The first 200 lines.
Kalian sudah siap?
Ayo, Keluarga Kelly. Ini sudah siang.
Langit cerah. Waktunya berlayar.
Minuman anggurku sudah ada?
Pikirmu, aku lupa?
Pakai jaket pelampung sebelum naik perahu.
Haruskah begini tiap akhir pekan?
Kalian anak yang beruntung, tahu?
Berapa anak yang keluarganya punya perahu?
Punya motor pun jarang.
- Catherine Alexis. - Sekarang Lexy.
Kami beruntung.
Cepat naik ke perahu.
Boleh aku beri saran?
Entah, Andrea. Apa saranmu?
Lihat kelakuanmu itu.
Itu bukan saran.
Mungkin sebaiknya kau buat pilihan yang lebih baik.
Juga, jangan makan makanan tidak sehat.
Perahunya bisa miring.
Bisa bawakan inhalerku di meja?
Catherine! Ayo, Sayang!
Ibuku pernah bilang, kalau ingin lakukan sesuatu,
lakukan dengan benar.
Seperti kehidupan pada umumnya,
makin sering kau melakukannya, hal itu makin mudah.
- Kau bawa inhalerku? - Ya.
Kurasa aturan serupa juga berlaku
untuk membunuh orang.
Andrea?
Andrea, Sayang?
- Rick! - Astaga!
- Di mana inhalernya? - Catherine, bantu dia!
Tenang! Bernapaslah, Sayang.
Tolong!
Tidak!
Jack, ini aku. Tolong ke sini secepatnya.
- Kukirim lokasinya. Aku... - Dia tewas.
Astaga. Adikku sudah tewas.
Apa? Bagaimana dia tewas?
Seseorang membunuh dia.
Tadi kubilang dia akan baik-baik saja.
- Astaga, Jack. - Kubilang kepadanya...
Aku tahu siapa pembunuhnya. Pelakunya Lexy Jones.
Dia juga bunuh Rachel dan Helen. Richard mungkin anteknya.
Kau bicara dengan siapa?
Siapa itu?
Sial. Siapa itu?
Aku segera ke sana. Anna!
Anna?
Anna!
Aku segera ke sana.
Aku datang, Anna. Kau dengar?
- Aku ke sana sekarang. - Jack, kita harus bicara.
- Mau apa kemari? - Ada apa?
Anna dalam bahaya. Dia di Danau Zwerner.
Lexy Jones pembunuhnya. Richard anteknya.
- Lexy Jones? - Ya.
- Kita harus bicara. - Kalau mau ikut, ayo.
Berhenti. Jangan bergerak.
Berhenti.
- Kau gila, ya? - Aku perlu bicara.
Kau todongkan pistol padaku, Priya?
Kenapa kau pergi ke kamar mayat untuk cari cincin yang tak ada?
Kataku, istriku dalam bahaya.
- Aku harus pergi! - Berhenti.
Kita harus bicara.
- Hei! - Kau berlumuran darah!
Bisa letakkan pistolnya?
Kau berikan DNA terkontaminasi dan arahkan aku ke Clyde.
- Batalkan riwayat telepon. - Letakkan.
- Kita harus bicara. - Letakkan pistolnya.
- Tolong... - Berhenti!
- Astaga. - Berhenti!
Mau apa? Kau akan menembakku, Priya?
Kita tak akan ke mana-mana sebelum aku dapat jawaban.
Sial.
Ini Detektif Patel. Aku butuh personel di rumah Detektif Jack Harper segera!
Astaga...
Dasar orang-orang berengsek.
Siapa maksudmu, Richard?
Para bajingan kaya,
berjabatan, manipulatif.
Orang-orang itu.
Mereka mengira bisa berbuat dan bicara seenaknya,
meniduri siapa pun tanpa konsekuensi apa pun.
Kau tahu itu bukan aku.
Itulah dirimu.
Mungkin kau tak sadar siapa istrimu.
- Berhenti! Kita tunggu di sini! - Priya...
Priya, sebentar. Diam. Tolong pikirkan.
Pikirkan saja. Ini aku. Mengerti?
Percayalah kepadaku.
Aku ini Jack, temanmu.
Hanya itu.
Semua akan masuk akal. Aku janji.
Janji.
Sial.
Richard, kau tak perlu lakukan ini lagi.
Kau tak perlu membantu dia.
Bantu dia apa?
Bantu bunuh dua perempuan itu?
Cerita itukah yang akan memulihkan karier remehmu?
Kau menyedihkan, Anna.
- Benarkah? - Ya.
Yang benar saja!
Hentikan!
Astaga!
Sudah kubilang kau harus belajar cara memakai pistol!
Tunggu, jangan! Buka pintunya sekarang!
Astaga!
Hei! Jangan sakiti dia!
Anna, jawablah!
Ayolah!
Jawablah!
- Periksa di dalam! - Ya.
Detektif Patel, kau baik-baik saja?
Ya.
Sayang!
- Sayang! - Richard!
Richard!
Kau sinting!
- Kau gila! - Aku?
Sejak kapan kau berencana untuk memancingku ke sini?
Kau memancingku ke hutan 20 tahun lalu!
Aku tak tahu siasat mereka!
Dasar pembohong! Kau pembohong!
Kau selalu berbohong! Kau mentertawakan aku!
"Duduklah dengan kami, Catherine!"
"Datanglah ke pesta ulang tahunku!"
Aku tak sudi minum air kencing lagi!
Tidak!
Hentikan!
Tidak!
Sayang!
Patel, apa yang terjadi di rumah Jack?
Pak, Zoe Harper tewas.
Apa? Astaga!
Aku ada di rumah Duffie. Dia bersama pengacara.
Katanya, istrinya dan Helen Wang
berupaya memeras Lexy Jones beberapa waktu lalu. Wajahnya ditampar.
Rachel Hopkins berupaya memeras Lexy Jones?
- Kenapa? - Terkait kematian saudarinya.
Apa? Saudari Lexy Jones? Jadi, Rachel Hopkins kenal Lexy Jones?
Mereka sekolah di St. Hillary.
Menurut Clyde, Lexy membuat kesalahan saat cerita ke Rachel.
Siapa nama saudarinya yang meninggal?
Andrea. Andrea Kelly.
- Saudari Catherine Kelly. - Benar.
Pak, Catherine Kelly adalah Lexy Jones.
Kita bertemu di rumah Kelly. Akan kukirimkan alamatnya.
Lebih cepat!
Astaga!
Jawablah, Anna. Jawab teleponnya!
- Anna! - Jack...
- Jack... - Anna!
Anna!
Sayang?
Anna!
Anna! Hei!
Anna!
Kau tak apa?
Ya.
Aku turut berduka soal Zoe, Jack.
Entah harus bilang apa kepada Meg.
Mungkin bisa kubantu.
Mungkin saja.
Ada masalah apa di antara kalian?
Kau, adikku, dan Lexy?
Ada masalah apa?
Rachel adalah...
ketuanya.
Namun, Helen dan...
Zoe juga tahu tentang itu.
Mereka...
Mereka mengajak Lexy, alias Catherine, dan aku ke hutan
pada ulang tahunku yang ke-16.
Mereka bilang akan ada pesta.
Lalu...
Beberapa pria datang.
Para pria yang mendapatkan
foto kami dari Rachel.
Pria-pria itu...
menyerang Catherine.
Rachel, Helen, dan adikmu hanya menonton.
Aku ingin cerita kepadamu. Aku...
Aku sering memberanikan diri untuk cerita, tapi...
Aku tak sanggup. Mungkin...
Aku tak perlu cerita karena Zoe.
Namun, sebenarnya, Jack...
Aku tak bisa cerita kepada siapa pun.
Entahlah. Kukira aku bisa berpura-pura peristiwa itu tak pernah ada.
- Itulah yang kulakukan. - Ya.
- Maaf. - Tidak apa-apa.
- Andai aku cerita. - Hei...
Aku minta maaf.
Maaf.
Astaga.
Aku ingat saat Kelly meninggal, Andrea adalah kakaknya.
Mungkin karena asma.
No comments yet. Be the first to leave one.