The first 200 lines.
Translate By: Mas Manado. Sanana - Awal Puasa Ramadhan 2016 / 1437 H.
CHILDREN OF HEAVEN
Cast: Amir Naji
M. Hashemian, B. Sadiahi, N. Mohammadi
F. Sarabandi, K. Mirkarimi, B. RaFii
Music: K.Jahanshahi
Editor: H. Hassandoust
Cinematographer: P. Malekzadeh
Producer: S. Sayedzadeh
Written & Directed by: Majid Majidi
Biayanya 30 Toman.
Ini kembaliannya.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Garam! Tukar garam!
Assalam'ualaikum, Pak Akbar. Saya butuh kentang.
Jangan yang itu, Nak. Ambil yang di bawah!
Assalamu'alaikum, Pak. Permisi sebentar.
Terima kasih.
65 Toman.
Ibuku bilang, masukkan saja ke tagihan kami.
Beritahu ibumu kalau hutangnya sudah mencapai batas.
- Dia harusnya membayar kredit hutangnya. - Baiklah.
Apa yang kau lakukan?
Kenapa kau tumpahkan ini? Apa kau gila?
- Sepatu adikku hilang. - Pergi sana! Cepat pergi!
- Aku meninggalkan sepatu adikku di sini. - Kubilang, pergi sana!
Apa lagi?
Kau belum bayar uang sewa.
Dengan semua air yang kau pakai, halaman ini akan hancur!
Aku bisa apa? Cucian kotor semua!
Alasan saja kau ini!
Memangnya kau tak pernah mencuci?
Sekalian saja karpet tetangga kau cuci sana!
Memangnya kau tak pernah mencuci pakaianmu?
Kalian membuatku bangkrut!
Kau belum bayar sewa 5 bulan, kenapa kau malah boros air?
Memangnya kau tak pernah mencuci pakaian?
Ini peringatan terakhirku!
Kenapa kau tak berani datang saat ada suamiku?
Ali.
Suruh Zahra mengupas kentang setelah dia menidurkan adik.
Kak Ali, kau sudah mengambil sepatuku?
Kata ibu, kalau adik sudah tidur, tolong kupas kentang.
- Kau sudah mengambil sepatuku? - Sudah.
- Sudah diperbaiki seperti baru? - Ya.
Kau mau ke mana?
Aku mau lihat sepatuku.
Sepatumu tak ada di luar.
- Kakak bercanda? - Tidak, aku jujur.
Aku sedang di dalam toko, lalu sepatunya hilang.
Sudah kucari ke mana-mana, tapi tak kutemukan.
Sepatunya hilang?
Jangan bilang apa-apa ke ibu. Akan kutemukan sepatumu.
Bagaimana aku ke sekolah besok?
Jangan menangis. Aku akan mencarinya. Akan aku temukan sepatumu.
- Tapi katamu sudah cari ke semua tempat. - Belum semuanya.
Tolong, jangan bilang apa pun ke ibu.
Ali, kau mau ke mana?
Bantu ibu melipat karpet. Ali kau mau pergi ke mana?
Ali, kita akan melawan Shanin besok.
Ali kau mau kemana?
Sedang apa kau ada di sini lagi?
Sudah kubilang jangan kemari lagi? Mengganggu saja!
- Assalamu'alaikum, Sayed. - Wa'alaikumsalam, Nak. Bagaimana kabarmu?
- Kau mau pulang? - Ya.
Tunggu sebentar. Aku minta tolong.
Ini gula untuk perayaan Minggu besok.
- Beritahu ayahmu untuk menghaluskannya. - Baik, Pak.
Hati-hati, Nak!
Kau jangan berurusan dengan pemilik sewa! Itu tugasku untuk berurusan dengannya.
Kenapa kau berdebat dengannya? Aku akan memberinya pelajaran.
Akan aku buat dia mengerti.
Kenapa kau tak mau mendengarkanku!
Dokter melarangmu untuk bekerja.
Kenapa kau yang mencuci semuanya?
Karpet itu berat sekali saat basah.
Kenapa kau tak bantu ibumu saat ibumu meminta bantuan?
Kau harusnya sabar. Aku bisa pulang dan mencuci semuanya.
Nak, apa tugasmu di rumah ini?
Makan, tidur dan bermain?
Kau bukan anak-anak lagi. Kau sudah 9 tahun.
Saat umur ayah 9 tahun, ayah selalu bantu kakekmu.
Kenapa kau membuat ayah marah?
Apa kau tak sadar? Kau bisu? Paham, tidak?
Sudahlah. Jangan buat dirimu tambah stres.
Aku kesal dengan semuanya.
Aku tak tahu kenapa bayi kita menangis terus seharian ini.
Zahra, ambilkan segelas teh untuk ayahmu.
Terima kasih, Sayang.
Ayah membuat teh untuk orang sepanjang hari di kantor,...
tapi teh buatan Zahra rasanya spesial.
Zahra, kau tak membawa gulanya.
Ini banyak gula.
Ini semua milik Masjid.
Ini sudah dipercayakan ke kita.
Ambil gula di pot, Nak.
Kita sudah kehabisan gula?
Aku sudah membawa kuponnya ke toko, tapi gulanya belum diantar juga.
Lupakan saja dia. Dia tak menghiraukan kabar.
Dia membagikan gula jika dia mau saja. Berikan saja kuponnya padaku.
Aku akan ambil gula dari toko di perusahaan.
Kuponnya ada di bawah karpet.
Kenapa sayang?
"Ali, bagaimana caranya besok aku ke sekolah tanpa sepatu?"
Pergilah ke Koperasi perusahaanmu besok.
Kita sudah kehabisan susu formula. Belilah beberapa untuk bayi kita.
Jangan khawatir.
Istri Rochim juga sakit pergeseran sendi. Dioperasi malah makin memburuk.
Seharusnya dibiarkan saja.
Lalu aku harus bagaimana? Berdiam diri setiap hari?
Dokter melarangmu bekerja.
"Kau bisa ke sekolah pakai sendal".
Saudarinya Khanom juga operasi, tapi dia baik-baik saja.
Jangan berpikir untuk melakukan operasi.
Aku tak mau kau jadi cacat.
"Ali, kau keterlaluan".
"Kau sudah menghilangkan sepatuku".
"Aku akan bilang ke ayah".
"Zahra, jika kau beritahu ayah, ayah akan memarahi kita...
karena ayah tak punya uang membeli sepatu".
"Jadi akau harus bagaimana?"
"Kau bisa pakai sepatuku".
"Aku akan memakainya setelah kau pulang sekolah".
Ini untukmu.
Tukar garam dengan roti kering!
Tukar garam dengan kantong plastik! Atau sendal bekas!
Selanjutnya!
Kau tak apa-apa?
Dengar semua!
Fereshteh tak bisa loncat dengan baik karena sepatunya.
Penting bagi kalian memakai sepatu olahraga.
Sayangnya ibu lihat, banyak dari kalian yang tidak memakainya.
Cuma sedikit yang memakainya.
Baiklah, Bahareh, sekarang giliranmu.
Selanjutnya!
Ayo!
Cepat!
- Kenapa kau terlambat? - Aku tak terlambat. Aku sudah berlari.
Lepas sepatunya! Aku sudah terlambat.
Apa kau masuk sekolah tepat waktu?
Aku terlambat. Seharusnya kau datang lebih cepat.
Aku langsung pulang ketika kelas selesai.
- Kau tak memberitahu ibu, 'kan? - Sudah kubilang, aku takkan memberitahu.
Sepatunya kotor sekali.
Aku malu memakainya.
Kau beralasan lagi.
Tidak, itu memang benar. Sepatunya sangat kotor.
Kalau begitu, ayo kita cuci.
- Ali, ayo latihan. - Aku sedang sibuk.
- Ayolah. - Aku tidak bisa.
- Sebentar saja. - Ibuku sedang sakit.
Ya sudahlah.
Hari ini putri kita tercinta melakukan semua pekerjaan rumah...
dan Ali membantunya.
Aku membeli roti dan sayuran.
Aku mengepel lantai, mencuci sayuran, dan mengupas kentang.
Anak pintar.
Nanti akan ayah berikan hadiah kalau ayah dapat gaji.
Kau sudah terlihat membaik...
...setelah istirahat beberapa hari.
Jika kau tak naik turun tangga, kau akan segera sembuh.
Ada apa?
Ali, di luar hujan. Sepatunya akan basah.
Aku takut keluar.
Maaf, Bu. Sekarang jam berapa?
Masih ada sisa waktu untuk menjawab, lanjutkanlah!
Permisi, Bu. Apa sudah boleh pulang?
Kau ingin cepat-cepat pulang?
Silahkan.
Kenapa, Nak? Ada apa?
Sepatuku jatuh di selokan.
Sudahlah. Jangan menangis. Akan kuambilkan.
Ayo tangkap!
Ambil sepatu itu, Pak! Tangkap!
Dari mana saja kau?
Kenapa kau terlambat?
- Kenapa sepatunya basah? - Aku tak mau memakainya lagi.
Kenapa sepatunya basah?
Sepatunya jatuh di selokan.
Bagaimana aku ke sekolah dengan sepatu basah?
Sepatunya kebesaran, jadinya terlepas.
Jangan beri alasan lagi!
Ini salahmu. Kau hilangkan sepatuku.
- Carilah atau akan kuberitahu ayah. - Aku tak takut kalau dimarahi!
Ayah tak punya uang sampai akhir bulan, jadi ayah harus meminjam.
Aku harap kau bisa paham.
Tunggu sebentar.
Turun ke sini.
Dari mana saja kau? Kenapa kau terlambat?
Maaf, Pak. Rumah saya jauh.
Atau kau bermain di jalanan?
Kemarin kau juga terlambat.
Lain kali, bapak takkan mengijinkanmu masuk.
Baik, Pak.
Kenapa sepatumu basah?
Maaf, Pak. Saya terjatuh di selokan.
Kenapa celanamu tidak basah?
Maaf, Pak. Selokannya dangkal.
Selokannya dangkal?
Kenapa kaos kakimu tak basah?
No comments yet. Be the first to leave one.