The first 200 lines.
Selesai.
Pasang tenda ternyata cukup melelahkan, ya.
Hei, Hitoma!
Kalau senggang, bantu masak!
Usami, jangan arahkan pisau ke orang lain begitu!
Berisik!
Cepat ke sini!
Eh, cinta?
Barusan aku dengar cinta, berarti...
Akhirnya Rei-sensei jatuh cinta padaku?
Entah kenapa Karin juga bikin kesal, bantu juga membuat barbeku.
Eh?
Tapi, selama ada Rei-sensei, aku tak keberatan.
Mengiris bawang begini...
Aku harus bantu apa?
Tolong bantu siapkan panci nasinya.
Aku juga ingin masak nasi pakai panci!
PEMBENCI MANUSIA DAN SIHIR KETENANGAN
Aku masih mau makan.
Selesai makan, bereskan, ya!
- Iya! - Enak!
Syukurlah, Ma-chan!
Aku juga sangat menikmatinya!
Rei-sensei, mau tambah lagi?
Terima kasih.
Tidak usah, aku sudah kenyang.
Jangan sungkan, Rei-sensei.
Kalau mengambilkan nasi untukmu begini,
rasanya seperti pasangan yang baru menikah.
Ah, bahagianya!
Tidak, aku sudah kenyang.
Sebenarnya ini belum selesai.
MARSHMALLOW
Jreng!
Penutup wajib barbeku: Marshmallow!
Serius? Ini terbaik!
Ayo kita bakar!
Aku juga ingin kebagian.
Sensei, ikut makan s'more-nya juga!
S'more?
Marshmallow yang dibakar sampai panas dan lumer,
lalu dijepit dengan biskuit asin yang ada cokelatnya.
Wah!
Itu rasanya pasti bakal enak!
Manis dan enak.
Tidak mau?
Aku tak tahan makanan panas.
Karinrin, boleh kuangkat dadamu sedikit?
Isaki, kau agak menjijikkan.
Eh?
Lihat dada besar membuat kita semangat, kan?
Aku tidak keberatan.
Asyik!
Terima kasih, Karinrin!
Sebaliknya, mau pegang punyaku juga?
Bicara apa kau ini.
Terima kasih, Isaki-chan.
Malah terima kasih?
Kau tidak berendam, Neneko?
Tidak. Aku tidak suka air.
Eh? Padahal segar.
Basah kuyup, tidak nyaman.
Tapi, kau tetap ikut.
Uchami, mau adu kuat denganku?
Aku tidak tertarik melakukan hal konyol.
Oh, jangan-jangan kau takut kalah?
Mengejekku begitu pun percuma.
Seperti bocah saja.
Oh.
Bintang jatuh, ya.
Harusnya tadi aku memohon sesuatu.
Sensei, kau masih bangun?
Kau sendiri, belum tidur?
Ada tempat yang ingin kukunjungi sebentar.
Mau ikut?
Kuil?
Tempat ini...
Di sinilah sekolah ini bermula.
Bermula?
Awalnya sekolahnya di kuil milik Shiro.
Shiro? Maksudmu Kepsek?
Jadi nostalgia.
Awalnya, ada peri pohon yang bilang ingin menjadi manusia.
Waktu itu aku tak banyak pikir
menjadikannya manusia dan melepasnya ke dunia manusia.
Tapi, sepertinya itu tidak berjalan lancar.
Dia belum paham betul soal sosial dan budaya manusia.
Setelah itu aku berpikir.
Sebelum menjadi manusia,
sebaiknya mereka harus bersiap dulu.
Dari situlah sekolah ini dimulai.
Lalu apa yang terjadi pada peri pohon itu?
Pada akhirnya, dia kesulitan berbaur.
Tapi, sampai sekarang, dia masih ada di sekolah ini.
Kau tahu pohon sakura yang di sana?
Di sinilah pusat barier itu.
Tempat ini adalah inti yang membentuk sekolah ini.
Inti?
Iya.
Aku ingin kau tahu tentang tempat ini.
Karena sudah menemaniku, akan kutunjukkan sesuatu yang bagus.
Barusan kau memohon sesuatu?
Berdoa.
Aku berdoa agar keinginanmu terkabul.
Semoga aku bisa menyukai manusia.
Itu terlalu konyol, jadi tak kuberti tahu ke orang lain.
RUANG SENI
Kurosawa, apa itu?
Lukisan dirimu sendiri?
Iya.
Kau suka melukis?
Biasa saja.
Ada apa?
Anu,
kau suka melukis serba hitam?
Biasa saja.
Begitu.
Aku tidak suka warna.
Dari yang biasa
jadi terasa berbeda.
Wah, wah.
Yang ada di sana itu Hitoma-sensei, ya?
Emoto-sensei.
Kau kemari melihat keadaan Kurosawa-kun?
Oh, iya.
Hitoma-sensei, kau tertarik jadi model?
Apa?
Kurosawa-kun,
Bagaimana kalau selanjutnya jadikan Hitoma-sensei sebagai model?
Penampilan dia hitam.
Boleh.
Nah, jadi begitu.
Hitoma-sensei, tiap hari Senin, mohon jadi model lukis, ya.
Eh? Sudah diputuskan?
Kurosawa-kun juga sudah setuju.
Iya, kan?
Tidak boleh?
Aku mohon.
RUANG AUDIO VISUAL
Nah!
Mari kita mulai kelas khususnya.
Kelas langsung dari Pemilik Sekolah...
Hari ini kita bahas “Manusia dan spesies yang menyerupainya”.
Spesies serupa?
Misalnya,
Isaki ras manusia serigala atau Kyouka ras putri duyung.
Oh, lalu...
Yuki ras Yuki-onna dan juga Kepsek ras gagak Tengu.
Maksudnya wujud dasar mereka itu mirip manusia?
Sensei memang hebat.
Cepat paham, ya.
Ada yang ingin kutanyakan.
Hm? Apa?
Apa ada Alien, mahkluk dunia lain, atau manusia super?
Ada.
Betulan ada!
Lalu kenapa mendadak ada kelas ini?
Karena ada spesies menyerupai manusia
yang akan masuk sekolah ini.
Datang ke sini? Alien?
Bukan, dia penyihir.
Penyihir?
Aku ingin mengenalkanmu padanya. Boleh?
Eh?
Dia wali Kurosawa Neneko.
Eh?
Dia tipe yang agak merepotkan.
Yah, kau pasti bisa mengatasinya.
RUANG PEMILIK SEKOLAH
Lama tak jumpa. Bagaimana kabarmu?
Shiranui-sama!
Sejak kau tidak ada, rasanya jadi sangat membosankan.
Wujudmu yang mungil ini juga imut.
Imut seperti bocah yang masih bau susu!
Terima kasih.
Jadi dia wali kelas anakku?
Iya, namanya Hitoma-sensei.
Oh.
Ekspresinya terlihat sangat tidak tertarik.
Biar kuperkenalkan.
Dia walinya, Alice Medea.
Salam kenal. Aku wali kelas Kurosawa Neneko, Hitoma Rei.
Jadi nama dia sekarang Neneko, ya.
Kau memberinya nama yang bagus, Shiranui-sama.
Terima kasih.
Oh, iya, Shiranui-sama.
Mau sampai kapan tinggal di tempat membosankan seperti ini?
Selain itu, ras Tengu yang payah itu juga berisik.
Hah?
Saat membangun sekolah ini, kau selalu minta saran padaku.
Aku pikir kau akan terus berada di dekatku.
Aku sudah bilang menjadikan tempat ini sebagai markas, kan?
Tapi, berkatmu juga, banyak hal terbantu di sini.
Terima kasih, ya.
Aku padamu!
Jadi, hari ini kau ada perlu apa?
Hah?
Tentu saja alasan utamaku ingin bertemu Shiranui-sama.
Sekalian ingin tanya ke wali kelas kuncingku
bagaimana keadaannya.
No comments yet. Be the first to leave one.