwa orang yang membunuh ibuku,
yang menyebabkan ibuku meninggal...
... adalah Permaisuri.
Rongshuang, beraninya kau mencoba membunuh Putra Mahkota!
Yang Mulia ada di sini sekarang. Apa lagi yang harus kau katakan?
Yang Mulia Kaisar, aku telah dijebak.
Itu bukan aku, sungguh bukan aku.
Aku sungguh tidak berusaha membunuh Putra Mahkota. Kumohon agar Yang Mulia memberiku keadilan.
Buktinya ada di sini. Tidak bisa dibantah.
Katakan padaku, siapakah yang memerintahkanmu untuk membunuh Putra Mahkota?
Tidak ada yang memerintahkanku. Orang yang ingin kubunuh bukanlah Pangeran Mahkota,
tapi Putri Mahkota.
Putri Mahkota biadab dan keterlaluan. Dia memperlakukanku dengan tidak hormat pada banyak kesempatan.
Itu sebabnya aku ingin membunuhnya.
Kau pergi ke istana Putra Mahkota untuk membunuh Putri Mahkota?
Bagaimana kau tahu bahwa Putri Mahkota akan berada di tempat Putra Mahkota?
Aku mengikuti Putri Mahkota ke sana.
Omong kosong!
Aku berkata jujur! Aku takkan berani menipu Yang Mulia!
Kau tidak berani mengkhianati tuanmu. Aku ingin mengajukan satu pertanyaan.
Apakah Permaisuri yang memerintahkanmu atau bukan?
Masalah ini tidak ada hubungannya dengan Permaisuri.
Yang Mulia, tolong jangan dengarkan fitnah!
Permaisuri dan Kaisar telah memiliki hubungan suami istri yang mendalam selama bertahun-tahun.
Kumohon, Yang Mulia harus percaya pada Permaisuri.
Putra Mahkota sudah bangun.
Yang Mulia, sudahkah kasusnya diselidiki secara menyeluruh?
Itu tidak ada hubungannya dengan Rongshuang, kan?
Aku bertanya padamu,
saat itu ketika Permaisuri Shu sedang bersekongkol,
kami kemudian mengetahui bahwa dia telah mengonsumsi racun.
Racun itu,
apakah diberikan olehmu?
Bukan aku. Yang Mulia, tolong jangan dengarkan omong kosong orang-orang di sekitarmu.
Yuyao dan kau dekat seperti saudara perempuan.
Kau bahkan membesarkan Chengyin hingga dewasa.
Aku selalu berpikir bahwa kau adalah permaisuri yang murah hati,
sampai...
... Mingyuan mengatakan yang sebenarnya kepada Chengyin.
Baru saat itulah aku tahu bahwa...
... aku menyimpan ular berbisa di sisiku.
Yang Mulia.
Bukankah sudah cukup kau menyebabkan kematian Yuyao?
Hari ini, kau masih mencoba membunuh Chengyin? Kau benar-benar kejam!
Yang Mulia, kita sudah menikah lebih dari tiga puluh tahun.
Aku tak pernah menyangka Yang Mulia...
... akan mengatakan aku orang yang tercela.
Kau memang sangat tercela.
Aku tak pernah menanyaimu tentang masalah di istana dalam.
Selama ini, kupikir karena kau ingin membela diri,
itulah sebabnya kau melakukan banyak cara.
Jika Chengyin bahkan tak bisa menangani semua ini, bagaimana dia layak untuk menjadi kaisar?
Tapi, aku tak pernah membayangkan kalau...
... kau sebenarnya seseorang yang gila dan kejam.
Kau bahkan tega coba membunuh putramu sendiri!
Yang Mulia, aku tidak melakukannya!
Mana tega aku membunuh Chengyin?
Aku menyayanginya lebih dari orang lain!
Jika kau tidak percaya,
tolong selidiki kasus ini secara menyeluruh, dan berikan keadilan padaku!
Hentikan sandiwaramu!
Kau ingin aku membawamu ke Pengadilan Peninjauan Kembali dan diinterogasi sebelum kau mengaku?
Demi pernikahan kita yang sudah lebih dari tiga puluh tahun, aku tidak akan membunuhmu!
Yang Mulia, aku tidak bersalah!
Aku benar-benar tidak bersalah!
Aku sudah menulis dekrit untuk menghapus posisi permaisuri.
Aku akan mengumumkannya di pengadilan kerajaan besok.
Tidak, Yang Mulia!
Bahkan jika kau sudah menulis dekrit, Kanselir takkan mengumumkannya secepat itu.
Dan pamanku,
dia takkan hanya duduk diam dan acuh tak acuh.
Kau masih berharap pamanmu melakukan sesuatu?
Nona Gao sudah hamil.
Dia akan diberikan gelar selir segera.
Kau adalah keponakan yang belum melahirkan seorang pangeran sebelumnya,
yang satunya adalah seorang putrinya yang sedang mengandung putra kaisar.
Menurutmu siapa yang akan dipilih Gao Xiang?
Yang Mulia Kaisar! Yang Mulia Kaisar!
Aku telah mendukungmu dengan sepenuh hati!
Pergi! Apa yang sepenuh hati?
Jika kau mendukungku, apakah kau akan membunuh wanita favoritku...
... dan coba membunuh anakmu?
Sampai sekarang, semuanya disebabkan olehmu sendiri. Kau melukai diri sendiri!
Sekarang pamanmu, kerabatmu, menjauhkan diri darimu.
Di antara para harem, tidak ada yang tersisa yang akan berbicara untukmu.
Terlebih lagi, tidak ada yang ingin dekat denganmu karena pekerja istanamu semua telah dihukum!
Namun, kamu masih istriku. Sekarang aku akan memberimu dua pilihan.
Baik, mulai hari ini,
kami akan menyegel istanamu dan memenjarakanmu di dalam.
Kami akan menyuruh seseorang yang tuli dan bisu membawakan makanan untukmu.
Lalu kau akan menghabiskan sisa hidupmu seperti itu.
Atau...
Meiniang, telah bertunangan dengan Yang Mulia sejak kecil.
Sejak aku pertama kali melihatmu,
aku tak pernah memiliki orang lain di hatiku.
Aku tahu Yang Mulia selalu mencintai Gu Shuzhen.
Tapi bertahun-tahun ini,
kau selalu merawatku dengan kasih sayang.
Aku hanya ingin tahu...
... apakah kau memilikiku di hatimu.
Kau tahu jawabannya di hatimu. Tidak perlu tanya padaku.
Yang Mulia Kaisar!
Permaisuri dari klan Zhang,
penuh dengan kebencian, membawa bencana ke istana,
melanggar perintah pada beberapa kesempatan, tidak dapat berdamai dengan putranya.
Jika ada burung elang (kejam dan jahat) di istana dalam,
Tak ada kebajikan dari burung pemangsa (adil dan bermoral), tapi tindakan membunuh seperti Permaisuri Lv dan Huo.
Dia tidak pantas untuk secara hormat mendapatkan pemujaan agung seperti itu.
Hari ini, kuperintahkan Pengadilan Keluarga Kerajaan membersihkan kotoran dan memenuhi tugas mereka.
Hari ini, cap resmi Permaisuri diambil.
Karena dia telah datang ke istana dan melayani untuk waktu yang lama,
dia terhindar dari hukuman mati dan akan tinggal di istana ini.
Sampai dia mati, tidak tak diizinkan keluar dari sana. Itulah keputusannya!
Siapa itu?
Chengyin? Kaukah itu?
Siapa itu! Chengyin, kaukah itu?
Chengyin? Kaukah itu?
Ini aku.
Chengyin...
Saat itu, itu karena alasan egoisku,
aku menyebabkan ibumu meninggal.
Tetapi tahun-tahun ini, aku selalu membesarkanmu dengan penuh kasih sayang.
Aku menaruh sepenuh hati dan harapan padamu.
Aku sungguh ingin kau menjadi penguasa yang bijaksana di masa depan.
Kau benar.
Bertahun-tahun kau membesarkanku dengan penuh kasih sayang.
Tapi semua itu seharusnya diberikan padaku oleh ibu kandungku!
Kau mengambil kehidupan ibuku...
... dan mengambil sumber kebahagiaanku.
Apakah kau tahu...
... betapa aku berharap kau tidak akan menyuruh seseorang untuk membunuhku.
Betapa aku ingin kau menjadikanku putramu sendiri.
Tapi aku salah.
Aku benar-benar salah.
Tusukan ini menyadarkanku.
Chengyin, Chengyin!
Aku hanya bidak untuk melindungi posisimu sendiri.
Bukankah aku kepingan penting yang kau gunakan untuk mempertahankan kasih sayang Ayah?
Bagimu, hidupku tidak ada artinya.
Kau tak pernah menganggapku sebagai putramu sendiri.
Aku berterima kasih atas semua dukungan dan bantuanmu selama ini.
Chengyin! Chengyin!
Dengan tusukan itu, aku mengembalikan setengah kehidupan kepadamu.
Kita bebas dari hutang satu sama lain sekarang.
Chengyin! / Mulai sekarang dan seterusnya, takdir kita sebagai ibu dan anak telah berakhir.
Chengyin! Chengyin! Chengyin!
Chengyin!
Kembalilah, anakku!
Chengyin! Anakku!
Kembalilah!
Tolong kembalilah!
Anakku...
Lapor pada Kaisar, Permaisuri,
bukan... rakyat jelata Zhang sudah meninggal.
Apakah dia meninggalkan pesan terakhir?
Tidak sama sekali.
Shien, tolong bangun dulu.
Bukannya aku tak mau mengunjunginya.
No comments yet. Be the first to leave one.