The first 200 lines.
IDFL™ SubsCrew
Source sub by GoldenBeard
Tidak!
Tidak apa².
Tidak apa², sayang.
Ini aku. Ibumu. kau akan baik² saja.
Ayo.
Tidak apa², sobat. Kami disini.
Kau akan baik² saja.
Mimpi buruk adalah permulaan
bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada diriku.
Mereka menghantui setiap malam.
Orangtuaku menyebutnya sebagai naiknya hormon remaja.
Melihat dari kejadian itu, mungkin mereka ada benarnya.
Masalahnya, laki-laki seusiaku
harusnya tidak mengalami mimpi buruk sama sekali.
Nyatanya, kehidupanku seperti mimpi...
sekolah yg bagus, teman² baik,
gadis cantik dalam pelukanku.
Aku adalah gelandang bertahan terbaik di kota
dimana sepakbola amerika menjadi satu²nya agama yg benar.
Majulah!
Blue 45!
Blue 45!
Siap! Siap!
Hike!
Maju!
Awasi dia!
Ya!
Kurasa terkadang
setiap orang merasa mereka tidak mampu,
tapi itu jadi semakin jelas bagiku bahwa aku...
Benar² tidak mampu.
Apa itu tadi?
Dan setelah malam itu,
orang lain mengetahui hal itu juga.
Hey, Richards, mandilah.
Urus dirimu sendiri, Brad.
Lain kali, 15 yards.
Ayolah. Aku terpeleset.
Aku janji.
Ayo.
Kejar mereka kembali.
Richards!
Kau suka itu, huh?
Aku tahu kau menyukainya.
Lihat itu. Lihatlah anakmu.
Sekarang, pria manapun dalam situasi ini
akan mengalami gejolak jiwa yg tak masuk akal mengalir,
tapi aku sangat yakin hal itu tidaklah biasa.
Aku merasa sakit dengan apa yg kulakukan pada Brad.
Itu sama sekali bukan aku.
Semua orang bertanya-tanya...
orang tua Brad, polisi
dan kepala sekolah.
Tapi apa yg harus kukatakan padanya?
Tentang mimpi burukku,
menahan kesabaranku,
kekuatan yg tiba² datang tanpa bisa dijelaskan?
Dia masih mencari penjelasan hal itu, kurasa itu.
Semua orang memang,
tapi aku hanya bisa memikirkan satu hal yg masuk akal.
Kurasa aku sudah gila.
Tentu saja tidak.
Kau masih muda,
dan kehidupan itu...
memang rumit.
Maksudku, masa² SMA.
Seperti, semuanya berubah.
Aku takut juga.
Ya Tuhan.
Kepalaku begitu sakit.
Cayden.
Lisa, apa kau... yakin?
Jangan berhenti.
Astaga,
Cayden, tidak! Jangan!
Tidak!
Lisa!
Apa²an...
Ayah? Ibu?
Ayah! Ibu!
Apa...
Disini 15-55.
Seorang gadis berusia 17 tahun
melaporkan diserang oleh pacarnya sendiri.
Ada tanda² kekerasan. Permisi, nona.
Kumohon, tetap di dalam mobil.
Cayden. Tadi itu Cayden.
Nona.
Dia monster.
Jadi mimpi burukku menjadi kenyataan.
Aku telah membunuh dua orang yg sangat kusayangi di dunia.
Aku adalah monster.
Dan seperti itulah...
kehidupan lamaku telah hilang.
Aku tak pernah tahu saat aku hilang kendali,
jadi aku tetap menjauh,
pindah dari kota ke kota
sampai waktu melenyapkan semua kenanganku. Kau baik² saja?
Aku hidup dalam ketakutan secara beruntun bahwa aku akan membunuh lagi.
Dan kemudian, malam itu,
aku melakukannya.
Hey, kau mau bersenang-senang?
Aku baik² saja. Terimakasih.
Yakin?
Pria tampan sepertimu,
sangatlah langka disini.
Hal itu tak bisa dibantah.
Kau mau lihat menunya?
Kopi saja. Terimakasih.
Lisa, aku tahu kau bersama Cayden
di malam pembunuhan itu.
Dia menyerangku.
Apa Cayden marah
atau kesal karena sebenarnya
dia itu di adopsi, mungkin?
Apa? Aku tidak tahu kalau dia di adopsi.
Apa dia tak pernah memberitahu kalau dia di adopsi?
- Tidak. - Lucunya,
sampai saat ini,
Aku tidak mengetahuinya sama sekali.
Astaga!
Tinggalkan dia!
Berbaliklah, brengsek.
Ya Tuhan, tolong aku!
Orang² ini gila!
Dengarkan aku!
Kau pukul dia lagi...
kedua tanganmu akan hilang.
Lari, nak.
Makhluk apa itu, Robbie?
Bunuhlah, Robbie! Bunuh saja!
Sejauh metode penyembuhannya,
semua buku² itu sepakat hanya ada satu...
yg bunuh diri.
Dan aku tidak melihat adanya pilihan lain.
Tentu saja,
itu sebelum aku bertemu Wild Joe.
Ini tempat yg cukup sulit dijangkau, bukan begitu, pembunuh?
Aku pernah melihat yg lebih berat lagi.
Aku berbicara secara metaforis, nak...
tentang kehidupan.
Memang berat.
Bisa jadi, kurasa.
Bisa jadi.
Hidup itu seperti bawang.
Itulah yg mereka katakan.
Semakin banyak kau mengupasnya, akan semakin membuatmu menangis.
Terutama disaat kau menderita.
Kau tahu...
menderita?
Astaga.
Apa maksudmu, kau tak pernah tahu?
Harus ada petunjuknya.
Katakan saja cara untuk menghentikkannya.
Menghentikkannya?
Untuk apa kau menginginkannya?
Agar kau bisa menjadi seperti mereka?
Apa²an ini?
Yeah, kau! Bajingan sepertimu!
Apa masalahmu?
Mau menari, aku sudah siap.
Untuk apa orang² ingin menjadi seperti dia?
Aku tak bisa mengendalikannya.
Nak, kau tak harus melakukannya.
Kau pemangsa. Itulah dirimu.
Apa orangtua mu tidak mengajari apapun?
Tidak, mereka...
mereka tidak tahu.
Apa? Kau akan memberitahuku, kalau, kau diadopsi atau hal lainnya?
Yeah, benar.
Memang.
Aku akan senang bila melihat wajah mereka
ketika pertama kalinya kau berubah.
"Oh, dia monster!
Dia akan membunuh kita! Ya ampun, itu..."
bukan urusanku.
Kau manusia,
tapi mereka dari Back East,
tradisi lama dunia baru yg menyedihkan ini.
Kurasa kau harus digigit oleh salah satunya agar bisa menjadi seperti mereka.
Kau bisa, tapi yg digigit,
mereka tidak murni, hanya seperti, anjing kampung, sungguh.
Golongan tersebut, seperti kau dan aku,
kami lahir dengan cara ini.
Apa ada lainnya?
Yg paling sadis, gerombolan yg bersembunyi
di bumi ciptaan Tuhan ini, nak.
Apa menurutmu aku ini cukup tampan?
Sialan.
Sudah seringkali kututup mulutku.
Sampai jumpa.
Tunggu, Joe, jika kau tahu tempat mereka,
kau harus memberitahuku cara menemukan mereka.
Lepaskan tanganmu, nak.
Tak perlu kuberitahukan.
Kau bukan tanggung jawabku, nak.
Aku tak tahu apapun soal...
Cari saja sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.