Kronk's New Groove

Kronk's New Groove

Download Indonesian Subtitle

Release info

Kronk's New Groove 23 976 FPS Blu-ray
A Commentary by nendi
edit upload lagi, hehe...

Tags

Blu-ray
blu-ray
Blu-Ray
Published on: 2013-06-11
Downloads: 58
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 190 lines.

Yep, itu aku. Kronk.

Tunggu. Aku dimana?

Benar, aku disana.

Di tutupi keju seperti manusia pizza.

Hidupku baik-baik saja sampai hari ini.

- Tapi sekarang aku celaka. Celaka! - Ah!

Kalian tahu, tidak selalu terlihat seperti ini.

Aku pernah menyelamatkan nyawa kaisar. Menemukan karir.

Slide berikutnya!

Aku bahkan mendapatkan beberapa teman yang hebat.

Oh! Tapi lihat aku sekarang! Bersembunyi seperti anak kecil yang ketakutan

siapa yang butuh pelukan dari boneka beruang teddy.

Si kuning kecil dengan kancing di hidung.

Ah, kalau saja bisa kembali ke waktu itu.

Kembali ke waktu saat aku masih punya masa-masa bahagia

dan... tersenyum di dalam hatiku.

membayangkan saat masih menjadi...

... sebelumnya di hari yang sama.

Ahhh!

Mmm!

Mmm!

Ayo!

Mm-hmm.

Ini dia yang aku maksud.

Awas! Ini dia!

- Squeakity squeaken. - Squeak, squeaken!

Jadi bagaimana sekarang kalian mungkin bertanya-tanya,

"Hei, dimana sang kaisar?"

Ha-ha! Wella, wella, boom baby!

Emperor Kuzco disini, menemani kalian langsung dari istana.

Hail Kuzco!

Tidak, tolong, jangan menyembah. Aku jadi merasa bodoh.

Aku bukan pria yang seperti itu lagi.

Aku sudah baik sekarang. Apa kalian tidak lihat film pertama?

Yay! Posterku!

Oh, Aku suka sekali film itu, 'karena' semua isinya tentangku.

Tapi sekarang giliran Kronk yang jadi pusat perhatian.

Biar aku jelaskan secara singkat.

Yang ini filmnya.

Bukan filmku. Filmnya.

Bukan punyaku. Punya dia, bukan punyaku.

Punya dia, bukan punyaku. Kalian mengerti?

Kalian juga anak-anak kecil? OK.

Aku nanti kembali lagi untuk mengecek kalian.

Sudah ada popcorn, minuman untuk persiapan kalian.

Semua sudah ditempat. Action!

Pesanan!

Waffle di piring, extra mentega, dua ulat serangga dengan olesan madu

dan coklat sundae, pakai cherry.

Satu piring makanan. Mengerti.

Yeah, semakin lebih baik lagi untuk hari sempurna berikutnya.

Pesanan sudah siap, kaki melompat-lompat, siap berdansa...

... dan semua orang tahu namaku.

Kronk!

Oh, yeah, Aku hidup dalam mimpi.

Hei, Kronk! Bagaimana makanannya?

- Pacha! - Hei, Kronk!

Tipo. Chaca.

Sini tangan kalian, Junior.

Jabat tangan yang bagus, Keren!

- Mmm. Ada yang sudah berlatih. - Oh! Kalian baik sekali.

Pacha, kemarin kau lupa kembalianmu.

Hei, makasih, Kronk!

Nah, apa yang benar itu pasti benar. Karena kalau tidak...

- Pasti salah! - Benar.

Anak-anak, tempatnya sudah siap.

Yeah. Belum pernah punya teman sebanyak ini Sejak aku masih jadi penjahat.

Dan lihat kau sekarang, tukang masak di restauran Mudka.

Dan juga seorang kurir!

Logo kurir pengantar atas seizin Kurir lokal 8675309.

- Minggu depan aku dapat pin satu tahunku. - Saatnya untuk merayakan!

Bersulang untuk Kronk!

Semoga kau bahagia

sampai ajal nanti!

Ah!

Aku datang karena hal penting untuk mengantarkan llamagram(telegram).

Llamagram. Makasih.

Semuanya baik-baik saja, sobat?

Oh!

Kalian bercanda? Ini cuma llamagram penting yang sudah datang dari jauh.

Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan?

Aku tahu. Aku pakai sendok untuk menggali terowongan untuk keluar dari sini, lalu melarikan diri lewat selokan.

dan hidup tenang tapi merasa kesepian seperti wanita menarik yang bernama Maria.

Pasti berhasil.

Kehabisan sendok! Cukup. Aku punya masalah.

Berpikir positif, pria besar. Aku disini untukmu.

Kau! Ini semua salahmu! Kau...

Kau yang sudah membuatku masuk dalam kekacauan ini!

Kalau saja kau mendengarkan, Kau pasti sudah punya segalanya.

Tapi tidak. Kau yang harus dengar Nona baik hati yang punya dua sayap.

Tuan baik hati yang punya dua sayap.

Yeah, omong besar dari pria bergaun.

- Aku sudah bilang padamu, ini jubah. - Dan itu mutiara.

Teman! Kalian tidak membantu.

Sampai dimana tadi? Oh, yeah.

Tamat!

- Kau kenapa? - Ayahku.

Dia... Dia...

...datang untuk berkunjung.

"Tidak sabar ingin bertemu istri dan anak-anakmu juga untuk melihat

rumah besarmu diatas bukit. Dengan hormat,

ayahmu, Papi." Lalu?

Jadi Papi bilang aku harus punya semua itu kalau aku jadi sukses nanti.

Dan aku pernah punya semua itu, tapi aku kehilangan semuanya!

- Lalu? - Aku tidak pernah cerita bagian yang itu.

Terus terang. Ceritakan yang sebenarnya.

Apa? Ceritakan yang sebenarnya? Kau gila?

Kau tidak akan membiarkan orang seperti Papi tersinggung, atau kau akan dapatkan salah satu dari ini.

Membelakangimu, alis naik,

ekspresi menakutkan, seringai keputus-asaan,

Kedipan tak menyenangkan tanpa salah,

merengut angkara murka,

dan paling terburuk dari semua itu,

penolakan total dengan hidung kembang-kempis.

Penolakan total. Yaa, benar. Mm-hmm.

Aku mengingatnya dengan baik. Malah sangat baik.

Kau lihat, Aku itu selalu...

... dibesarkan berbeda.

Squeak, squeaker, squeaken?

Papi tidak setuju.

Dia bilang kalau aku tidak serius, Aku tidak akan dapat apa-apa.

Tapi apapun yang kulakukan belum cukup untuknya.

Semua yang aku inginkan hanya acungan jempol

dari Papi.

Dan aku hampir saja.

pernah memiliki rumah yang indah di atas bukit.

Papi pasti menyukainya.

Rumah itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan.

Apa kau terus menceritakan kisah hidupmu,

atau kita kembali menjalankan restauran?

Kau benar. Prioritas.

Santailah. Banyak yang ingin aku ceritakan.

Oy! Aku harusnya tidak bertanya.

Mimpi burukku dimulai hari itu seperti hari lainnya.

Jadi secara teknis, kupikir itu adalah "hari-hari mimpi buruk."

Aku melantur.

Saat itu makan siang, dan seperti biasa aku sudah menyiapkan pengiriman untuk seluruh orang dikota.

Aku selalu menyiapkan perhentian terakhir untuk yang terbaik,

untuk menyapa teman-teman lamaku di panti jompo mereka itu para senior.

Sekelompok orang-orang bahagia yang tidak kau harapkan untuk bertemu.

Contoh yang sempurna tentang bagaimana menjadi tua dengan bermartabat dan bersyukur.

Apa ini terlihat seperti ruam untukmu?

Ada yang lihat gigiku?

Oh! Lututku sakit.

Aku yakin berharap disana ada cara untuk berhenti menjadi tua.

Kalau saja mereka bisa menyimpan awet muda di dalam botol.

Aku akan bayar berapapun untuk itu.

Lagi-lagi membicarakan ramuan awet muda.

Berapa kali aku sudah bilang kepadamu: Tidak ada yang seperti itu!

- Tapi kalau ada... - Tidak ada!

- Aku bilang "kalau"! - Kalau, schmiff!

OK, Kalian berdua.

Aku tidak punya satupun ramuan awet muda, tapi aku bawakan makan siang kalian.

- Halo, Kronk! - Halo, Kronk!

- Halo, Kronk! - Rudy!

Beri aku sedikit ayunan tongkat. Kenapa gemetar?

- Kau pikir ini apa? - Membawakan kesukaanmu:

- Bubur daging rahasia. - Oooh!

Itu baru makan siang gigiku bisa tenggelam didalamnya.

Untuk melengkapi makanan kalian, Juice prune.

Ahhh!

Semuanya, minumlah! Cairan emas.

Ugh! Bagaimana kau bisa minum benda itu?

Kronk bilang itu bagus untuk kita.

Cukup bagiku. Isi penuh, Kronk!

- Kupikir itu sudah semuanya. - Kau tidak melupakan sesuatu?

- Tidak, Bukan itu. - Ini, sobat.

Dari kami semua.

Oh, jangan, Rudy. Aku tidak bisa.

Kami memaksa! Itu untuk dana rumahmu.

Kau tahu. Kau pasti bisa.

rumah di atas bukit yang selalu menjadi keinginan ayahmu untuk kau miliki.

Oh, yeah. Dan akhirnya aku bisa dapat acungan jempol dari Papi.

Yeah. Bagaimana hasilnya?

Oh, Aku pasti bisa. Suatu hari nanti.

Bagaimana untuk besok ulat serangga segar?

- Baiklah! - Aku akan menemui kalian lagi nanti.

Oh, tidak. Uh, ada yang merasa kehilangan? Seseorang?

Itu aneh.

Ooh! Hei!

Yang aku tahu, hidupku akan berubah untuk selamanya.

Kalau saja ada semacam pertanda.

Sebuah tanda.

Apapun.

Oh, kau mau bermain. Sekarang jangan kemana-mana.

Huh?

Hmm...

Ahh!

Baiklah. Pergi kemana, dasar kau anak nakal?

Mencari... ini?

More Indonesian subtitles for Kronk's New Groove

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left