The first 117 lines.
Di sini di Perusahaan MIRA,
budaya perusahaannya sangat menyenangkan,
itu akan membuatmu mengarang kata-kata.
Hai, aku Jingga.
Jangan anggap aku sebagai perwakilan HRD-mu,
anggap aku sebagai keluarga HRD-mu.
Wah.
Orang-orang baik di MIRA
telah menemukan sumber energi baru yang sangat menyenangkan
yang suka kami sebut Ore-Plus.
Misimu adalah untuk membawa Ore-Plus kami yang sangat berharga
dari asteroid ini jauh-jauh
ke fasilitas pemurnian kami yang fantastis di Industria.
Hal pertama yang harus dilakukan, sekarang adalah waktu yang tepat
untuk menjeda videonya dan perkenalkan dirimu
kepada siapa pun di ruangan bersamamu.
Hai. Aku Hijau.
Kau Putih, kan? Kukira aku melihatmu di TV.
Aku sering mendengarnya, karena aku sering masuk TV.
Mungkin karena semua kerja kerasku.
- Kerja keras? Seperti apa? - Ya ampun,
biar kuberitahu kau, suatu hari aku sedang berjalan di jalan,
sama sekali tak mengganggu urusan siapa pun,
lalu tiba-tiba, dari mana saja,
orang tuaku menawariku peran anggota dewan
di perusahaan farmasi mereka.
Lalu, saat musim panas... sebagai kata kerja... di kapal pesiarku,
pelayan anggurku... yang namanya tak kuingat...
memberikanku gabusnya, dan di bagian bawahnya ada,
kau bisa menebaknya, tumpangan pemenang di kapal ini.
Jadi, kira-kira hal yang sama yang terjadi pada semua orang.
Apa kisah hidupmu yang sama tekunnya?
Aku magang yang tak dibayar.
Ada lagi?
Oh, aku tumbuh di peternakan cacing.
Oh, betapa pedesaannya.
- Oh, itu banyak sekali informasi. - Tunggu sebentar.
...dengan menggabungkan hari sakit dan cuti berbayarmu.
Dan terakhir, untuk memberimu tur pribadi di kapal,
aku ingin memperkenalkanmu pada...
Aku, tapi sekarang aku nyata.
Selamat datang di The Skeld.
Kami sangat senang kalian ada di antara kami.
Atau "di antara kita"?
Aku selalu lupa yang mana yang secara tata bahasa...
Benar, ini aku.
Sekarang, saat kau menangkap bola kepercayaan ini,
kau harus mengucapkan fakta menyenangkan tentang dirimu.
Fakta menyenangkanku adalah aku punya dua pasang sepatu yang berbeda,
satu untuk dipakai sehari-hari, dan satu lagi untuk saat aku merasa mewah.
Tak peduli berapa banyak aku tidur,
aku selalu terbangun merasa cukup istirahat
dan siap untuk memulai hari.
Yah, aku tumbuh di daerah yang cukup miskin,
tapi semua orang di kampung halaman percaya pada mimpiku
untuk suatu hari nanti menjadi kapten.
Jadi seluruh kota mengumpulkan sumber daya mereka yang sedikit
untuk mengirimku sekolah agar...
Wow, sungguh mimpi yang unik.
Sekarang, semua orang sudah tahu kalian berdua akan datang,
jadi mari kita mulai pertemuan sapaan kita.
- Wah! - Permisi.
Kadang magang tanpa bayaranmu
berarti kau bekerja di sini bersama Hitam dan Sian,
- dua ahli geologi kita. - Namaste.
Aku ahli geologi, Sian adalah ahli permata.
Bukan itu yang tertulis di dokumennya.
Yah, dokumennya itu omong ko...
- Ooh! Harus pergi. - Wah, wah.
Minggir dari jalanku.
Dan ini Ruang Reaktor. Terkadang tugasmu
akan mengharuskanmu untuk memperbaiki...
Akhirnya, Ruang Reaktor.
Makhluk iseng sialan itu pasti memutarbalikkan ventilasinya.
Harus mengusir mereka dengan air suci.
Ini Kuning-Hijau, insinyur kita.
Aku juga seorang pendeta yang ditahbiskan.
Oh. Kenapa kau ada di ventilasi?
- Kau siapa, polisi? - Bukan, tapi aku berteman dengan polisi.
Aku berteman dengan segala macam orang.
Pemilik tanah, influencer,
anak politisi, orang yang menyetujui
versi aksi langsung dari film animasi,
- orang yang menonton aksi langsung... - Aku tak punya waktu untuk kalian yang banyak omong.
Keluarkan benda ini dari sini. Ayolah...!
Kuning-Hijau adalah kru kita yang paling tak ambigu.
Berikutnya adalah Ungu, yang seharusnya...
Oh, yah, kurasa tidak ada.
Sialan. Kita lompat saja ke kru berikutnya,
yang sama kusukai seperti semua orang.
Oh!
Halo, Dokter.
Halo.
Bola kepercayaan?
Setelah waktuku membangun rumah yang kokoh secara struktural
bagi para tunawisma di Yeniria Utara,
kutemukan kalau kepercayaan tak diberikan, kepercayaan itu dibangun.
Kau orang paling menarik yang pernah kulihat.
Mari kita tak mengobjektifikasi dokter yang seksi ini.
Dan ini kafetarianya.
Kurasa mungkin kita bisa melewati lingkungan kerja yang
sangat membosankan dan sangat adil ini.
Oh, wah-ee, wah-wah.
Hei, Cokelat, sepertinya Jingga dapat anak magang baru itu.
Berapa banyak kacang kau dibayar, anak magang?
Kita tak perlu membahas tingkat kacang kita...
- Diskusi tentang upah adalah kebebasan berpendapat. - Wah!
Ayolah, Hijau, katakan pada hitungan ketiga.
Oh, apa kau menaruh garam di pizza ini?
Aku suka garam.
Satu, dua, tiga.
- Tidak ada, aku magang tak dibayar. - Tidak ada, kau magang tak dibayar.
Berikan itu.
Magang tak dibayar menguntungkan orang kaya
sekaligus menjadi eksploitasi kapitalis
terhadap pekerja tak berpengalaman dengan kedok membantu mereka
mencapai impian pribadi dan finansial mereka.
No comments yet. Be the first to leave one.