The first 200 lines.
Freyja!
Diam!
Tinggalkan dewa-dewamu, kafir!
Tinggalkan dewa-dewamu!
Santo Mikael, Malaikat Agung, lindungi kami dalam pertempuran,
Jadilah perlindungan kami terhadap kejahatan dan jerat iblis.
Semoga Tuhan menegurnya,
Kami dengan rendah hati berdoa dan tunduk pada Pangeran bala tentara surgawi,
Dengan kuasa Tuhan, masukkan Setan ke neraka...
...dan seluruh roh jahat lainnya...
...yang berkeliaran di dunia dan mencari kehancuran jiwa.
Aku mengutukmu.
Kau takkan pernah melihat Valhalla-mu!
Odin memiliki kalian semua!
Dataran Tinggi Skotlandia, Masa Kini
Bangunlah.
Kita hampir sampai.
Lihat betapa indahnya ini.
Ya, aku bisa merasakannya.
Kita akan bahagia di sini.
Kita berdua.
Kau bisa membawa orang keluar dari Skotlandia.
Ada permintaan?
Di mana tukang tinggalkan kuncinya?
Kuncinya di pot bunga.
Kau takkan temukan itu di London.
Kita pasti sudah masuk ke "Home Invasion TV."
Sudah.
Kita akan segera merasa hangat.
Edisi baruku sudah datang.
Terlihat bagus, bukan?
Dan kau menerima surat dari pendetamu.
Semoga diberkati.
Jadi, bagaimana menurutmu?
Sara?
Maaf.
Banyak yang harus dicerna.
Ya.
Bagaimana jika kau pergi berendam,
Dan aku akan coba mainan baruku?
Kau terobsesi.
Itu benar.
Tapi blog baru takkan bisa menulis dengan sendirinya.
Aku segera kembali.
Luke, bisa masuk ke dalam?
Fergus?
Kau bisa jaga Luke sebentar?
Fergus! Kau dengar aku?
Fergus!
Astaga.
Kau sudah melakukan penelitian.
Ini Croc a'ghasigichy, "Bukit Pejuang,"
Dimana 1,000 tahun yang lalu,
Anggota klan setempat melawan orang-orang biadab.
Buaidh no Bàs.
"Kemenangan atau kematian."
Di mana tata krama ku? Aku Elsa, Elsa Campbell.
Tentu saja. Kau yang merawat ayahku.
Itu benar. Ya.
Halo.
Senang melihat kau memang asli warga sini, Fergus.
Warga desa kurang ramah terhadap orang luar,
Tapi kami mengurus diri kami sendiri.
Baiklah, aku takkan mengganggumu.
Bisa berikan ini ke istrimu?
Kasihan. Dia pasti dipenuhi dengan kesedihan.
Siapkan bunga thistle ungu.
Itu akan sangat bagus untuk suasana hatinya.
Bapa Surgawi, terima kasih.
Kau ada di masa-masa sulitku.
Kau ada saat aku kesepian, takut, dan sedih.
Saat aku bingung,
Malu, atau terluka.
Kau di sini.
Kau bersamaku.
Kau di sini.
Amin.
Awalan yang bagus, bukan?
Orang yang malang.
Apa itu asli?
Itu mungkin saja keisengan,
Tapi itu terlihat asli.
Itu temuan yang bagus jika memang asli.
Kau tak seharusnya menggali dia.
Kenapa?
Kenapa?
Karena kita bukan perampok kuburan, Fergus.
Dan...
Maksudku, bagaimana jika itu kuburannya Luke?
Lalu apa?
Ayolah.
Kenapa?
Karena orang meninggal tak pantas dihargai?
Atau blogmu lebih penting dari itu?
Tentu saja tidak.
Bagus.
Berarti itu sudah jelas.
Aku akan hubungi Bapa Stewart besok pagi.
Apa, sebagai pakar artefak kuno?
Bukan. Sebagai pakar dalam mengubur orang.
Bukannya menggali mereka.
Aku akan tidur.
Selamat malam.
Halo?
Halo?
Aku bisa mendengarmu!
Halo?!
Halo?
Halo?!
Halo?
Kau bicara dengan siapa?
Kau tidak mendengar itu?
Kau mendengarnya? Ada...
Apa?
Ada suara ketukan berasal dari sini.
Ada... Kau tidak mendengarnya?
Ini dikunci.
Aku bersumpah tadi ada gedoran berasal dari sini.
Aku tidak gila.
Ini hari yang melelahkan. Mari kita...
Ayo.
Baiklah.
Selamat malam, cinta.
Malam.
Aromanya lezat.
Diasapi dan direbus sesuai seleramu.
Aku juga buatkan kau kopi.
Wow, kau sangat pandai memanjakan orang.
Tidak.
Itu hanya malam yang aneh.
Teraneh.
Lagi pula, kau tahu apa yang mereka katakan?
Sesuatu yang terbentur saat malam hari biasanya tidak benar.
Oke, makanlah.
Ada tengkorak yang harus aku bersihkan.
Malam yang berat, ya?
Ya.
Oke. Mari kita membersihkan kau.
Kau datang dari mana?
Teman-teman, hari ini aku ingin bicara tentang pengampunan.
Landasan iman dan kebajikan kita...
...yang juga penting bagi kesejahteraan jiwa kita.
Teman-teman, saat remaja, aku dirundung.
Aku dulu berbeda.
Aku ingin jadi pendeta,
Saat semua orang di sekitarku ingin jadi yang lainnya.
Aku dulu anak yang baik, namun dikucilkan.
Hidupku tak pernah benar-benar menjadi milikku sendiri.
Teman-temanku tak pernah benar-benar temanku.
Dan kau tahu?
Aku membenci mereka untuk itu.
Dan aku menyeret kebencian serta kegetiran itu...
...bersamaku selama bertahun-tahun.
Ke mana pun aku pergi, itu ikut denganku,
Menguasaiku, tak pernah biarkan aku melangkah maju.
Hingga suatu hari aku bertemu Bapa Joseph.
Orang yang ramah, orang yang baik,
Dan orang yang selamatkan hidupku.
Mengubah hidupku dan memungkinkan aku hidup sebagai pendeta.
Dan hari itu, sama seperti yang aku lakukan saat ini,
Aku ceritakan kembali kisah masa kecilku yang tidak bahagia,
Bapa Joseph mendengarkan,
Dia mendengarkan dengan tenang dan berbelas kasih.
Dan saat aku selesai bercerita, dia menatapku dan bilang,
"Bapa Stewart, kau sangat berhak untuk marah."
"Apa yang terjadi padamu sangat buruk, tapi ini adalah waktunya."
"Kau harus benar-benar memaafkan mereka."
"Maafkan mereka, lepaskan mereka, dan kau akan terbebas."
Lalu aku bilang, "Tapi Bapa,"
"Kau tak tahu apa yang mereka lakukan kepadaku."
"Mereka terus memukuliku, mereka berbohong tentangku berulang-ulang."
"Mereka membuat hidupku neraka."
Lalu Bapa Joseph menatapku dan bilang,
"Bapa Stewart, kau sangat berhak untuk marah."
"Apa yang terjadi padamu sangat buruk,"
"Tapi ini adalah waktunya. Kau harus maafkan mereka."
"Maafkan mereka, lepaskan mereka, dan kau akan terbebas."
"Tak peduli apapun itu."
Kau tahu, teman-temanku,
Pengampunan adalah obat mujarab bagi jiwa kita yang terluka,
Dan jalur menuju pemulihan bekas luka yang disebabkan.
Itu membebaskan kita dari beban karena menyimpan dendam...
...dan menjaga kesuburan harapan di dalam hati kita.
Dan teman-temanku, jika kita mengikuti Tuhan,
Maka kita harus memaafkan.
Dan kita harus memaafkan seperti Tuhan memaafkan kita,
Secara bebas, seutuhnya, dan dengan keanggunan,
Tanpa syarat.
Seperti yang Bapa Joseph katakan,
"Maafkan mereka, lepaskan mereka,"
"Dan kau akan terbebas."
Kau akan terbebas.
Sara, aku sangat senang melihatmu.
Dan selamat datang di Saint Mike's.
Terima kasih, Bapa.
Di sini sangat indah.
Bukan begitu?
Aku berharap lebih banyak warga lokal yang menghargai ini.
Sekarang beritahu aku lagi tentang tengkorak kuno ini.
Itu terdengar menakjubkan, Sara. Menakjubkan.
No comments yet. Be the first to leave one.