Release info

미스터 션샤인 Mr Sunshine E02 HDTV-NEXT
A Commentary by ichemicalwolf
Subtitle dari Netflix. Di resync ke versi NEXT

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2018-07-08
Downloads: 43
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Synced by ichemicalwolf

EPISODE 2

Kemarin serasa jauh, hari ini tampak asing,

dan besok menakutkan. Inilah masa-masa pergolakan.

Kami semua, dengan cara masing-masing,

melalui Joseon yang berubah dengan cepat.

Pedagang keliling itu sering mendatangi rumah kami,

tapi kenapa dia tidak punya satu pun cincin kecil?

Kau sembunyikan di mana, Ae-sin?

Aku sangat membutuhkannya.

Lihat apa yang disimpan gadis nakal ini.

Kakek!

Di mana Ae-sin?

Pedagang keliling datang, jadi, Nona sedang di gazebo.

Nona, kakekmu...

Itu...

Jangan-jangan...

karena surat kabar yang kau simpan?

Apakah aku ketahuan?

Sulit dipercaya!

Hilanglah kesempatanku untuk tidur nyenyak malam ini.

Sudah kubilang, itu ide buruk.

Sekarang kita harus bagaimana?

Dasar lancang!

Karena inikah pedagang keliling itu datang tiap dua pekan?

Kakek sudah sering menyuruhmu menjauhi urusan duniawi.

Mengabdi di pemerintahan bukan pekerjaan wanita,

jadi, aku tidak tahu kenapa dia

begitu tertarik dengan surat kabar.

Ayah, aku akan coba menyadarkannya.

Jangan duduk saja.

Minta maaf kepada kakekmu.

Aku minta maaf.

Kakek tidak percaya.

- Sungguh. - Kau berbohong.

Mulai hari ini, kau akan dikurung.

Kau tidak boleh menerima tamu.

Kau juga tidak perlu memberi salam pagi.

Kau akan membaca dan menyalin Analek Konfusius siang dan malam.

Ukirlah di dalam hatimu.

Jika hanya membaca kata-kata itu,

kau tidak mempelajari

apa pun darinya.

Kenapa Konfusius harus mengatakan begitu banyak hal?

Astaga.

Kata-kata Mensius bisa kuterima,

tapi Konfusius membuatku mengantuk.

Aku sudah menyuruhmu tidur.

Mana bisa aku tidur jika Nona belum tidur?

Mestinya Nona sembunyikan surat kabar itu lebih baik.

Lenganku bisa putus jika terus begini.

Kita berhasil selamat dari kata-kata Mensius.

Benar sekali.

Kata-kata kedua filsuf itu

akan membuat satu lenganku patah.

Ada apa?

Mari kita beri kakekku salam pagi.

Kenapa kau harus selalu menang?

Kau tahu kenapa Ratu Min wafat pada usia muda?

Karena negara kita terlalu lemah?

Salah.

Dia bergaul dengan orang barbar barat,

serta mencampuri urusan pemerintahan dan tugas Raja.

Joseon sedang berubah.

Lagi-lagi salah.

Joseon tak berubah.

Tapi mulai hancur!

Aku hanya akan baca surat kabar sebulan sekali.

Rakyat jelata saja bisa belajar dan menjabat di pemerintahan.

Aku yakin wanita pun bisa bermanfaat.

Jangan mau dimanfaatkan!

Jangan mau dimanfaatkan untuk apa pun.

Kau sudah dianggap terpelajar sebagai wanita.

Jadi, kakek melarang surat kabar.

Tidak mau.

Tidak mau?

Qing, Jerman, dan Prancis

akan menyerbu Joseon.

Bahkan Jepang mencuri beras dari kita.

Begitulah Joseon...

Karena itulah kakek melarangmu.

Apa Joseon tidak punya raja?

Tidak adakah menteri di istana?

Sekalipun mereka semua tidak ada,

kau tetap tidak boleh.

Keluarga kita

sudah cukup mencemaskan kesejahteraan kerajaan ini.

Ayah dan pamanmu sudah lebih dari cukup.

Jadilah wanita elegan dan pantas. Cari suami yang baik

dan hiduplah bagai bunga dalam lindungannya.

Isi waktumu dengan membordir kupu-kupu.

Hiduplah dengan membordir tumbuhan indah.

Apa permintaan kakek terlalu berat?

Kalau begitu, lebih baik aku mati.

Kalau begitu...

matilah.

Jika terjadi sesuatu kepada Nona Ae-sin,

aku juga akan ikut mati bersamanya!

Aku juga akan bunuh diri! Nona!

Nona!

Aku sudah buatkan banyak hidangan,

tapi dia tidak mau makan.

Nona Ae-sin!

Aku akan bunuh diri jika terjadi sesuatu kepadanya!

Astaga!

Dia tidak makan empat hari. Dia bahkan menolak minum air.

Pelayannya juga sangat putus asa.

Aku cemas kita harus memakamkan dua orang, Tuan.

Dengar.

Ya, Tuan.

Aku mau makan babi hutan,

jadi, suruh Penembak Jang ke sini.

Teganya Tuan mau makan daging...

Karena Tuan ingin makan daging, aku akan segera panggil dia.

Kebudayaan baru telah menjadikan negeri ini rendah dan barbar.

Para politikus tak lebih dari pengkhianat

dan cendekiawan muda tersebar di seluruh negeri

setelah kehilangan tujuan.

Orang tua ini

sangat tidak senang dengan Joseon saat ini.

Aku sedih mendengarnya, Tuan.

Joseon menjadi makin berbahaya.

Sepertinya dia ingin

menjadi pejuang gerilya

di sepanjang masa itu seperti ayahnya.

Aku sudah melakukan segala cara untuk menghentikan dia

mengikuti jejak ayahnya.

Namun, jika itu kehendaknya,

dan aku tidak bisa mencegahnya lagi,

aku harus mengajarinya cara bertahan hidup.

Aku sudah kehilangan dua anak,

jadi, aku tidak ingin kehilangan cucuku juga.

Aku tidak akan memintamu menjaganya.

Cukup ajari apa yang perlu dia ketahui untuk melindungi dirinya.

Baik, Tuan.

Apakah kakekku memerintahkanmu untuk membunuhku?

Aku senang jika tidak,

karena dia menyuruhku mati.

Musim dingin panjang.

Berhematlah.

Kenapa dia menyuruhku mengikutimu?

Nona,

mulai saat ini,

aku adalah gurumu.

Guruku?

Apa yang akan kau ajarkan?

Memakai senjata api, Nona.

Memakai senjata api?

- Aku? - Itu perintah kakekmu.

Jadi, yang harus bicara formal

adalah kau.

Bagaimana kau kenal kakekku?

Maksudku, bagaimana Tuan mengenal dia?

Ganti bajumu dahulu.

Kau akan menemukan bajumu di dalam.

Aku akan menembakkan senjata setelah ganti baju?

Aku bicara sendiri.

Terdengar seperti pertanyaan.

Apa aku belum cukup mendaki?

Saat menembakkan senjata,

lokasimu akan terbongkar.

Apa langkah selanjutnya?

- Menembak lagi? - Bukan, kau lari.

Mendaki sudah selesai.

Sekarang saatnya ini.

Kau terlalu lamban.

Kau harus menembak saat berbalik.

Namun, itu bisa saja teman.

Babi hutan yang sangat besar.

Dia berlari ke arahku.

Anda sudah memakai alasan itu saat kaki Anda terkilir.

Pertengkaran kekasih

yang berakhir dengan cakaran di wajah lebih masuk akal.

Jangan khawatir.

Aku tidak akan menanyakan apa yang Anda lakukan.

Aku akan percaya, sekalipun Anda bilang melawan babi hutan demi wanita.

Asal jangan mati.

Namun, suatu hari kelak,

jika Anda memintaku

bergabung dengan Anda,

aku akan menjawab ya

tanpa keraguan.

Karena itulah aku giat berlatih.

Aku mengenai dua atau tiga sasaran setiap menembak.

Selalu ada cara lain.

Kau bisa menulis untuk surat kabar

atau mengajar sekolah malam.

Permaisuri kerajaan ini dibunuh.

Raja kabur ke kantor perwakilan di negara lain

dan meminta bantuan negara-negara lain

dalam bentuk surat.

Berkat itu, bangsa-bangsa asing telah memasuki negeri kita.

Kata-kata...

tidaklah berdaya.

Aku akan berjuang dengan senjata.

Maka, teruslah berlatih.

Kau harus bisa

menembak kelimanya.

Baik, Guru.

Edisi khusus!

More Indonesian subtitles for Mr. Sunshine

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left